5 Prinsip Klien vs Freelancers

Mendengar judul “5 Prinsip Klien vs Freelancers” di atas seperti telah terjadi peperangan sengit antara freelancers dengan klien. Bukan, bukan itu maksud saya. Lalu, mengapa saya mengambil judul tersebut? Beberapa hari yang lalu, ketika saya akan ujian mata kuliah system analysis and design method yang sangat rumit itu, ada salah satu bagian dari buku mata kuliah tersebut yang menggelitik sekaligus menginspirasi saya untuk menulis ini. Mungkin hal ini akan sangat berguna untuk Anda para freelancers di bidang IT untuk lebih dekat mengenal klien Anda. Mudah-mudahan nyambung dan maaf jika terlalu maksa *hehe..

image from here

 

Pernah mendapat proyek mengembangkan website sebuah perusahaan atau organisasi tertentu? Pernah merasakan bagaimana ribetnya mengurusi klien yang minta ini-itu, sampai timeline molor dan biaya over? Mungkin klien Anda memegang teguh prinsip-prinsip berikut.

Pada buku tersebut, saya melihat bagian : 10 Prinsip dalam Pengembangan Sistem Informasi Perusahaan, namun hanya beberapa yang saya ambil, seperti berikut ini.

Prinsip Pertama. Get the system users involved. 

Sebenarnya yang menjadi otak diadakannya sistem informasi adalah ownernya. Owner yang menentukan bagaimana ruang lingkup sistemnya. Owner tidak mendetail. Lalu, ditambah otak orang-orang yang menggunakan sistem informasi tersebut (user). Jadi, jangan heran ketika Anda diminta untuk membuat website dengan spesifikasi tertentu yang sangat rumit karena user juga berperan dalam menentukannya.

Prinsip Kedua. Don’t be afraid to cancel or revise scope.

Nah, ini yang mungkin mengesalkan Anda para freelance website designer. Ketika klien Anda tidak takut lagi untuk merevisi ruang lingkup sistemnya, otomatis website yang berhubungan dengan revisi tersebut akan ikut dirancang ulang *huftttt. Oh iya, jangan lupa dengan kontrak kerja. Jangan sampai freelancers tidak dibayar ekstra untuk pekerjaan ekstra terjadi. Lihat: Klien yang Menolak Membayar?

Prinsip Ketiga. Manage the process and project.

Coba lebih mengerti klien Anda. Prinsip ini mengharuskan klien Anda untuk terus memantau perkembangan website (proyek) yang sedang Anda kerjakan. Siaga semua alat komunikasi: email, HP, chat, bbm, dll. Jadilah freelancers siaga.

Prinsip Keempat. Use a problem-solving approach.

Pernah mendapat klien cerewet: kalau kasusnya nanti X gimana ya? Kalau yang bagian ini ga jalan gimana? Kalau nanti begini begitu gimana? Sabar saja ya, klien Anda sedang menjalankan prinsip ini. Klien memikirkan detail dengan membuat skenario permasalahan ini itu agar bisa dicari solusinya.

Prinsip Kelima. Design system for growth and change.

Layaknya manusia yang tumbuh dan berkembang, sistem informasi dan teknologi pun demikian. Website yang kita buat sekarang pasti akan menemukan zaman punahnya. Oleh sebab itu, prinsip ini sebenarnya sangat menguntungkan freelancers karena bisa jadi peluang punya klien tetap. Tinggal bagaimana Anda membangun kepercayaan dari klien 😉

 

Semoga setelah membaca ini Anda bisa menjadi freelancers yang lebih mengenal bagaimana klien Anda. Akan tetapi, kita sebagai freelancers tetap harus punya bargaining power yang kuat jika memang diperlakukan tidak adil. Baca: Client is The King, Setuju? Sepertinya kita sebagai freelancers harus punya prinsip saingan nih, ada ide? 😀

 

 

 

 

 

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *