NewbieTips dan Trik

Meraih Dollar dengan Fasilitas yang Minim

Meraih Dollar dengan Fasilitas Minim - photo by d70focus
Meraih Dollar dengan Fasilitas Minim - photo by d70focus

Saat pertama kali saya terjun ke dunia freelance pada tahun 2006, saya hanya mempunyai komputer yang standar (pada saat itu). Komputer tersebut mempunyai memori RAM dibawah 1GB, tidak ada high-end graphic card, dan tidak ada LCD 17 inch. Yang saya pikirkan hanya menjadi freelancer agar mendapatkan uang tambahan dari gaji saya yang masih kecil. Saya tahu hal ini akan menyita waktu keluarga bila melakukan 2 pekerjaan sekaligus, pagi hingga sore di kantor dan malam hingga subuh di dunia maya untuk ber-freelancer. Tapi saya jalani dan nikmati saja.

Berikut adalah perangkat pertama saya dalam ber-freelancer ria.

Komputer

Komputer yang saya miliki saat itu adalah komputer Pentium 4 Celeron, RAM 256MB, VGA onboard, CD-ROM dan monitor cembung CRT 14 inch. Biaya yang dikeluarkan sebesar 1-1,5 juta. Pada saat itu sekalipun kemampuan komputer ini terbilang seadanya, tapi komputer inilah yang memantapkan jalan saya di dunia freelancer.

Internet

Dahulu hanya Speedy yang masuk dalam jangkauan lingkungan saya, sehingga saya berlangganan Speedy personal 1 GB dengan biaya 220 ribu rupiah termasuk pajak. Pendapat miring mengenai speedy tidak membuat saya gentar menjadi freelancer. Nekat aja!

Perangkat Lunak

Saat itu saya masih menggunakan berbagai macam perangkat lunak bajakan. Dengan biaya 100 ribu rupiah Anda sudah bisa membeli semua perangkat lunak grafis dan olah dokumen yang akan membantu dunia freelance Anda. Tapi dengan perkembangan dunia open source saat ini, saya sarankan Anda untuk tidak mengikuti jejak saya dulu. Mulailah menggunakan perangkat lunak alternatif seperti Linux (kami sarankan ubuntu) untuk OS, GIMP untuk mengolah gambar, Xara Xtreme untuk Vector, OpenOffice untuk olah dokumen, tabel dan presentasi, dan masih banyak perangkat lunak yang bisa didapatkan secara gratis di internet.

Lain-lain

Biaya yang dibutuhkan selain yang diatas adalah listrik, makanan kecil, kopi, dan jalan-jalan ke bioskop :). Setidaknya dalam 1 bulan hanya membutuhkan biaya 200-300 ribu. Freelancer butuh bersenang-senang bukan 🙂

Pengalaman

Pengalaman yang masih sangat minim saya jadikan modal untuk terus berani trial dan error di dunia freelance. Apabila kita salah, maka kita akan lebih mengerti dunianya, semakin banyak kesalahan kita maka semakin banyak juga kita tahu, dan tentunya diharapkan kita bisa semakin pintar menghadapi masalah-masalah yang ada. Selain mencoba di freelance market, saya juga belajar langsung dari teman-teman yang sudah duluan berjuang sebagai freelance dengan cara bertemu face-to-face agar lebih paham, dan membuat saya keep fighting until now.

Kesimpulannya?

Dengan Fasililtas yang minimal, seharusnya kita sudah bisa ber-freelance dan berpenghasilan dollar. Saya yakin Anda pasti bisa melakukan apa yang saya lakukan. Mulailah langkah besar Anda menjadi freelancer dengan menginjakkan langkah kecil pertama ini: hilangkan keraguan dan wujudkan mimpi dan kemauan! Untuk saya sendiri, Hasilnya sangat worth it! Saya dan partner (Agus) sudah mempunyai kantor sendiri di Bandung dan membiayai 8 orang teman-teman yang membantu di icreativelabs. Semua itu dicapai dalam waktu kurang lebih 2 tahun!

Bagaimana pengalaman Anda? apakah Anda punya pengalaman lain yang memacu adrenalin Anda untuk meraih dollar di luar sana hanya dengan internet?

Share pengalaman Anda di kontes kami yang berhadiah iPOD dan usb Flash 8GB dan Update ruangfreelance dengan berlangganan RSS, email, dan twitter

Tags
Show More

Related Articles

40 Comments

  1. Hehehe, tahun 2002 start kerja di Elance dengan Pentium I (250mhz), memori 128mb, vga 16mb, harddisk 20gb. Padahal saat itu para desainer sudah menggunakan Pentium III (900mhz ke atas). Internet? lebih baik mondar-mandir warnet daripada pake telkomnet instan (adsl belum merata)… sering nongkrong di warnet 24 jam sampai pagi2 untuk melelang dan pulangnya bikin mockup! 😀

  2. Haha sama aja ya. Pentium 4 way to go 🙂 . Monitor cembung, keyboard dan mouse bulukan, printer seadanya.

    Modal jadi freelancer kecil, di bawah 2 juta juga bisa. Asalkan mau usaha dan begadang.

  3. kalo saya baru empat bula mas, trial n error masih setia menemani, freelance become my first step after graduate, jadi normal, but we’ll keep fight,
    Aa’ Anggi, thanks for inspire me,

  4. kayaknya kenal sama komputer ini nih.. huhuhu yang ter-onggok di pojokan saninten no.4 itu ya? tepatnya intel celeron 1.2 Giga, yang layar monitornya kadang2 ganti warna jadi kuning sendiri, BSOD, 😛

    @ncus : pentium 4 celeron itu sama kayak pentium 3 (900mz).. huhuhu

  5. Diawalin dengan kerja menggunakan internet kantor dan akhirnya numpang dikostan adik,pake komputer adik serta ngomporin anak kostan buat pasang internet serta rela bergadang tiap tengah malam sampai akhirnya bisa merasakan rupiah yang telah di convert dari dollar. Perjalanan yang cukup berat

  6. Makasih atas share-nya, ternyata nasib freelance rata2 menarik untuk dibicarakan. Tinggal bagaimana cara berjuang mencari kliennya aja 🙂

    salam kreatif!!

  7. akhirnya aku tak sendirian yang merasakan susahna berdiri di kaki sendiri, pentium 3 plus layar cembung dan transform ke notebook, yang jelas ga bakalan gue jual tu pentium dan monitor, hi3x….. keep strugling

  8. Bahkan saya belum memiliki komputer!
    Karena saya melakukannya di komputer warnet.
    Karena saya bekerja di warnet dan tidur juga di warnet, huehuehue… 😀
    Dengan niat semua pasti akan menjadi kenyataan.

  9. Waw waw waw…

    Brarti nasib saya dulu waktu mulai iseng jadi freelance ga bgitu buruk ya….

    Thn 2004 iseng2 dgn komputer 32mb SDRAM, pentium III 1GB, 32bit GeForce II MX 200.. dipaksa maen 3dsMax 2.6 wahahaha

    Sekarang kembali menekuni yang hilang setelah bertapa di gunung Tangkuban Parahu…

    Mohon Bantuannya Mas Anggi ^^

  10. nice article

    di artikel ini keliatan sekali kalo fasilitas bukanlah halangan tuk meraup $, kalo kata orang bijak sih, di mana ada kemauan di situ ada jalan, bukan begitu mas ?

  11. mas bisa kasih tau ga tips2nya.saya baru mau mulai ikut terjun
    di dunia freelance.saya sekarang masih kuliah tapi dah ngebet pingin cari duit sendiri.mohon bimbingannya

  12. Hueheheh jadi teringat masa lalu,
    dulu saya juga masih pake P4 ramnya malah gak ada 256 MB kayaknya, jadi kudu sabar kalo pas kerjanya berat… nunggu proses eksekusinya lama banget hehhe
    tp sekarang alhamdulillah sudah terbayar

    1. wah idem mas..

      yah alhamdulillah jaman sekarang pekerja grafis banyak diuntungkan dengan ada nya fasilitas internet. apa lagi banyak bermunculan situs2 crowdsourcing sama e-lance.

  13. Sampai sekarang, disaat laptop2 sudah dengan hardisk 160an GB, hardisk saya masih yang 40 GB hwhwhwhw…. Jakarta memang kejam… RAM pun cuma 512, buat maen pet society berasa lag berat hahaha… syukurlah ada rejeki berlebih jadi baru aja upgrade hahaha…

  14. – Modal ane 5 jeti u/beli laptop T.T
    – Program sampe sekarang masih pake bajakan {photosh*p cs2 instalasi + yg portable}. Gk bisa pisah dari photosh*p sih.
    – Internet selalu numpang…kan ada WI-FI na…tetapi itu dulu. Sekarang pake T-Flash Hahahhaa
    Klo mo pisah dari bajakan saya agak sulit..

  15. Wahaha, saya mulai dgn menggunakan laptop orang tua, pertengahan 2009, bulan ramadhan kalo g salah. Belum sampai 1 tahun berarti. Alhamdulillah Mac blum terbeli, tp sudah ada netbook sndiri. :p

  16. sy punya freelance, sy binggung untuk promo di internet, biasanya sy offline, adakah yg bisa bantu???

  17. Aku….aku pengen beli laptop…tapi gak punya duit…huhuhuuuuhu….padahal kan modal freelance paling utama tuh…..ada yg bisa bantu kah????

  18. menarik banget, tapi mungkin sama maslahnya, harus mulai dari mana? tlong bantuan’y… terima asih sebelumnya…

  19. Saya mulai tahun 2003, modal (minus) 25 juta gara2 abis buka bengkel motor terus ketipu. huehehehehek… curcol, kualat sama calon mantan dosen kayaknya.
    Thanks God hari ini masih survive di dunia grafis dan exhibition.

  20. wah kyknya harus banyak belajar nich,kalo skill masih kurang tapi semangat tetep 45

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close