Newbie

Passive Income Seorang Desainer (2)

Sudah membaca artikel Passive Income Seorang Desainer (1)? Kita lanjutkan ya!

Advertising

Passive Income Seorang freelance Desainer
Passive Income Seorang freelance Desainer

Jika kamu pernah menjalankan berbagai macam iklan pada website, kamu tahu apa yang terjadi, tentang pembayaran pertama seorang pebisnis sebesar USD5. Jadi, ya, iklan internet gak seru. Kecuali kamu secara massif beriklan di website mana pun atau menempel berbagai iklan di website kamu.

Coba bergabung ke situs periklanan seperti Fusion Ads atau Yoggrt. The Toolbox mendapat sekitar 20,000 pengunjung unik setiap bulan yang memang tak terlalu besar tapi termasuk layak. This converts to USD30 to 60 per month. Umumnya, total dari iklan bisa mencapai USD600 selama enam bulan. Sejauh ini, iklan adalah cara yang bagus untuk sekadar jajan di akhir pekan, tapi gak demikian kalau kamu sudah memutuskan menjadi blogger purna waktu.

Buku-buku

Menulis e-Book atau buku cetak sepertinya terlihat mudah. Kelihatannya mudah ya? Toh hanya tinggal menulis. Beres. Kenyataannya, bagi sebagian orang, menulis buku sangatlah sulit. Tentu saja, mengembangkan kemampuan menulis yang bagus membutuhkan latihan bertahun-tahun, tapi kenyataannya orang lain akan memaafkan gaya menulis yang kaku jika kamu mempunyai sesuatu yang bernilai untuk dikatakan.

Passive Income Seorang Desainer
Passive Income Seorang Desainer

Sebelum menulis kata pertama, kamu butuh topik yang bagus dan yang terpenting adalah mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menguasai sebuah topik.
Pertimbangkan menulis sebuah e-Book hanya jika kamu memiliki pengalaman dan janganlah membuat kesalahan dengan berpikir bahwa setelah selesai menulis maka semuanya pun selesai. Justru itulah pertarungan sesungguhnya: berjuang menjual bukumu.

Bagaimana orang-orang akan menemukan bukumu? Apa alasan mereka harus membelinya? Mengapa mereka sebaiknya membeli bukumu ketimbang buku pesaing? Tentunya inilah beberapa pertanyaan yang harus kamu hadapi.

Software As A Service

Membangun bisnis membutuhkan komitmen dan kerja keras, tetapi tidak seperti desain freelance atau katakanlah pemotong rumput, membangun jasa berdasarkan perangkat lunak sama seperti hubungan 1:1 antara usaha dan pendapatan. Beberapa layanan dibayar hanya sekali. Tetapi tentu saja, arus kas dari pendapatan pasif adalah layanan yang memungkinkan kamu mengantisipasi arus pemasukan yang belum stabil dari sumber pendapatan lain.

Tantangan nyata dalam membangun layanan perangkat lunak adalah syarat keahlian teknis yang mungkin tak kamu miliki kalau latar belakangmu adalah desain. Tenang, ini bukan akhir dunia kok. Kamu bisa menemukan partner untuk proyekmu.

Kalau kamu berpikir untuk meluncurkan jasamu sendiri, pertimbangkan jika itu berarti menguras waktumu untuk mendesain.

Lessons Learned

Apa yang bisa dipelajari dari sini? Akan terjadi perubahan apa kalau segera memulai? Satu hal yang pasti adalah pentingnya membangun jaringan. Kamu harus mencari jalan untuk terhubung dengan siapa pun untuk menjadikanmu desainer terkenal, menulis blog , membangun komunitas pengikut di Twitter, dan lainnya.

Passive Income Freelancer Indonesia
Passive Income Freelancer Indonesia

Tentu saja, banyak desainer yang hanya fokus pada pekerjaannya dan tak peduli sekitarnya. Mungkin mereka hanya berhubungan dengan teman-teman sekelasnya dahulu. Padahal, kamu bisa lebih sukses kalau memelihara pertemanan dan memperluas jaringan. Blog dan Twitter bisa menjadi pintu untuk memperluas kesempatan dan memupuk pertemanan menjadi lebih baik. Milikilah identitas yang mudah dikenali. Cobalah masuk ke komunitas dan yakinkan bahwa orang-orang mengenal siapa kamu.

Kesimpulannya, pelajaran utama dari sekian banyak orang selama ini adalah memiliki pandangan jauh ke masa depan dan berinvestasi jangka panjang, bukan mengejar uang instan. Rencananya sederhana, kemudian bangun jaringan, menumbuhkan identitas yang kuat untuk memastikan jaringan tahu siapa kamu, dan kemudian datang dengan produkmu yang dapat dipasarkan. Tentu saja, setiap langkah membutuhkan beberapa tahun. Tidak mudah, tapi pasti bisa!

Nah, kamu sebagai freelance designer, ada pengalaman apa seputar duniamu?

Tags
Show More

Related Articles

8 Comments

    1. ada nggak ya yang bahasa Indonesia, soalnya kita sering gagal dapet klien gara-gara salah tata bahasa dan kita nggak mudeng betul apa yang dimaui klien.
      Ada yang pernah seperti saya? atau yang sudah dapet solusi dari masalah seperti saya ya?
      tolong dong buat ngasi infonya ke email saya ya…..
      trima kasih

      1. Sy pernah ngalamin begitu, bahkan akan tetap ada, itu wajar. Kita hanya perlu mengatur strategi menghadapi klien. Semakin jam terbang anda tinggi strategi komunikasi dan negosiasi anda akan terasah terus. Pembelajar terbaik adalah jam terbang atau pengalaman.
        Kalau saya biasanya menunjukkan kualitas dan menjelaskan kelebihan kita dengan yg lain secara jujur.
        Kira2 gitu

  1. ada nggak ya yang bahasa Indonesia, soalnya kita sering gagal dapet klien gara-gara salah tata bahasa dan kita nggak mudeng betul apa yang dimaui klien.
    Ada yang pernah seperti saya? atau yang sudah dapet solusi dari masalah seperti saya ya?
    tolong dong buat ngasi infonya ke email saya ya…..
    trima kasih

  2. Saya pernah menjadi desainer freelance,, tetapi ternyata kalau di Indonesia jujur saja kita bayarannya jauh lebih rendah ya daripada diluar yang dibayar pakai dolar. Bahkan seringkali hitungannya adalah dibayar per jam. Bermanfaat sekali nih artikelnya. Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close