Paypal Chargeback, Manfaat atau Kerugian?

Paypal Chargeback -image from Flickr

Apabila Anda adalah freelancer yang cukup sering mendapatkan klien dari luar negeri, tentunya Anda familiar dengan PayPal, bukan?

Kalau kita tanya mbah Google dengan keyword “paypal chargeback”, cukup banyak postingan para pengguna PayPal yang menceritakan pengalaman buruk mereka selaku penyedia barang dan jasa terkait dengan chargeback. Fitur sejenis chargeback yang juga sering menjadi sorotan adalah PayPal dispute dan PayPal claim.

Banyak pembeli nakal yang memesan barang/jasa, mentransfer dana via PayPal, namun ketika penyedia barang/jasa telah melakukan kewajibannya, si pembeli melakukan chargeback. Kebanyakan seller tidak berdaya melawan buyer nakal ini. Beberapa seller mencoba mempertahankan uangnya, namun proses yang harus dilalui sangatlah panjang dan berliku-liku: menyediakan bukti yang difaks ke pihak PayPal (3-7 hari), review oleh pihak PayPal (+-30 hari), review oleh perusahaan kartu kredit (bisa s/d 75 hari). Belum lagi pihak seller masih dikenai charge +-$10 oleh PayPal. 🙁

Apa itu chargeback, PayPal dispute, dan PayPal claim?

Chargeback terjadi ketika buyer meminta perusahaan kartu kredit untuk mengembalikan transaksi yang telah terjadi.

PayPal dispute adalah tahap pertama pada proses komplain PayPal buyer di mana buyer dan seller dapat saling berkirim pesan di PayPal Resolution Centre untuk menemukan win-win solution.

PayPal claim dilakukan oleh buyer untuk melawan seller via PayPal Resolution Centre ketika buyer telah melakukan pembayaran tetapi; (1) item yang dipesan tidak terkirim, atau (2) spesifikasi item yang telah diterima buyer berbeda dengan yang ada pada website seller.

Tips Mencegah Chargeback

  1. Komunikasikan jadwal delivery dengan klien. Bersikaplah terbuka terhadap komplain klien agar tidak terjadi chargeback.
  2. Upgrade akun PayPal Anda menjadi Business atau Premier account yang dilindungi dengan PayPal Seller’s Protection Policy.
  3. Baca baik-baik dan pahami Seller’s Protection Policy yang terdapat di website PayPal.
  4. Utamakan untuk menerima klien dari US, UK, atau Kanada. Sebab, hanya ketiga negara ini yang berada dalam lingkup Seller’s Protection Policy.
  5. Dokumentasikan segala bentuk bukti transaksi untuk berjaga-jaga apabila terjadi chargeback yang disalahgunakan. Apabila terjadi, komunikasikan dengan pihak PayPal melalui forum yang tersedia.

Semoga membantu. 🙂

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. uthe says

    Mau tanya, di paypal kan ada tulisannya kalau menggunakan debit Card/ATM yg ada logo VISA, MasterCard itu bisa digunakan, tapi waktu saya coba kok gak bisanya? atau memang harus CC? karena saya tidak punya CC 🙁

  2. says

    baru tahu ane ada fitur kek gini. ngeri juga yah. klo jasa mungkin cm cape yang dirasa. gmn klo produknya berupa barang??? bisa2 kita rugi puluhan/ratusan dollar. thanks infonya

  3. says

    bahaya juga ya kalau bisa terkena chargeback, postingan ini wajib dibaca oleh semua freelancer dan semoga tidak ada yang mengalaminya
    thanks sharingnya

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *