Freelancers, Sudahkah Anda Berinvestasi?

freelancingdoneright3

screenshot from FOWAB .ppt

Pada sesi browsing kemarin, saya menemukan file presentasi .ppt yang kocak. Judulnya Freelancing Done Right

, oleh Forum Web Anak Bandung (FOWAB). Ada yang sudah pernah buka?

Di presentasi yang unik itu, salah satu fakta yang cukup menohok adalah data statistik tentang betapa mayoritas freelancers nggak punya investasi dan perencanaan jangka panjang.
freelancingdoneright1
Sedihnya lagi, kebanyakan freelancers baru sadar akan pentingnya financial security ketika menjelang pensiun, di mana berdasarkan Hukum Proses Evolusi Freelancers di bawah ini, proyek yang masuk sudah terbilang surut.

freelancingdoneright2Katanya mau nikah, mau bikin studio, mau nyicil rumah, mau pensiun dini, dsb. Lah, kenapa enggan buat berinvestasi?
Berdasarkan beberapa polling singkat, biasanya alasannya nggak jauh dari yang tiga ini,

  1. Malas menabung -> Lho, siapa yang nyuruh menabung? Memang menabung di bank itu rugi, kok. Bunga per tahun 2%-an belum termasuk biaya admin dan ATM, inflasi 6%-an. Coba bandingkan.
  2. Nggak ngerti cara berinvestasi
  3. Ribet!

Nah, artikel ini diperuntukkan untuk menjawab dua alasan terakhir. Semoga membantu.
Ketika mendengar kata investasi, apa yang Anda bayangkan? Apakah investasi dalam

(a) bentuk tools untuk memudahkan pekerjaan freelancing atau

(b) investasi kelas berat seperti saham, danareksa, valas, option, future? :p

Saya setuju dengan pilihan (a). Tapi itu kan sifatnya jangka pendek, nah jangka panjangnya gimana? Kalau pilihan (b), asalkan modal mencukupi dan Anda termasuk orang yang risk-seeker, boleh-boleh aja sih. Tapi kalau nggak waspada, hati-hati nanti malah jadi alih profesi.
Untungnya, nyatanya masih banyak sarana investasi yang mudah, nggak ribet, bahkan dengan dana kurang dari Rp3 juta pun bisa. Apa-siapakah mereka?

Emas

Mungkin Anda berpikir, “Ah, lagi mahal nih harganya!” Nyatanya, harga emas selama kira-kira dua puluh tahun ini memang nggak pernah turun. Bahkan, kenaikan harga rata-rata per tahunnya berkisar di 20-30%. Kalah deh bunga deposito.
Nggak percaya? Silahkan cek grafik harga emas berikut dari Kitco.com, per 18 Agustus 2011.
kitco 5tahun 180811kitco 10tahun 180811 Baca dan resapi juga hadits berikut yang sudah teruji kebenarannya setiap krisis ekonomi global menyerang. #efekRamadhan

Abu Bakar Ibn Abi Maryam melaporkan bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW telah bersabda, “Akan tiba suatu zaman di mana tiada apa yang bernilai dan boleh digunakan oleh umat manusia. Maka simpanlah dinar dan dirham (untuk digunakan)”.
– Musnad Imam Ahmad Ibn Hanbal.

Tertarik? Nah, sekarang tinggal memutuskan mau berinvestasi di emas batangan (24 karat; tersedia dalam berbagai ukuran 1-1000 gram) atau dinar (22 karat; aturan pencetakan yang banyak dipakai, beratnya 4,25 gram).
Buat Anda yang tinggal di Jakarta atau Surabaya, bisa beli langsung di kantor Logam Mulia. Buat Anda yang tinggal di tempat lain, tenang, sekarang sudah banyak agen emas mandiri yang berjualan baik secara offline atau online, kok. Googling saja, pasti ketemu. Jangan lupa cek dulu kredibilitas dan reputasinya sebelum bertransaksi, waspadai penipuan.
Untuk wilayah Bandung, Anda bisa menggunakan jasa dari DinarBandung.com. #pengalaman

Namun, menyimpan wujud emas secara fisik dalam jangka waktu yang lama sebenarnya lebih tepat dikatakan menabung daripada berinvestasi. Selain itu, terdapat risiko pencurian yang tinggi. Sebagai alternatif, ada baiknya kalau Anda mempertimbangkan pilihan berinvestasi di M-Dinar atau E-Gold. Selain mengantisipasi risiko kemalingan, emas yang kita simpan akan direinvestasikan sebagai modal jual-beli emas mentah di pasar global (kira-kira begitu). Siapa tahu return-nya akan menjadi lebih besar lagi.

Koperasi

What, koperasi? Sepintas, pilihan investasi yang ini memang kurang populer. Jangan antipati dulu, bayangkan koperasi yang ini beromzet tinggi, berada di lingkungan di mana barang apapun yang dijualnya pasti laris-manis. Bukan, ini bukan modus penipuan. Koperasi ini adalah… koperasi sekolahan.
Yep. Sedikit curhat, salah seorang bibi saya adalah guru SD di kota kecil di mana Pertamina menyimpan banyak kilang minyak di sana (coba tebak). Beberapa tahun lalu, beliau mulai menawari anggota keluarga yang lain untuk ‘menabung’ di koperasi sekolahnya. Berawal dari iseng, ternyata uang Rp 1 juta dalam setahun berubah jadi Rp 1,3 juta. Alias dapat bunga 30%.
Padahal, itu hanya untuk skala koperasi sekolahan di kota kecil, yang lokasi SD-nya agak di pinggiran. Bagaimana kalau di koperasi yang dikelola secara profesional?
***
Sekian cerita hari ini. Mudah-mudahan membuka mata kita semua akan pentingnya investasi dan perencanaan jangka panjang, dan kalau investasi itu nggak serumit yang biasa dicitrakan oleh media massa.

Selamat menabung berinvestasi! 🙂

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    emas dikatakan sebagai sebuah investasi menurut saya salah kaprah, bagaimana bisa sebuah benda yang disimpan begitu saja nilainya bisa naik ?, nilai emas itu tidak naik, yang sebenarnya terjadi adalah nilai mata uang yang turun

    kalo tidak percaya, silahkan bandingkan dengan harga beras, kenaikan emas relatif sama dengan harga beras … ini bukti bahwa nilai emas itu tidak naik

    invetasi itu simple, kita menanam uang di sebuah usaha, dari usaha itu kita dapat sebagian keuntungan, nah kalo emas kita ditanam dan diputar di sebuah usaha, itu baru benar investasi, kalau disimpan saja ya itu namamnya menabung, karena menyimpan uang dalam emas sebagai pelindung nilai saja, nggak lebih

    • Priyo Subarkah says

      SETUJUUUUU!!!! 1000%
      emas bukan sarana investasi, tapi untuk sarana melindungi nilai aset kita. beli emas untuk melindungi aset itu sangat penting. ada pepatah “emas tidak membuat orang kaya semakin kaya, tapi membuat orang kaya tetap kaya”

      cheers

  2. says

    sip setuju mas bro… memang nyimpen emas bukan investasi, tapi sebagai ‘tabungan’ yang nilai nya tidak ‘turun’.. mungkin maksud penulis daripada nabung di bank lebih baik nabung di mas-mas.. ehh emas maksudnya :mrgreen:

  3. says

    “nilai emas itu tidak naik, yang sebenarnya terjadi adalah nilai mata uang yang turun”

    Yup, saya setuju sama Mas Aditya. Tapi maksud ‘investasi’ di artikel ini adalah yang bersifat pasif dan long-term yang semata-mata bahwa tanpa keterlibatan investor pun, average return-nya lebih besar daripada cost (dalam hal ini inflasi) atau sbg benchmarking, lebih besar dari market interest (misalnya suku bunga SBI). Kalau pengertian investasi dalam bentuk keterlibatan aktif pendirian usaha (= pembelian modal kerja seperti aktiva tetap) itu lebih ke kacamata makroekonomi di mana GDP = C + G + I + NX.
    Tentunya selain yang pasif, lebih baik kalau sebagian besar aset yang kita miliki dipakai untuk bikin usaha. 🙂

  4. says

    Sebelum nya mau tebak dulu, kota yang Pertamina banyak punya kilang Minyak yang di maksud di artikel di atas . Balikpapan .. benar kan ? :).

    Ada opsi lain yang tidak kalah penting nya dalam berinvestasi. PERLUASAN USAHA. Dari yang kerja tanpa institusi formal, dirikan institusi formal, sewa kantor dan rekrut karyawan.

    Atau DIVERSIFIKASI USAHA . Dari awal nya usaha jasa pembuatan software atau desain, buat usaha yang mendukung usaha pertama, seperti System Integration dan pembangunan Server .

  5. says

    Menurut saya bekerja di bidang apapun juga membutuhkan kepintaran dalam mengatur finalsial kita meskipun pekerjaan itu berpenghasilan tetap seperti pegawai…
    Trims, artikelnya sangat bagus dan bisa dijadikan sebagai bahan renungan…

  6. says

    sepakat, mau karyawan atau pengusaha (oL) perlu mempersiapkan jangka panjang. Cuman kalo sama2 inget hadis, #efek Lailatul Qadar 🙂 investasi yang baik tu ya sedekah. Kita bisa invest di panti asuhan, yayasan sosial atau lembaga zakat infaq sodaqoh. Selain akan diterima hasilnya di akherat, di dunia kita juga akan “terjamin” oleh dana pensiun abadi yang dibayarkan oleh-Nya, bahkan sampai ke anak yatim kita besok “Barangsiapa mengasihi anak yatim, maka Alloh akan mengasihi anak yatim mu.kelak”. Ide aja sih, karena pengalaman temen2 yang aktif di zakat infaq sodakoh duit dan kemuliaannya gak abis-abis. Try this @ home

    • Priyo Subarkah says

      sangat setujuuuuu 1000%
      Usaha & sedekah itu berbanding lurus…jika kita ingin usaha kita sukses..
      1. perbanyak sedekah (ikhlas lo syaratnya + hindari riya),
      2. banyak shalat malam, & dhuha….
      3. sisanya serahkan pada Allah semata…
      Insyaalah berhasil..silahkan dicoba bro2 semua.

      kalau yg non muslim, abaikan yg poin 3 bisa diganti dengan berdoa yg khusuk dgn cara masing2x

      moga bermanfaat

  7. says

    sepakat… kebanyakan programmer memang lupa dengan sekitarnya.. tiba-tiba sudah berumur tapi tidak punya apa-apa. aduh sedihnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *