Data Visual vs Data Digital: Definisi, Fitur, dan Perbedaannya

Data adalah elemen penting dalam proses pengembangan bisnis. Keberadaannya seperti potensi tambang emas. Melalui data ini, kamu bisa tahu posisi, status, dan arah bisnis. Bahkan, segala keputusan yang akan kamu ambil bergantung pada data yang tersedia.

Data visual dan digital adalah dua contoh jenis tampilan data yang bisa kamu hadirkan untuk menyampaikan informasi. Di dunia bisnis, keduanya menjadi elemen yang tak terpisahkan.

Definisi dan Fitur Data Digital

Data digital adalah data yang menunjukkan bentuknya menggunakan sistem bahasa mesin spesifik. Nantinya data ini akan diinterpretasikan dengan berbagai jenis teknologi.

Sistem binary adalah elemen fundamental dalam data digital. Sistem ini menyimpan informasi audio, video, dan teks. Data-data disimpan dalam karakter binary, satu dan nol atau on dan off.

Keuntungan utama dari data digital adalah input analog paling rumit pun bisa diwakilkan oleh sistem binary. Selain itu, data digital juga bisa mengonversi real events ke bentuk digital.

Sistem transfer data yang benar bisa kamu gunakan untuk menciptakan gambar digital. Eksistensi data digital sangat dibutuhkan untuk berbagai entitas karena bisa membantu menjaga data yang dikumpulkan secara digital.

Saat ini ada 4 jenis penyimpanan data digital yang bisa kamu manfaatkan:

  • DDS1 dengan kapasitas maksimal 2GB data yang belum dikompres (120 menit cartridge)
  • DDS2 dengan kapasitas maksimal 8GB data yang sudah dikompres (120 menit cartridge)
  • DDS3 dengan kapasitas maksimal 24GB data (125 menit cartridge)
  • DDS4 dengan kapasitas maksimal 40GB data (125 menit cartridge)

Definisi dan Fitur Data Visual

Data visual adalah tampilan berupa grafis atau gambar dari informasi dan data. Untuk mendapatkan data ini, kamu perlu mengubah kumpulan data menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Kamu bisa menyederhanakan data yang berbentuk angka dan tulisan dengan menggunakan elemen visual. Contohnya seperti chart, grafik, dan juga peta. Jadi, pembaca bisa lebih mudah memahami pola dan tren dari data tersebut.

Di dunia Big Data, alat dan teknologi untuk visualisasi data sangat penting. Ini karena ada banyak sekali jumlah informasi dan data yang tersedia.

Pada dasarnya, ada 5 jenis visualisasi data yang bisa kamu gunakan seperti di tabel berikut:

Jenis DataKeterangan
TemporalTipe temporal cocok untuk menunjukkan hasil rangkaian data dengan bentuk linear. Data temporal memiliki ciri utama berbentuk garis. Kamu bisa membuat garis-garis tersebut berdiri sendiri maupun bersinggungan. Contoh visualisasi data temporal adalah timeline dan diagram garis.
HirarkiJenis visualisasi hirarki bisa menunjukkan kaitan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Kemunculan data-data baru bisa kamu tunjukkan dengan visualisasi seperti ini. Contoh yang paling sering kamu temui adalah diagram pohon.
NetworkTipe visualisasi ini biasanya digunakan untuk menunjukkan hubungan antar kumpulan data. Contohnya adalah word cloud.
MultidimensiVisualisasi satu ini cocok untuk menyajikan data dengan banyak dimensi dan variabel. Contohnya adalah histogram, stacked-bar, dan juga pie chart.
GeospasialJenis data visual geospasial mewakilkan bentuk nyata dari suatu hal yang memiliki data. Biasanya data ini digunakan untuk menunjukkan peta pertumbuhan bisnis, jumlah penjualan di masing-masing area, dan lain sebagainya.

Berikut adalah beberapa hal terkait visualisasi data dari Wyzowl:

  • Studi menunjukkan bahwa orang mengingat 10% apa yang mereka dengan, 20% apa yang mereka baca, dan 80% apa yang mereka lihat dan lakukan.
  • Visual diproses 60.000 kali lebih cepat daripada teks

Perbedaan Data Digital dan Visual

Perbedaan data visual dengan data digital terletak pada bentuknya. Data digital berbentuk angka dan visual data berbentuk gambar atau grafis. Data-data yang divisualisasikan bisa saja berasal dari data digital. Deretan angka yang terkumpul diubah bentuknya menjadi lebih menarik.

Bayangkan saja saat kamu melihat data yang penuh dengan pola dan warna. Secara otomatis mata bisa mengidentifikasi perbedaan warna dan pola.

Ketika melihat chart, kamu bisa dengan mudah melihat trend dan outliers. Bahkan grafik dan chart bisa mempermudah kamu melihat perbedaan yang tersaji.

Kesimpulan

Saat ini, sulit untuk tidak mengambil keuntungan dari visualisasi data. Siapa yang tidak ingin mendapat dan membaca data yang lebih mudah dipahami kan?

Di era Big Data ini, visualisasi adalah kunci untuk meningkatkan pemanfaatan triliunan data yang bisa kamu kumpulkan setiap hari.

Sebagai pemilik bisnis, kamu bisa memanfaatkan data digital untuk pengembangan big data. Kemudian, data visual bisa kamu gunakan untuk menyajikan data dengan tampilan lebih menarik dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *