Marketing : Good Bye Promotion, Hello Conversation!

Saat mengembangkan usaha melalui internet, sudah saatnya kita memikirkan ulang cara-cara konvesional dalam upaya promosi produk atau jasa. Di tengah gegap gempitanya Twiter, Facebook, Instagram, Path, dan blog yang semakin interaktif telah memengaruhi perilaku calon pembeli, kini calon pembeli memiliki informasi tentang produk kita dari kicauan netter di internet. Mengapa kita harus mengatakan Good Bye Promotion ? Kita semua maklum bahwa ciri khas promosi itu adalah vertikal, sepihak, satu arah, top down, one to many, to good to be true, hiperbola, dan sebagainya.

Mengapa kita harus mengelu-elukan Hello Conversation? Di tengah-tengah gaduhnya perubahan, kita semua harus memiliki kesadaran baru. Menurut konsep MarkPlus, conversation itu sudah pasti selalu horizontal, sejajar, dua arah, penuh pengertian, emosional, karena perlu mengembangkan dan memperjuangkan kepercayaan calon pembeli di situasi penuh persaingan. Tapi yang lebih penting, bagaimana mengaplikasikan konsep ini secara Low Budget High Impact.

Sudah saatnya meninggalkan cara-cara promosi yang konvensional. Kita mesti kreatif dalam mencari peluang-peluang bisnis. Mesti lebih inovatif dalam “menyebar kabar baik,” untuk merebut hati calon pembeli. Twitter dan Facebook adalah sarana conversation with costumer yang sangat efektif, agar calon pembeli langsung membeli produk atau jasa Anda. Dalam sekali tweet, informasi yang kita tulis menyebar kepada follower kita. Inilah yang disebut low budget high impact. Internet, seperti tempat atau komunitas lainnya, memiliki budaya. Tentu saja para pemasar perlu memahaminya dan menjadi bagian dari budaya itu. Apa saja yang menjadi budaya internet ini?

  • Netizen mengharapkan informasi yang sangat banyak
  • Netizen mengharapkan informasi ini secara gratis
  • Netizen tidak menghargai akun twiter yang berisi promosi belaka
  • Netizen mengharapkan isi yang baik

Brand yang yang sukses menyasar para netizen adalah brand yang bisa berkawan dengan mereka, bukan brand yang hanya menjadikan netizen sebagai target penjualan belaka. Perlakukan calon pembeli Anda “as yours friends” bukan “as yours target” atau “as yours king.” Sebagai contoh : Di Twitter berseliweran para penjual follower. Anda hanya perlu membayar 50 ribu, untuk 1000 follower. Sebaiknya amati peluang usaha di sekitar Anda. Ciptakan produk yang mati-matian dicari orang. Jangan memfokuskan bagaimana mendatangkan ribuan follower. Sepuluh orang calon pembeli yang sudah siap membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan lebih berguna dibandingkan dengan ribuan orang yang hanya melihat-lihat saja tanpa berniat membeli. Tiga hal yang harus menjadi perhatian para pemasar yaitu:

  • Inovasi tiada henti
  • Kreatif dalam menggunakan media sosial
  • Sentuh hati calon pembeli

Referensi :

1. Marketeers, edisi bulan Februari 2011
2. Startegi Serangan Internet Marketing, Riyeke Ustadiyanto, S.E, Silvia Ratna Ariani, S.E, Penerbit Andi Yogyakarta, 2002.

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *