Jangan Menjadi Freelancer! (1)

Jangan bingung ya 🙂

Freelancer Image Via Shutterstock

Sudah sering kita dengar gosip manis tentang menjadi freelancer: mempunyai kemerdekaan maksimal dalam membuat keputusan kreatif, gak perlu cari alasan untuk menjawab pertanyaan bos, jam kerja yang fleksibel, dan bekerja dengan nyaman di rumah. Intinya sih: kebebasan.

Menjadi freelancer tentu saja berarti mengalahkan keterbatasan yang ada pada pekerjaan kantor biasa, tetapi seperti yang mereka katakan juga, kebebasan datang bersama dengan harga.  Sebagian dari kita kadang berlebihan dan norak dalam mengartikan ‘kebebasan’ yang berhubungan dengan kerja lepas tanpa mempertimbangkan kemungkinan kita menyerah saat menuju ‘kebebasan’ itu.

Nah, alih-alih ngebahas apa enaknya jadi freelancer, sekarang mending membahas 20 alasan bagus mengapa sebaiknya kamu jangan menjadi freelancer. Akan ada 2 kategori, yaitu hubungan dengan lingkungan kerja dan karakter pribadi yang tidak sesuai.

A. Lingkungan Pekerjaan

Dari pekerjaan kantoran purna waktu menjadi freelancer tentunya menyebabkan adanya perubahan cara kerja. Rahasia untuk mengetahuinya adalah melihat apakah kamu bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan atau tidak?

Menjadi freelancer gak bakalan cocok buatmu jika:

Kamu Menyukai Banyak Fasilitas

Ibarat gelandangan deh ya, karena kamu gak bakalan dapetin tunjangan kesehatan, cuti sakit yang dibayar, tabungan saat kamu pensiun, dan aneka fasilitas umum karyawan kalau memilih menjadi freelancer.

Kamu Mengharapkan Keluwesan Mutlak

Kebebasan tidak sama dengan keluwesan. Faktanya adalah klienlah yang memutuskan kapan kamu harus mulai bekerja. Merekalah yang menentukan tenggat waktu, yang melakukan banyak perubahan di detik terakhir, dan beberapa dari mereka bahkan mengharapkan kamu menanggapi kapanpun mereka mau. Coba deh kamu mengurangi waktu saat mengerjakan proyek mereka, yakin tak akan ada order kerjaan lagi dari mereka.

Kamu Mau Memisahkan Pekerjaanmu Dari Kehidupan Pribadi

Tak adanya waktu kerja pasti dan tak ada perbedaan lokasi kerja membuat freelancing menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupmu. Kamu tak akan berhenti menerima telepon dari klien setelah pukul lima sore setiap hari. Bekerja di mana laptopmu berada dan pekerjaan harus bisa dimulai kapan saja setiap hari (dan tentu saja malam hari!).

Kamu Tak Suka Ditelepon 24/7

Klien yang bawel selalu mengharapkan kamu bisa dihubungi kapan saja mereka ada pertanyaan sehubungan dengan proyek. Kalau kamu gak bisa dihubungi kapan saja setiap harinya, lebih baik pikir kembali keputusan menjadi freelancer sebagai karir selanjutnya.

Freelancer Image via Shutterstock

Kamu Berharap Bisa Benar-benar Berlibur

Dihadapkan dengan jam kerja yang gak pasti, keinginan gak masuk akal dari klien bawel, dan terkadang tenggat kerja yang super mepet, menjadikan liburan adalah hal yang sangat mewah. Kamu harus bisa menerima kenyataan seandainya kamu masih harus membalas banyak e-mail dan mengerjakan beberapa printilan saat berlibur di Bali.

Kamu Tak Suka Terikat Dengan Pekerjaan

Nah lo! Bingung? Maksudnya, kamu tuh justru harus membawa laptop ke mana pun dan tetap harus bekerja. Terlepas dari apapun lingkunganmu, ya tetap harus ada di depan meja (dalam hal ini tentu saja pekerjaanmu) jika kamu memilih menjadi freelancer.

Eh curcol dikit ya, saya pernah harus turun angkot dan membuka laptop di warung kopi pinggir jalan demi posting twit yang tak bisa dijadwalkan. Kamu mau senewen kayak gitu? Hihihi…

Kebanyakan Kehidupan Sosialmu Berasal Dari Pekerjaan

Kalau kehidupan biasa sih, tak aneh ya punya pekerjaan yang menjadi sumber utama pergaulan, karena menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di kantor. Tapi sebagai freelancer, bersiap menghadapi kemarau gaul karena kamu bekerja sendirian hampir sepanjang waktu.

Kamu Berharap Orang Lain Mengerti Seperti Apa Pekerjaanmu

Salah satu kelemahan poin positif dalam memandang kebebasan adalah ketidakpastiannya. Pendapatan yang tak pasti, jam kerja yang tak biasa, dan kayaknya akan terlihat pengangguran di hadapan keluarga dan teman. Ini akan memperlihatkan bagaimana berjuangnya para freelancer to pay the bills. See? Tak usah kaget kalau keluargamu ngomel dan memintamu mengerjakan tugas domestik ketika mereka pergi bekerja. Mereka berpikir kita tak ada kerjaan. Gak banget ya? Begitulah!

Lanjut ke pembahasan berikutnya yaaa… Kaitan pribadimu dengan kerja lepas. Di artikel sebelah!

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *