Freelancers = Superhuman

 

Image by CHASING_FRAMES

Misalnya, Anda sedang duduk-duduk santai di taman kota yang teduh (yang sekarang ini super susah ditemui). Lalu, ada orang tak dikenal yang menghampiri, ngajak ngobrol ngalor-ngidul, yang akhirnya ngajak kenalan. Obrolan pun berlanjut, orang tak dikenal tersebut mulai kepo, “Kerja di mana, mbak/mas?”

Skenario #1. Kalau lagi malas basa-basi, jawaban singkat pun cukup, “Di Bandung.” Syukur-syukur manusia kepo itu sadar lalu mohon diri.

Skenario #2. Kalau mood ngobrol lagi memadai, mungkin Anda jawab, “Freelancing. Bidang XXX.” Lalu mengalirlah topik pembicaraan tentang apa-itu-freelancing selama setengah jam ke depan.

Familiar dengan dialog di atas? 😀

Selama ini, umumnya jawaban kita pas ada orang yang menanyai pekerjaan freelancing apa yang ditekuni cukup simpel. Copywriter. Desainer. Penerjemah. Software developer. Dan lain sebagainya.

Kenali Kemampuan Superhuman Anda

Ibaratnya gunung es, jawaban singkat di atas cuma menunjukkan secuil job desk yang kelihatan, lho. Walaupun sering lupa mandi, lupa ganti baju, lupa gosok gigi (ih!), sadarkah Anda kalau pilihan jadi freelancer sekaligus menuntut jadi superhuman? (Wah, berasa pahlawan gitu dong ya. #sampah)

Mari kita cek satu persatu daftar kerjaan yang relatif nggak berhubungan dengan freelancing core tapi, percaya nggak percaya, bakal menentukan kesuksesan karier ke depannya. Whoops!

  1. Harus pintar-pintar mencium prospek karier plus bikin perencanaan yang matang buat ‘menangkap’ prospek itu. Tentu saja, kita nggak tahu kapan kita melangkah on the right track atau justru salah jalan karena yaa semua tanggung jawab ada di kita. >> Pemilik Usaha
  2. Pintar-pintar menghitung pendapatan dan pengeluaran yang sesungguhnya. Juga harus jeli mengatur keuangan pada saat ramai dan sepi klien. Kadang rasanya, belanja ini-itu sedikit nggak akan bikin bangkrut tapi kok rekening bank bicara lain, ya? >> Perencana Keuangan
  3. Saat ini, ada banyak sekali project manager software. Tapi, apa gunanya mereka kalau kita nggak menetapkan mini deadline buat diri sendiri? Ditambah lagi, rencana kita nggak selalu berjalan lancar. Perlu ada Rencana A, B, C, D, atau bahkan E (= exit!). >> Project Manager
…bersambung

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *