Mengapa Harus Lembur Kerja?

 

Freelancer Image via Shutterstock

Pertanyaan menarik. Freelancer mana yang belum pernah mengalami lembur kerja? Bekerja melebihi waktu. Tetapi ada yang menarik di sini, batas waktunya berapa lama agar bisa disebut lembur? Kalau hitungannya bekerja kantoran dimulai pukul 8 pagi dan selesai pukul 5 sore, artinya bekerja normal dianggap 9 jam ya? Nah, bedanya dengan freelancer adalah 9 jam itu bisa dibagi lebih fleksibel. Terkadang 2 jam setelah shalat subuh, 2 jam sebelum makan siang, 3 jam menjelang sore, dan 2 jam sebelum tidur malam. Itu sih contoh saja, ya, untuk pembagian waktunya.

Pada kenyataannya, pernahkah terpikirkan freelancer memiliki keuntungan untuk mengerjakan proyek lebih cepat dari time schedule? Jika tenggat yang diberikan klien 10 Januari, maka seharusnya sih bisa selesai tanggal 5 Januari. Kok bisa? Yaaa, seharusnya sih bisa. Jika time management kamu sudah bagus, selanjutnya pelajari cara mengatur tenagamu dengan baik. Salah satu hobi freelancer adalah menjadi deadliner kan? Secara disadari atau tidak, bekerja saat kepepet tenggat membuat orang menjadi kreatif. Mungkin, ini juga yang membuat freelancer menyukai tantangan. Yaaaa… Kalau akhirnya ngedumel, menggerutu, misuh-misuh whatsoever, itu hanya drama kecil di antara setumpuk file excel, photoshop, sepiring camilan, dan bergelas-gelas kopi.

Lantas, sebenarnya ketika kamu bekerja dalam satu proyek, apakah one man show? Tidak, kan? Pastinya ada partner. Apakah tim kamu sudah mempunyai lapaknya sendiri untuk mengerjakan bagiannya? Atau malah tanpa sadar, kamu juga yang mengerjakannya? Yaelah, bro, tega banget. Bagaimana bisa selesai tepat waktu kalau semua dikerjakan sendiri? Lagipula, tenagamu itu terbatas. Waktu yang diberikan klien juga terbatas. Bagi tugas dengan rekanmu. Buat jadwal kerja dengan baik dan patuhi. Jangan sampai, kamu yang buat jadwal, kamu pula yang melanggar. Disiplin freelancer diuji nih saat dikejar deadline. Jika memang pekerjaanmu banyak, memang wajib punya tim agar mudah membagi fokus dan hasil pun akan lebih maksimal. Eits, kerjaanmu sendiri sudah menumpuk banyak? Ya jangan diterima dong. Rezeki tak akan tertukar, kan? Ini bukan judul sinetron, bro.

Dalam pengaturan jadwal, pastikan dimulai sepagi mungkin, misal setelah shalat subuh dan selesaikan paling lambat pukul 11 malam. Lumayan ada waktu istirahat agar fit esok paginya. Merasa tak mungkin dengan jadwal seperti itu? Ya, ajaklah teman menjadi anggota tim agar lebih ringan. Jika berdalih inspirasi datangnya malam hari dan siangnya tidur, coba diubah sedikit saja. Malamnya pukul berapa? 01.00? Maksimal deh tuh. Nah, kalau kerjanya di rumah, boleh dong meleknya sampai tiga hari? Menurutmu?

Tanya dong, lembur di kantor enak gak, sih? Mengapa?

  1. Lembur itu enak, karena bisa gila-gilaan bareng rekan kantor sampai pagi.
  2. Lembur itu enak, karena dapat fee lembur yang nilainya lumayan. Lumayan juga bisa double salary.
  3. Lembur itu enak, karena setelah work hard bisa langsung play hard to dugem. Eh, betul?

Think twice. Lembur itu layaknya bom waktu. Sudah banyak cerita nyata, keseringan lembur berakhir dengan tumbang. Minimal demam atau flu jika terjadi dalam jangka pendek. Oh ya, saya tuh! Atau typhus? Iya, mau lumutan di kasur karena sakit? Barangkali ada yang mau. Ayo, ganti waktu kerjanya! Overwork sejatinya tidak menghasilkan nilai kerja lebih, kok. Project Manager-nya harus belajar mengatur timeline kerja lagi.

 

Freelancer Image via Shutterstock

Tips Agar Terhindar Dari Kata Lembur

  • Buatlah jadwal kerja / timeline yang sesuai dengan kemampuanmu.
  • Buatlah to do list dengan menggunakan Wunderlist atau to do apps lainnya, agar kamu bisa mengerjakannya sesuai waktu.
  • Single fighter? So last century! Kerja dengan tim akan membantu pekerjaan selesai lebih cepat.
  • Bagilah pekerjaan yang segambreng itu dengan teman yang belum mendapat pekerjaan.
  • Untuk apa menerima pekerjaan tambahan jika sudah bisa membeli kemewahan hanya dengan satu pekerjaan?
  • Punya istri! Iya, kalau punya istri (atau suami bagi perempuan single) akan bisa mengurangi waktu lembur lho.
  • Masih kebagian lembur? Timpukin tuh Project Manager kamu! :mrgreen: Minta bos untuk memecatnya sekalian. šŸ˜€

Ingat lho, kamu tidak semuda ketika zamannya sekolah atau kuliah. Ya nggak usah sok-sokan minum penambah tenaga apalah itu. Kalau tubuh sudah memberi sinyal untuk istirahat, turuti saja. Daripada nanti tubuhmu ngambek dan membuatmu kepayahan pergi ke dokter, mending istirahat. Apa susahnya sih simpan semua pekerjaan setelah diperiksa dengan baik, matikan komputer / tab / laptop, dan pergilah ke tempat tidur untuk tidur, bukan melanjutkan pengecekan e-mail dari ponsel.

Sebagai penutup, coba baca artikelnya @mybothsides di sini. Kala timeline melenceng, coba cek sholatnya. Begitu menurut artikel tersebut. Nah, bagaimana denganmu? Sudah cek ibadah wajibnya?

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *