Menjadi Satu Tim Dengan Klien

Dibutuhkan lebih dari sekadar konten menarik dan pengkodean cerdas untuk menghasilkan website yang besar. Sebuah hubungan yang sukses antara desainer dan klien, mungkin, sama pentingnya.

Coba lihat melalui portofoliomu. Apakah kamu tidak cukup puas dengan proyeknya? Jika demikian, pikirkan kembali hubunganmu  dengan klien. Apakah kedua belah pihak, boleh dikatakan, berada pada maksud yang sama?

Saya bagikan pengalaman seorang freelancer di sini.

Selama bertahun-tahun, dia telah menemukan bahwa beberapa karya terbaiknya adalah ketika benar-benar dilakukan saat bekerja sama dengan klien, bukan malah mengenyampingkannya. Bekerja dengan klien membuatnya seolah-olah mereka rekan satu tim, ketimbang seperti seseorang yang memesan sandwich darinya di konter makanan cepat saji, sering berarti hal-hal baik disiapkan untuk menjadi yang terbaik bagi website mereka.

Di sisi lain, ada klien yang memang lebih sulit untuk diajak bekerja sama. Atau, mungkin dia yang lebih sulit untuk bekerja dengan pada waktu itu. Di lain pihak, kualitas produk jadi cenderung terlihat memburuk dalam situasi ini. Berikut beberapa saran untuk bekerja sama dengan klienmu:

Temukan Kekuatan yang Seimbang

Sebagai freelancer, sebagian dari kita (termasuk saya) cenderung berpikir dunia berputar di sekitar pendapat kita. Apalagi, kita telah disewa untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Jadi, terkadang kita melihat hanya dari satu sisi yaitu sudut pandang kita.

Kadang-kadang orang menyebutkan ide tertentu dari klien membuat kita sedikit tegang. Semakin arogan di antara kita, merasa pendapat paling benar dan satu-satunya yang cocok untuk proyek, bahkan dapat dianggap membuat komentar buruk tentang hal itu.

Masalahnya adalah, pada saat itu, kita telah mencoba untuk memindahkan semua kekuatan berpaling kepada kita. Maksudnya agar kita bisa lebih fokus ketika bekerja. Meskipun tentu baik untuk memiliki banyak suara dalam proses desain, hubungan antara desainer dan klien kemungkinan dapat dirugikan.

Jadilah rendah hati. Kuncinya adalah mendengarkan apa yang klien katakan. Kemudian, cobalah untuk mencari tahu apa yang mereka ingin raih dengan semua ucapannya. Sebagai ahli, mencoba dan mengambil apa yang telah mereka sarankan dan bangunlah di atasnya dengan cara yang masuk akal untuk proyek tersebut. Jika kamu tidak yakin apa maksud mereka, jangan takut meminta mereka untuk memberikan kejelasan.

Intinya adalah, klien harus memiliki beberapa pendapat selama proses pengerjaan proyek. Berapa banyak pendapat yang terucapkan benar-benar tergantung pada pihak yang terlibat. Beberapa orang lebih banyak langsung bekerja daripada yang lain. Idenya adalah untuk membentuk suatu hubungan agar kedua belah pihak dapat berbicara jujur tentang ide-ide mereka.

Mudah Diakses

Ada banyak orang di luar sana yang sedikit terintimidasi oleh teknologi. Ketika mereka mempekerjakanmu untuk membuat sebuah situs baru yang menakjubkan bagi bisnis mereka, mereka mungkin tidak tahu bagaimana berkomunikasi denganmu. Sebagai seorang desainer, kamu juga mungkin memiliki masalah berkomunikasi dengan seseorang yang tidak tahu WordPress atau GoDaddy.

Kurangnya komunikasi dengan klien dapat menyebabkan banyak kesalahpahaman dan revisi berulang kali dari kerja kerasmu. Sangat penting untuk mencoba dan menjelaskan hal-hal yang jelas yang kamu bisa. Bicaralah secara perlahan dan biarkan mereka tahu agar bisa mengajukan pertanyaan kepadamu. Tunjukkan pada mereka contoh ide-ide yang kamu presentasikan.

Hal ini dapat menguras banyak kesabaran, tapi itu benar-benar dapat membantu klienmu untuk merasa dianggap. Jika mereka merasa lebih percaya diri tentang apa yang terjadi, mereka akan dapat membuat keputusan yang lebih baik. shutterstock_149484518

Freelancer Image via Shutterstock

Jadilah Pemandu, Bukan Tukang Ngatur

Ada kalanya kamu mungkin harus melatih klienmu untuk menggunakan CMS atau perangkat lunak lain. Mungkin hal terburuk yang dapat kamu lakukan adalah duduk di meja mereka dan mulai mengklik pada aneka fitur yang ada.

Sebaliknya, cobalah membiarkan klien melakukan demo. Jelaskan fitur yang berbeda dari perangkat lunak yang dimaksud dan sopanlah meminta mereka mengklik bidang tertentu yang menarik. Pikirkan dirimu sebagai penumpang yang membantu menunjukkan tempat bersejarah di sebuah kota.

Sekali lagi, ini adalah tentang membuat klienmu merasa lebih nyaman dengan apa yang terjadi. Ini membantu membangun kepercayaan diri mereka dan kepercayaan mereka padamu sebagai “pemandu wisata”.

Kesimpulan

Saya telah menemukan bahwa, ketika saya sedang sangat sibuk, akan sulit meluangkan waktu untuk bekerja pada suasana tim dengan klien saya. Kadang-kadang, lebih mudah untuk merasa seperti hanya mendapatkan proyek demi tujuan agar proyek itu kelar dan mendapat honor. Selesai.

Namun, bahkan untuk berdamai dengan kesan stres di sekitar kita, mengambil beberapa saat ekstra untuk melibatkan klien dapat memiliki manfaat besar dalam hal seberapa baik kita bekerja sama. Sering ditemukan bahwa hal tersebut membawa lebih banyak unsur manusia yang bermanfaat untuk proyek. Dan hal itu, pada gilirannya, dapat mengurangi stres.

Kemungkinannya adalah bahwa kamu dan klienmu akan tetap bekerja sama lama setelah website baru mereka diluncurkan. Ingatlah untuk membuat usaha ekstra menjadi bagian dari tim. Kalian berdua akan merasa lebih baik dan website mereka akan terlihat lebih baik. Nah, bagaimana hubunganmu dengan klien?

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *