3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari

 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari - club.koreadaily.com

3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari – club.koreadaily.com

Pengalaman membuat saya bisa mengenali calon klien yang patut dikejar dan dipertahankan, dan mereka yang sebaiknya dihindari dari awal. Kita tidak mau dong menghabiskan banyak waktu kita untuk mengejar klien yang akhirnya hanya akan menyusahkan hidup kita dikemudian hari. Kenali mereka dari awal dan jauhi mereka! Percayalah bahwa itu akan membuat hidup Anda lebih baik 😀

Berikut adalah tipe-tipe klien tersebut:

1. Menawar sangat jauh diawal, dan ngotot

Menawar sangat jauh diawal, dan ngotot - 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari - turningwest.com

Menawar sangat jauh diawal, dan ngotot – 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari – turningwest.com

Saya punya harga standar bagi setiap tipe pekerjaan saya, kadang memang kita harus lebih fleksibel dalam menentukan harga. Tapi semua harga yang keluar dari saya pasti didasarkan pada standar yang sudah dibuat. Sebagai calon klien, mereka berhak sepenuhnya untuk menawar, namun saya kadang suka bingung dengan mereka yang menawar setengah harga! Saya percaya bahwa jasa saya cukup pantas dihargai dan saya berpegang teguh pada prinsip tersebut.

Klien seperti ini biasanya membanding-bandingkan kita dengan perusahaan/penyedia jasa yang memberikan harga lebih murah. Namun coba perhatikan, penyedia jasa yang lebih murah cenderung murahan! Jadi saya bisa bilang ke klien tersebut dengan tenang bahwa “Ada harga ada barang!”. Satu lagi yang mencemaskan: klien seperti ini cenderung akan memeras semua yang Anda bisa berikan dengan alasan sederhana: “tidak mau rugi”.

Jangan biarkan Anda ditekan hanya karena ada orang lain yang bisa menyediakan harga yang lebih murah. Tegaskan mereka dengan penuh percaya diri: “Kalau bapak percaya pada mereka ya silahkan pakai jasa mereka, sekian dan terima kasih”. Setelah beberapa hari, biasanya klien tersebut kembali ke saya dan setuju dengan harga yang sudah diberikan.

2. Belanja keliling (Window-shopping)

Belanja keliling (Window-shopping) - 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari - southcoastsun.co.za

Belanja keliling (Window-shopping) – 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari – southcoastsun.co.za

Tipe klien seperti ini biasanya hanya sedikit bertanya dan juga sedikit memberi informasi tentang apa yang dia inginkan. Bisa terlihat dengan mudah dengan pendeknya email, atau terkesan template, bahkan memang mengisyaratkan kalau calon klien sedang “berbelanja” kemana-mana mencari harga yang paling murah.

Biasanya klien seperti ini tidak mementingkan kualitas, dan hanya mencari harga paling murah.

3. Menelpon diluar jam kerja

Menelpon diluar jam kerja - 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari -mospolit.com

Menelpon diluar jam kerja – 3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari -mospolit.com

Saya paling tidak suka ditelpon soal pekerjaan diluar jam kerja. Walaupun saya memang sering sekali bekerja diluar jam 8-5 tapi bukan berarti saya suka dihubungi diluar jam tersebut. Bila Saya ditelpon hari sabtu atau diluar jam kerja, saya tidak akan mengangkatnya dan akan menghubunginya lagi setelah jam kerja dimulai. Bila berlanjut, bilang dengan sopan bahwa Anda tidak bekerja diluar jam kantor. Bila tidak bisa juga, berarti klien tersebut tidak pantas dipertahankan.

 

Baca Juga :

Ok, itulah tipe-tipe klien yang biasa saya hindari, bagaimana dengan Anda?

29 Comments

  1. ThemeWarrior

    Setuju bro, satu lagi klien yang perlu dihindari adalah yang merasa dirinya adalah web designer, dalam artian merasa lebih tau dan lebih pintar dari kita padahal mereka sama sekali baru atau tidak paham tentang web design.

  2. Sastro Gozali

    Well apa yang kamu alami, pasti kebanyakan web designer mengalaminya juga. Membandingkan dengan yang lain, mau tawar semurah mungkin dan yang pasti ada free ini itu 🙂

    Kadang2 merekanya gak ngerti website, tapi mau harganya super murah aja.. Tapi itulah ada harga ada barang sih.
    Good article!

  3. tenli

    setuju bro, apalagi yang klien ngakunya punya ‘taste’ seni tinggi dan ujung2nya kok kaya template-nya office yah?

  4. Arsya

    Pada dasarnya gw setuju bro ama artikel ini eamng harus tuh pilih2 klien karena salah pilih bisa kena apes… secara personal sih gw mending punya klien sdikit tapi sama2 enak daripada banyak klien tapi pusing kepala.

    Kalo boleh gw nambahin, gw paling ga suka ama klien yang banyak maunya tapi mereka ga tau apa2.. cuma buang2 waktu aja.. walopun akhirnya dia milih design yang kita tawarin pada saat awal2

  5. chaz

    Kuy… salah satu client bertahan Pepper (you know this client) baru aja ‘terkena’ imbas dari belanja keliling dengan hasil pilihan harga termurah dr agency (ngakunya sih mereka agency)yang lain… dan akhirnya… uang hilang dan project batal 100%..

  6. adhi

    setuju.. setuju..
    udah ditawar blom juga deal, trus minta dibuatin mockup..
    revisi sana sini, eh ilang gag ada kabarnya lagi mas..
    menyedihkan 🙁

  7. morbid713

    untuk “ditelpon soal pekerjaan diluar jam kerja”
    saya masih bisa nego
    apalagi jika kita masih newbie
    harus lebih banyak support ke calon klien

  8. yaufani adam

    yang bikin bete lagi klien yang model gini:

    “mas, kok kayaknya masih kurang artistik ya,”
    tapi giliran ditanya mananya yang kurang, eh bilangnya “wah ndak tau, kurang artistik aja ”

    😀

    nice article mas 🙂 makasih

  9. Oyonk

    Tapi kebanyakan orang yang ngerti komputer juga banyak yang suka nipu. Butuh inilah, butuh itulah, harganya mahallah hitungan dolarlah. padahal barang rekondisi

    salam kenal dari http://oyonk.com
    ditunggu kunjungan dan dukungannya

    terimakasih

  10. Rudy N

    setuja…banget tuh.

    nambahin dikit, nggak perlu ditanggapi emosi client yang suka menawar sangat murah. masih banyak calon client yang dapat menghargai/menerima harga jasa pekerjaan yang kita tawarkan.

    Bravo FREELANCER

    Jabat erat,

    Rudy. N

  11. Bagoes

    terima kasih untuk artikelnya.

    sangat berguna untuk saya yang masih dummy dalam hal web design.

    ini akan menjadi saran atau masukan untuk saya dalam membentuk fondasi dasar prinsip bekerja saya.

    terima kasih:)

  12. Herdi

    se 7 kemaren saya juga baru “cerai” dengan klien yang sangat tidak menghargai profesi web designer! bayangin website yang sudah 80% dibuat di tawar 500.000 pa ga edan! bikin webnya dia(full flash) aja makan waktu 1 bulan.

  13. Priyo

    Freelancer!

    Silahkan gabung di BPI, jika anda tertarik bekerja sbg profesional bukan sebagai orang gajian. Konsep kami adalah “bekerja bersama” Anda bukan bawahan, tapi anggota tim, yang dihargai berdasarkan kontribusi kerja (prosentasi dari nilai project). Saat ini kami butuh 10 orang profesional untuk:
    1. PHP + Ajax programmer (web 2.0) 6 orang
    2. MySQL/PgSQL DBA 2 orang
    3. Implementator 2 orang

    Diutamakan yang pernah terlibat development klinik dan rumah sakit. Ongoing project waiting… jadi cepat-cepat. Kirim portofolio ke pry@bpi.co.id

    …… Please sebarkan info ini……

  14. Aria Rajasa

    @priyo, tolong etikanya ya pak. Kalo mo mengirimkan lowongan coba ke jobsfreak.net ato tempat yang lebih appropriate. Ini fasilitas diskusi bukan fasilitas spam.

  15. Yofie Setiawan

    haha… saya pribadi belum ada fix jam kerja, kadang saya masih tidur pagi-pagi menjelang siang udah di telp client, ga bisa disalahkan sih, memang sudah masuk jam kerja, tapi saya nya masih tidur haha… jam kerjanya bisa sampe pagi sih biasanya…

  16. muhtar

    Thanx mas ats artikelnya…
    Buka cakrawala yang baru bagi saya..
    Saya ni bru menggeluti freelancing ni..
    Boleh tanya g mas caranya bedakan klien yg maw nipu qta dgn klien yang jujur dan serius itu gmana ???
    Thanx bget……:)

  17. dharmanto aji

    waduhh…idealis banget..tapi gak papa..itu biasanya prinsip seorang freelancer atau pekerja lepas profesional. yang jadi masalah bagaimana kalau kita pemula and kurang prof..?..he..he…pasti susah ya…mau gak mau sikat aja…dari pada gak dapet… tetapi apapun itu pasti ada risiko yang harus dibayar. murah asal jangan murahan ya..

  18. hamzah

    untuk yang pertama, biasanya saya jelaskan kenapa kok sampe segitu harganya trus plus-plunya dll. kalo masih nawar kita kasih solusi dengan barang kulaitas dibawahnya, tapi ya itu kita ucapkan jurus maut “ada harga, ada barang”

    dan lagi, kalo jodoh tidak akan kemana. kalau rezeki tidak akan lari

  19. grandchief

    Idealis juga ya mas,terkadang tergantung mood juga kalau ditelpon diluar jam kerja,kalau lagi mood baik ya diangkat dan dikasih penjelasan kalau lagi males biasanya dibiarkan aja 🙂

  20. nidya

    setuju sm point 1, freelance itu bekerja dgn modal ide/kreativitas,belive or not buat gw itu anugrah. masa mau di hargain murah sih ?:D

  21. Koji

    Rata – rata klien emang seperti itu sih, maunya murah dan bagus tanpa memikirkan waktu dan ide kreatif yg telah kita keluarkan untuk sebuah project yg mereka berikan, kalau menurut saya sih itu wajar aja, tapi yg kurang ajar tu temen – temen se-profesi yang melakukan aksi banting harga hanya untuk mendapatkan pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *