Tips Cerdas Kelola Income Freelancer yang tidak teratur setiap bulan (Part #2)

email | facebook | twitter

Sudah baca Part #1?…

Berikut 6 langkah mudah untuk cerdas kelola income Freelancer :

Langkah ke-1 : Tetapkan income / “Gaji” anda per bulan

Dengan menetapkan “gaji” seolah olah Anda mendapatkan income tetap bulanan.

Cara menentukan “gaji” bulanan si freelancer :

Kebutuhan Hidup Pokok Bulanan + Gaya Hidup  = “Gaji” Bulanan

 

Kebutuhan Hidup Pokok Bulanan :

  • Biaya makan keluarga sehari hari yang layak
  • Bayaran uang sekolah
  • Tagihan listrik, telepon dan air
  • Iuran RT RW
  • Biaya transportasi
  • Gaji pembantu
  • Uang sewa
  • Dana Zakat / sedekah atau sosial
  • Bayar premi asuransi
  • Cicilan yang sedang berjalan : kartu kredit, kendaraan rumah
  • Dll

Gaya Hidup

  • Ngopi ngopi di café
  • Jalan jalan wisata bersama keluarga
  • Makan bersama keluarga di resto yang oke
  • Pergi ke salon untuk perawatan
  • Dll

 

Angka/nilai Kebutuhan Hidup Pokok Bulanan adalah “gaji minimum” anda, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Di luar kebutuhan life style. Jadi, Gaji Minimum + Gaji Gaya Hidup = “Gaji Full” anda.

Usahakan “Gaji Full” maksimal 60% dari rata2 income perbulan. Jika lebih dari 60% bisa bahaya terhadap keuangan anda. Setelah gaji bulanan anda tetapkan, maka harus benar benar disiplin mengikutinya, bahwa “gaji” anda sebesar itu, bukan sebesar total uang dari Job yang masuk.

 

Langkah ke-2 : Buat 5 rekening bank

Ini sebenarnya kasus per kasus tergantung kondisi dan situasi. Secara umum (tanpa melihat sikon anda) buatlah 5 rekening bank. Bisa dalam satu bank yang sama atau bank berbeda beda maupun menggunakan nama pasangan.

 

Rekening #1 : REKENING JOB

Untuk menerima uang masuk pembayaran order job kerja. Dibuat satu pintu untuk memudahkan Anda mengontrol dan memonitor.

Rekening #2 : REKENING GAJI

Merupakan rekening operasional bulanan, yaitu rekening “gaji” anda.

Rekening #3 : REKENING DANA DARURAT

Digunakan pada saat kekurangan dana untuk “gaji” tetap Anda atau pada saat ada kebutuhan urgent yang tidak rutin, seperti membetulkan genteng bocor, mobil mogok, dll.

Rekening #4 : REKENING INVESTASI

Disiapkan untuk melakukan berbagai investasi.

Rekening #5 : REKENING HOBI

Misalkan untuk beli alat musik baru, mendandani mobil, beli sepeda dan upgrade parts sepeda terbaru, aksesoris photography, traveling dll

 

Untuk Langkah ke-3 dan penjelasan detailnya hingga Langkah ke-6, akan dilanjutkan dalam tulisan Part #3 : Tips Cerdas Kelola Income Freelancer yang tidak teratur setiap bulan. 🙂

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    wah terus dunk kang artikelnya. menarik karena ditulis oleh praktisi langsung. jadi freelancer itu kudu tahan banting (apalagi pas lagi bokek), kreatif (bukan hanya saat berkreasi tapi juga saat kepepet) dan banyak sabar (lebih sering ditolak klien daripada menangnya).
    Poin yg menarik adalah memasukkan dana sosial dalam komponen biaya hidup. Betul itu gan. Apalagi kalo kita orang muslim. Kajian yang pas bisa dengerin Ust. Yusuf Mansur di Youtube ( http://www.youtube.com/watch?v=a4gFlewHURk&feature=related ). Kalo bisa seimbang dunia akhirat . . . nikmat bener 😀

  2. says

    Yang jelas kejarlah uang untuk disimpan dan digunakan terserah anda yang tentunya dengan kerja keras, kerja pintar, kerja cepat dan yg paling penting Halal..Goodluck Guys

    • says

      in the end … dari fakta fakta kehidupan,
      orang yang akhirnya tetap wealthy adalah orang yang bijak dengan uangnya.

      Untuk menjadi wealthy porsi mengelola keuangan/income lebih penting daripada menaikkan income.
      Dua faktor tersebut penting, hanya porsi mengelola lebih utama.

      Banyak contoh yang dulunya hidup berkelimpahan tapi pada masa tuanya hidup susah.
      Atau sebaliknya, dulunya income-nya biasa biasa aja tapi masa tuanya lebih dari berkecukupan.

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *