Freelancers, Jangan Takut Jadi Bos!

“Nak, tolong kirim barang ke Jogja ya, kalau bisa pagi ini juga. Jangan ditunda lho!”
“Re, nanti siang jadi pergi cari hadiah buat Lala kan? Bareng ya kita!”
“Rere, ditunggu ya wisuda aku, jam 4 sore. Jangan lupa dandan yang cantik.”
“Rere, besok mulai contribute ke blablabla.com ya. Idenya ditunggu ya.”

Yang terakhir besok? Ah, syukurlah, masih bisa bernafas lega *seduh secangkir kopi*.
Eeh, tunggu. Yang terakhir itu bukannya dikasih tahu-nya kemarin?? Jadi mulai hari ini dong?! Aduuuh… #.#

Jangan Takut Jadi Boss - Image by bonnix (Scotty) flickr.com

Jangan Takut Jadi Boss - Image by bonnix (Scotty) flickr.com

Pernah merasakan bermonolog dan mengingat-ingat berbagai to do list-today setiap akan memulai aktivitas, seperti di atas? Atau sering ingin berteriak sambil bilang ‘PLEASE, BIARKAN SAYA BERNAFAS SEBENTAAAAAAR!’?

Kalau saya sih sering banget… *curcol*

 

Freelancer, free to do anything?

Siapa bilang jadi freelancer itu mudah, tidak banyak pikiran?

Untuk saya yang masih duduk di bangku ‘sekolahan’ ini *dilemparin batu kali sama semuanya :p*, jadi freelancer bukan hal yang mudah.

Lari sana-sini mengejar banyak kegiatan yang harus dilakukan, memohon dan memberi pengertian si teman untuk sedikit memundurkan waktu bertemu, berurusan sama tugas dan jadwal ujian yang menunggu untuk segera dibantai habis, sampai kurang tidur dan hidup berjalan terbalik (malam terasa jadi siang, sementara siang makin terasa ‘siang’-nya) jadi rutinitas harian.

Memiliki relax time dan bisa bernafas lega tanpa tuntutan dan deadline tidak jarang menjadi satu hal yang sangat rindu untuk bisa dilakukan.

Banyak yang bilang,

“Menjadi freelancer = menjadi bos untuk dirinya sendiri

dan Menjadi freelancer = memiliki fleksibilitas waktu kerja yang tinggi”

Sekarang yang jadi pertanyaan, sudah menjadi bos yang baik-kah kita? Lalu, seberapa fleksibel sih waktu kerja kita? Sudah efektif, efisien, dan produktif-kah? Atau jangan-jangan sebenarnya ‘seharian’ adalah waktu kerja kita??

Menjadi bos yang baik untuk diri sendiri itu bukan hal mudah. Atau malah bisa dikatakan sulit? *tunjuk-tunjuk jari semangat, “SETUJU!”*

Tapi sulit bukan berarti tidak bisa, kan?

“The more difficulties you’re going through, the more special thing you’ll get”

 

Senjata Si Bos

Menjadi bos yang baik untuk diri sendiri mungkin bisa dimulai dengan : menghargai setiap waktu yang kita punya dan menikmati kualitasnya semaksimal mungkin.

Saya sama sekali bukan multi-tasking person. Bahkan saya sama sekali tidak well-organized. Semua hal, terbiasa berjalan campur-aduk dan sangat lambat. Tapi saya, nggak mau terus-terusan seperti itu. Harus moving forward to a better onedong ya? 😉

Buat saya, menjadi freelancer itu belajar me-manage waktu secara otodidak. Kita dipaksa untuk mengatur dan menentukan sendiri kapan memulai dan mengakhiri pekerjaan.

Tapi hati-hati, freelancer juga harus punya aturan main dan senjata ampuh, jangan sampai si kebebasan tadi malah jadi boomerang buat diri kita sendiri *pasang ikat kepala. Siap perang sama waktu*.

Senjata 1

Bos yang baik adalah yang tahu saat tepat untuk memberi reward dan punishment buat bawahannya. Jamnya kerja, ya kerja; jamnya istirahat, ya istirahat; jamnya liburan, go outdoor! Beri penghargaan atas kemampuan diri untuk tetap stay on the track juga sangat perlu.

Jadi motivator dan bos yang penuh penghargaan itu penting lho, seperti yang diungkap di post Mas Aria ini.

Senjata 2

Tetapkan jadwal. Fleksibel sih, tapi bukan berarti bisa semaunya kan? Bisa-bisa, pekerjaan malah nggak selesai dan terbengkalai sama sekali. Jadwal kerja untuk freelancer bisa jadi salah satu solusi, terlebih untuk tahu masa produktif kita untuk menghasilkan output optimal.

Post dari Shinta, Mbak Monika, dan Mas Pupung bisa jadi tips yang oke.

Senjata 3

Jangan mau kalah sama malas. Siapa sih yang tidak pernah merasa malas? Kamu, saya? Semua pernah malas *jangan nggak ngaku hayo*. Tapi hey, malas bisa dimanfaatkan kalau tahu strategi tepatnya, supaya bisa tetap ‘Produktif Walau sedang Malas’ seperti kata Mbak Dian.

 

Seseorang pernah bilang,

Kita yang harus mengatur waktu, jangan kita yang diatur waktu.

Nah, kalau kita masih merasa seperti dikejar-kejar waktu, melewatkan banyak hal penting dan mengecewakan banyak pihak, hmm… perlu dipertanyakan lagi nih keberhasilan si fleksibilitas waktu kerja yang sering dijunjung tinggi dari pekerjaan freelance kita ini. 🙂

 

“Don’t count every hour in the day, but make every hour in the day count” – Thinkexist

“Tough times never last, but tough people do”Robert Schuller

 

So, dare to be a good boss for yourself and enjoy your flexible time in your best way? Yuk, bareng-bareng coba. 😉

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

    • says

      Wah, ayo semangat Mas, bareng2 kita siap2 dari sekarang. 😀
      Ada yg bilang : kesuksesan itu adalah kesiapan yang dipertemukan dengan kesempatan.
      Jadi biar sukses jadi bos, siap2nya dr sekarang Mas. Haha.

    • says

      Terimakasih 😀
      Ini aku banget juga kok, Mas. Hahaha.
      Makanya di-share, siapa tahu ada yg merasakan hal yg sama juga. Semoga bisa segera terimplementasi *ngomong sama diri sendiri juga*. Hehehe. 😀

  1. Mahmud says

    Bagus banget ni postingannya bwt yang mau jadi bos , terutama saya sendiri heee :).

  2. says

    Jadi bos….siap nggak ya??? *malah balik nanya

    Sepertinya memang harus disiplin untuk mengarah kearah itu dan dapat memimpin diri sendiri itu mungkin kuncinya,dan memang benar seperti yang dikatakan diatas Jangan Malas 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *