Hidup dari Menulis

Hidup dari Menulis

Hidup dari Menulis - photo by courtney*

Pada pertemuan FreSh 3.0 yang lalu saya ditanya sama mas Donny B.U. dari Detik. Seorang penulis harus nulis berapa buku dulu untuk bisa menjadi penulis profesional alias hanya hidup dari menulis? Ini memang benar-benar pertanyaan yang agak sulit dijawab karena saya sendiri belum melakukannya hehe. Tapi kalau pertanyaannya bisakah seseorang hidup dari menulis saja? Maka jawabannya bisa! Tau Andrea Hirata dong? Royaltinya dari Laskar Pelangi sudah 2 milyar lebih kira-kira. Siapa yang nggak ngiler? 😀

Ya… itu kan Andrea Hirata. Bagaimana dengan saya?? Saya bisa nggak?! Saya gitu loh! Buku pertama aja belum punya!

Tenang dulu… semua bisa diatur. Mari kita perhatikan langkah demi langkah berikut:

  1. Riset
    Kita yakin banget kita bisa jadi penulis. Kalau melihat tulisan orang lain dalam hati kita suka bilang, “Gini doang mah gue juga bisa!”. Tapi tentu sebagai langkah awal, kita harus smart dalam memilih genre buku. Dari awal kita harus membuat buku yang laris di pasaran. Lihat trend pasar larinya kemana. Main-main ke toko buku atau toko buku online untuk melihat apa yang best seller dan apa saja buku yang direkomendasikan. Tapi kalau memang kita bisanya bkin buku How-To, jangan maksain buat bikin novel roman kali ya.
  2. Agresif
    Setelah riset pasar kita jadi tau kalau sekarang yang lagi heboh adalah buku dengan kategori tertentu. Pilih satu buku yang kelihatannya paling oke kualitasnya dalam hal cover, kerapihan editing, kertas oke, dan lihat alamat dan no. telepon penerbit di belakang bukunya.
    Telepon ke penerbit tersebut untuk berbicara dengan salah satu editornya. Perkenalkan diri dan utarakan maksud kita untuk memasukkan naskah di penerbitannya. Tanyakan kira-kira mereka sedang membutuhkan naskah non-fiksi yang seperti apa (untuk fiksi biasanya kita harus selesai menuliskannya terlebih dahulu baru kita bisa submit naskah).
    Jika mereka tidak bisa menjawab, gantian kita yang coba menawarkan naskah dengan tema tertentu, “Apakah Bapak berminat jika saya menulis tentang ….” Jika dia antusias, tawarkan untuk mengirimkan outline-nya via email sekaligus sampaikan kira-kira kita bisa menuliskannya dalam berapa lama. Biasanya penerbit bersedia menunggu antara 2 minggu hingga 1 bulan masa penulisan.
  3. Target
    Setelah buku pertama kita masuk ke penerbit, sekarang kita mulai hitung-hitungan. Bagaimana caranya agar kita bisa fokus menulis saja. Nah, karena pembayaran royalti buku keluar 6 bulan sekali, maka untuk mendapatkan uang setiap bulannya minimal untuk awal kita targetin untuk menulis 6 buku, 1 buku dalam 1 bulan. Proses ini harus berkelanjutan alias kita harus terus menulis karena buku-buku tersebut royaltinya bisa saja menurun dari waktu ke waktu.
  4. Time Management
    “Gila, 1 buku 1 bulan! Gue ada kerjaan lain, man!” Ya di atur aja waktunya. Misalnya 1 buku itu kita buat dalam 100 halaman A4, maka dalam sehari kita bikin kira-kira 4 halaman A4. Misal kita dedikasikan waktu setiap pagi, 2 jam aja untuk nulis. Maka kita bisa nulis 2 halaman per jam-nya. Masa nggak bisa?
  5. Networking
    Banyak-banyak bergaul di seputaran industri buku atau penulisan. Bisa via milis atau komunitas. Jumlah penerbit di Indonesia sekarang dah banyak banget (berapa ya hehehe), kalau mereka melihat potensi kita, mereka akan rebutan untuk meminta naskah dari kita.
  6. Blogging, Microblogging & Social Networking
    Intinya mirip dengan point ke-5 tapi ini nggak harus diseputaran industri buku tapi lebih umum lagi. Ceritakan sekarang lagi nulis apa, berapa buku yang kita punya, tulis hal-hal yang menarik dari proses penulisan ini, sehingga semakin banyak orang yang tahu kamu penulis, semakin terbuka peluang di sana sini.
  7. Siap Mental
    Menjadi penulis profesional artinya kita akan kerja kira-kira 8 jam sehari untuk menulis dan menulis. Siapkan mental untuk selalu fokus serta disiplin dalam menulis. Nggak ada istilah, “Lagi nggak mood.” Harus bisa menulis kapan saja dan dimana saja. Buka mata buka telinga untuk ide-ide baru, dan terus asah kemampuan menulis dengan… menulis! Dimana saja, termasuk di Ruang Freelance 😀

Semoga berhasil!

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    NAH! akhirnya ada juga artikel buat penulis di ruang freelance ini. sebelom-sebelomnya pan didominasi artikel buat desainer dan programmer 😀

    saya tunggu artikel berikutnya, mbak ollie.

  2. says

    Kalo new media jadi semakin ramai, selama transisi pasti banyak institusi yang membutuhkan GHOST WRITER.

    Tapi kalo yang dimaksud nulis buku kayak mbak Ollie, ya kelas berat ini namanya. Nulis blog aja puyeng. 😛

  3. says

    Saya jadi penulis di blog aja deh.. 🙂 kalau untuk jadi penulis buku benar kata “Ivan @ NavinoT” udah kelas berat tuh.. 😀 terus terang gak kepikiran untuk jadi seorang penulis buku.

  4. says

    TFS Ollie…saya nggak mau blang,” Nggak bisa”. Salah satu hal yang mendukung sukses adalah:” Can do attitude”:-)

    Sukses buat semuanya:-)

  5. says

    Saya ingin mencoba menulis, meski waktu luang saya tidak banyak. Biasanya saya hanya baca-baca apa saja yang bisa menambah wawasan, lama kelamaan mencoba beri komentar beberapa arikel, dan sekarang ingin ikutan menulis, dari yang paling sederhana sajalah. Bila sudah trampil ingin menulis buku pelajaran kali yah??? Sukses untuk semua.

  6. says

    Aku sekarang lagi nyoba nulis novel nih mbak Ollie, agak deg -deg an sih soal ntar kedepannya nasib naskahku ini gimana, masih rada – rada gelap soal cara kirim naskahnya, x aja Alloh SWT bukain jalan, siapa tau aku jadi millioner selanjutnya kayak Andrea.(ngarep).

    http://www.ceritakulucu.wordpress.com

  7. says

    Aku sekarang lagi nyoba nulis novel nih mbak Ollie, agak deg -deg an sih soal ntar kedepannya nasib naskahku ini gimana, masih rada – rada gelap soal cara kirim naskahnya, x aja Alloh SWT bukain jalan, siapa tau aku jadi millioner selanjutnya kayak Andrea.(ngarep).

  8. says

    Membuat semangat nih tipsnya. Saya ingin sekali mulai membuat buku. Topiknya mungkin ga pasaran bgt. Karena ini pengalaman hidup saya. Doain aja bisa terlaksana ya

  9. says

    Oke sekali Mbak Ollie. Meski saya sudah menerbitkan 2 novel saya ingin sekali menulis non Fiksi. Tapi selalu saja mentok saat melakukan pemetaan gagasan. Harus banyak belajar lagi nih ke Mba ollie. He he. Tulisannya sangat bermanfaat, Mbak.

  10. says

    Mantap.. Makasih buat suntikan semangatnya mbak.. 🙂

    Jadi kepengen secepatnya ngelarin proyek buku pertama saya. 😉

  11. says

    Saya pernah baca bukunya Kak Ollie, yang judulnya Cinta terbitan Gagasmedia. Ketika lihat bagian KDT-nya, lumayan udah masuk cetakan 2, dan entah apakah dicetak lagi ketika saya sudah selesai bacanya.
    Sejak itu, saya cari info tentang Kakak. Dan hopla, sejumlah info pun muncul. Saya terkejut dan terpana, ternyata…

  12. says

    Menjadi penulis sepertinya mengasyikkan tetapi ketika ide atau mood lagi nggak jalan biasanya bisanya bengong tanpa bisa memproduksi hasil tulisan yang bagus.

    Mungkin harus banyak berlatih kali ya untuk menjadi penulis hebat 😀

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *