Tujuh Kiat Meningkatkan Produktivitas A la Freelancer

Freelancer merupakan profesi yang cocok bagi Anda, si penyuka kebebasan. Bekerja tanpa tekanan; tanpa keharusan datang ke kantor atau menyelesaikan tugas dengan supervisi manager, adalah beberapa kemewahan yang bisa Anda nikmati sebagai freelancer. Sayangnya, hal yang sama juga berlaku pada jumlah penghasilan yang Anda dapatkan tiap bulannya. Bagaimanapun, pendapatan seorang freelancer, amat bergantung pada besaran dan banyaknya proyek yang dikerjakan, dengan kata lain: produktivitas freelancer.

Tak bisa diingkari, ada banyak sekali faktor yang mampu menghambat produktivitas Anda sebagai seorang freelancer. Tak ingin produktivitas memengaruhi penghasilan Anda? Berikut adalah tujuh solusinya!

1. Tetapkan Target

Tetapkan Target

Tetapkan Target

Klasifikasikan jenis pekerjaan ke dalam kelompok-kelompok kecil. Hal itu bisa berupa kelompok pekerjaan mudah; kelompok pekerjaan dengan deadline terdekat; atau justru kelompok pekerjaan dengan klien rumit. Setelahnya, tetapkan target. Misalnya, satu hari untuk mengerjakan kelompok pekerjaan mudah. Percayalah, berhasil menyelesaikan satu target dengan baik dan tepat waktu, bisa meningkatkan suasana hati sekaligus gairah Anda mengerjakan pekerjaan lainnya.

2. Buat Deadline

Buat Deadline

Buat Deadline

Buatlah deadline bagi diri Anda sendiri setiap mengerjakan satu proyek. Hal itu, bisa saja berupa waktu satu jam untuk menyelesaikan satu artikel; atau 40 menit untuk setiap lembar ilustrasi. Pastikan untuk tidak melakukan apa pun, meskipun itu sekadar mengecek email atau justru membuka media sosial—hingga Anda menyelesaikan pekerjaan tersebut.

3. Kerjakan Dahulu, Revisi Belakangan

Kerjakan Dahulu, Revisi Belakangan

Kerjakan Dahulu, Revisi Belakangan

Perfeksionisme memang baik, namun bisa menjadi masalah serius, terutama jika Anda adalah freelancer yang sedang mengerjakan proyek berbasis kreatif. Alih-alih menunjang produktivitas, perfeksionisme justru akan membuat Anda fokus pada hal-hal kecil, dan cenderung menghabiskan banyak waktu.

Selesaikan dahulu seluruh pekerjaan Anda, baru merevisinya. Biarkan ide mengalir tanpa harus diganggu oleh ambisi Anda pada “kesempurnaan”.

 

4. Hindari Kebiasaan “Mepet” Deadline

Hindari Kebiasaan “Mepet” Deadline

Hindari Kebiasaan “Mepet” Deadline

Sebagian dari Anda mungkin gemar menunda pekerjaan, hingga akhirnya hanya memiliki beberapa jam untuk menyelesaikannya. Kerjakan dan konsistenlah pada sebuah proyek, segera ketika Anda mendapatkannya. Toh, mengerjakan sesuatu tergesa-gesa justru berdampak pada kualitas kerja yang memburuk, bukan?

 

Baca juga:

 

5. Jangan Ambil Semua Pekerjaan

Jangan Ambil Semua Pekerjaan

Jangan Ambil Semua Pekerjaan

Besaran uang yang akan Anda dapatkan memang bergantung pada seberapa banyak pekerjaan yang Anda kerjakan. Namun, bukan berarti Anda bisa mengambil semua tawaran. Meski menguntungkan, beberapa tawaran kerap tidak sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan lupa untuk menghindari pekerjaan-pekerjaan bergaji rendah.

Fokuslah pada sedikit pekerjaan, lakukan dengan baik, dan rasakan kualitas dan penghasilan Anda meningkat setelahnya.

6. “Bagi” Proyek Besar

“Bagi” Proyek Besar

“Bagi” Proyek Besar

Anda mungkin kerap menunda pekerjaan, lantaran merasa proyek itu terlalu besar dan rumit. Namun, alih-alih menunda pekerjaan (hingga menyadari bahwa hingga waktu berlalu Anda belum menyentuhnya), mengapa Anda tidak “memecahnya” menjadi bagian-bagian sederhana dan lebih kecil?

Penundaan adalah masalah serius, sebab pada kenyataannya: Anda punya waktu lebih banyak, dari yang dipikirkan. Pecahkan proyek besar ke dalam beberapa bagian, lalu berikan waktu. Misalnya: hari pertama untuk membuat tema; hari kedua membuat pengantar, hari ketiga membuat subbab, dan hari keempat membuat penutup. Toh, pekerjaan jadi terlihat lebih mudah, bukan?

7. Pertimbangkan “Area Kerja” dan “Asupan Makanan”

Pertimbangkan “Area Kerja” dan “Asupan Makanan”

Pertimbangkan “Area Kerja” dan “Asupan Makanan”

Area kerja yang nyaman berdampak pada meningkatnya produktivitas. Nah, untuk yang satu ini, Anda bisa menentukan sesuai selera. Bisa dengan membuat satu ruang kerja di rumah, bekerja di taman, atau di kafe favorit.

Adapun menjadi freelancer yang identik dengan “jam begadang”, bukan berarti bisa membuat Anda lupa akan kesehatan. Konsumsi dan biasakan pola makan yang baik, misalnya dengan menghindari makanan berlemak dan karbohidrat berlebih.

Itulah tujuh kiat meningkatkan produktivitas a la freelancer. Jangan lupa untuk menetapkan waktu tidur dan istirahat yang cukup, ya. Toh, meski Anda begadang hingga larut, pola tidur yang kacau tentu bisa berdampak pada kelelahan dan berkurangnya produktivitas, bukan?

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *