Ketika Kreativitas ‘Mentok’

Creativity -image by itskala

Sebagai pelaku industri kreatif, tentunya kreativitas adalah salah satu modal penting bagi freelancer. Mulai dari kreativitas mencari ide yang out of the box sampai dengan menyiasati deadline, iya nggak? 😀

Begitu pentingnya kreativitas sampai-sampai mungkin juga ia menjadi ketakutan terbesar kita semua. Buat freelance writer, gimana kalau ide bikin tulisannya mentok? Buat freelance designer, gimana kalau ide bikin desainnya habis? Buat freelance …, gimana kalau …? *isi sendiri*

Refresh

Pertama-tama, mari kita belajar membedakan antara jenuh dan mentok. Kenyataannya, apa yang sering kita sebut mentok itu sebenarnya cuma jenuh, lho. Ibarat sedang browsing di web lalu koneksi internet yang butut membuat loading page jalan di tempat, yang harus kita lakukan cukuplah sebatas menekan tombol F5: refresh.

Begitu juga dengan pekerjaan kita masing-masing. Ketika merasa jenuh, bukan berarti kita nggak bisa menyelesaikannya. Mungkin itu saatnya kita untuk bilang ‘stop’ ke diri sendiri, enyah sebentar dari meja kerja untuk beberapa saat (refresh), lalu kembali berkutat dengan pekerjaan. Nggak perlu lama-lama, nggak perlu repot; minum secangkir teh/kopi sambil ngobrol lima menitan pun cukup.

Different Angle

Semakin sering kita menjumpai sesuatu, biasanya sesuatu itu semakin taken for granted bagi kita. Contohnya, katakanlah setiap pagi kita melewati Jl. Katamso dalam perjalanan menuju kantor/studio untuk bekerja. Setiap pagi itu, kita selalu naik motor dari arah utara ke selatan. Sehari, seminggu, setahun… pasti semuanya kelihatan biasa saja. Lampu merah yang sama, lubang-lubang di tengah jalan yang kita sudah hapal letaknya, dsb. Tapi, ceritanya akan berbeda ketika suatu hari kita menelusuri Jl. Katamso itu dengan berjalan kaki, dengan rute dari selatan ke utara. ‘Lho, ternyata ada yang jual DVD di sini’, ‘Wah, kok lahan kosong yang penuh tanaman ini sebelumnya gak kelihatan, ya?’, ‘Ooh, warung yang pernah masuk acara wisata kuliner di TV itu letaknya di sini, toh’.

Ketika kita melihat sesuatu dari sudut yang sedikit berbeda dari rutinitas harian, hal-hal yang sebelumnya terabaikan akan tampak di depan mata. Padahal, bisa saja apa yang kita biasa abaikan itu sebenarnya vital. Begitu juga dengan pekerjaan kita, kalau biasanya kita mengerjakan segala sesuatu dari A ke Z, cobalah sesekali mengubah urutannya menjadi Z ke A. Atau dari tengah, baru ke awal, lalu akhir. Agak merepotkan, tapi sesekali bekerja dengan different angle akan sarat dengan kejutan kecil tak terduga yang bisa jadi menyenangkan.

Places

Hmm, secara saat ini komunikasi sudah makin mobile dan teknologi makin portable, apa yang salah dengan bekerja di kamar tidur, kafe, taman, atau halaman masjid sekalipun? 😉

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Tips yang kedua itu yang dulunya selalu saya gunakan untuk memecah kejenuhan. dan memang benar ketika sesuatu kiti coba melihat dari sudut pandang yang berbeda, akan menghilangkan semua kebosanan walaupun sebenarnya yang kita lihat itu sama saja… 🙂

  2. says

    Menarik tipsnya melihat dari sudut yang berbeda agar kita mendapatkan rasa yang berbeda,sesuatu yang monoton pastinya akan membuat kita jenuh walau kita selalu bersemangat untuk mengerjakannya pada awal mulanya 🙂

  3. says

    Musuh terberat kita sebenarnya memang diri kita sendiri yang terkadang merasa bosan/jenuh dengan kerjaan sehingga membuat kita jadi malas dan pada akhirnya menunda – nunda pekerjaan. Merefresh diri menurut saya juga tips yang sangt ampuh tuk menyikapi hal2 seperti ini..

  4. arif says

    Masjid bukan tempat kerja tapi tempat beribadah. jadi jangan kerja di masjid ya….

    • says

      ralat: maksudnya di lingkungan masjid.
      terinpirasi dari masjid kampus soalnya, ada pendopo di halaman masjid dan itu enak banget buat tempat ngadem plus cari inspirasi, hehehe. makasih sarannya mas.

    • says

      😀 Sudah seminggu ini, saya mem’basecamp’kan diri di Masjid Cut Meutia Cikini.. Sambil sambil beribadah, sekalian numpang ngecharge notebook.. Abis kalo kerja di rumah bawaannya ngantuk mulu.. 😀

  5. says

    Kalau saya pribadi mbak, saya berusaha menjauh dari komputer selama 1 hari dengan pergi ke laut (kebetulan laut hanya 15 menit dari rumah saya) atau membaca buku (buku apapun, bahkan teenlit sekalipun) atau, ini favorit saya, tidur.

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *