Passive Income Seorang Desainer (1)

Menemukan jalan untuk mendapatkan passive income terkadang meningkatkan kekhawatiran di antara banyak desainer freelance. Diakui bahwa tekanan dari bos yang (bisa mendadak) berlipat banyak dan tenggat kerja yang terus-menerus perlahan mengikis rasa percaya diri. Benarkah?

Freelancer

Image via Shutterstock

Artikel berikut ini akan membeberkan pengalaman pribadi freelancer dari berbagai proyek dan berpikir bagaimana cara menghasilkan uang.

Tema

Pernah bergabung dengan ThemeForest? Web yang tampak sempurna untuk seorang desainer yang tak terkenal dan tak berpengalaman untuk menghasilkan uang. Tidak membutuhkan pengalaman bertahun-tahun. Hanya bermodal mendesain sesuatu yang keren dan pasar yang akan menilaimu. Itulah yang terjadi. Ada desainer top sekarang berpendapatan kotor enam digit hanya dari menjual tema dan tetap melakukannya meski tak menjadikannya terkenal di dunia desain.

Kabar baiknya, ThemeForest membantu karir desain seseorang karena memudahkan klien mencari tema yang dibutuhkan dan langsung menghubungi freelancer yang bersangkutan. Bahkan, meski sudah lama setelah tema yang lama itu diluncurkan, tetap menghasilkan passive income karena masih banyak yang mencari dan menggunakannya. Mendapatkan sekitar USD200 per bulan itu sangat lumayan untuk sebuah desain lama.

Jika menjual tema website / blog begitu hebat penghasilannya, ada yang berhenti membuatnya. Mengapa? Karena pasar berubah drastis dan harapan pelanggan ikut berubah. Mendesain tema yang enak dilihat tidak cukup lagi. Kalau kamu mau tema yang kamu buat memiliki daya saing, you need to support short codes, membangun desain dengan tampilan bervariasi, dan membuat website untuk dokumentasi.
Dengan kata lain, in the span of a couple years, membangun tema berangkat dari sesuatu yang bisa dilakukan hingga menjadi pekerjaan purna waktu.

Theme design, then, is one of the best ways a designer can earn passive income, but it’s also one of the hardest. Eh tapi, ada yang penting! Faktor yang sangat penting untuk mempertimbangkan bahwa desain tema yang masuk akal hanya jika kamu ada di sana untuk waktu lama dan dapat menginvestasikan waktu yang kaugunakan untuk hal-hal berikut: reusing bits of code, membuat streaming tentang prosesnya, membuat milis, dan lainnya.

Poin yang mendukungmu adalah:

  • Sangat menguntungkan jika kamu sukses
  • Tak butuh pengalaman atau pendidikan tinggi, selama kamu punya keahlian yang tepat
  • Tak harus menjadi terkenal terlebih dulu atau punya banyak pengikut.
Poin kontranya adalah:
  • Membutuhkan banyak kode HTML dan CSS dan kemungkinan yang lazim untuk WordPress atau lainnya
  • Boros waktu
  • Kemungkinan kamu harus menghasilkan lebih dari satu tema sebelum perusahaan menjadi untung daripada pekerjaan freelancing biasa.

Freelancer Image Via Shutterstock

Icons And Vectors

Sacha Greif, seorang desainer menceritakan pengalamannya. “Saya tak sengaja menghasilkan passive income. Dalam 10 tahun menjadi freelancer, saya menghasilkan rangkaian vector graphic yang saya pakai berulang kali. Awalnya, itu hanya file yang berisi ilustrasi biasa dengan elemen GUI seperti ikon dan tombol untuk digunakan pada proyek selanjutnya. Tahun 2010, saya memutusan untuk membuatnya secara terus-menerus dan komperhensif dan merilisnya secara gratis.

“Membutuhkan beberapa minggu untuk berkreasi tanpa menghasilkan uang darinya, tetapi feedback yang didapat keren banget: dalam 2 bulan, 52.000 unique visitors, lebih dari 1000 tweet, dan belasan blog post. Bahkan dewa desain web, Jeffrey Zeldman pun mengulasnya. Serasa terbang ke awan!

“Lihatlah sekarang, saya tak mengerti mengapa menginvestasikan banyak waktu itu melakukannya. Mungkin karena passion dan merasa ingin mengisi kekosongan karena ada sesuatu yang hilang. Saya tidak membuat rencana yang disengaja, tetapi inilah bagaimana saya memulai karir. Melihat trafiknya yang stabil, saya berpikir dapat membuat versi berbayar, Beberapa bulan kemudian, saya meluncurkan file berisi 750 vector icons.”

“Uang mulai masuk ke dalam akun PayPal. Saya ingat mengecek kotak masuk hanya untuk melihat e-mail terakhir berisi hasil penjualan. Memang bukan penghasilan yang heboh, hanya beberapa ratus dolar, tapi memperlihatkan pada saya bahwa hidup dari passive income itu sangat mungkin. Penjualan naik secara bertahap dan aku sampai pada titik bahwa aku bisa berhenti bekerja untuk pelanggan. Tahun 2011, saya meluncurkan satu sumber vector lagi dan juga meraih sukses.

“Saya sekarang menghasilkan beberapa ribu dollar setiap bulan. Penghasilan yang sama saat saya menjadi freelancer, tapi saya mempunyai kepuasan tersendiri dalam mengembangkan produk sendiri. Tetapi mendesain isi yang berkualitas tidak cukup untuk penjualan. Saya menghabiskan waktu untuk pekerjaan lain:

  • Membuat halaman penjualan, menulis, dan memperbaiki website.
  • Setting up the e-commerce solution. Dalam dua tahun saya telah membuang banyak waktu untuk membangun proses penjualan. Saya membongkar solusi e-commerce sampai empat kali hingga saya menemukan yang sempurna.
  • Beriklan dan berpormosi. Saya menghabiskan banyak waktu dan uang untuk menemukan sumber trafik terbaik.
  • Meningkatkan pemasaran dan SEO, mengatur dan belajar bagaimana menggunakan produk seperti MailChimp, Google Analytics, Getclicky, SEOmoz, Curebit.
  • Mengoptimalkan konversi harga dengan menyetel tes A/B dengan Google Optimizer.
  • Jujur, saya tak menyediakan banyak dukungan setiap hari, tetapi saya pastikan membalas secepatnya. Saya telah menulis dokumentasi dengan screenshots untuk menghindari menjawab pertanyaan yang sama terus menerus.

So if you’re considering creating premium resources, the answer is yes, you can live off of it. Tetapi kreativitas dan kemampuan mendesain bukanlah kunci suksesnya. Kamu akan menginvestasikan banyak waktu dalam belajar dan praktik di semua ruang lingkup bisnis: pemasaran, promosi, copywriting, SEO, analisa, dan lainnya.”

“Kemudian, tren yang berkembang dari paket diskon (seperti pada Dealotto dan MightyDeals) yang membuatmu bisa mendapatkan banyak sumber penghasilan, berisiko mengeringkan pasar.Saya masih tak yakin jika hal ini dapat membuat para desainer memasukkan sumbernya ke dalam alur kerja mereka atau mengembangkar pasar, atau berhenti membeli paketnya.
“Persaingan yang ketat telah memaksa saya untuk menghabiskan beberapa bulan untuk menggandakan jumlah icon, dari 750 hingga 1500 dan menambahkan variasi pada perangkat lunak yang berbeda seperti PowerPoint dan Keynote. Saya juga menyempurnakan produk lainnya yaitu ornament vector dan membayar freelancer lain untuk memperbaiki sedikit masalah. And I recently paid a great calligrapher to create a logo for Vectorian and improve the branding. Pengeluaran dan investasi waktu terus berjalan.
“Masalah lain, saya pikir desain saya tak sebagus dulu. Saya terlalu fokus membuat konten, memasarkannya, dan berpikir seperti pebisnis yang membuat saya merasa kekurangan passion untuk mendesain dan kekurangan kreativitas.”

Sisi baiknya:

  • Kamu sudah punya keahlian untuk membuat konten.
  • Jika kamu menggunakan iStockphoto atau GraphicRiver, kamu tak perlu membuat website atau mempromosikan produkmu.
  • Hampir tak ada syarat pendukung (jika kamu bagus dalam menulis dokumentasi)
  • Kamu akan mengembangkan keahlianmu dan menjadi lebih berorientasi pada bisnis
  • Kamu tak perlu menulis dalam bahasa Inggris.

Sisi gak bagusnya:

  • Sangat menyita waktu
  • Harapan terhadap kualitas dan kuantitas meningkat. Semakin banyak konten gratisan yang tersedia
  • Pasarnya sangat bersaing. Kamu tak hanya membutuhkan konten yang hebat, tetapi juga pemasaran yang sama hebatnya.

Kita lanjut pembahasannya di Passive Income Seorang Desainer (2) ya!

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *