5 Aplikasi Wireframing Untuk Desain UI/UX

Wireframing adalah kerangka yang berguna untuk menata item pada aplikasi maupun laman website. Mereka yang ahli membuat wireframe disebut dengan UI/UX designer.

Isi dari wireframe berupa tulisan, video, gambar, link maupun widget. Umumnya, UI/UX designer menggunakan hand sketching terlebih dulu sebelum membuatnya secara digital.

Wireframe bisa disebut juga dengan blueprint sebuah website. Tujuan utama dari proses ini hanya untuk menentukan struktur, navigasi, layout, dan isi konten. Terdapat beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk membuat wireframe seperti di bawah ini!

InVision

InVision Studio menyediakan tiga jenis akun yakni proyek tunggal, pemula, dan profesional. Untuk akun profesional dikenai biaya $25/bulan. Sementara akun pemula memiliki biaya keanggotaan $15/bulan dan gratis untuk proyek tunggal.

Jenis file yang diunggah pada platform ini dapat berupa AI, PSD, GIF, PNG dan JPG. Hasil prototipe dapat dibagikan ke Slack, Trello, Jira hingga Dropbox. Kamu dapat menggunakan platform secara online melalui browser menuju laman www.invisionapp.com.

Kelebihan lainnya dari InVision Studio adalah mampu memudahkan workflow para desainer. UI/UX designer dapat menguji dan membagikan file ke tim lainnya. Jika kamu bingung menggunakannya, tersedia video demo yang bisa disimak secara gratis.

Sketch

Aplikasi wireframing selanjutnya adalah Sketch yang dirilis sejak 2014 lalu. Untuk uji coba platform pertama kali tidak dikenakan biaya. Bila kamu ingin menggunakan versi lengkapnya, perlu mengeluarkan biaya $99 untuk penggunaan seumur hidup.

Platform ini juga memiliki lisensi yang perlu dibayar setiap tahunnya untuk update terbaru. Sketch merupakan prototipe untuk web, iOS dan OS X. Dari segi tampilannya mirip sekali dengan Adobe Photoshop.

Aplikasi ini berbasis vektor dengan resolusi tinggi. Ruang penyimpanan cloud besar dan mudah untuk digunakan. Sketch terintegrasi dengan Framer, Marvel dan Principle.

Ada pula beberapa macam plugin yang berguna mempercepat pengerjaan prototype. Sketch memiliki fitur export to code yang berguna mengubah desain dalam bentuk kode.

Axure

Kelebihan dari Axure adalah memiliki prototype tanpa perlu coding. Platform ini dirilis sejak 2003 silam dan digunakan pada desktop Windows maupun Mac. Dari lamannya www.axure.com terlihat tampilan platform nyaman digunakan dan dilihat.

Ada fungsi drag and drop serta tersedia guide dan tutorial bagi penggunanya. Prototype dapat dibagikan ke laman lainnya sehingga tim atau klien cukup menekan satu tombol untuk melihatnya.

Akun untuk platform ini memiliki 4 kategori yaitu versi trial, pro, tim, dan enterprise. Versi gratis dapat digunakan selama 30 hari. Sementara versi pro dikenakan biaya $29/bulan. Untuk versi tim penggunanya dikenai biaya sebesar $49/bulan dan $99 untuk enterprise.

Webflow

Dengan Webflow, para UI/UX designer dapat membuat website tanpa harus coding. Webflow menyediakan SSL, hosting, staging, CDN bahkan ada opsi untuk mengekspor halaman menjadi HTML, JS dan CSS.

Platform memiliki tag yang cukup lengkap dimulai dari image, heading, form, container, dan section. Ada ratusan template yang bisa UI/UX designer gunakan sesuai kebutuhan.

Ada tiga akun yang tersedia pada platform ini yakni versi gratis, pribadi, dan pro. Untuk versi gratis hanya 2 proyek yang tidak di-hosting, sementara akun pribadi dikenakan biaya $16/bulan. Jika kamu menggunakan versi pro, akan dikenakan biaya $35/bulan.

Atomic

Terakhir ada platform Atomic yang memberikan uji coba gratis selama 30 hari. Jika memilih berlangganan yang terbatas untuk satu pengguna dikenakan biaya $19/bulan.

Untuk prototipe tidak terbatas yang digunakan 10 pengguna perlu membayar sebesar $99/bulan. Atomic tidak memiliki aplikasi desktop dan hanya bisa digunakan pada Google Chrome.

Dalam platformnya, Atomic memiliki fitur history yang mampu memundurkan editing dari proses awal hingga akhir. Akses dan kontrol mudah hanya butuh satu tombol saja. Kamu tidak perlu mengunduh aplikasi dan dapat digunakan oleh semua pengembang.

Kini kamu sudah tahu aplikasi apa saja yang bisa digunakan untuk desain UI/UX. Gunakan aplikasi wireframing di atas secara gratis dengan memakai versi trial-nya. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah platform sesuai kebutuhan wireframing atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *