Kualitas Kerja Saja Tidak Cukup, Terapkan 7 Tips Ini dan Buat Klien Anda Terkesan

Bagi seorang klien, kualitas kerja saja tidak akan cukup membuat mereka terkesan pada Anda. Sadarilah bahwa klien juga manusia yang memiliki perasaan dan sisi psikologis. Oleh karena itu, bisa saja karya Anda memang bagus, berkualitas, dan bernilai tinggi, tapi Anda tidak bisa terlalu mengandalkannya. Perlu usaha yang lebih untuk membuat klien terkesan sehingga mereka mau bekerja sama lagi dengan Anda di proyek-proyek selanjutnya. Mau tahu caranya?  7 tips di bawah ini akan dapat membantu Anda merebut hati klien.

1. Bersikaplah menyenangkan

Bersikaplah menyenangkan

Bersikaplah menyenangkan

Tersenyum adalah cara paling mudah untuk menampilkan sikap menyenangkan. Berbicaralah dengan bahasa yang santun, jelas, dan mudah dimengerti. Jangan sungkan untuk menunjukkan jati diri Anda dan tidak bersikap seperti robot. Sesekali, melontarkan humor tidaklah menjadi masalah jika Anda pandang situasinya tepat dan mendukung. Klien yang tersenyum senang bisa menjadi pertanda baik di awal hubungan Anda.

2. Tunjukkan empati

Tunjukkan empati

Tunjukkan empati

Setiap orang akan senang jika merasa dipahami. Untuk itu, Anda bisa mempelajari latar belakang dan kebutuhan klien, lalu bayangkan jika Anda menempati posisi klien. Tanyakan pada diri Anda, apa yang sekiranya diinginkan klien untuk Anda kerjakan. Anda pun bisa bertanya kepada klien tentang detail yang diharapkan pada pekerjaan Anda, masalah-masalah yang sering terjadi dengan pekerjaan tersebut, impian klien, atau hal-hal lain yang mengganjal sang klien. Meskipun Anda tidak selalu dapat membantu, tapi Anda dapat berusaha menjadi pendengar yang baik.

3. Jangan sulit dihubungi!

Jangan sulit dihubungi!

Jangan sulit dihubungi!

Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menunjukkan profesionalitas Anda. Pastikan perangkat-perangkat komunikasi Anda aktif sehingga klien mudah menghubungi Anda. Mengabaikan klien yang menghubungi bukanlah hal yang direkomendasikan. Jika Anda memang sedang tidak bisa menerima atau membalas pesan ketika klien menghubungi, segeralah untuk menghubunginya kembali ketika Anda bisa. Sampaikan permintaan maaf dan tanyakan keperluan klien menghubungi Anda.

4. Membangun hubungan personal dengan klien

Membangun hubungan personal dengan klien

Membangun hubungan personal dengan klien

Bangunlah komunikasi yang lebih dekat dengan klien. Jika Anda mengetahui bahwa klien sedang berlibur, tunjukkanlah perhatian Anda. Misalnya, Anda bisa bertanya ke mana tujuan liburannya ataupun mengucapkan selamat berlibur. Tapi hati-hati, jangan sampai perhatian Anda menimbulkan kesan ‘mau tahu urusan orang lain.’

 

Baca juga:

5. Hindari mengatakan ‘tidak’

Hindari mengatakan ‘tidak’ - Kualitas Kerja Saja Tidak Cukup, Terapkan 7 Tips Ini dan Buat Klien Anda Terkesan - de.freepik.com

Hindari mengatakan ‘tidak’ – Kualitas Kerja Saja Tidak Cukup, Terapkan 7 Tips Ini dan Buat Klien Anda Terkesan – de.freepik.com

Jika Anda merasa tidak mampu memenuhi permintaan klien, jangan serta-merta mengatakan ‘tidak’ untuk menolak. Berikan solusi atau rekomendasi untuk klien agar dapat tetap menunaikan hajatnya.

6. Buatlah klien merasa istimewa

Buatlah klien merasa istimewa

Buatlah klien merasa istimewa

Ucapan-ucapan sederhana seperti “Terima kasih atas kerja sama, Bapak,” atau “Senang berbisnis dengan Ibu, semoga hubungan kita tetap terjaga,” akan membuat klien merasa istimewa dan dihargai. Cara lainnya adalah dengan tetap menyimpan kontak dan nama klien di perangkat komunikasi Anda meski proyek/kontrak telah berakhir. Ketika klien kembali menghubungi Anda, sapalah dengan menyebutkan namanya. Hal ini akan membuat klien dianggap penting dan senang karena diingat.

7. Belajarlah dari kesalahan

Belajarlah dari kesalahan

Belajarlah dari kesalahan

Tiada gading yang tak retak, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Evaluasilah kinerja Anda yang telah lampau, lalu pelajari kesalahan-kesalahan yang terjadi dan bagaimana penyelesaian yang lebih tepat. Belajarlah dari kesalahan-kesalahan tersebut dan tingkatkan kinerja Anda selanjutnya. Usahakan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama terus-menerus.

Jika diperhatikan, ketujuh tips di atas sangat erat kaitannya dengan sikap dan perilaku Anda dalam berhubungan dengan klien (attitude). Di dunia nyata, attitude memang memegang peranan yang lebih penting daripada sekadar kualitas kerja. Pasalnya, meningkatkan kualitas kerja jauh lebih mudah daripada memperbaiki attitude. Jadi, tunjukkan tingginya attitude Anda dan bersiaplah untuk mendapatkan klien-klien yang loyal. Semoga beruntung!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *