Tips Presentasi bagi Freelancer

Presentation -image by Aragga

Semua orang bisa menjadi presenter. Tinggal maju ke depan hadirin, menyapa tiap orang, cas-cis-cus dengan dibantu oleh Ms Power Point slides, lalu mohon diri. Tantangannya adalah bagaimana caranya menjadi pembicara yang menarik dan membuat orang yang menyaksikan presentasi kita get the point. Ada yang menyesal pernah datang ke seminar tertentu karena merasa bosan dan ngantuk setengah mati? *saya: ngacung*

Keuntungan menjadi freelancer adalah kita lebih bebas berekspresi dibandingkan teman-teman kita yang menjadi pegawai. Selain dalam hal berpakaian dan pengaturan jam kerja, keuntungan ini juga berlaku untuk teknis presentasi. Misalnya, kita tidak dibatasi dengan peraturan untuk berbicara formal atau didikte hanya boleh membeberkan topik tertentu untuk memberikan kesan baik terhadap instansi tempat bekerja.

Dari mengamati beberapa pembicara dan presenter favorit, saya menyimpulkan kalau tips menjadi presenter yang baik adalah: MANGAP. Apa itu MANGAP?

M enangkan hati hadirin. Selalu ingat kalau kesan pertama begitu menggoda. Awali presentasi dengan sesuatu yang mencuri perhatian, menyentuh, atau bahkan mengajak tertawa. Untuk rockstar yang sedang konser, biasanya ini adalah β€œHello Jakarrrtah! Zelamadh mhalam.” Apapun sapaan yang Anda gunakan, pastikan itu terdengar tulus.

A lur cerita. Setelah berhasil memenangkan hati hadirin, ingatlah untuk mempertahankannya dengan menjaga tempo presentasi. Ketika menyusun materi, bayangkan posisi Anda sebagai pihak yang menyimak presentasi Anda. Kira-kira pola pikir mereka seperti apa, ya? Jangan lupa membuat alur presentasi yang berakhir dengan klimaks.

N ada bicara. Kelima indra perasa kita memiliki preferensinya masing-masing. Mata cenderung fokus pada warna yang mencolok. Lidah akan sadar dengan rasa masakan yang asing. Begitupun telinga para pendengar kita, mereka menikmati nada bicara. Presenter yang tahu kapan menggunakan nada tinggi, nada rendah, dan dapat mengatur volume suaranya akan mendapatkan perhatian penuh dari hadirin. Berbicaralah dengan jelas, jangan terlalu cepat.

G estur tubuh. Berdirilah yang tegak, busungkan dada, dan angkat dagu Anda dengan percaya diri dan nyaman. Sedikit gerakan tangan, kepala, sampai dengan posisi tubuh yang condong ke arah hadirin akan membantu menyampaikan pesan dalam presentasi kita. Perhatikan juga stage blocking. Sesekali berjalanlah dari sisi kanan ke kiri, tetapi jangan terlalu sering atau hadirin justru akan menilai kita annoying.

A ura positif. Optimisme dan pesimisme itu menular. Kalau Anda menjadi presenter, yang mana yang Anda ingin tularkan kepada hadirin? Tentunya optimisme, kan? πŸ˜€

P eka terhadap khalayak. Sebab, kalau seseorang membuat grafik mood dan tingkat konsentrasi hadirin dari awal sampai akhir presentasi, dapat dipastikan grafiknya menurun. Sebagai presenter, kita harus jeli melihat kapan hadirin mulai jenuh dengan suatu materi. Ketika itu terjadi dan kita memang sudah terlalu lama bicara, segeralah beralih ke topik yang lain.

Semoga beruntung dengan jadwal presentasi terdekat! πŸ™‚

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    belum pernah presentasi langsung ne, masih malu2 kucing πŸ™ tapi sesudah membaca ini, kalau presentasi pasti lebih mantap & yakin

  2. ahonk says

    saya suka bgt sma presentasi tp msh bingung cara penyampaian materi,,gmana caranya agar audiens bisa fokus n “suka” kpd qt??

  3. says

    saya ada referensi buku bagus,
    coba baca buku karangan dale carnegie yg judul How to win friends and influence people πŸ™‚

    Cukup membantu saat progress saya saat presentasi πŸ˜€

  4. says

    Sebelum presentasi banyakin baca doa atau zikir apalah yang bikin kita lebih tenang. Tancapkan dalam pikiran bahwa kita lebih tahu tentang produk yang kita jual daripada meraka (siapapun itu, baik boz preusahaan atau pemodal). Sahring pengalaman aja dulu pas ikutan Lomba Karya Ilmiah Nasional. Meski nggak juara 1 tapi yang penting kita bisa mengekspresikan diri, Insya Alloh, ada telinga lain yang mendengar dan mencatat. Rezeki kita belum tentu pada orrang yang kita harapkan

  5. Reni Wulandari says

    Wow, I am impressed!!
    Thanks, I love it!
    Ini baru masukan yang bagus, ga sok ngajarain..
    Makasih ya.. <3

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *