Step by Step Resep Antigagal untuk Memulai Bisnis Freelance

Kesan pertama yang hinggap di kepala kebanyakan orang ketika mendengar kata bisnis freelance pasti tak jauh-jauh seputar ‘ngantor’ dari rumah atau ‘nongkrong’ di kafe sembari ngopi dan menghadap laptop. Seru ya jadi freelancer, tak perlu bangun pagi dan berkutat delapan jam sehari di kantor sementara di bawah tekanan pak bos. Sayangnya, gambaran itu tak selalu sesuai dengan kenyataan, kecuali kamu memulai bisnis freelance dengan benar.

Nyatanya, tidak sedikit pelaku bisnis freelance yang akhirnya berhenti di tengah jalan karena berbagai alasan. Tapi tentu saja, itu bisa kamu hindari kalau semuanya sudah terkonsep dengan matang sejak awal. Ibarat memasak, kamu perlu mempersiapkan alat dan bahan dengan lengkap serta mengikuti resep dengan benar untuk bisa mendapatkan sajian yang mantap. Begitu juga dengan memulai bisnis freelance, ada langkah-langkah yang perlu dieksekusi dengan matang. Apa saja langkah-langkah itu? Ini dia  step by step resep antigagal untuk memulai bisnis freelance.

1. Tentukan bidang yang ingin kamu geluti

Tentukan bidang yang ingin kamu geluti

Tentukan bidang yang ingin kamu geluti

Kamu paling mahir di bidang apa? Fotografi? Kepenulisan? Desain grafis? Pemrograman? Semuanya bisa dijadikan bisnis freelance. Pilih satu bidang yang searah dengan passion kamu, jadi kamu tak hanya mengejar uang, tapi juga mencintai prosesnya.

2. Tentukan target pasar

Tentukan target pasar

Tentukan target pasar

Sebelum memasarkan produk atau jasa kamu, tentukan dulu target pasar untuk bisnismu. Kenali mereka, apa yang mereka butuhkan, dan apa masalah yang mereka hadapi. Lalu dari analisis itu, hadirkan produk yang tepat untuk menjawab masalah-masalah mereka dan niscaya kamu akan dicari.

3. Menciptakan identitas perusahaan

Menciptakan identitas perusahaan

Menciptakan identitas perusahaan

Menciptakan identitas perusahaan menjadi hukum wajib sebelum kamu memulai bisnis freelance. Identitas ini mencakup nama sekaligus company branding, berupa identitas visual seperti logo. Identitas ini nantinya akan menjadi tanda pengenal bagi bisnismu di mata klien. Dan karena identitas ini akan kamu pakai dalam jangka waktu yang lama, buatlah desain yang paling ideal.

4. Website dan portfolio

Website dan portfolio

Website dan portfolio

Salah satu bagian terbaik dari memulai bisnis freelance adalah kamu tak perlu pusing memikirkan tempat berkantor. Tapi tetap saja, kamu akan membutuhkan wadah untuk menunjukkan wajah bisnismu, dan cara yang paling mudah adalah dengan membuat website. Jangan lupa lengkapi dengan portofolio supaya calon klien bisa menilai kemampuanmu.

 

Baca juga:

 

5. Tentukan tarif

Tentukan tarif

Tentukan tarif

Bagaimana kamu akan menentukan besaran upah atas pekerjaanmu? Per jam atau per proyek? Pastikan dulu kalkulasinya dengan gamblang supaya klien juga bisa memperkirakan budget-nya.

6. Menciptakan sistem order yang mengalir

Menciptakan sistem order yang mengalir

Menciptakan sistem order yang mengalir

Bisnis freelance dilakukan secara online, artinya tidak ada tatap muka antara freelancer dengan klien. Padahal, interaksi menjadi kunci utama yang menjembatani klien dan freelancer. Untuk mempertemukan kepentingan keduanya tanpa harus bertatap muka, diperlukan sistem order jasa yang mengalir agar memudahkan klien mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya sedetail mungkin. Pastikan website-mu dilengkapi dengan fasilitas ini.

7. Tentukan sistem pembayaran

Tentukan sistem pembayaran

Tentukan sistem pembayaran

Menentukan sistem permbayaran tidak terlepas dari poin kedua terkait sasaran target pasar. Kalau kamu membuka bisnis untuk lingkup dalam negeri, mungkin cukup menggunakan sistem pembayaran dengan transfer bank lokal. Tapi, kalau kamu menginginkan pasar yang luas, siapkan sistem pembayaran global seperti Paypal, Payoneer, Skrill Moneybookers, atau Western Union.

8. Launching bisnis

Launching bisnis

Launching bisnis

Launching bisnis menjadi tahap akhir dari memulai bisnis freelance, tetapi juga menjadi permulaan dari perjalanan yang sesungguhnya. Langkah berikutnyalah yang lebih menentukan keberlanjutan bisnismu, yaitu bagaimana kamu bisa mendapatkan klien dan membangun jaringan dengan mereka untuk akhirnya memperkuat dan memperluas bisnismu.

Memperkenalkan bisnis freelance baru dengan brand baru adalah hal yang mudah. Yang sulit adalah mendapatkan klien dalam jumlah yang diinginkan, dan lebih sulit lagi menjaga kesetiaan klien tersebut untuk tetap mempercayai jasa kita. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, dan waktu yang tidak sedikit. Tetapi dengan integritas dan kerja keras, meraih kesuksesan dari bisnis freelance bukan sesuatu yang mustahil.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *