Perbedaan Freelance Online dan Freelance Offline

Freelancer Indonesia - photo by thevoyagers

Freelancer Indonesia - photo by thevoyagers

Istilah freelance

atau kerja lepas pastinya sudah sering didengar, tapi istilah ini dibuat oleh saya untuk membedakan klien dalam negeri dan klien luar negeri, mungkin beberapa teman saya sudah familiar dengan istilah ini. Pada artikel ini akan saya jabarkan perbedaan antara keduanya.

Freelance online adalah pekerjaan freelance yang didapatkan melalui internet dan kliennya berasal dari luar negeri. Kami tidak pernah bertemu muka, hanya berhubungan melalui email, chat, skype dan online project management saya. Mengasyikan bukan? meeting dengan orang bule tanpa mandi-pun tidak menjadi masalah. Berbeda dengan freelance offline, walau kita bertemu lewat internet tetapi kita-pun harus juga bertemu muka (face to face) dengannya. Kenapa?
Karena klien indonesia jarang sekali memberikan kepercayaan yang berlebih kepada freelancer indonesia untuk bekerjasama melalui media maya. Klien sangat takut dengan faktor X yang selalu menjadi kendala, seperti freelancer kabur tidak mengerjakan project si klien, tenggat waktu yang molor, dan hasil yang tidak sesuai. Pada dasarnya untuk kerja freelance offline akan sangat melelahkan freelancer dibanding freelance online.

Untuk lebih detailnya perbedaan antara ke duanya sebagai berikut :

Freelance Online

  1. Klien berasal dari luar negeri selain indonesia
  2. Menggunakan Media teknologi email, chat, skype dan online project management
  3. Bergaji dollar ($)
  4. Tanpa mengeluarkan budget transportasi, komunikasi, dan meeting di cafe
  5. Hanya berstatuskan perorangan atau team sudah dianggap seperti perusahaan
  6. Pada umumnya jam bertemu klien sore dan malam hari karena faktor timezone yang berbeda
  7. Harga project lebih kecil
  8. Tanpa pajak
  9. Harus mempunyai transfer online payment (paypal, moneybookers dan lainnya)
  10. Siklus timeline project lebih cepat.

Freelance Offline

  1. Klien berasal dari Indonesia
  2. Menggunakan media Email, Telepon, dan lebih sering tatap muka untuk meeting berkali-kali
  3. Bergaji Rupiah
  4. Sangat menguras biaya pengeluaran untuk transportasi, komunikasi dan minum kopi di cafe
  5. Dapat berstatus sebagai third party (orang ketiga) apabila sebagai perorangan atau harus membuat CV (Commanditaire vennootschap) atau PT (Persereon Terbatas) untuk projek yang lebih besar, Mungkin diatas 100 juta
  6. Pada umumnya jam bertemu klien pagi, siang (di kantor biasanya), atau malam hari (pasti di cafe, kalau malam)
  7. Harga project lebih besar
  8. Harus menggunakan pajak, yaitu PPH (Pajak Penghasilan) 4,5% dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10%. Jadi lebih baik kalau memberikan quotation harus termasuk pajak agar tidak rugi dibiaya pengeluaran atau bisa juga pihak klien menanggung semua. Hal ini dapat dibicarakan lebih lanjut sebelum tandatangan kontrak
  9. Hanya mepunyai 1 rekening bank lokal sudah cukup, biasanya mereka (klien) transfer melalui atm, kliring atau dicairkan melalui cek.
  10. Siklus timeline project lebih lama, karena seringnya meeting dan waktu klien yang susah di tetapkan.

Semoga istilah – istilah ini menjadi familiar di telinga teman-teman freelancer semua, kedua tipe freelance tersebut masing-masing terdapat kelebihan dan kekurangannya, jadi kita harusΒ  pandai-pandai menyikapi semuanya sesuai kondisi dan situasinya. Sukses Selalu

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Gambar nya iya banget tuh mas, hihihi
    Btw faktor waktu emang ngeselin, disini tengah malem
    di sana siang (pengalaman pribadi).
    waktu itu pas taiwan gempa (koneksi indonesia kacau beliau)
    . Keep moving forward, the one who runs even if they fall
    they fall forward.

    (komen ke-2 di blog ini)

  2. Adam says

    Bismillah..semoga bisa mengikuti jejajknya menjadi freelancer sesegera mungkin. Amin..Allaahumma Amin…

  3. says

    wah kebenaran aku lagi bikin buku Kiat Sukses Menjadi Webmaster Freelance. Situs ini sungguh2 membantu saya buat referensi. Mohon izin kutip mas…. Haturnuhun, Terimakasih, Thank you

  4. says

    Baca posting yang ada di archive ini, jadi kepikiran:

    Freelance Online


    Tanpa pajak

    Beneran tuh tanpa pajak? Soalnya ini lagi rame-rame soal NPWP tuh, makanya jadi bingung penghitungan pajak untuk online freelancer …
    Ada yang bisa/mau menanggapi?

    PS: saya belum bisa dibilang sebagai online freelancer, sementara masi offline 😳

    • says

      saya mah cuma iklan-berjalan onlen&oplen πŸ˜€
      kagag mao ber-IT-ria, cuma pengen bikin puisi-ala-coding seperti yang ditanyakan arisetyo pada saya di twit..hallah.. πŸ˜‰

      oia, gimana cerita gag pake pajak? kalok urusan rumit mah bheuuh, jangan ditanya. Negara Indonesia mah biangnya ribet dengan Jalur-DIstribusi-Rezeki alias birokrasi πŸ™

  5. Metha says

    mau dunk link-link untuk freelance online apa?? pengen beralih ke freelance nih.. Mohon bantu infonya yah πŸ™‚

  6. Dae Buton says

    Wah, Anda Hebat!. Saya masih keduanya. Transaksi by online/offline, eksekusi pasti offline (Mural).

    Tapi boleh juga nyoba2 nyari Klient dari luar. Gimana nyarinya menurut kamu?, pa beda cara menghadapi klien dari luar dan lokal?

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *