Jangan Mau Selamanya Jadi Freelancer!

Jangan Mau Selamanya Menjadi Freelance - photo by adrianigual

Jangan Mau Selamanya Menjadi Freelance - photo by adrianigual

Saya sudah menjadi freelancer selama kurang lebih 3 tahun dan jujur saja, saya sangat menyukainya. Kebebasan jam kerja, kontrol penuh alur kerja dan tentu saja kenikmatan bekerja di mana saja, bahkan di kenyamanan rumah sendiri.

Namun dengan semua kenyamanan tersebut, rasanya. tidak mungkin untuk terus menerus menghadapi ketidakstabilan penghasilan, kejenuhan bekerja sendiri dan mengerjakan 1 bidang kerja yang sama. Jika Anda seperti saya yang selalu membutuhkan tantangan lebih, Anda harus siap dan bersedia untuk melakukan hal yang lebih lagi. Berikut adalah beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan diluar kegiatan freelance Anda.

Lakukan pekerjaan lain

Saya cepat sekali bosan, karena itu saya memilih untuk bekerja di banyak bidang. Saat ini saya menjadi desainer dan programmer di Rajasa.com, penulis dan editor di arusmedia. Variasi pekerjaan saya membuat kejenuhan menjadi minimal. Bila bosan di satu bidang, saya tinggal pindah ke bidang lain.

Bekerja di banyak bidang tentunya tidak sepenuhnya menyenangkan. Saya sering sekali menghadapi keadaan dimana saya harus mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus dan biasanya jam tidur saya yang menjadi korban. Untuk mengatasi hal ini, saya bisa memberikan sebagian pekerjaan saya ke orang lain, dan lakukan hal yang lebih saya ingin kerjakan saat itu. Win-win solution toh? Dengan cara seperti ini, Anda juga akan melatih project management skill Anda.

Buatlah bisnis baru

Terlalu banyak kerjaan ditangan? Delegasikan jasa ke orang lain dan margin yang cukup dari pekerjaan tersebut. Teruskan mendelegasikan proyek-proyek Anda dan seiring dengan waktu, Anda sudah menjadi makelar proyek! Cara seperti ini merupakan cara yang cukup aman dalam membangun bisnis bukan? Saya membuat studio desain web dengan cara seperti ini, dan saya yakin kalian juga bisa melakukannya asal gigih dan sabar.

Masih banyak cara lain untuk membangun bisnis, tapi saran saya hanya satu: buatlah bisnis yang bisa dimulai dengan modal minimal dan bangunlah secara pelan-pelan dengan apa yang kita punya. Ingatlah bahwa yang kita pertaruhkan adalah tabungan seumur hidup kita, dan bertindak gegabah bukanlah solusi yang baik.

Investasi

Punya modal lebih? Investasikan saja! Sekarang sudah banyak produk investasi yang mudah didapatkan dan dikelola. Investasi ini bisa Anda pakai untuk mencapai tujuan hidup yang Anda inginkan seperti rumah, mobil, dana pensiun, dana pendidikan anak atau bahkan liburan keluar negri.

Anda juga bisa investasikan uang Anda ke bisnis teman Anda yang mempunyai prospek bagus. Selain membantu teman, Anda juga akan menjalankan bisnis baru dengan mereka dan membiarkan mereka melakukan all the dirty works :p Putar uang Anda dan biarkan uang tersebut bekerja untuk Anda.

Dengan 3 langkah tersebut, semoga Anda bisa lebih mantap dalam membuat rencana menjadi kaya Anda 😀 Jangan mau jadi freelancer selamanya!

Share pengalaman Anda di kontes kami yang berhadiah iPOD dan usb Flash 8GB dan Update ruangfreelance dengan berlangganan RSS, email, dan twitter

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Kehidupan freelance itu mirip2 dengan Hitman Joe, kalau terus2an jadi freelancer bisa berakhir kaya dia. Setelah mahir di freelance maka langkah selanjutnya adalah menjadi Entrepreneur yang memanage Frelancer2 lainnya aka jadi bosnya Freelancer2 gitu.

  2. says

    bukan bermaksut meluluh lantahkan cita2 para Freelancer newbie, tapi kita harus mengetahui tingkat kejenuhan seseorang dalam bekerja. Gue saat ini sedang onfire dalam menjadi freelance sejak 2006 akhir.

    icreativelabs lebih berkembang karena team yang ada didalamnya. thanks guys and gals 😀 we really appreciate it

    • says

      Kapan2 meet up dnk max, pgn tau tips2nya jd freelancer yg sukses, kesehariannya dan mulainya bgmana disesuaikan dg kondisi saat ini,trims mas anggi.

  3. says

    wah kalo buat yang newbie ada ga project-project yang bisa dikerjakan dirumah.baru mau terjun kedunia freelance nich,giman yach kalo inggris saya masih kurang bagus.thanks

  4. says

    @isran
    Jangan urung niat karena B. Inggris tidak terlalu bagus. Di luar sana saya sudah menemukan B. Inggris yang sangat buruk. Sampai bahasa mereka tidak bisa dibaca sebagai bahasa Inggris, typing kacau, grammar apalagi.

    Tapi bukan berarti kita bisa membiarkan B. Inggris kita seadanya, skill kita berbahasa juga harus ditingkatkan. Dengan lebih mahir memakai B. Inggris tentunya komunikasi kita dengan sang Klien akan lebih lancar, bukan?

  5. says

    Wah mas Ariajasa Pengetahuannya bener2 berguna sekali ,
    saya harus banyak belajar tentang project management nih , selama ini saya nganggur ga pernah ada perencanaan yg jelas he2…

  6. says

    Artikel ini dimaksudkan agar kita semua bisa terdorong untuk menjadi lebih dari kita yang sekarang. Jangan pernah merasa tidak bisa maju atau tidak bisa menjadi lebih baik. Jalan selalu ada, asal kita yakin aja 😀

  7. says

    Sebagai sesama freelancer, saya mengalmai apa yang anda alami. dan akhirnya saya berpendapat : jangan pernah ngumpulin kerjaan yang sifatnya aktive income, tapi cari kerjaan yang bisa menghasilkan passive income.

  8. Ben haryoyuda says

    Tapi ya memang semua bakal ada siklusnya.. sebagai freelancer newbie memang lagi gencar2nya mroyek tapi ya semua ada masanya.. Itu juga tergantung org..
    Memang awalnya jadi freelancer kerasa bebas tapi ya lama2 toh pasti jenuh juga.. Nah maybe saat2 itu bisa kita alihkan untuk mengembangkan diri kita untuk more and more..
    Semuanya memang mesti butuh perhitungan dan keberanian yang oke buat banting stir dan jujur melihat keadaan kita sendiri..

  9. says

    Jadi bingung, kemana menentukan arah, belum reda semangat baca motivasi jadi freelancer disini, tiba-tiba ditonjok oleh tulisan “jangan mau selamanya jadi freelancer!” :p

  10. says

    Saya berbicara ini tentu saja dalam konteks kritik yang membangun dan bukan menakuti. Semangat si semangat, tp jgn lupa untuk terus berkembang dong 😀

  11. says

    Harus selalu ada NILAI TAMBAH.. dengan adanya NILAI TAMBAH unsur apapun akan selalu NIKMAT.. coba tanya para STRIKER TOP TOP LIGA LIGA di LUAR NEGERI sana… dengan adanya NILAI TAMBAH berupa GAYA MENCETAK GOL yang baru dan juga TOREHAN JUMLAH GOL yang meningkat membuat harga si STRIKER tersebut tetap terjaga dan akhirnya kejenuhan sebagai seorang STRIKER bisa di hindari dan tidak menutup kemungkinan juga laku di bidang lain seperti main filem atau bintang iklan..

    Itu hanya gambaran aja intinya selalu berubahlah 😉

  12. Risky says

    Lha trus gmn dunk mas??
    Ikut bingung juga nich…
    Awalnya freelance trus bisnis apa gimana?

  13. says

    intinya gini : abis jadi babu jadi majikan?
    ideeeem ditoooo (^_*)
    hayuk lah, hayukkk

    NB : pyut,,, lagi apa km? ceting bu,,, en maen gem…
    bunuh diri ajah klo gitu mah – hauhuhahaha!

  14. says

    Menurut gw … kita harus menentukan titik awal dulu. Mau jadi freelancer or mau langsung jadi enterpreneur ? Kalo gw berangkat dari freelancer dulu. Seiring perkembangan zaman, akan muncul ide-ide lain yang bisa kita kembangkan untuk kita jadikan passive income. Hingga akhirnya nanti kita bisa melihat payung-payung bisnis yang sudah kita buat dan saat itulah kita sudah menjadi enterpreneur.

    FROM ZERO TO HERO.

  15. says

    hmm, ini ibarat perjalanan karir ya…
    mengutip ilmu dari Robert T. Kyosaki, ada 4 tipe (saya lebih suka menyebutnya tahap) orang yang mencari uang…
    employe (pegawai), self employe (freelance), Business Owner (pengusaha), dan Investor…
    ketika seorang sudah memiliki pengalaman dalam dunia kepegawaian, dia akan lebih mudah menjadi seorang freelance (sudah terbiasa disiplin n memanange keuangan)…
    dan ketika telah meraih sukses di dunia freelance (banyak klien or relasi) akan lebih mudah lagi membangun sebuah bisnis atau aset karena sudah adanya relasi…
    ketika sudah sukses di dunia bisnis (aset sudah jadi, uang ngalir terus) tinggal langkah terakhir, investor, tempatnya pengusaha (pengangguran banyak usaha), hehe…
    wah, sepertinya comment saya bagus untuk tema tulisan di blog saya nih…
    #pd.mode:on, hehe
    😀

  16. says

    Wah mantap nih agan yg satu ini, hmm.. slama ini bnyk membahas kerjaan freelance, knp ga posting pendapatan selama ngikut kerja freelance, biar kami yg newbie tau prospek dari bisnis ini, dan mungkn juga sebagai pemacu buat kami para pemula, agar terus berjuang menghasilkan di elance.. thx

  17. nova novlox says

    saya jg freelancer…menyenangkan..ta terbatas waktu dan tempat…dan secara materi, saya ta kekurangan

  18. says

    Mohon maaf ya, tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan rekan freelancer yang benar-benar bisa diandalkan.

    Hampir seluruh project yang saya kelola selalu dikecewakan oleh freelancer yang wanprestasi, kabur sebelum kerjaan kelar, dll.

    Akhirnya saya lebih ketat dalam membuat perjanjian kerja sama dengan freelancer, tapi itu pun kadang tidak cukup untuk membuat mereka berkomitmen untuk menyelesaikan tanggung jawab.

    Ada saran bagaimana cara membangun komitmen dengan rekan freelancer?

    *maaf curcol, hahaha…

    • says

      rata2 freelancer Indonesia itu memang dominannya masih berjiwa santai, tidak bertanggung jawab dan suka menghilang layaknya dedi corbuzier. itu yg gue alami waktu kerja bareng 10 freelancer sejawa bali dgn 15 project yg berbeda 🙂
      freelancer newbie or senior punya kebiasaan yg sama.

      akhirnya saya putuskan untuk hire mereka as pekerja/pegawai bukan as freelancer. WAJIB DATANG 🙂 dan kita kerja bareng.

      • says

        Nah, artinya, memang masih agak sulit ya cari freelancer sini yang profesional? Mending hire mereka sebagai pekerja (jadiin mereka karyawan?)

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *