4 Dosa Penyebab Menjadi “Pencuri” di Perusahaan

Ingatkah kita, bahwa hukum sebab akibat itu selalu ada. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita berikan. Jika kita menjadi “Pencuri” di saat kita menjadi pegawai, maka ketika menjadi pengusaha, kita akan mendapatkan pegawai dengan tabiat yang tak jauh beda. Nah, sebenarnya apa saja dosa yang menyebabkan kita mendapat sebutan “Pencuri”?

shutterstock_151764917
Credit Image via Shutterstock

  • Dosa Waktu. Saat jam kerja, malah mengerjakan pekerjaan pribadi kita. Mengerjakan tugas kampus bagi yang masih kuliah, mengerjakan pekerjaan sampingan bagi yang punya kerjaan sampingan.
  • Dosa Fasilitas. Ini nih, dosa yang tanpa sadar sering orang lakukan. Atau dengan sengaja menganggap remeh dosa ini. Terkadang kita mikirnya, “Ah, aku kan sudah bekerja keras, masa tak boleh pakai mobil kantor untuk bersenang –senang? Ah, nge-print makalah di kantor apa salahnya, itung-itung biar hemat.” Padahal fasilitas dan perlengkapan di atas sewajarnya digunakan hanya untuk keperluan kantor.
  • Dosa Pikiran. Bagi pekerja yang lebih banyak menggunakan pemikiran harus lebih berhati-hati. Kalau sedang bekerja jangan sampai seperti mayat hidup. Jasad kita ada, tapi pikiran kita melayang entah ke mana. Ujung-ujungnya fokus terpecah dan terganggu. Kalau sudah begitu, banyak kesalahan yang bisa berakibat fatal bagi perusahaan.
  • Dosa Sungguhan. Bukan berarti tiga dosa sebelumnya adalah dosa mainan. Dosa yang lebih besar risiko ketahuan atasan itu misalnya Anda mencuri uang atau mencuri barang perusahaan. Kemungkinan terburuknya adalah dipecat sekaligus masuk penjara.

Baiklah, hindari empat dosa tersebut, agar label “Pencuri “ tidak tertempel pada diri kita. Meskipun hanya kita sendiri yang tahu kalau kita melakukan dosa tersebut. Berikanlah yang terbaik, maka kita akan mendapat yang terbaik pula. Salam. IKD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *