Never Forgot : Its Human to Human Interaction

Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan klien dary Norway, kebetulan saat weekend dia mampir dari Thailand dalam perjalanan bisnis. Saat mampir ke Jakarta itulah, kami sempat ngobrol panjang meskipun terganggu karena kebetulan salah satu website yang dia manage mengalami gangguan server-load.

Saya telah bekerja dengan klien ini kurang lebih sudah satu setengah tahun, amat sangat berbeda ketika interaksi kita dibatasi dengan text dan gambar, dan ketika kita engaging offline man-to-man … lebih berasa, lebih lengkap profil-buildingnya, bisa lihat botaknya, menebak2 parfumnya, mengira2 umurnya, mengernyit ketika kita lihat dia pake windows vista dan kena troble, dsb.

Never forget, its human to human interaction

Jangan sampai dilupakan bahwa walaupun anda adalah Online Freelancer, yang biasanya hanya berinteraksi lewat text, brief specs, dan gambar, adalah manusia yang berada dibalik itu semua. Orang sama seperti kita yang juga punya emosi, saat mood naik dan turun, dan merasa tidak senang kalau bekerja dengan partner ( freelancer ) yang tidak bisa diandalkan .

Bukan sekedar memenuhi task-list dan menunggu pembayaran invoice

Jika anda bekerja sendiri dari rumah secara online, seperti saya, seringkali kita akan merasa jenuh dan merasa sendiri. Salah satu siasat saya adalah engage klien anda lebih banyak, diluar kerjaan baik via messenger maupun email. Dengan begitu saya bisa lebih merasakan passion dan background dibalik proyek yang sedang saya kerjakan, dan lebih bersemangat.
Saya biasanya mencoba mengenal lebih jauh dengan siapa saya bekerja, domisilinya, ketertarikannya, dan lain-lain. Hal-hal lain yang menarik perhatiannya selain proyek yang sedang kami kerjakan bersama ( sebagai klient & kontraktor/freelancer ), tentu tanpa melupakan kewajiban saya dengan baik.

Personal compatibility

Dalam mencari dan applying project baik itu di Odesk maupun di tempat lain, saya biasanya melakukan riset potential client kecil-kecilan. Sekedar tahu dengan siapa saya akan berkerja sama, juga menghindari potensial klien yang nakal. Saya merasa sangat penting agar saya merasa nyaman dengan calon klien sebelum saya apply kerjaannya. Terus terang, pernah karena suatu urgensi ( .. baca: desakan ekonomi . red 😛 ) saya ambil sebuah proyek dengan klien yang saya kurang merasa nyaman. Dan jadinya adalah 2 tahun penuh dengan stress, diskusi-diskusi yang lebih mirip berantem, dan kerjaan yang kurang optimal ( waktu itu kami mengerjakan suatu web social networking yang mirip Yelp ).

Ingat hubungan kita dengan klien adalah hubungan partnership, tidak ada superioritas. Klien bukan sapi perah tempat kita mendaur uang doang. Mereka adalah orang-orang yang akan berkolaborasi dengan kita menghasilkan sesuatu yang hebat. Dan itu dimulai dari personal relationship yang baik.
Klien juga merupakan peluang ke oportunity-oportunity selanjutnya. Jika kerjasama kita baik, sangat mungkin untuk mendapatkan rekomendasi ke kenalannya, atau ke proyek-proyek mereka selanjutnya.

So, seberapa jauh anda kenal klien anda ?

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *