Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca

Pertanyaan hari ini, perlukah kita belajar menulis? Menulis adalah hal yang bisa dilakukan sekalipun oleh orang yang tidak punya latar belakang pendidikan formal di dunia bahasa atau kepenulisan. Meskipun menulis mungkin memang bisa dilakukan oleh semua orang, tapi menulis sesuatu yang mampu menangkap pembaca dan membuainya dalam dunia si penulis, tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Jadi perlukah belajar? Perlu, kecuali Anda adalah seorang genius yang terlahir dengan bakat linguistik yang luar biasa.

Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca

Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca / Ruang Freelance / www.bloghelpdesk.com

Lalu, jika seseorang memutuskan untuk belajar menulis, dari manakah dia harus memulai? Ide. Sebelum kerepotan dengan berbagai aturan tata bahasa, hal pertama yang harus dikuasai adalah bagaimana menemukan dan mengembangkan ide. Ide adalah janin dari sebuah tulisan. Akan berkembang menjadi seperti apa “janin” ini, tergantung pada orang tuanya, yaitu si penulis. Tidak perlu panik, ide bisa diperoleh dengan mengamati hal-hal dan orang-orang di sekeliling Anda.

Setelah menentukan ide yang akan dijadikan bahan tulisan, seorang penulis pemula harus belajar membangunkerangka tulisan dari ide tersebut. Kerangka bisa dibangun dari ide utama dengan ide-ide lain yang berkorelasi, atau pengembangan lebih detail dari ide utama. Bahkan seorang penulis profesional pun membutuhkan kerangka tulisan jika ingin membangun karya yang baik dan ketika menyusun kerangka, susun ide-ide yang ingin Anda masukkan ke dalam tulisan, sesuai dengan alur dan tujuan dari tulisan Anda. Khususnya untuk tulisan yang bersifat ilmiah, susun ide menurut urutan yang logis dan dasar keilmuannya.

Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca

Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca / Ruang Freelance / www.twitter.com

Untuk tulisan dengan jenis fiksi, kerangka tulisan akan berupa urutan peristiwa dan korelasi tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Untuk tulisan reportase, kerangka tulisan harus mencakup enam hal yang lebih sering disebut sebagai 5W1H, yaitu what (apa), where (dimana), when (kapan), who (siapa), why (kenapa), dan how (bagaimana). 5W1H ini adalah poin yang wajib dicantumkan ketika Anda menulis tulisan yang bersifat aktual, seperti reportase. Kerangka selesai, saatnya menulis, revisi, dan lanjut menulis lagi!

Belajar menulis itu mirip dengan proses mengasah pisau. Semakin sering Anda mengasahnya, semakin tajam dan bagus hasilnya, karena menulis adalah suatu keahlian yang lahir dari repetisi tiada akhir. Para penulis besar yang namanya kita kenal hingga hari ini pun, adalah orang-orang yang menjadikan menulis sebagai bagian alami dari kehidupannya, seperti bernapas. Mereka terus menulis, merevisi, dan kemudian menulis lagi sebagai siklus pembelajaran tanpa henti.

Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca - satujam.com

Belajar Menulis Tulisan yang Mampu Membuai Pembaca – satujam.com

Dalam proses belajar, tentunya akan banyak kritik dan kesalahan yang ditemukan orang lain dari tulisan Anda. Jangan berkecil hati, dan teruslah mencoba. Mendengarkan pendapat orang lain akan membantu Anda dalam meningkatkan kualitas tulisan dan menemukan gaya bahasa yang tepat dan disukai oleh sasaran pembaca.

Revisi dan pengeditan adalah hal yang tidak terelakkan dari proses menelurkan suatu karya tulis. Pelajari kesalahan yang Anda lakukan, agar Anda tidak mengulanginya di lain waktu. Hal lain yang penting dilakukan oleh seseorang yang ingin belajar menulis adalah rajin membaca. Dengan banyak membaca, kosakata Anda akan bertambah dan Anda bisa belajar dari para penulis lain mengenai bagaimana mereka bermain kata dan mengembangkan cerita. Rajin membaca karya orang lain akan membantu Anda melihat bagaimana sebuah ide yang sama dapat memberikan kesan yang jauh berbeda ketika penulisnya menuliskan dengan gaya berbeda. Jadi, jika Anda berniat untuk belajar menulis, mantapkan niat tersebut dan bebaskan jari Anda untuk menari di atas keyboard. Selama Anda tidak menyerah, ada banyak kesempatan menanti Anda!

Baca Juga :

Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.” – Imam Syafi’i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *