Waspadai 5 Tipe Klien Berikut!

Sebagai seorang freelancers, khususnya di bidang jasa, tentu akan sering berhubungan dengan klien. Tanpa adanya mereka, freelancers tidak dapat bekerja dan mempunyai penghasilan. Client is The King, setuju? Akan tetapi, yang namanya manusia setiap berhubungan dengan manusia lain pasti ada saja yang membuat kita pusing tak karuan karena permintaan klien. Memang untuk dapat tetap menjalin hubungan dengan klien tidak hanya berbekal sabar tetapi harus disertai strategi khusus. Untuk permulaan, mari mengenal lebih dekat tipe-tipe klien yang mungkin (dan hampir pasti) Anda temui di dunia freelance.

7934993362_bb21ae7122_o (1)

image from here

Klien Plin-Plan

Terkadang, kita menemukan klien yang sebenarnya dia sendiri bingung apa yang dia butuhkan sehingga dia sering mengubah pikirannya. Tipe yang satu ini mungkin akan sulit dikendalikan. Bisa jadi Anda sering mendapat revisi karena klien ingin menambahkan, mengubah, atau malah membatalkan. Mereka tidak ragu untuk melakukan hal ini karena merasa punya kendali atas proyek tersebut Terkadang alasan yang dikemukakan tidak masuk akal.

 

Klien Irit

Lebih sadis dari melakukan kekerasan secara fisik, tapi mental freelancers. Tipe irit ini di awal perjanjian akan meminta Anda menyebutkan harga yang Anda inginkan. Kemudian, dia pasti akan menawar harga tersebut sampai setengah harga bahkan kurang. Alasannya pasti “Masa gini doang harganya segitu, anak saya juga bisa!” namun Anda jangan langsung tersulut emosi dengan mengatakan “Kalau gitu, anak Bapak saja yang kerjakan!”. Memang kita perlu memberikan mereka hak untuk menawar. Akan tetapi, setiap pekerjaan yang kita lakukan tentu perlu dihargai dengan adil. Ingat, Freelancers (bisa) Mahal loh! 

 

Klien Cerewet

Klien tipe cerewet ini biasanya mempunyai ciri: jika bertanya bertele-tele, pencari kesalahan, banyak maunya dan terkadang sok tahu. Ketika dia bertanya dia malah kebingungan sendiri. Ketika dia ingin melakukan koreksi terkadang alasan yang dikemukakan tidak masuk akal cenderung seperti mencari kesalahan dan mengatakan pekerjaan kita tidak benar dan tidak sesuai ekspektasi mereka. Tipe ini biasanya memiliki standar yang tinggi, perfeksionis, dan detail. Di satu sisi, mereka akan membantu dengan ke-detail-annya namun di sisi lain mereka tidak membantu dengan ke-bawel-annya.

 

Klien Kurang Bersahabat

Awal bertemu, mereka ini sudah memasang muka tidak bersahabat bisa dibilang sombong. Biasanya berasal dari perusahaan besar yang memandang pekerjaan sebagai freelancer tidak sebanding dengan pekerjaan mereka. Tipe seperti ini yang biasanya akan bermasalah ketika kontrak akan berakhir, menghindari pembayaran dan sulit dihubungi ketika kita sedang membutuhkannya.

 

Klien Iseng

Ada dua tipe yang iseng. Pertama, tipe yang akan bertanya-tanya mengenai harga Anda lalu keputusan akhirnya “nanti ya dikabarin lagi” itu berarti dia sedang mencari harga yang paling murah tidak memikirkan kualitas. Kedua, tipe yang tidak tahu batasan. Bisa jadi menggoda Anda melakukan kejahatan (korupsi nilai proyek) atau menghubungi Anda tiba-tiba di luar jam kerja (tengah malam).

Bagaimana, Anda pernah mengalami mendapatkan klien seperti di atas? Silahkan di share ya di comment box 😉

Baca juga “3 Tipe Klien yang Sebaiknya Dihindari”

 

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. Hiyano says

    KLIEN PEMBUAL

    ada satu lagi klien yang mesti di waspadai, klien yang membual, sepertinya dia pengambil keputusan, ternyata ada lagi di belakang dia pengambil keputusan lebih tinggi.

    Sewaktu awal bertemu, seakan2 dia adalah pemegang keputusan tertinggi dengan jabatan “direktur”. Semua dia yang mengatur, mulai penjadwalan, sampai deadline produk akhir. Di tengah jalan tiba2 ada yang bisa mengintervensi semua, yang tidak bukan ternyata pemilik merk. Ketika pembayaran akhir ditagihkan, si “direktur” ini bilang, “Kan kamu mengerjakan proyek perusahaan, tagihlah sama perusahaan, jangan sama saya”, Benar kita menagih sama perusahaan, tapi kan harus ada siapa pengambil keputusan ketika proyek ini berjalan. Ternyata si “direktur” ini hanyalah pembual belaka. jabatan hanya disematkan semata di kartu nama. Aslinya hanya pesuruh si pemilik perusahaan. Sampai saat ini pembayaran akhirpun terkatung-katung, karena pemilik enggan melunaskan, dengan alasan tidak sesuai dengan keinginan pemilik surat kontraknya

  2. says

    ahahaha akuh akuh… saya pernah semua, terkecuali yang “Klien Kurang Bersahabat” kayaknya sih pernah juga deh haha

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *