Klien tidak Bayar Hasil Desain Anda?

Pernah merasakan klien tidak membayar hasil desain Anda? Jika pernah, pasti Anda langsung berpikiran bahwa mereka semua tidak mengerti seni, tidak mengerti bagaimana desain yang baik. Banyak desainer yang bersaing dalam harga tapi tidak dengan kualitas. Sehingga, orang-orang yang mengutamakan kualitas malah ditinggalkan kliennya. Banyak klien yang hanya melihat seberapa murah hasil desainmu, bukan pada seberapa baik desainmu. Pada artikel ini kita akan membahas mengapa hal tersebut bisa terjadi.

image from here

Pengetahuan tentang Desain

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh MarketingWeek (hongkiat.com) ternyata semua orang menyukai desain. Semua orang tahu bahwa desain yang bagus adalah desain yang efektif dan sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Namun pada kenyataannya, untuk beberapa alasan, mereka secara pribadi merasa sangat ‘sayang’ jika uangnya digunakan hanya untuk membayar ‘gambar’.

Alasan yang paling kuat adalah alasan psikologi. Orang-orang pada umumnya merasa percaya diri mereka kreatif pada hal-hal tertentu. Bahkan untuk mereka yang profesinya sama sekali tidak bersentuhan dengan desain. Jika desainer terlalu percaya diri dengan apa yang dikerjakan, (hampir) pasti akan menghadapi klien yang tidak mengerti desain tapi ingin ikut campur dalam prosesnya. Lalu yang bisa dilakukan? Ikuti saja kemauan mereka dengan beberapa tambahan pengetahuan Anda. Ketika ingin mengajukan pendapat katakan dengan pertanyaan: “Bagaimana kalau….” akan lebih baik jika dibandingkan dengan “Menurut saya, mendingan…” karena keputusan kembali ada di tangan klien.

“Bagus” yang Tidak Absolut

Desain itu tidak seperti pelajaran matematika yang sudah pasti jawabannya. Tidak ada besaran yang mutlak kata ‘bagus’ itu seperti apa karena didasarkan pada selera masing-masing orang. Sehingga sebenarnya banyak yang kagum dengan desain tapi masih skeptis dengan kemampuan desainer. Banyak yang bilang “wow, bagus ya.” Banyak juga yang bilang “Ah gini doang mah gampang”.

Jika menciptakan hasil desain yang sederhana tapi elegan, ada saja komentar buruk yang terlontar dari orang yang tidak mengerti desain. Desain tersebut terlihat begitu mudah. Padahal mereka tidak tahu untuk menciptakan desain seperti itu berapa banyak waktu, tenaga, dan tentu saja pikiran yang terkuras. Ide itu mahal.

Persaingan Harga non Kualitas

Ketika banyak orang berpikir bisa melakukan pekerjaan desain sama baiknya dengan yang Anda lakukan, mereka tidak akan pernah bisa menghargai hasil kerja keras Anda tidak peduli bagaimana Anda menjelaskan prosesnya. Tentu saja, tidak semua klien seperti itu. Biasanya ada saja ‘oknum’ tertentu yang merendahkan pekerjaan mereka sendiri dan konsekuensinya berdampak pada nilai pasar desainer lainnya. Harga desain sangat dipengaruhi oleh berapa banyak orang yang menilai (menghargai) desain tersebut, ya itulah harga pasarannya. Sayangnya, keadaan ini ditambah lagi dengan klien yang tidak mementingkan kualitas.

Cara Menghadapinya?

Hargai Diri Sendiri. Konsisten dan komitmen diri Anda untuk menjaga kualitas desain Anda agar tetap baik menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Sebaiknya tidak mengikuti trend untuk perang tawar-menawar harga termurah. Ini mungkin seperti tidak memberikan solusi yang baik karena tidak menjadi jalan keluar permasalahan keuangan Anda. Tapi ada cara lain yang bisa dilakukan, misalnya menawarkan kerja sama jangka panjang dengan penawaran harga yang juga jangka panjang. Pendapatan rutin bisa Anda dapatkan. Cara yang paling utama yaitu mintalah klien untuk membayar Anda dengan kualitas bukan pada harga yang termurah.

Apakah Anda pernah menghadapi pengalaman buruk dengan klien? Bagaimana cara menghadapinya? Ayo berbagi bersama yang lain 😀

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *