Rekam Jejak – RF MeetUp Bandung (Bagian 1)

Kesuksesan selalu meninggalkan jejak

– The Secret –

 

RF MeetUp Bandung dilaksanakan tanggal 22 Oktober 2012, jam 3 – 6 sore, tempatnya di Ngopdul Hasanuddin. Peserta RF MeetUp Bandung adalah Anggi Krisna –Creative Director iCreativeLabs-, Dhani -desainer grafis dan pengurus percetakan-, Nuri -jurnalis dan fotografer-, Idham –Product Apps Manager-, Reza –Blasst Relationship South East Asia-, dan Evi -penulis fiksi dan Freelancer Entrepreneur-. Pembicaraan seputar pengalaman masing-masing selama jadi freelancer. Berikut merupakan rekam jejak pengalaman mereka:

Tantangan seorang freelancer

  • Pekerjaan datang tidak pasti

Ketika pekerjaan datang tidak pasti, ada dua hal yang mesti disikapi dengan baik, yaitu mempelajari marketing dan manajemen keuangan. Kita harus menyiasati agar setiap bulan terus mendapat pekerjaan. Pemasukan diatur sedemikian rupa tetap bisa memenuhi kebutuhan pada saat tidak mendapat kerjaan. Jangan lupa menabung.

  • Menetapkan harga jasa

Harga jasa bergantung dari kemampuan atau skill kita sebagai penjual jasa dan daya beli klien. Selain itu, daya beli masyarakat di suatu daerah sangat mempengaruhi. Pembeli jasa termahal di Indonesia berasal dari kota-kota besar.

  • Kesalahan freelancer pemula adalah tidak berani bilang ‘tidak’

Menerima semua pekerjaan yang masuk, padahal kemampuan setiap orang terbatas-waktu misalnya. Akibatnya, klien pertama pembeli jasa freelancer kena sial karena hasil tidak maksimal.

  • Memilih partner

Pilihlah partner yang satu visi misi dan memiliki attitude baik. Menguji partner dengan memberikan pekerjaan kecil sebelum bekerjasama dalam pekerjaan besar. Jangan langsung menempatkan diri sejajar, selalu memiliki kendali kepemimpinan. Bagilah pembayaran sesuai porsi kerja, jadi tetap adil. Tempatkanlah diri sendiri sebagai kunci komunikasi pengerjaan proyek.

  • Menjaring klien

Mulai dari teman atau orang-orang dekat, kalau mereka puas akan ada efek WOM (word of mouth). Setiap kali punya klien, berikanlah hasil terbaik, kita tidak perlu beriklan karena klien yang puas akan mempromosikan produk kita tanpa sadar.

  • Masukkan hasil kerja kita lewat situs-situs asing dan lokal

Promosi di Facebook, Twitter, jejaring sosial dan web gratis lainnya, cara efektif dan efisien berjualan. Kalau hasil kerja kita pernah masuk majalah atau diliput, jangan malu untuk mencantumkan karena akan memberi nilai tambah daya jual jasa.

 

Pitching

Beberapa diantara kalian pasti pernah dengar bahkan mengalami pitching. Apa itu pitching? Pitching merupakan suatu proses interaksi antara konsultan/desainer dengan klien, dimana pada proses pitching sering melibatkan beberapa konsultan. Pada proses pitching konsultan mencoba menawarkan solusi kepada klien dan klien menjelaskan kebutuhan mereka. Proses pitching berjalan beberapa pertemuan, disesuaikan dengan kebutuhan suatu proyek (sumber: http://johctdesign.blogspot.com/2010/05/branding-tips-1-pitching.html). Menurut Andy Zein -mentor Founder Institute, salah satu inkubator bisnis digital dari Singapura-, saat diwawancarai oleh Kompas.com bulan Juli tahun 2011 menjelaskan bahwa pitching terbagi menjadi tiga, yakni Pitching Elevator, Pitching Competitive, dan Pitching Investor. Apa saja yang harus disiapkan menghadapi pitching selain bahan presentasi, yaitu:

  • Cara berpenampilan

Sehari-hari bisa saja kita memakai kaos oblong dan celana pendek, tapi dalam pitching pilihlah baju yang sopan. Membuat penampilan kita rapih dan tampak lebih baik. Penampilan yang baik memberi kesan hormat dan serius.

  • Cara berbicara

Kita tidak bisa secara instan presentasi dengan baik. Maka berlatihlah. Waktu yang diberikan saat pitching terbatas, sekitar 3-5 menit. Bicara dengan jelas, langsung ke tujuan yaitu overview (gambaran produk dan perusahaan secara umum) dan target market yang berisi fakta. Jangan sampai waktu habis dengan perkenalan.

  • Satu tips presentasi

Berjalanlah dari kiri ke kanan, karena otak manusia terbiasa membaca dari kiri ke kanan. Cara itu memudahkan klien mengerti apa yang kita sampaikan.

  • Bisa berbahasa inggris atau bahasa asing

Klien kita tidak selalu datang dari dalam negeri. Penting rasanya bisa berbahasa asing untuk memudahkan komunikasi, menyampaikan pesan tanpa menimbulkan ambiguitas. Kalau belum bisa berbahasa asing mulailah belajar.

*)  akan dilanjutan… (RF MeetUp Bandung Bagian 2)

 

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *