10 Cara Agar Freelancer Tetap Produktif Meski Kerja “Suka-Suka”

Menjadi bos atas diri sendiri. Itulah prinsip kerja idaman seorang freelancer. Anda bebas bekerja dengan jam dan tenggat waktu sendiri, tidak ada stres atau waktu yang terbuang akibat macet di jalan, bahkan tak perlu lagi khawatir dengan permintaan atasan yang sering kali menyebalkan. Lingkungan kantor yang tak sehat atau aturan kerja dan berpakaian yang terlalu membebani? Tenang, seorang freelancer yang produktif akan tetap bisa bekerja dengan efektif, meski dengan baju tidur sekalipun! Terdengar menyenangkan, bukan?

Meski terdapat kata “free (bebas)” di depan kata freelancer, bukan berarti pekerjaan ini bisa dijalankan dengan “sesuka hati” dan “sebebas-bebasnya.” Sudah wajib hukumnya seorang freelancer tetap menjadi seorang perencana yang baik; terutama dalam memilah prioritas mana yang harus segera dikerjakan. Tentu saja, bagi mereka yang moody dan tidak disiplin, ini bisa menjadi masalah yang besar—apalagi ketika harus berhadapan dengan beragam distraksi: seperti tawaran nongkrong, acara televisi, atau aktivitas lainnya.

Mengapa menjadi freelancer yang produktif itu penting? Bukan hanya membuat klien puas, menjadi produktif membuat waktu yang ada takkan terbuang percuma, bahkan bisa digunakan untuk mengerjakan hal lainnya. Selain itu, menjadi produktif—secara tak langsung—juga akan membuat diri kita menjadi termotivasi untuk menyelesaikan tugas lain. Jadi, bagaimana caranya untuk menjadi lebih produktif? Yuk, lihat sembilan cara menjadi freelancer yang produktif meski kerja “suka-suka”!

Tentukan Target Sedari Dini

Tentukan Target Sedari Dini - 10 Cara Agar Freelancer Tetap Produktif Meski Kerja “Suka-Suka” - realexits.com

Tentukan Target Sedari Dini – 10 Cara Agar Freelancer Tetap Produktif Meski Kerja “Suka-Suka” – realexits.com

Target tujuan penting untuk menjaga agar motivasi yang ada di dalam diri Anda terus melonjak. Sebab, dengan targetlah, Anda jadi punya alasan, misalnya: mengapa harus bangun dan bekerja di pagi hari—bukan sore hari. Lebih dari itu, target juga berperan dalam memandu Anda menyelesaikan tugas. Tetapi pertanyaan baru muncul: target seperti apa yang harus saya tentukan?

Ada dua tipe target: keuangan dan gaya hidup. Di zaman ini, sebagian besar orang telah menetapkan target keuangan bagi diri mereka sendiri. Namun, jika kebahagiaan dan kepuasan Anda jauh lebih penting, maka Anda direkomendasikan untuk memulainya dengan target gaya hidup. Pikirkan beberapa hal ini: apa yang ingin saya punyai di umur 30? Berapa banyak waktu luang yang akan saya miliki? Berapa jumlah mobil, rumah, emas, barang bermerek yang harus saya miliki? Liburan ke dalam negeri ataukah luar negeri?

Sadarilah hasrat-hasrat tersebut. Tak penting apakah bagi Anda keinginan itu sangat tidak realistis—sebab yang terpenting adalah motivasi yang akan Anda dapatkan.

Buat Jadwal

Buat Jadwal

Buat Jadwal / Ruang Freelance / www.partyinvitationsideas.com

Pertahankan efisiensi dengan membuat jadwal, berikut rincian tugas yang akan dilakukan setiap harinya. Setelahnya, jadilah konsisten. Percayalah, dalam dua-tiga minggu ke depan, Anda akan menemukan bahwa Anda bisa menyelesaikan banyak hal lebih efektif dan efisien, ketimbang mengerjakannya berdasarkan mood dan “sesuka sendiri.”

Rancang To-Do-List

Rancang To-Do-List

Rancang To-Do-List / Ruang Freelance / www.eagleonline.com

Sebelum tidur, buatlah daftar enam hal paling penting yang harus Anda kerjakan di hari berikutnya, lalu urutkan sesuai prioritas. Merancang to-do-list akan membuat pikiran bekerja tanpa sadar saat tidur, dan segera fokus ketika bangun.

Ketika mengerjakan, fokuslah pada prioritas utama. Kerjakan satu tugas utama hingga selesai, atau hingga Anda tidak mampu lagi untuk menyelesaikannya—sebelum beralih ke prioritas berikutnya. Menyelesaikan tugas dengan cara ini akan memungkinkan Anda untuk fokus pada satu hal di satu waktu—di mana hal itu akan jauh lebih baik—ketimbang berusaha menjadi multitasking.

Serius dan Konsisten

Serius dan Konsisten

Serius dan Konsisten / Ruang Freelance / www.lorianngarner.com

Hanya karena Anda punya kelonggaran waktu; bisa punya kesempatan untuk bekerja “suka-suka” bahkan sambil menonton televisi atau diselingi aktivitas lain—bukan berati pekerjaan Anda tidak penting dari yang lain. Ingatlah, pikiran dan terlalu banyak “selingan” aktivitas hanya akan menyabotase produktivitas, sehingga Anda akan cenderung “menunda-nunda” dan berdampak pada berkurangnya efisiensi.

Take Time and Refresh Your Mind!

Take Time and Refresh Your Mind!

Take Time and Refresh Your Mind! / Ruang Freelance / www.lifehack.org

Ambil beberapa jenak jeda—baik lama maupun sebentar, yang akan berguna untuk:

  • Istirahat pendek  memanfaatkan istirahat pendek—meski hanya lima sampai 15 menit per jam. Istirahat pendek tidak hanya akan membantu Anda tetap segar dan termotivasi; melainkan juga memiliki manfaat kesehatan untuk mencegah stres.
  • Istirahat panjang  meski freelance adalah pekerjaan yang fleksibel dan cenderung “sesuka diri”, mayoritas orang tetap butuh istirahat panjang—setidaknya satu hari libur setelah bekerja selama lima sampai enam hari per minggu untuk menyegarkan pikiran.
  • Liburan  Isi ulang baterai dengan merencanakan liburan selama satu minggu atau lebih setiap bulan, agar Anda senantiasa terinspirasi ide-ide baru.

Cari Inspirasi dan Motivasi dari Orang Lain

Cari Inspirasi dan Motivasi dari Orang Lain

Cari Inspirasi dan Motivasi dari Orang Lain / Ruang Freelance / crunchybeachmama.com

Harus diingat, selalu ada orang lain yang telah merintis jejak dan lebih dulu terjun dalam dunia freelancing seperti Anda kini. Lihat dan cari tahu bagaimana orang-orang dengan peran bahkan kewajiban yang sama telah menyelesaikan tugasnya dan melakukan banyak hal—lalu belajarlah dari mereka.

Hukum Pareto: 80% Sukses Berasal dari 20% Usaha

Hukum Pareto - 80% Sukses Berasal dari 20% Usaha

Hukum Pareto – 80% Sukses Berasal dari 20% Usaha – Ruang Freelance / Shutterstock

Banyak perangkap yang bisa saja menjebak seorang freelancer sehingga mereka cenderung lalai dan menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan yang sebetulnya tidak ada nilainya. Kuncinya: identifikasilah terlebih dulu pekerjaan-pekerjaan yang memberi nilai paling besar bagi Anda, lalu fokuslah pada hal itu. Memang, sulit untuk terlepas dari penundaan dan pemborosan waktu. Tetapi ingat, ketika Anda membuangnya, hal ini akan membuat Anda jauh lebih bahagia dan punya banyak waktu untuk fokus pada hal-hal yang bernilai; baik dari segi material maupun kepuasan diri.

Introspeksi dan Evaluasi

Introspeksi dan Evaluasi

Introspeksi dan Evaluasi / Ruang Freelance / muirwoodteen.com

Luangkan waktu, setidaknya 15 menit per hari untuk menuliskan pencapaian-pencapaian apa yang sudah Anda buat. Hal ini membantu untuk senantiasa membuat Anda sadar: berapa banyak waktu yang sesungguhnya sudah Anda manfaatkan atau (sia-siakan) pada tugas sepele, berikut penundaan.

Jangan Lupakan Tidur Siang

Jangan Lupakan Tidur Siang - 10 Cara Agar Freelancer Tetap Produktif Meski Kerja “Suka-Suka” - botani.com.vn

Jangan Lupakan Tidur Siang – 10 Cara Agar Freelancer Tetap Produktif Meski Kerja “Suka-Suka” – botani.com.vn

Banyak orang mengaitkan tidur siang dengan kemalasan. Namun, tak bisa diingkari, ada beragam manfaat dari tidur siang singkat di siang hari yang ternyata berpengaruh, salah satunya pada produktivitas.

Baca Juga :

Itulah cara sederhana untuk menjadi freelancer yang produktif yang bisa Anda ikuti. Harus diingat, cara ini tidak mutlak—sebab setiap orang berbeda, dan mungkin punya sistemnya masing-masing untuk menjadi efektif secara maksimal. Untuk melihat bagaimana hal ini bekerja, ujilah teknik ini secara konsisten selama beberapa minggu ke depan. Kuncinya, jadilah jujur dengan diri sendiri; tentang apa yang mampu dan tak mampu Anda lakukan. Selamat mencoba!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *