Interview

Wawancara dengan Harry J Husni (Digital Grafis)

Taken from Harrys flickr
Taken from Harry's flickr

Setelah Satya Witoelar, kita lanjutkan wawancara kita dengan Pak Harry J Husni. Pemilik studio desain Digital Grafis ini sudah sangat senior dan memang kira-kira seangkatan dengan Satya. Ok, tidak perlu banyak basa-basi rasanya, mari kita langsung dengarkan pengalaman beliau.

1. Kalau boleh tahu, sejak kapan Anda mulai freelance?

Benar2 yakin dan mantap sejak 2004. Sudah cukup lama, sekitar 4 tahunan.

2. Sudah berapa lama bekerja sebagai web designer?

Sejak 2000. BTW (By The Way), terms Web Designer agak rancu menurut gue ya? Gue lebih suka menyebut diri gue Web Creative Director/Graphic Designer 🙂

3. Sebelum bekerja freelance, Anda bekerja dimana dan berapa lama?

Awalnya di advertising agency Avicom Promomedia di Bandung, sekitar 1 tahun. Pindah ke Metamedia Interaktif, 3 tahun. Pernah dikontrak Nuage Interactive 6 bulan.

4. Apakah Anda menikmatinya?

Yep.. menurut gue itu proses belajar yang bagus.

5. Apa yang menjadi pertimbangan Anda saat memutuskan untuk menjadi freelancer?

Waktu itu “dotcom crash” tahun 2003-an kalo gak salah. Setelah perusahaan tempat gue kerja tutup, gue ada di persimpangan antara kerja kantoran lagi atau freelancing. Saat itu-lah gue sempat dikontrak oleh Nuage. Gue ngerasa banyak belajar di sana. Kemudian setelah kontrak selesai dan dipikirkan lebih jauh, gue ngerasa sudah cukup punya modal penguasaan proses/flow design grafis dan web, akhirnya memutuskan untuk ‘flying solo’ saja.

4. Kalau boleh tahu, project website komersial apa yang pertama kali Anda buat?

Lupa2 ingat.. antara Lee Cooper Indonesia atau London School of Public Relations (LSPR)

5. Apakah mendapat tentangan dari keluarga atau orang-orang terdekat?

Awalnya dari isteri. 🙂 Biasalah, biasanya kan tiap bulan ada income pasti.. eh, sekarang nggak jelas masuknya kapan. Tapi lama2 setelah gue ajak terlibat, dia bisa memahami dan supportive banget. Malah akhirnya resign dari kantornya untuk ngebantuin gue. Kalo dari keluarga, alhamdulillah nggak ada yang protes.

6. Apa yang membuat Anda tertarik menjadi freelance? Apakah ada seseorang yang menginspirasi Anda?

Inspirasi sih kayanya nggak ada, ya pertimbangan2 plus-minus aja waktu itu. Gue dulu pernah nulis tentang pros & cons antara freelancing dan kerja kantoran. Tapi basically, tertarik freelancing karena bisa bekerja lebih santai dengan bayaran yang relatif lebih besar. Walaupun tentu saja tetap ada konsekuensi-nya dan sisi negatifnya.

7. Untuk menyelesaikan proyek dari klien, apakah Anda bekerja sendiri atau ada tim khusus?

Untuk design dan konsep (web ataupun grafis) biasanya gue handle sendiri. Belum ketemu partner designer yang cocok. 🙂 Untuk project management (dan initial development) gue beruntung saat ini punya partner yang sangat capable (Ardy Muswardi – trustmeiamnotageek.com). Untuk advanced development atau programming/database biasanya gue cari project-based remote programmer/team.

8. Sekarang ini banyak sekali web designer di situs freelance yang saling menjatuhkan harga bid (penawaran), apakah Anda setuju dengan cara seperti itu?

Setiap orang butuh makan ya? 🙂 Kalau ada designer yang nge-bid rendah banget mungkin emang lagi butuh, nggak bisa disalahkan juga. Tapi harusnya designer punya standarisasi. Kalau yakin dengan kemampuan dan skill, harusnya bisa pasang harga. Positif untuk diri sendiri, positif juga untuk market-nya.

9. Pernah tidak ketika proyek sudah selesai, tiba-tiba klien menghilang dan tidak mendapat bayaran? Bagaimana Anda menghadapinya?

Kalau project selesai trus clientnya raib, alhamdulillah belom pernah. Kalo project udah setengah jalan, tiba2 client-nya pending lama banget sampe nggak jelas juntrungnya, ada beberapa. 🙂 Menghadapinya ya coba dikejar tuh client, tapi nggak sampe pake ancem-ancem segala.. kalau ujung-ujungnya cuma buat capek badan dan pikiran, ya udah relakan saja.

10. Ada tips untuk menghindari hal seperti di atas?

Firasat (hunch) dan Terms of Payment. Kalau sudah sering ketemu orang akan bisa mengira2 mana calon client yang bener, mana yang (mungkin akan) ngaco. Lalu saat mengajukan Terms of Payment harus bisa menerapkan strategi sehingga apa yang kita deliver sesuai dengan bayaran dari mereka dan kalau bisa pada saat pembayaran 2nd atau 3rdpayment, cost project-nya sudah ketutup. Sehingga kalau tiba2 ada sesuatu di tengah, paling nggak apa yang udah kita deliver sepadan dengan yang telah dibayar.

11. Bisa ceritakan sedikit suka dan dukanya menjadi freelance?

Sukanya ya fun aja, bisa punya waktu relatif lebih bebas, bayaran yang relatif cukup gede, disamping ada semacam kepuasan tersendiri kalo bisa deliver project dengan smooth. Dukanya? Nggak ada tuh… 😉 Ya adalah.. gangguan dalam negeri dari anak2 kalo kerja di rumah, bayaran client yang telat, kadang susah me-manage resources, deadline numpuk, hal-hal seperti itu lah.

12. Apakah Anda akan terus menjadi tetap menjadi freelance selamanya atau ada rencana lain untuk ke depannya?

Cita2 sih bisa punya agency/studio sendiri. Istilah gue hybrid-agency. Small team, cukup personil inti aja. Remote working dengan memanfaatkan teknologi internet + multimedia secara maksimal.

13. Bagaimana tanggapan Anda tentang perkembangan dunia web design saat ini, khususnya Dengan semakin bekennya istilah-istilah seperti Web 2.0, AJAX dan Valid XHTML & CSS?

Tentunya positif ya? Teknologi baru membuat range pilihan solusi yang tepat ke users (client) jadi lebih luas. Kalau dihubungkan dengan profesi kita, artinya juga solusi yang bisa kita tawarkan jadi lebih luas, mean more business opportunities. 😉

14. Di saat Anda buntu ide, apa yang biasanya Anda lakukan?

Lupakan kerjaan sejenak… 🙂 Free your mind, hunting foto, maen sama anak2, hangout ngobrol ngalor-ngidul sama teman. Kadang-kadang nonton film atau jalan-jalan dengan keluarga.

15. Anda punya web designer favorit baik di dalam atau luar negeri?

Humm.. bukan orang-nya, tapi gue ada beberapa favorit studio/agency. Diantaranya: North Kingdom, Stylorouge, 73dpi, Imaginary Forces

16. Last but not least, apakah ada tips, saran atau pesan khusus untuk freelancer Indonesia yang mungkin ingin mencoba keberuntungan di dunia freelance?

Pertimbangkan baik2 sebelum ‘terbang solo’, pelajari plus dan minusnya. Bayak gaul, banyak baca, banyak browsing, ada dimana2 – offline maupun online. 🙂


Ok, sangat menarik bukan pengalamannya? Semoga Anda semua terinspirasi untuk melakukan hal yang hebat dan semoga pengalaman ini bisa berguna bagi kalian semua.

Share pengalaman Anda di kontes kami yang berhadiah iPOD dan usb Flash 8GB dan Update ruangfreelance dengan berlangganan RSS, email, dan twitter

Tags

Related Articles

15 Comments

  1. Great interview, gw dah pernah ketemu sama om H 2x kl ga salah. Orangnya gede bener :D, tapi baik banget hehehe. Btw, om H ini tampangnya agak2 mirip om gw lho.. :p

  2. akhirnya, designer favoritku nongol juga :D,
    SALUT!!!! buat om harry, KEREN2 artworknya, apalagi Green Renaissance, top markotop 😀
    great interview bdw,
    thanks for sharing

  3. Yay.. udah up! 🙂 Thanks RuangFreelancer + Aria! Thanks juga untuk comment2nya guys!

    @Zam: Wah… Lanfranco’s! Dah lama banget tuh… 🙂

    @Taufiq: Makasih.. Senang bisa ikutan sharing. 🙂

  4. saya terkesima dengan ungkapan mean more business opporunities…., mudah-mudahan saya ikut dalam arus positif ini. selamat untuk blog terbik LB buat blog ini

  5. artikel keren ….. sangat2 menginspirasi

    terutama bagian client yg telat bayar … baru tau juga ternyata ada yg kayak gitu

  6. Thanks komentar2nya. Senang bisa berbagi. Oh, Happy New Year buat RF dan semua pengunjungnya! Mudah2an tahun baru membawa berkah bagi kita semua. Peluang baru, rezeki baru, attitude baru, perspektif baru, yang semua tentunya harus lebih baik dari tahun sebelumnya.. – Regards, Harry JH.

  7. Pernah sekali ketemu mas Harry di kantor saya untuk initial project offering. Sayang kita nggak sempat kerja bareng ya mas.

  8. Wah mas, udah lama kenal tapi detail perjalanan freelancenya malah baru baca disini nih :D…sukses selalu ya…

  9. Salah satu freelancer favorit aku….keren pak……buat aku jadi makin semangat tuk jadi pekerja lepas….dengan gaji yang tak pernah pas..klo sabtu ku langganan kompas…agar pekerjaan idaman tak lepas….ehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close