Pentingnya Pengelolaan Emosi Bagi Freelancer

Seberapa penting sebuah luapan emosi memengaruhi lawan bicara kita? Coba cek bersama, secuek-cueknya seseorang, pasti terpengaruh ketika kita berbicara. Setidaknya, ‘sedikit terusik’ ingin mengetahui ada apa. Kepo lah gitu ya?

shutterstock_129125819

Freelancer Image by Shutterstock

Kita gembira, tentu orang lain akan ikutan -minimal- tersenyum. Tetapi ketika wajah kita seperti mendapat jutaan masalah (oke, ini lebay), pikiran orang lain pun akan bertanya-tanya. Stres karena apa nih? Pasangannya selingkuh? Baru saja kena PHK? Ditipu investor nakal? Invoice belum cair? Orangtua masuk IGD? Apa pun masalahnya, orang lain merasakan aura tak enak dan mencoba menghindari kita.

Memangnya freelancer bisa stres ya? Kan jam kerjanya bebas. Kan gak punya bos. Kan bisa milih pekerjaan. Kan kan kan… Sama dengan pekerja kantoran yang jam kerjanya teratur, bagi freelancer, ketidakteraturan jam kerja membuat senewen di beberapa waktu. Misalkan ketika melihat orang lain bisa tidur pada pukul satu dini hari, ada yang harus menyunting hasil desainnya karena dianggap tidak pas oleh klien. Sama ketika harus bilang, “Sebentar ya, lihat jadwal dulu” dan menemukan bahwa agenda sudah terisi sementara calon janji yang baru juga sama pentingnya.

Kelelahan karena mengejar tenggat waktu dari klien pasti penyebab stres pertama meski belum tentu yang utama. Penolakan konsep oleh klien itu yang kadang membuat jengkel. Imbasnya lelah fisik dan psikis. Tetapi, semua bisa diatur dengan baik kok.

Mengutip dari tip bermanfaat oleh Andrie Wongso, berikut ada lima langkah yang bisa dicoba oleh freelancer:

  • Pertama, yang harus dilakukan hari ini karena ada tenggat waktu atau memang sudah dijadwalkan sebelumnya.
  • Kedua, yang bisa dilakukan hari ini atau besok. Biasanya ini untuk hal-hal yang bisa dilakukan dalam selang beberapa hari, misalnya berbelanja atau mengunjungi teman.
  • Ketiga, yang bisa dilakukan dalam minggu ini.  Biasanya ini untuk hal-hal yang telah diatur mingguan atau memang kebetulan berkenaan di dalam minggu tersebut, misalnya kegiatan berolah raga di gym.
  • Keempat, yang bisa dilakukan dalam bulan ini. Biasanya ini untuk hal-hal yang telah diatur bulanan atau memang kebetulan berkenaan di dalam bulan tersebut, misalnya janji untuk berbincang-bincang.
  • Kelima, yang bisa dilakukan dalam tahun ini. Biasanya ini untuk hal-hal yang telah diatur setahun sebelumnya, misalnya check-up fisik tahunan.

Mudah? Iya, kalau niat. 😆 Ketika menerima proyek pun, coba cek jadwalmu.  Tenggat dari klien tanggal berapa, apakah ada jadwal lain dengan teman atau saudara di hari ini? Alihkan waktu hingga bisa maksimal dan tak menjadikan tenaga boros percuma.

Mengelola waktu yang dimiliki akan membantu kita mengatur emosi yang sering naik turun seperti lift di mall itu.  Jadi, semoga saja kita bisa bilang, “Stres? Ya kerja aja!” Karena setiap ada waktu luang, itu pun peluang mencari proyek baru atau membantu teman yang sedang kerepotan dengan pekerjaannya. Tak usah memikirkan berapa akan dapat persenan dari temanmu, kerjakan saja dengan hati riang dan lapang. Perjajian tetap dibuat misalnya per gambar atau per proyek. Stres akan menjauh.

Yuk ngopi! 🙂

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *