6 Hal yang Tidak Disukai Klien

Sebelumnya sudah baca: “6 Hal yang Tidak Disukai Freelancers” ? Jika pada tulisan tersebut kita membahas hal-hal yang tidak disukai freelancers, kali ini kita akan membahas dari sisi klien. Agar seperti orang bijak, lihat segalanya dari berbagai sisi. Ketika bertemu dengan klien, hati-hati dalam memilih kata-kata yang hendak diucapkan. Salah sedikit, impian mendapatkan proyek bisa jadi gagal. Kemampuan public speaking seorang freelancers segera diuji.

image from here

Berikut ini hal-hal yang tidak disukai klien yang sebaiknya kita cegah agar tidak keluar dari mulut kita *ups.

Saya tidak tahu

Jangan sekalipun menjawab pertanyaan klien dengan pertanyaan tersebut. Kemampuan Anda akan dipertanyakan oleh mereka. Jawaban tersebut menjadi boomerang bagi Anda karena mereka akan ragu apakah proyek yang akan dikerjakan mampu Anda lakukan? Jika Anda memang tidak tahu, cobalah untuk mencari tahu terlebih dahulu. Dan jika memang belum menemukan jawabannya katakan dengan bijak: “Itu pertanyaan bagus, untuk jawabannya akan saya diskusikan terlebih dahulu dengan rekan-rekan.”

Nanti saya kirim

Sama halnya dengan kita sebagai freelancers yang tidak suka jika pembayaran ditunda, klien pun tidak suka jika mereka sudah menanyakan progress hanya dijawab dengan: nanti saya kirim (lebih buruk lagi jika tanpa alasan yang jelas). Ada dua kemungkinan: klien memang ingin melihat hasil pekerjaan kita untuk direvisi atau hanya ingin menguji kita apakah proyek benar-benar dijalankan sesuai dengan timeline karena biasanya setelah kita mengirim hasil proyek, tidak ada konfirmasi lagi dari mereka. Alangkah lebih baik Anda membuat timeline yang lebih detail dari apa yang telah mereka berikan.

Anda harus

Kalimat tersebut terkesan memaksa klien untuk menggunakan jasa Anda. Tahu sendiri kan jika seseorang dipaksa malah membuat dia tidak nyaman. Terlebih lagi jika giliran klien menanyakan: “Memangnya kenapa harus menggunakan jasa Anda?” Anda malah menjawab dengan kalimat yang tidak jelas: “Pokoknya harus karena kita…..” Lalu bagaimana sebaiknya? Kalimat yang bisa lebih meyakinkan klien misalnya, “Produk (jasa) kami dibutuhkan oleh perusahaan Anda karena….” Lebih mencocokkan jawaban kepada kebutuhan awal mereka.

Saya harus membayar ini dan itu

Hhmm..hal satu ini yang membuat klien menjadi malas menjalin kerja sama dengan Anda. Proyek belum beres sudah meminta bayaran dengan alasan Anda harus membayar ini itu. Lebih baik seperti apa? Pertama, kesepakatan pembiayaan selama pengerjaan proyek disepakati di awal kontrak akan ditanggung oleh siapa dan bagaimana sistem reimburstmentnya. Kedua, Kerjakan saja dulu proyek yang sedang berjalan sampai ada hasil yang sesuai dengan ekspektasi klien, tunjukkan pada mereka.

Dissapears

Sama seperti halnya kita yang tidak menyukai jika klien tiba-tiba menghilang saat ditanyai ini itu tentang permasalahan proyek, klien pun tidak suka jika freelancers menghilang. Hanya muncul ketika urusan pembayaran saja. Seperti kita ketahui, komunikasi yang dijalin antara klien dan freelancers selama pengerjaan proyek sangat penting untuk hasil yang baik. Tidak perlu setiap hari, cukup konsisten saja dalam waktu.

Saya ubah agar lebih baik

Saya percaya freelancersmemang ahli di bidangnya masing-masing dan tidak diragukan kemampuannya. Hanya saja jika klien sudah meminta A lalu Anda ubah menjadi B terkadang membuat mereka jengkel karena Anda terlalu percaya diri bahwa hal tersebut akan lebih baik. Cobalah untuk menanyakan terlebih dahulu kepada klien apakah keberatan jika Anda mengubah poin tersebut. Mungkin saja mereka membiarkan poin tersebut seperti itu karena makna yang terkandung di dalamnya.

Bagaimana? Mulai sekarang pintar-pintar memilih kata ya.
Ada yang mau menambahkan? Silahkan share di comment box šŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *