Bagaimana Saya Harus Membuat Personal Branding?

personal branding image via Shutterstock

“Rasanya kamu emang harus fokus sekarang, An. Kamu mau dikenal sebagai apa dan siapa, agar orang langsung berkata, ‘Oh ya saya kenal An Diana si (blablabla) itu kan?’ Gitu, lho.” Ini celetukan sahabat saya beberapa waktu lalu. Jujur saya terpana. Bingung mau membalas ucapannya seperti apa.

Iya, saya ini siapa? Mau dikenal orang bagaimana?

Sampai tahun 2007, saya tidak dikenal orang sebagai siapa pun. Kemudian dengan blogwalking, perlahan beberapa orang mulai mengetahui bahwa saya adalah blogger yang cukup aktif meski isi blog sangat beragam dan nyaris tak ada topik khusus. Tapi saya juga bukan tipe blogger yang biasa eksis untuk kopdar sana sini 😛 Kemudian pada tahun 2010, saya menerbitkan buku pertama melalui penerbit indie. Di saat yang sama, saya juga sering menulis puisi singkat di twitter. Jadilah saya mulai dikenal sebagai penulis (yang sering galau). Hehehehe…

Seiring berjalannya waktu, saya mulai merasa gelisah. Antara menjadi pekerja kantoran, ingin menjadi pekerja lepas, dan ingin mengikuti passion yang terpendam sejak kecil. Saya tetap dikenal sebagai penulis dan blogger. Selalu ditanya kapan bukunya terbit (lagi). Entah. Galau deh! Pokoknya saya ngotot ingin dikenal sebagai penulis. Ya bagaimana juga caranya kalau tidak pernah menerbitkan karya. Betul? Iya.

Ternyata kegalauan itu dirasakan juga oleh beberapa teman yang menjadi downline saya di sebuah multi level marketing. Mereka bingung karena merasa ragu akan bisa berhasil. Ada rasa takut dan malu. Pemula, di bidang apa pun, pasti merasakan ketidakpastian dalam memposisikan diri dengan baik. “Saya ini siapa? Saya ini apa?”

Jujur, ketika saya menjadi pekerja kantoran, saya malah dikenal sebagai “nobody”. Ya, hanya karyawan biasa. Gak ada istimewanya. Saya pun merasa ‘ngambang’ alias gak jelas. Dengan nekat, keluar dari zona nyaman dan mencoba perlahan tapi pasti untuk membentuk brand yang akan membuat saya dikenal dan dicari orang. *ehm* Saya mau, ketika orang bertemu saya dan berkenalan, mereka akan berkata dengan penuh suka cita, “Oh, ini An Diana yang …. itu ya?”

Jadi, mungkin seperti mbak Ainun Chomsun yang sudah melekat dengan Akademi Berbagi itu ya 🙂

Itu yang saya tekankan pula kepada teman-teman di jaringan MLM. Percaya diri bahwa kita memang memiliki kemampuan di bidang tertentu.  Consistent and persistence. Terus. Setiap hari. Perlahan pun orang akan mulai mengenal.

Buktinya, sekarang orang-orang menyadari bahwa saya akhirnya punya personal branding yang mulai menguat. Ketika orang bertanya bagaimana cara saya menjadi seperti sekarang? Jawaban saya hanya, “Karena Allah menjadikan saya bawel.” Hehehehe…

Ya, hal itu pula yang membuat saya bisa mengenal orang lain. “Oh, si A yang itu ya?” “Eh, itu kan B yang kerjanya jadi itu ya?” Terus berlatih mengasah keterampilan diri dan menurut saya gak perlu sampai narsis memaksakan diri, orang lain juga akan mengetahui siapa kita.

Gampangnya sih tinggal bilang, “What you see is what you get.” Gitu kali ya?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *