Keuntungan dan Kelemahan Bekerja sebagai Freelancer

Freelancer adalah seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan atau beberapa perusahaan tanpa perjanjian jangka panjang atau tanpa ikatan kerja yang ketat. Pekerjaan freelance dapat ditekuni oleh mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, atau seorang karyawan tetap yang memiliki keahlian lebih dari satu bidang, misalnya seorang staf accounting yang suka menulis atau menyunting buku, atau seorang staf humas yang suka menyunting video.

Contoh pekerjaan freelance

Penulis, copywriter, penyunting (buku, film/program tv, online), proofreader, desainer, animator, arsitek, penyiar radio, pembawa acara, reporter, responden, fotografer, event organizer, konsultan pajak, motivator, penerjemah, guru bimbingan belajar, guru privat, programmer, teknisi komputer, operator komputer, surveyor, data entry, dubber, illustrator, animator, komikus, perawat tanaman, mekanik, sales, penjaga bayi, dan lain-lain.

Banyak orang lebih tertarik bekerja sebagai freelancer dibandingkan bekerja sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan.

Keuntungan Bekerja Sebagai Freelancer

1. Freelancer mempunyai waktu kerja yang fleksibel
Freelancer menentukan jam kerja sendiri, tidak terikat seperti karyawan tetap yang harus masuk pukul delapan pagi dan pulang pukul lima sore. Pekerjaan itu pun dapat dilakukan di rumah dengan santai.

2. Freelancer dapat bekerja di beberapa perusahaan sekaligus
Pekerjaan freelance lebih beragam daripada pekerjaan karyawan tetap pada sebuah perusahaan. Freelancer dapat menerima beberapa pekerjaan sejenis dari beberapa perusahaan . Penulis freelance dapat menulis untuk sebuah situs online, menulis buku cerita anak (penerbitan), atau menulis artikel untuk koran (surat kabar).

3. Penghasilan lebih besar
Penghasilan freelancer bisa saja lebih besar daripada karyawan tetap di perusahaan, karena penghasilan freelancer dapat bersumber dari berbagai proyek yang diambil. Hal ini tergantung kepada kreativitas, jaringan kerja, keahlian yang dimiliki, dan sumber informasi yang ia miliki. Semakin banyak informasi pekerjaan freelance yang ia terima, semakin besar peluang seorang freelancer memperoleh imbalan.

Kerugian Bekerja Sebagai Freelancer

1. Frekuensi pekerjaan tidak menentu
Seorang freelancer belum tentu mendapatkan pekerjaan secara rutin atau datang silih berganti setiap bulannya. Apalagi jika ia hanya mengandalkan pekerjaan dari satu klien saja. Hal ini memengaruhi pendapatan yang diperoleh seorang freelancer, kadang penghasilannya besar atau tak ada sama sekali. Atau kadang ia merindukan proyek meski bernilai kecil tetapi tidak ada satu pun pekerjaan yang ia dapatkan.

2. Tidak mendapatkan asuransi kesehatan
Seorang freelancer tidak mendapatkan jaminan asuransi kesehatan jika sakit seperti yang otomatis diterima karyawan kantoran ketika sakit. Jika sakit mungkin saja bisa menghabiskan tabungan untuk berobat. Maka harus memiliki asuransi dari perusahaan swasta atau bisa membuat BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)

3. Tertipu sang pemberi kerja
Freelancer terkadang menerima pekerjaan dari internet saat berselancar di media sosial atau mengunjungi situs pemberi proyek online. Tidak semua pemberi kerja berlaku jujur, terkadang freelancer tidak mendapatkan bayaran atas kerja kerasnya karena sang pemberi kerja ingkar janji.

4. Jam kerja melebihi delapan jam
Terkadang jam kerja freelancer melebihi jam kerja harian seorang karyawan kantor. Seorang freelancer seringkali bergadang sampai larut malam demi menyelesaikan dateline yang harus ia selesaikan. Hal ini bisa diantisipasi dengan pengaturan timeline dan measurement yang tepat sehingga tak ada istilah kebut semalam.

Referensi :
Cari Duit dari Freelance, Rahmansyah Dermawan, dan Desi Saraswati, Penebar Plus, Jakarta, 2009.

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *