Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap

Rahasia Freelancer

Kita sering dibuat terpukau oleh sejumlah freelance warrior. Termasuk yang ada di Ruang Freelance. Prestasi para senior ini begitu mengagumkan. Portfolio keren, klien bejibun, kerjaan melimpah ruah, dan–biasanya jadi alasan kita memutuskan terjun ke freelancing–kebebasan dalam bekerja dan memilih kerjaan.

Tapi, ada lho sejumlah rahasia yang selama ini tidak pernah terungkap. What you hear is not always what they really have.

Banyak Kerjaan =/= Banyak Pendapatan

Banyak Kerjaan =/= Banyak Pendapatan - Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap - iacp.com

Banyak Kerjaan =/= Banyak Pendapatan – Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap – iacp.com

Kebiasaan freelancer senior bercerita (atau curcol) soal banyaknya kerjaan. Sehingga kita jadi berpikir, “Wah, nih orang banyak duitnya ya.” Belum tentu. 1 kerjaan dengan banderol USD 1.000 tentu beda dengan 10 kerjaan dengan banderol (total) USD 1.000. Dan manusia memang cenderung menceritakan apa yang dikerjakan, bukan berapa yang didapat dari kerjaan itu.

Banyak Klien =/= Banyak Senyum

Banyak Klien =/= Banyak Senyum - Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap - ekonomi.kompas.com

Banyak Klien =/= Banyak Senyum – Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap – ekonomi.kompas.com

Kadang, freelancer paling berpengalaman pun terpaksa menerima job dari klien yang menyebalkan. Alasan bisa beragam. Mungkin pasar sedang lesu, mungkin kebutuhan keluarga (biaya anak masuk sekolah, perbaikan rumah yang mulai lapuk) meningkat. Sementara dapur tetap harus ngebul. Dan manusia memang cenderung merahasiakan kisah-kisah buruk yang dialami dengan klien (kecuali mungkin bila klien kabur sebelum bayar, tapi ini pun lebih karena ingin dibantu “menangkap” klien itu).

Banyak Kebebasan =/= Banyak Bersenang-Senang

Banyak Kebebasan =/= Banyak Bersenang-SenangBanyak Kebebasan =/= Banyak Bersenang-Senang - Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap - entrepreneurcamp.id

Banyak Kebebasan =/= Banyak Bersenang-SenangBanyak Kebebasan =/= Banyak Bersenang-Senang – Rahasia Freelancer Senior yang Tak Pernah Terungkap – entrepreneurcamp.id

Ya, freelancer bebas memilih pekerjaan. Ya, freelancer bebas memilih bekerja dengan siapa. Tapi, manajemen waktu dan diri sendiri adalah skill krusial untuk menyelesaikan proyek.
“Saya gagal menyelesaikan proyek ini tepat waktu karena cuma mood bekerja 3 hari dalam seminggu.”
Pernah mendengar kalimat itu dari seorang freelancer? Tentu tidak, kredibilitas taruhannya. Padahal semua freelancer senior, di hari pertamanya juga termasuk newbie, pastilah sempat mengalami kegagalan, mungkin juga dalam manajemen diri dan waktu. Dan manusia memang cenderung merahasiakan kesulitan-kesulitan yang dialaminya selama bekerja.

Kenapa saya menulis ini?

Karena para freelancer pemula, atau yang tertarik terjun ke dunia freelancing, sebaiknya selalu ingat bahwa freelance di hari-hari pertama itu tidak pernah mudah.

Takkan ada yang berani berterus terang, “Saya harus memperbaiki atap rumah yang bocor, tapi belum ada transferan dari klien akibat saya tidak sanggup menyelesaikan proyek tepat waktu, setelah komputer meledak seminggu lalu. Alhasil saya harus berutang ke koperasi PKK.” Sementara begitu memenangkan proyek atau kompetisi crowdSPRING, pasti gembar-gembor ke mana-mana… Ah, manusia memang cenderung merahasiakan derita, dan menggembar-gemborkan kebahagiaan.

Ini hanya pengingat agar kita tidak menyerah terlalu dini. Walau rate masih rendah, walau belum benar-benar bebas memilih kerjaan akibat portfolio belum memukau, jangan menyerah hari ini. Karena rahasia freelancer senior yang terlihat sukses di mata kita itu, rahasia yang benar-benar fakta solid, hanya satu:

Mereka tidak pernah menyerah!

51 Comments

  1. Yofie Setiawan

    Setuju! Saya memang belum senior, tapi meskipun keliatan banyak kerjaan, tetapi selalu hidup pas-pasan, karena harus menanggung banyak biaya, termasuk rumah… Tipsnya adalah harus pandai menabung…

  2. maxiweb

    setuja, saya memutuskan jadi freelance sejak 4 bulan yg lalu sampai saat ini masih belum bisa memenagement waktu setiap kali dapet penghasilan pun langsung habis karena ada vacum cleaner yg siap menyedot… kali ini aku harus jujur hehehe

    • Putri Sarinande

      yeah Felix Ma Bro πŸ˜‰
      of course, no free lunch – tak ada makan siang gratis πŸ˜‰
      nah yaaa. go go go…!

      NB : ada apa dengan senior junior sih? heran deh?! yang junior gag usah lebay yang senior gag usah petantang-petenteng macam centeng πŸ˜€
      sebab, bukankah menjadi Forever Young itu jauh lebih menarik πŸ˜‰

    • Dian Ara

      Cuma persoalan pilihan kata sih. Senior di sini maksudnya yang sudah lebih duluan berkecimpung gitu lho, dengan jam terbang lebih tinggi. Jangan dibayangkan seperti senior kampus yang galak, LOL.

  3. Irwan Syam

    ” Ah, manusia memang cenderung merahasiakan derita, dan menggembar-gemborkan kebahagiaan.”

    kodrat alamiah hehehhe…..lgan yg terpenting ada happy…n salah satu cara agar kita happy..adalah menyebarkan virus haapy itu ke orang laen…salah satunya ya nunjukin ke orang klo kita lg happy…

  4. Dhie

    Setuju!! intinya jangan pernah menyerah dengan segala kendala dan masalah yang terjadi dalam hidup. Kegagalan dalam hidup adalah wajar, karena tanpa gagal terkadang manusia tidak bisa belajar, kegagalan itu adalah pelajaran yang menyakitkan tetapi paling ampuh juga untuk memperbaiki kehidupan kita. ^^

  5. Taufiq RIdha

    Ladang yang sama, tools yang mungkin sama, skill yang ga terlalu jauh2 banget bedanya, tapi yang jelas beda adalah semangat dan usaha nya nge-gas sejauh mana πŸ™‚
    Great post!

  6. Febby Tan

    saya tidak pernah benar2 menyadari ketiga hal tersebut sampai mbak Dian Ara menuliskannya dengan kalimat bold pada artikel diatas. itu sangat benar. disiplin diri dan manajemen waktu itu susah pada awalnya. tapi lama kelamaan akan menjadi biasa.

    keep on struggling freelancers! πŸ™‚

  7. Nafi Putrawan

    Walalupun ada pengalaman pahit, yaitu klien tidak mau membayar dan revisi yang sangat berlebihan (sudah dibatas ketentuan revisi), maka dari itu intinya hanya satu untuk kita : “… tidak pernah menyerah!” πŸ˜€

    Kalau pendapat saya, jangan pernah menyerah dalam freelancing dan bekerja itu ada dua. Satu, Jangan pernah menyerah dalam proyek serta usaha. Kedua, jangan pernah menyerah dalam menjaga kesehatan serta istirahat teratur πŸ˜‰

    “Jangan sampe masih muda korbankan kesehatan cari uang, udah tua korbankan uang cari kesehatan” by Yofie Setiawan

  8. Richard Fang @ Jurus Grafis

    bener banget, freelance memang ga se-menyenangkan yg di bayangkan, tapi masih jauh lebih baik daripada kerja sama orang πŸ˜›

    masalah banyak kerjaan belum tentu banyak pendapatan itu betul sekali πŸ˜€ makin kesini gue pribadi mau mulai dikit kerjaan banyak pendapatan, caranya mulai naikin rate atau mulai bisnis yang bisa jadi passive income

    • funwulf

      setuju “freelance memang ga se-menyenangkan yg di bayangkan”, tujuan saya tahun lalu, punya kerjaan tetap online paling tidak freelance, awalnya freelance, lalu ada yg nyantol, lalu jadilah gaji rutin tiap bulan, memang, kalau dipikir inilah tujuan saya, tapi kadang saya bisa lupa dan menjadi nggak mood lagi, apa karena tujuan sudah tercapai, tapi begitu ingat tujuan jadi semangat lagi, karena saya sudah dapat apa yg saya inginkan dan terus mencari inovasi2 baru.

  9. hellonemo

    Banyak kerjaan =/= Banyak pendapatan, setuju sekali dengan poin ini.

    Hampir semua yang penulis tulis di atas saya pernah mengalaminya, termasuk juga membetulkan atap genting yang bocor T.T (tapi tanpa pinjem duit koperasi sih πŸ˜› )

  10. Poniman

    freelancing emang bukan perkerjaan impian pada awalnya, tapi kalo sudah nyebur dan basah baru kerasa segernya ^_^

  11. devin

    I like this last word
    “tidak pernah menyerah!”
    walaupun gw pernah ngerjain proyek itu harus ke warnet karena alat dirumah rusak,dan kondisi yang ga memungkinkan kerja di rumah..”never give up”

    kata senior mungkin dalam freelancer itu bisa diartikan mereka2 yang memang banyak menerima pekerjaan.

  12. uwiuw

    selain jangan menyerah, ada satu hal yg sy sukai dari para senior : kemampuan beradaptasi.

    Ambil contoh, tuntutan freelancer web tahun 90-an beda dgn 2000. tp garis deritanya selalu sama: siapa yg bisa deliver, seberapa lama dan seberapa mahal.

    sad storiesnya : apa yg kita pelajari hari ini bisa enggak beguna esok hari. Lebih buruknya, skill IT bukan jenis skill yg bisa diwarisin ke anak cucu. gap 10 tahun aja, tuntutan untuk pekerjaan ini bisa jauh berbeda

  13. Kika

    Sampai sekarang aku bahkan nggak tahu apa itu senior junior. Tapi jujur artikelnya sangat bagus. Memberi semangat untuk terus fokus.

    Salam kenal semua.

  14. adimaryanto

    Banyak Kerjaan =/= Banyak Pendapatan

    Belum tentu, bnyak pekerjaan = bnyak pengeluaran juga pastinya….
    Tinggal gmna kita ngatur duitnya, stuju ma boss yofie, kudu rajin mnabung.

    Bnyak org mlihat enaknya aja, pdahal klo dijalani, blm tntu enak, bnyak” brsyukur aja…. hidup adalah perjuangan.

  15. Ade Iskandar

    bener..banyak kerjaan belum tentu besar pendapatan…tergantung kita aja semua..yg penting banyak bersyukur dan setiap kerjaan harus ada nilai ibadah..kalo mau dapat job lebih banyak atw badan lebih sehat…biasakan dari setiap proyek 2,5 % dizakat, 10% minimal disedekahkan..silahkan dicoba..dan tunggu kejaiban rezeki yg akan anda peroleh…

  16. Ivan

    wow menarik nih rahasia2nya. saya sendiri baru memutuskan terjun fulltime menjadi freelance 2 bulan ini dan ternyata memang gak segampang yg saya bayangkan dulu, terutama ya itu kalo ada client rese, nunda bayar, dsb. tapi emang jauh lebih enak daripada kerja kantoran (bisa nomat siang2 sama istri, ga ketemu macet)

    anyway it’s nice to know that there are other freelancer yg senasip hehehe salam kenal yah mbak Dian dan semua.

  17. Monika Halim

    Some people meant to be freelancer, some other don’t.

    Baru sempet nyobain full time beberapa bulan πŸ™‚ repotnya luar biasa, langsung dapet klien ngga enak, tapi jadi dapet banyak pengetahuan & pengalaman. Harder than I imagined, but I enjoyed it more than ever.

  18. Diar A.

    Saya yang ‘baru’ setahun jadi freelancer pun masih terus ketemu susahnya kehidupan ber-freelancing.

    Memang betul kata para veteran freelancer, bahwa karir freelancing bukan termasuk karir yang membuat get-rich-quick. All takes time and process, so be patient, keep struggling, and still savor each inch of your struggle.

    Such a worthwhile article, Mbak Dian πŸ™‚

  19. Rizky Eka F

    mmm… beigtu ya, patut di tiru nih…
    saya memang masih belum full dalam freelance, tapi bisa di katakan di luar jam kantor saya jadi freelance, dan saya lebih ke web.
    saya menerima kerjaan dari klien pertama, eh bayarnya telat melulu & gak sampe full, maunya sih di webnya saya offlinekan dulu sampe bayar full, tapi kalau di pikir pikir nggak ada untungnya, mending di pasang buat perbanyak portfolio.
    jadi freelance harus tetap semangat…!!!

  20. donny rahman

    Bagi saya freelance itu seperti halnya berdagang, ada naik turunnya. Bedanya freelancer menjual dirinya (jual diri?) sedangkan pedagang menjual produknya (coba liat engko-engko di pasar pagi yang galak-galak tapi dagangannya laku).

    Ada kalanya “dagangan” kita laku dan ada kalanya tidak, namun terlepas dari apa yang dihadapi, kalimat “Mereka tidak pernah menyerah!” sangatlah tepat dan saya setuju itu (banget!).

    Dan poin-poin diataspun sangatlah tepat (pengalaman pribadi ^_^), thanks buat tulisan yang bermanfaat ini. Sukses selalu mas (mba?) Dian.

  21. gcreatives

    tetep semangat. Kalo get quick to rich ya pergi ke dukun yg paham cmyk ama rgb biar DIKUTUK UNTUK SELALU JUARA DI TIAP KONTES. He2. Jd 99designs,crowdspring,dll bisa dikeruk. Ampun semoga gak ampe gituh.

  22. hatsu

    setuju, bener banget. πŸ™‚
    thanks buat tulisannya. dan baris terakhirnya itu lho … “Mereka tidak pernah menyerah!” terasa seperti palu godam. πŸ˜€

  23. Gondhes

    bener bgt..tidak pernah menyerah. sy bru 1 th kluar dr fulltime job. smua pilihan ada enak dan gak enaknya.

  24. Laura Khalida

    Saya sudah 3 thn menjadi freelancer, tantangan utama adalah manajemen waktu, sampe ga berani langganan tv kabel di kamar krn pengalaman kalo dah nongkrong di kamar kakak nonton indovision bisa ga bangkit2, sementara kerjaan kita udah masuk dunia industri yang mood atau ga mood kudu kerja. Saya malah lebih suka dikasih dedlen yang agak ketat biar efektif kerjanya. Paling malas kerja ma selebs sebab mereka suka seenaknya mengulur-ulur waktu dengan alasan kesibukan, yang sibuk emang mereka aja apa? Hihi jadi curcol dweeh

  25. Sunny

    Wah, gimana ya… kok jadi aga serem… saya ru mo mulai jadi freelance English translator nih…

    Btw, bakasaih banget infonya… πŸ™‚

  26. Sunny

    Wah, gimana ya… kok jadi aga serem… saya ru mo mulai jadi freelance English translator nih…

    BRW, makasih banget infonya…:-)

  27. syantoro

    ulasan yg jujur dan memotivasi. kalau kisah sedih sbg freelancer sih,..memang betul speerti yg sdh di bahas pada tulisan tersebut…hehe..celakanya lagi kalau dapat kerjaan yg gak bisa dimintain DP dan persediaan keuangan sdh minus,…jadi berabe..gelap lah dunia..hihihihi.

  28. maseadi

    Semoga menjadi awal untuk memulai karirku yang baru..
    punya keluarga baru plus kerjaan baru yang menantang..tapi sangat banget penuh resiko..so tetep semangat.

  29. ryusaki

    ternyata semua freelancer mengalaminya..wkwkkwk..senengnya kalo lagi banyak job dgn uang bejibun.. ga enaknya kl lagi sepi job.. hahahaha…tapi lagi2 semua hal buruk pasti bisa disiasati sehingga menjadi kebaikan.. nah inilah rahasia paling rahasia dari freelancer ..hehehehe

  30. Topan Aprilia

    Yang saya dapat dari membaca postingan ini, saya jadi semangat jadi seorang freelance,,bz saya baru di dunia freelance,,,
    dan juga faktor usia yg masih terlalu muda, menurut client, jadi saya kurang dipercaya sama mereka,,,
    tp saya ga akn menyerah karena kesuksesan juga butuh proses, mungkin ini proses saya,,,

  31. Silvi Anggraini

    saya pernah punya pengalaman yang sama di beberapa point diatas. manajemen waktu dirasa sulit terkadang malam bagai siang, siang bagai malam. begadang demi deadline, demi portfolio,

    udah begadang semalaman, program yang kita bikin, dibajak ma orang, tinggal copy paste, duh … apes nian. hati-hati ma pembajak!

  32. budi

    ‘hari-hari pertama itu tidak pernah mudah’, wah perasaan hari ke 2, ke 3 dan seterusnya juga tidak mudah gan he he he, trims sharenya, tetap semangat !!! frerelance atau mati !! abis klo gak kerja makan apa wkwkwkwk

  33. Budi AS - kinetik.co.id

    Ha ha ha… Jadi inget diri sendiri. Kali ini saya mau jujur, buat bekal teman2 newbie nih.
    ::Kalo soal tidak makan pagi, biasa.
    ::Utang bisnis::biasa.
    ::BPKB Spdmtr ‘sekolah’, biasa.
    ::SPP anak nunggak, biasa
    ::terburuk yang anda pikirkan skr, sudah pernah.
    Yang membuat tetap exist sampe skr: FOKUS & POSITIVE FEELING!
    Ingat, dlm dunia freelance: Feeling:Thinking=88:12. Jadi, percayai hati dan intuisi Anda! Bukan pikiran Anda.
    Mind kills, Heart lives.
    Happy freelancing!

  34. Danang

    Perasaan gk segitu2 amat dech… selama ini aq gk prnah nutup2in kesusahanku n gak jg kalo gembar gemborin kemengan tender (gk ada yg bs digemborin kali y..)
    Banyak Kerjaan =/= Banyak Pendapatan –> setuju
    Banyak Klien =/= Banyak Senyum –> gak setuju (makin stress)
    Banyak Kebebasan =/= Banyak Bersenang-Senang –> ini jg gk setuju (bingung nyari tasking)

  35. godote

    saya udah berapa tahun freelance ya .. hmmmm.
    kalau saya sih diem2 aja. gak pernah bilang dapet klien ini itu. paling banter ya di small circle aja. ini cara saya. website porto aja saya ndak punya hehehe.

  36. r z l

    well…well salam kenal sesama freelancer….

    good quotes guys…tp yang ada dipikiran gw sekarang adalah……….

    ketika kita udah usaha tapi belum juga dateng penghasilannya..bagaimana kita nyikapinnya….?

    saya punya teori..mengenai tipe-tipe ngedapetin rejeki/ job..

    1- tipe yang ga usah usaha/ diem tapi jobs banyak….(rejeki bagus/lucky)

    2- tipe yang udah usaha baru jobs juga dapet…(ga usah bedo’a)

    3- tipe yang udah usaha, tp belum dapet jobs…begitu do’a …jobs dapet (syukur)

    4- tipe yang udah usaha, tp belum dapet jobs…begitu do’a….belum dapet juga…(sial banget/ apa sabar? )

    5- tipe yang ga usaha, ga dapet jobs….(wajar ini mah)

    sepintas teori di atas..mungkin garing…tp itu bener adanya….nah kalian udah sampe level yang mana ??? (semoga no. 1,2, dan 3 deh ya)

    secara pribadi saya udah pernah ngerasain semuanya…..sekarang tinggal mental kita nya aja kalo lagi seneng atau susah..inget ga ama yang Maha ngasih rejeki…??

    kalo lg susah / seneng inget, baguss…tapi kalo lg susah/seneng lupa …siap-siap aja..itu pertanda itungan mundur buat kehidupan kita..meskipun jalannya banyak banget ampe kita ga sadar kalo kita tuh sedang rugi…

    hahaha…just share all..

    sukses terus buat kalian semua, kalo bisa mah balance dunia/akheratnya juga…

    tq…

    1 lagi..deh….memberi akan memberikan keberuntungan….jadi banyak2 memberi biar beruntung…

    1 lagi…terakhir ini mah…. : D
    kalo nyumbang/sedekah/zakat/apapun namanya..jgn tanggung”…..2,5% dari harta itu biasa….biasa juga rejekinya..

    10%-50% dari harta kita, itu luar biasa….luar biasa juga rejekinya……ikhlas ama yakin..yakinn..yakin…pasti bagus deh peruntungan kita…

    siapppppp…

    byebye….

  37. zoro

    ulasan yang bagus banget. two thumbs up!
    keep on fighting!!! the way to the top has never been easy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *