3 Alasan Menjadi Freelancer

Begitu banyak orang terjun menjadi freelance belakangan ini. Entah itu freelance full-time ataupun part-time. Dan jelas kita ketahui bahwa semuanya punya alasan yang bermacam-macam mengapa mereka memutuskan untuk menjadi seorang freelancer. Seringkali di balik alasan yang kelihatan menggiurkan itu, sebetulnya menyimpan bahaya besar apabila kita tidak bisa bertanggung jawab atas diri sendiri. Apa saja alasan seseorang terjun ke dunia freelance?

Penghasilan Lebih

Penghasilan Lebih - 3 Alasan Menjadi Freelancer - empreendamente.com

Penghasilan Lebih – 3 Alasan Menjadi Freelancer – empreendamente.com

 

Positif : Betul sekali, ketika anda menjadi freelancer maka anda bisa mendapatkan penghasilan lebih. Untuk yang part-time setidaknya mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sementara yang full-time, mereka bisa memasang target atas diri sendiri untuk bisa mencapai angka yang seharusnya jauh lebih tinggi daripada gaji bulanan mereka ketika menjadi karyawan. Seorang salesman/marketing seringkali diwajibkan oleh majikannya untuk mengejar target penjualan yang luar biasa tinggi, puluhan juta, bahkan ratusan juta. Kalau harus mengejar target seperti itu, kenapa harus habis-habisan berusaha untuk perusahaan orang lain? Lebih baik kejar target untuk diri sendiri bukan? Yang penting kita harus komitmen pada diri sendiri.

Negatif : Seringkali seorang freelance merasa puas dan merasa sudah berada di titik aman, atau bahkan mulai tidak terlalu punya hasrat mengejar target. Maka bisa jadi secara tiba-tiba bukannya penghasilan lebih yang di dapat, malah mungkin bisa menjadi freelance no-job (pengangguran).

Bebas Dari Ikatan Jam Kerja

 

Bebas Dari Ikatan Jam Kerja - 3 Alasan Menjadi Freelancer - sp.depositphotos.com

Bebas Dari Ikatan Jam Kerja – 3 Alasan Menjadi Freelancer – sp.depositphotos.com

Positif : Seorang freelance bisa bebas dari ikatan jam kerja, meskipun tidak selalu. Namun bukan berarti tidak bekerja. Freelance tetap harus menyediakan waktu dan lelah untuk bekerja, hanya saja bisa lebih fleksibel menentukan waktunya sendiri. Misalkan seorang freelancer yang mayoritas clientnya adalah bule internasional, seringkali mereka bekerja di waktu malam. Salah satu alasannya agar mudah berkomunikasi dengan client-client nya yang justru hidup dan beraktifitas di waktu kita malam.

Negatif : Apabila tidak bisa bertanggung jawab atas diri sendiri, terutama dalam hal waktu. Kebebasan ini bisa menjadi bumerang yang justru membahayakan karir freelance anda. Misalnya anda jadi lebih sering tidur pagi dan bangun siang, ini tidak baik untuk kesehatan. Atau anda menyepelekan deadline dan mengerjakan project menunggu saat dekat deadline, ini bisa membuat hasil kerja anda tidak maksimal.

Menjadi Bos

Menjadi Bos - 3 Alasan Menjadi Freelancer - solidgold-berjangka.com

Menjadi Bos – 3 Alasan Menjadi Freelancer – solidgold-berjangka.com

 

Positif : Setidaknya dengan menjadi freelance, minimal anda tidak akan lagi mendengarkan ocehan bos. Dan anda mulai sedikitnya menjadi bos atas diri anda sendiri. Anda bebas menentukan cara anda bekerja, waktu anda bekerja dan sebagainya. Bahkan tidak menutup kemungkinan kelak anda menjadi bos yang sebenarnya, dalam arti memimpin banyak karyawan dalam perusahaan anda sendiri.

Negatif : Sangat berbahaya apabila kita justru malah tidak punya kemampuan untuk mengatur diri kita sendiri. Karena bisa jadi anda malah menjadi orang yang tidak bisa diatur, dan tidak karuan. Karena itu penting untuk bisa mengatur segala sesuatu terkait usaha anda sendiri nantinya.

Pada akhirnya bisa dikatakan bahwa menjadi freelance apabila dengan motivasi bahwa anda akan lebih sukses dan lebih bebas, anda salah besar. Karena dengan memutuskan menjadi freelance anda akan sukses apabila anda bisa bertanggung jawab atas kebebasan anda sendiri. Tidak ada kebebasan yang mutlak. Dengan menjadi freelance sesungguhnya anda memulai pelajaran tentang bagaimana mengatur sebuah perusahaan, dimulai dari yang paling kecil, diri anda sendiri.

Apabila ada yang kurang mohon jangan ragu untuk menambahkan dan di sharingkan di sini.

16 Comments

  1. kudiarto

    Weh!, point pertama bagian negatif benerbener gue rasakan tahun lalu *_* solusinya sekarang gue trima stiap order yg masuk sambil terus berburu klien baru dg kelebihan order didistribusikan ke temen2 yg laen… dg begitu arus kas bisa dipelihara dengan baik dan juga dg prinsip berbagi itu indah tentu dilain waktu teman kita itu bukan tidak mungkin akan berbagi klien dengan kita…..

    Gud pos bru!

  2. adimaryanto

    iya yah…… kdng2 kpikiran jdi freelance ntuh mndapatkan kbebabasan spenuhnya…. tpi klo terlena bsa jdi bhya….

    Thank’s Yofie share nya….

  3. Roni

    ya ya…..
    betul…..bisa berbahaya buat kita sendiri kalau kita tidak disiplin, atau tidak komtment terhadap diri sendiri, apalagi Anda yang telah berkeluarga dan punta anak…so. tentunya kebutuhan hidup akan berbeda ketiaka Anda masih seorang diri…
    Hidup tetap harus ada aturan………..

  4. Nikken Helena

    iyah saya newbie, senang sekali dapat menemukan situs ruang freelance dan artikel ini, sehingga memberikan pandangan kepada saya untuk memulai pekerjaan freelancer baik dari segi positif maupun negatifnya..Saya bingung harus memulai dari mana…… Saya sekarang masih dalam tahap belajar……….

  5. toto

    he..he.. sebenarnya kalo fokus di freelance bisa menghasilkan juga sih. Tapi karena masih sering males.. jadi masih perlu kerja kantoran nih..
    makasih mas infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *