Guru Lukis: Freelancing dalam Hening

Siapa yang mempunyai hobi melukis? Atau minimal coret-coret di kertas ketika sedang suntuk atau kesal? Bosan mendengarkan presentasi, secara tidak sadar membuka agenda dan menggambar sesuatu. Pernahkah ketika sekolah dulu, saat pelajaran matematika berlangsung, untuk mengusir kantuk, justru menggambar kupu-kupu dari angka 3? šŸ˜€

shutterstock_146679485

Freelancer Image via Shutterstock

Punya kanvas dan aneka peralatan melukis di rumah? Meski hanya sebagai hobi, kegiatan yang satu ini sangat ampuh untuk melampiaskan segala bentuk perasaan seseorang. Bagi kamu yang hobi melukis, memiliki berapa kuas? Berbagai ukuran pastinya. Tetapi ada juga orang yang lebih merasa puas jika langsung menggunakan jemari tangan mengaplikasikan setiap warna pada kanvas.

Kegiatan Sederhana, Sehat Efeknya

Sebagai sarana pelepasan emosi yang pas tanpa harus teriak (karena dilakukan dengan cara yang nyaris sunyi). Corat coret beberapa menit atau bahkan berjam-jam membuat kita merasakan emosi tersalurkan secara perlahan. Pikiran dan perasaan menjadi lebih tenang.
Sebagai penyeimbang jiwa raga, melukis membuat tenang dan tubuh menjadi santai. Setelah tegang oleh pekerjaan, rasa lelah akan terbayar dengan melukis.
Sebagai alternatif penyembuhan. Tahukah kamu,Ā melukis dan menggambar ternyata dikategorikanĀ sebagaiĀ art therapyatau sebuah terapi melaluiĀ karya seni.

Tak Sembarangan Menuang Warna

Meski bisa dilakukan secara otodidak atau memang ada bakat untuk urusan seni yang satu ini, untuk hal yang bersifat lebih artistik seperti komposisi pencampuran warna, ada teknik yang bisa dipelajari oleh orang yang memang ingin berlatih.

Melukis bukan hanya masalah mencampur warna merah dan biru menjadi ungu, tetapi juga bagaimana menempatkan warna ungu itu sehingga bisa menghasilkan sudut pandang yang indah dilihat.

Saldo Aman, Hati Tenang

Bisakah mendapat penghasilan dari melukis? Tentu saja! Tidak semua orang memiliki keahlian melukis di atas kaca, sebuah seni yang khas dari Cirebon Jawa Barat. Kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi guru lukis.

Mahalkah? Mungkin kalau kamu belajarnya kepada orang sekaliber Affandi atau Salvador Dali, bisa merogoh kocek lebih dalam dengan hasil yang setara, bukan? Meski tak akan persis sama dengan hasil karya mereka, setidaknya ilmu ‘tingkat dewa’ itu kamu bisa pelajari dan menghasilkan karya khas dirimu sendiri.

Nah, sudah pede dengan ilmu dari para pelukis kenamaan pujaanmu? Sudah menguasai ilmu tentang melukis? Kamu bisa membuka kursus melukis. Kamu bisa menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan atau justru yang utama. Jiwa tenang karena hobimu tersalurkan dengan baik, maka rekening pun senang karena gemuk setiap kali dibutuhkan.

Pertanyaan sederhana: Siapa yang pertama kali melukis dengan aliran kubisme? šŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *