Mempersempit Fokus Kerjamu

Memulai profesi sebagai web designer sering berarti mengambil proyek-proyek apa pun yang datang tanpa memilihnya terlebih dahulu. Karena, tentu saja, kita selalu perlu makan (dan sesekali berpesta bukanlah ide yang buruk).

shutterstock_193510469

Freelancer Image via shutterstock

Namun, seperti bisnis dan keahlianmu yang terus berubah lebih baik, kamu akan sampai di persimpangan. Apakah kamu terus mengambil sembarang proyek lama yang datang? Atau, apakah kamu justru mempersempit fokus dan mengambil proyek-proyek yang lebih khusus? Misalnya, mungkin kamu hanya ingin bekerja dengan situs yang diaktifkan menggunakan WordPress, atau hanya e-commerce atau bahkan proyek yang dikategorikan dalam kisaran harga tertentu.

Tentulah ada sisi baik dan menjanjikan untuk bekerja pada berbagai proyek, terutama di awal karirmu. Contohnya, kamu akan mendapatkan pengalaman berharga. Kamu juga cenderung untuk mengetahui jenis proyek yang kaucintai dan beberapa lainnya tidak begitu membuatmu tertarik. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperluas wawasanmu.

Membuat Pilihan Menjadi Bawel

Terkadang, saya memang akan mengambil apa saja proyek yang ditawarkan kepada saya. Dalam beberapa kali, saya telah menemukan bahwa saya tiba pada suatu titik dalam karir ketika ingin menjadi sedikit lebih khusus dalam pekerjaan yang diminati. Seiring waktu saya telah menemukan bahwa ada hal-hal tertentu yang, untuk satu alasan atau lainnya, saya tidak ingin melakukan lagi.

Ada cerita dari salah seorang teman saya, bahwa dia memiliki tugas yang cukup membosankan yaitu “diperbarui setiap lima menit”. Kau tahu itu. Ini mengingatkan bahwa ada pesan dalam kotak masuk dari klien yang memintanya untuk hanya mengubah beberapa teks pada pekerjaannya, atau sesuatu yang remeh temeh lainnya. Saya suka membuat klien saya bahagia. Itulah salah satu landasan dari bisnis saya. Tapi ketika saya memiliki kotak masuk penuh dengan jenis permintaan, membuat saya merasa jauh dari pekerjaan yang lebih menyenangkan (dan menguntungkan).

Tidak berarti bahwa sesederhana itu saya memutus hubungan dengan klien hanya dari jenis pekerjaan seperti ini. Juga tidak berarti bahwa saya akan dikenakan biaya tinggi untuk itu. Sebaliknya, solusi saya adalah untuk tidak lagi mengambil klien pencari update untuk setiap pekerjaan yang sedang berjalan. Artinya, jika saya tidak merancang dan / atau membangun situs klien, saya tidak akan menawarkan layanan pemutakhiran. Hal ini memungkinkan saya untuk menjaga klien tetap bahagia, sementara pada saat yang sama saya membatasi jumlah jenis pekerjaan yang harus dilakukan.

Ada seorang freelancer juga menerapkan kebijakan yang sama dengan jenis perangkat lunak tertentu. Keahlian utamanya yang terakhir adalah berkutat dengan WordPress. Oleh karena itu, dia tidak akan mencoba mendesain di Joomla!, Drupal atau CMS acak yang diaktifkan oleh GoDaddy. Dia menyadari bahwa bekerja dengan perangkat lunak asing sama saja seperti mencoba menyesuaikan pasak persegi di sebuah lubang bundar. Ini sangat tidak efisien waktu untuk klien dan si freelancer. Pada akhirnya, tak satu pun dari mereka yang menang.

Kebebasan Impian

Hal ini sungguh terasa sangat membebaskan untuk menerapkan kebijakan ini dalam bisnis saya. Saya merasa memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan yang saya suka, tanpa dibebani dengan aturan tak berujung yang saya tidak tahan. Hasilnya membuat saya semakin semangat karena benar-benar telah memungkinkan bisnis saya tumbuh.

Masih tetap ada waktu saat saya merasa terjebak melakukan hal yang tak saya suka. Tetapi ternyata saya bisa mengeluarkan sebagian. Jika tidak memungkinkan dilakukan segera, saya mencoba yang terbaik yang saya bisa. Setidaknya saya tahu hal itu tak akan mendominasi sebagian besar waktu saya seperti sebelumnya.

Salah satu dari sedikit saran untukmu berpikir untuk mempersempit fokus bisnismu adalah untuk tetap mempertahankan keluwesan. Pada akhirnya, kamu tidak boleh mendorong klien menjauh dengan menerapkan kebijakan tangan besi. Ini agak sulit, dan mungkin bahkan tidak mungkin, hanya memaksakan kehendakmu pada orang lain. Proses ini tidak akan terjadi semalam.

Sebaliknya, secara bertahap buatlah perubahan yang ingin dilihat dalam bisnismu. Menetapkan tujuan dengan menghabiskan tidak lebih dari (x) jam seminggu bekerja pada proyek-proyek yang tidak sesuai dalam layanan utamamu. Tentu, akan ada saat-saat hal ini memang tidak mungkin. Tetapi sedikit demi sedikit kamu bisa mendapatkan dirimu nyaman dalam keseimbangan.

Kamu mungkin hanya menemukan bahwa, dari waktu ke waktu, bisnismu akan pergi ke arah yang kaunginkan. Bagian yang terbaik adalah bahwa kamu akan menjadi orang yang mengendalikan semua urusan pekerjaan.

Apakah kamu menerapkan hal serupa seperti ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *