Panggil Saya: Comfort Zone-Ist

email | facebook | twitter | linkedin

Istilah Comfort Zone alias Zona Nyaman adalah 9 jam kerja: 3 jam chatting, 2 jam makan siang dan 4 jam kerja efektif.  Anda tertarik?

Hidup ini adalah serial pilihan, semua pasti setuju dengan petuah itu. Pilihan manusia setelah sarjana menurut orang tua jaman dahulu bekerja, meski sebenarnya kata ‘bekerja’ kurang pas untuk digunakan disini. Saya lebih suka dengan kata berusaha. Kata ‘berusaha’ disini lebih tepat karena tidak semua manusia ditakdirkan untuk mengabdi pada sebuah institusi atau korporasi, dan tidak semua gelar sarjana harus paralel dengan kenyataan yang ada di lapangan. Tidak menutup kemungkinan juga bakat entrepreneur alami harus ditumbangkan dengan petuah, “Lebih baik mencari pengalaman bekerja di tempat orang..”

time

Logikanya manusia berusaha setelah memiliki bekal, dalam hal ini bekal akademis dan bekal finansial adalah dua unsur utama yang menjadi penentu (meskipun bukan harga mati) untuk dapat bertahan hidup di belantara dunia. Bagi mereka yang minim modal pilihan akhir adalah mencari pekerjaan yang syukur-syukur bisa menutup biaya hidup dalam sebulan, dan mempertahankan status kepegawaian sampai titik darah penghabisan. Bagi mereka yang bergelimang harta, tahta dan koneksi Anda tinggal masuk untuk menduduki jabatan yang pada akhirnya juga menuntut perjuangan mempertahankannya.

Asumsi petuah lama milik orang tua kala itu manjur karena situasi dan kondisi yang membatasi ruang gerak manusia untuk mengembangkan dirinya. Era sekarang adalah era sosial, dimana branding diri dapat dilakukan sekejap dan ajang “jual diri” bukan lagi milik manusia yang memiliki koneksi dan jaringan. Manusia biasa dapat menjadi luar biasa karena ketekunan menulis blog, berjibaku mencari proyek lepasan, atau memanfaatkan peluang lain yang menghasilkan karena kecanggihan internet.

Jadi kalau Anda masih menganut formula 9 jam kerja sama dengan 3 jam chatting, 2 jam makan siang dan 4 jam kerja efektif, tambahkan lagi durasi waktu 4 jam pulang pergi rumah kantor dikali 24 hari kerja, jalur manakah yang kamu pilih, hey comfort zone-ist? Sekali lagi hidup memang sebuah pilihan!

Klik di sini untuk submit Artikel Tamu seperti yang satu ini,

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Mengabdi di institusi atau korporasi sebetulnya lebih berisiko, berisiko bergaji tetap dengan kenaikan yg bisa diprediksi. Resiko ditekan atasan, tertekan karena tuntutan pekerjaan. Lalu sewaktu-waktu bisa saja perusahaan tersebut bangkrut sengkarut. Lehman brothers aja tumbang. Tak ada jaminan.

    Tapi sungguh lebih baik memang kita bisa menciptakan ruang kerja baru dimana pastinya potensi kita akan teraktualisasi. Kita bebas berkreasi dengan semua ide.

    Selamat berkarya. Selamat sukses kawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *