Social Movement as Social Marketing #Part2

Pada artikel sebelumnya, Social Movement as Social Marketing #Part1 kita membahas bagian social movement. Sekarang, mari kita membahas social marketing dan hubungannya dengan social movement.

image from here

 

 

Social Marketing

Adalah strategi untuk meningkatkan penjualan perusahaan dengan unsur mengubah perilaku (habit) manusia.Penggabungan unsur-unsur perubahan sosial, keterampilan pemasaran dan komunikasi, juga media sosial. Konsep social marketing sendiri menggabungkan antara: kebutuhan manusia dan keuntungan perusahaan dengan mengutamakan kesejahteraan manusia. Selain itu, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, Blog, dll. mendukung sebagai sarana untuk menjalankan social marketing ini. Bisa Anda sebutkan contoh social marketing yang bisa Anda temukan, misal hastag (#) di twitter yang sangat Anda hafal?

 

Sebagai contoh, kebiasaan anak Indonesia yang jarang sarapan pagi dikarenakan waktu yang mepet untuk ke sekolah. Di sekolah, anak akan kesulitan untuk konsentrasi sehingga nilai ujiannya akan kurang baik. Sebuah perusahaan makanan/minuman sereal membuat social marketing #AyoSarapan. Dengan modal isu tidak sarapan tadi, perusahaan tersebut dapat memudahkan marketingnya.

 

Berikut ini beberapa contoh social marketing yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar:

Rinso “Berani Kotor Itu Baik”

Rinso menggunakan isu bahwa berani kotor itu baik untuk memacu kreativitas. Alasan ini digunakan agar para ibu tidak perlu khawatir jika anaknya bermain kotor-kotoran yang menyebabkan cucian baju menumpuk. Semakin banyak anak-anak yang berani kotor, semakin banyak ibu membutuhkan detergen sehingga diharapkan penjualan detergen Rinso meningkat.

 

LifeBouy “Lifebuoy, 5 Kali Sehari”

 

Setelah sukses dengan tagline “Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun”, Lifebuoy semakin gencar dengan mengenalkan “Lifebuoy 5 Kali Sehari” dan event “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia”. Strategi ini digunakan agar semakin banyak dan semakin sering orang mencuci tangan dengan sabun, 5 kali sehari cukup membuat sabun Anda cepat habis dan Anda semakin sering membeli produk mereka 😉

 

Ades”Break the Bottle”

Ades cukup cerdik melihat kebiasan orang Indonesia untuk mengisi ulang botol minum kemasan yang dibelinya dengan air yang diambil dari galon di rumah dan botol minum kemasan sering digunakan ‘penjual nakal’ untuk digunakan dengan air kemasan ‘palsu’. Dengan isu untuk turut melestarikan lingkungan, Ades membuat “Break the Bottle” dengan menambahkan ‘sensasi meremukkan botol” agar kebiasan orang Indonesia mengisi ulang botol tidak terjadi sehingga masyarakat akan terus-menerus membeli produk mereka.

Rules dalam Social Marketing

  • Profit yang diperoleh perusahaan yang bertujuan untuk menjalankan operasional bisnis yang berkelanjutan.
  • Pemuasan keinginan konsumen atau pelanggannya dalam jangka panjang.
  • Produk yang dihasilkan berkaitan dengan manfaat bersama, dapat diterima sepenuhnya dan memiliki nilai tanggung jawab sosial.
  • Memiliki tanggung jawab sosial perusahaan, dan mampu mensejahterakan, kemakmuran bagi masyarakat sekelilingnya.

 

Tahap-tahap dalam Pembuatan Social Marketing

  1. Tentukan tema social marketing (misalnya: lingkungan, kesehatan, dll).
  2. Tentukan judul apa yang akan diangkat (misalnya: Break the Bottle, Ayo Cuci Tangan, dll.)
  3. Alasan memilih judul tersebut (didukung isu yang berdasarkan data/fakta bukan asumsi pribadi)
  4. Tentukan parameter keberhasilannya
  5. Cara apa yang akan ditempuh?

 

Nah, sekarang giliran Anda untuk menentukan social marketing apa yang akan digunakan untuk produk Anda, freelancer? Sudah terpikirkan? Silahkan komentar 🙂

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *