Inspirasi Dalam Mengatur Mood Bagian 1

Inspirasi Dalam Mengatur Mood

Tulisan kali ini merupakan salah satu pemenuhan janji saya yang akan membuat tulisan tentang mood serta beberapa inspirasi dari freelancer tentang bagaimana mereka menghadapi mood, yang sering kali menjadi musuh terbesar bagi freelancer.

Mood, memang kadang menjadi anugrah, ketika ia datang dan menjadi semacam vitamin yang bisa melancarkan pekerjaan, tetapi mood juga kadang menjadi musuh bebuyutan, ketika ia tidak kunjung datang dan mengakibatkan alur pekerjaan menjadi tidak tentu arah.

Nah, seri tulisan tentang mood ini tidak akan membahas mood dan bagaimana cara menghadapi mood itu dari sudut pandang saya sendiri, tetapi akan menampilkan wawancara kecil dengan beberapa freelancer tentang permasalahan dan penyelesaian mood bagi mereka.

Ini merupakan bagian pertama, saya mewawancarai Richard Fang, seorang freelancer dan menjadi dedengkot dibalik Jurus Grafis, sebuah blog yang membahas dan memberikan tutorial tentang desain grafis. Jurus Grafis memang terbilang blog baru tetapi perkembangannya sangat pesat, menjadi salah satu sumber desain grafis lokal, dan menjadi panutan bagi freelancer yang bergerak di dunia grafis.

richard-fang

Berikut wawancara singkat via e-mail tentang bagaimana Richard menghadapi mood dalam berkarya, semoga memberi inspirasi.

RuangFreelance [RF]: Bagaimana caranya menghadapi mood?

Richard [R]: Kalau saya biasanya bisa 2 cara:
1. Paksa bekerja, karena terkadang bisa larut sendiri dan jadi hilang bad mood nya.
2. Nonton dvd atau main game dulu, kalau cara gini biasanya malah jadi males ujung nya hehe tapi terkadang lumayan efektif juga.

RF: Bagaimana caranya mengembalikkan mood? Kalau bisa sebutin contoh kongkrit, misalnya jalan-jalan atau main game.

R: Sama seperti jawaban di atas, saya lebih baik lanjut kerja, atau kalau memang lagi jelek banget mood-nya, ya main game atau nonton dvd (cari hiburan yg murah).

RF: Bisa diceritian berapa lama biasanya mood kerja bertahan?

R: Bisa sampe selesai kerja, kecuali ada gangguan seperti sms, messenger, Twitter, dll, terlebih kalau lagi deadline, wah itu bisa sampe selesai pagi-pagi

RF: terus kalo mood hilang, biasanya berapa lama balik lagi? Apa cara ngembaliin mood yang biasa dilakukan selalu berhasil atau kadang-kadang gak juga? Kalo gak berhasil, ada cara untuk tetap bisa bekerja?

R: Kalau dari waktu sih ga pernah di hitung berapa lamanya, yang pasti ga pernah seharian ga mood kerja. Mungkin karena faktor kerjaan yang kebetulan saya menikmatinya. Saya juga biasa mempunyai target-target, seperti barang apa yang mau dibeli, kebutuhan keluarga dll, itu salah satu faktor yang membuat saya bisa tetap bekerja.

RF: Apakah mood selalu berhubungan dengan produktifitas kerja?

R: Secara tidak langsung pasti berhubungan, apalagi dibidang kreatif. Kalau mood jelek biasanya karyanya ga bagus. Tapi ga selalu seperti itu kok, jangan sampai dikendalikan oleh mood.

RF: Biasa nggak kerja tetap produktif meskipun gak ada mood?

R: Sekarang ini sudah mulai terbiasa walupun mood kurang bagus tapi bisa tetep kerja.

RF: Apakah menurut Richard mood itu penting? Sepenting apakah?

R: Penting, tapi bukan satu-satunya faktor penunjang produktifitas. Mood cuma sebagian kecil saja faktor X yang mempengaruhi. Dan lagi mood itu bisa di manipulasi tergantung pemikiran kita sewaktu menjalankan pekerjaan itu.

RF: Last word, ada saran atau tips untuk mereka yang bekerja sebagai freelance yang berhubungan dengan mood?

R: Don’t Depend On It! πŸ˜€

——————

Well, semoga beberapa pertanyaan sederhana diatas bisa memberi inspirasi tentang bagaimana anda dalam menghadapi dan mensiasati mood dalam bekerja, tulisan berikutnya masih seputar wawancara dengan dengan freelancer lain tentang berbagai hal barbu mood. Siapa itu? Tunggu tulisan Inspirasi Dalam Mengatur Mood Bagian 2.

23 Comments

  1. dedi

    Nice πŸ™‚

    Kalo bisa aku tangkap, jangan sampai kita dikendalikan pikiran. Kita lah yang harus mengendalikannya.

    Ada tips lain yg bisa dilakukan tiap pagi, yaitu tersenyum sehabis bangun tidur πŸ™‚ fisik memaksa non-fisik untuk mengikuti. Cukup efektif. Apa lagi kalo lagi bad mood, paksa aja tersenyum πŸ˜€ hehee… Kelihatan agak gila dikit gapapa πŸ˜€

  2. Rizky Eka F

    he..he..
    udah ditulis artikelnya,
    trim’s mas πŸ˜€
    mungkin kalau dipaksa harus bekerja bener juga nih,
    ntar kalau main game / cari hiburan malah keterusan dan akhirnya pekerjaan terbengkalai…

  3. devin

    “barang apa yang mau dibeli, kebutuhan keluarga”

    itu yang gw suka, liat2 product, keep dreaming mendapatkan barang itu terkadang mood langsung naik, or cari inspirator, motivator dari TV,Internet, etc.

    yang paling enak memang di waktu pagi hari, kemudian setting mind set kita “apakah yang akan saya lakukan pagi ini sampai malam”

  4. Muhammad Ghazali

    Berdasarkan pengalaman dengan mendengarkan musik juga bisa membantu untuk menghadapi problem mood ini πŸ™‚
    Saya juga pernah baca satu artikel (tapi saya lupa link dari artikelnya) tersebut yang membahas kalau musik itu bisa membantu juga untuk menghadapi problem mood ini, tapi musik yang didengarkan juga tergantung dari orang tersebut, karena setiap orang kan beda-beda selera musiknya, jadi pilihlah musik yang cocok untuk mengambalikan mood Anda. πŸ™‚
    Semoga membantu.

  5. Thedoart

    kalau saya memilih jawaban richard nomor 2. main game dulu, awalnya hanya niat untuk 1 stage, tapi kok lama-lama malah sampai tamat!!! kebiasaan buruk!

  6. enoxrh

    wah tul juga ya…mood ato ga yg penting tetep kerja….intinya kebutuhan keluarga tetap harus terpenuhi…. πŸ™‚ …mantap ni share ilmunya πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *