Freelancer Cewek, Hati-Hati!

freelancer wanita oleh Suse_Berlin

freelancer wanita oleh Suse_Berlin

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mendiskreditkan freelancer maupun klien cowok. Tidak semua cowok kurang ajar. Harap dibaca dengan pikiran terbuka demi menghindari pertikaian yang tidak penting.

Dalam dunia online freelancing, kita bertemu dengan begitu beragam manusia dari beragam negara. Beragam budaya. Beragam kebiasaan. Beragam polah.

Plus, selama dua bulan saya menekuni online freelancing, baru sekali saya memperoleh klien cewek. Lainnya cowok! Rekan-rekan freelancer yang saya kenal pun… Sebentar… Um… *itung-itung dengan jari* WOW! Rupanya tidak butuh kedua tangan dan kedua kaki untuk menghitung berapa freelancer cewek yang saya kenal.

Dengan kata lain: dunia online freelancing masih didominasi cowok.

Oke. Tidak perlu takut. Cukup lebih berhati-hati. Karena, seperti yang dikatakan Laura Schaefer,

“In males of several species including humans, the preoptic area of the hypothalamus is greater in volume, in cross-sectional area and in the number of cells. In men, this area is more than two times larger than in women, and it contains twice as many cells. This area of the hypothalamus is in charge of mating behavior. This small structure connects to the pituitary gland, which releases sex hormones.”

Dengan kata lain, cowok memang tercipta untuk selalu memikirkan seks. Dan akibat itu pula saya merasa dilecehkan seorang klien.

Begini kisahnya. Saya mengekspos diri seperti yang disarankan rekan-rekan di Ruang Freelance. Di Digital Point saya membuka lapak. Menerima penulisan artikel. Saya cantumkan account YM, Skype, dan e-mail. Tak seberapa lama, beberapa add contact request menghampiri YM dan Skype saya. Oke. Saya terima semuanya. Pikir saya, ini calon klien. Yang tertarik dengan jasa saya.

Saya tutup hari itu dengan riang gembira. Beberapa proyek mengalir. Beberapa nama baru menghiasi buku absen klien saya. Dan salah satunya, setelah saya mengerjakan proyek pertama untuknya, menanyakan account Facebook saya. Okeee… Toh di Facebook saya sering link sharing tulisan-tulisan saya. Bukankah intinya ekspos diri?

Ternyata, tak lama setelah itu, terjadi percakapan berikut:
“Oh my… You’re so beautiful.” Oke, bukan masalah. Cuma pujian. “Thank you,” jawab saya.
“And sexy.” Mulai mengganggu. Saya balas dengan bingung, “Um… Thanks.”
“I mean, extremely HOT!” Ini sih nggak beres! “Okay. Next project details please.”
“Wait. Lemme see you. Cam please.” Disampaikan berulang kali, makin lama makin memaksa. Maaf saja, bagi saya ini PELECEHAN!

Nah, belajar dari pengalaman itu, saya mengimbau rekan-rekan freelancer cewek untuk ketakutan dan menutup diri selamanya lebih berhati-hati. Toh ini, seperti kata seorang rekan freelancer, hanya masalah perbedaan pola pikir cowok dan cewek. Tapi, agar lebih nyaman dalam bekerja, ada baiknya berjaga-jaga.

Berikut trik jaga-jaga yang dapat diterapkan:

  • Kumpulkan klien dalam satu friend group (atur lewat setting panel). Khusus untuk group ini (boleh diberi nama Klien Buaya Darat, seperti dalam Facebook saya), atur agar visibilitas Facebook Anda terbatas pada data pribadi yang profesional, seperti nama, pekerjaan, spesialisasi, prestasi, pendidikan. Wall post? Tidak usah! Foto-foto? Haduuuh, apalagi ini… jangan deh jangaaan!
  • Masih tentang Facebook, bila biasanya link sharing menuju situs portfolio, ada baiknya Anda membuat page pribadi. Di dalamnya Anda bisa menempatkan seluruh sampel karya. Page itu dapat diakses dari halaman profil. Jadi klien tidak butuh akses ke wall.
  • Hindari menggunakan gravatar yang menampilkan seluruh profil wajah Anda. Perlihatkan hidung saja, atau telinga saja, atau seluruh wajah tapi dikarikatur.
  • Bila diminta menyalakan webcam, katakan, ”Maaf, tidak ada,” atau, ”Sorry, I don’t have one.”
  • Bila ditanya soal status, katakan, ”Saya sudah menikah/berpacaran.” Trik ini sebetulnya kurang jitu juga kalau dia benar-benar nekat. Tapi tetap lebih baik ketimbang mengaku single.
  • Berusahalah mengalihkan pembicaraan. Atau bila sudah tidak tahan lagi, kabur saja. Bodo amat, klien lain masih banyak.
  • Cari tahu di mana klien itu tinggal. Bila sekota dengan Anda, datangi kantor atau rumahnya, gampar keras-keras! Bila ternyata terlalu jauh, cukup doakan dia menderita sembelit tiga hari tiga malam. Doa cewek teraniaya biasanya manjur kok.

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    niech perasaan makin lama cewek makin berani saja dech :))

    masak cowok ganteng ->>> Cari tahu di mana klien itu tinggal. Bila sekota dengan Anda, datangi kantor atau rumahnya, gampar keras-keras! Bila ternyata terlalu jauh, cukup doakan dia menderita sembelit tiga hari tiga malam. Doa cewek teraniaya biasanya manjur kok.

    peace .. semoga cowok yg baca bisa cari jalan yg lebih licin 😀 soale cewek2 udah punya jrus pertahanan 😀

  2. dian ara says

    @ yogi: makasih.

    @ raiderhost: damn! nggak kepikir ke situ *garuk-garuk pala
    walaaah… bukannya ingetin temen-temen freelancer cewek buat lebih hati-hati, tapi juga mengundang “maling” buat lebih pinter atur strategi yak… asem! *asli manyun saya, bang -.-

  3. says

    Aduh Alhamdulillah aku belum pernah sampe kaya gitu, tapi jelas hal kaya gitu ga enak banget pastinya 🙁 Buat temen-temen cewe (mau freelancer atau bukan) ati-ati dan terus waspada ya, huhu.

  4. says

    yup, emang harus ekstra hati-hati dan pinter membaca gelagat kenalan/klien baru. Dan harus tegas menempatkan diri, kadang ada oknum yang memang nggak cocok untuk dijadikan kenalan, entah itu klien atau teman, dan kita nggak boleh sungkan, karena pada beberapa kasus, ditolak dengan cara halus maupun terang-terangan pun masih kurang aja.

  5. says

    mahkluk yang sulit untuk dimengerti .. dan turut prihatin dgn yang terjadi pada mas semoga bisa diambil hikmahnya

  6. says

    paling gampang ya kalau udah mulai ga nyaman pas ceting ya, cuekin aja, kalau masih juga, tinggal di blok toh hehehe ga usah takut ga jadi deal, ga guna dapet duit klo merasa di lecehkan.. intinya harus berani nolak, jgn mikir duitnya aja

  7. dian ara says

    @ caesar: makasih.

    @ yofie: kok tau, bang?

    @ nindya: embeeer…

    @ alfon: iya nih, bang. sama kok, saya juga sering nggak paham isi kepala cowok. ah, women from mars, men from a galaxy far far away *pacar gw darth vader euy!

    btw, tergelitik dengan “turut prihatin dengan yang terjadi pada mas”… itu support buat saya (tapi kebetulan typo), atau prihatin pada cowok yang saya kutuk sembelit 3 hari yah?

    @ richard: oke, bang. *self-note* duit gampang dicari, harga diri nggak boleh dilukai

  8. says

    wah.. saya sering dapat pengalaman seperti itu. Sampai saya berencana membuat akun facebook dan ID YM baru 🙁 memang gampang-gampang susah jadi freelancer wanita

  9. says

    sebagai tambahan dari tips yang sudah ada di artikel ini,

    menurut saya “media” untuk menawarkan sebuah project kepada calon klien merupakan sesuatu yang crucial, jadi buat siapa saja freelancer… salah satu hal yang penting adalah “portfolio website”, ini merupakan showcase/gallery project2 kita yang cenderung lebih aman menjaring dan menyaring calon klien2, dan lebih baik pisahkan dari blog yang bersifat pribadi, sehingga pembicaraan dibatasi di area project saja.

    kalau project kita ada di situs2 marketplace misalnya digital point, atau 99designs, kalau ada dan memang kadang2 sering terjadi pembicaraan yang out of control.. report saja ke adminnya, biasanya perbuatan tak terpuji bisa mengakibatkan sebuah account disuspend.

    kalau dibutuhkan brief melalui IM, sebaiknya diawali dulu dengan perjanjian ayo kita bicarakan project dan waktu untuk briefing (hal ini untuk menghindari tema di luar project), dan setelah kita mencium ada itikad baik baru kita lakukan kontak dengan IM, langsung melakukan direct message (chatting) tidak menjamin apakah ini orang serius klien atau pura2 jadi klien…

    dan kalau sudah ke area facebook, saya akan sedikit ragu2 membicarakan project, karena di sana sebenarnya lebih cenderung tercampur dengan pribadi.

    dan memang karakter manusia termasuk di dalamnya cowok sangat beragam… mbak dian sendiri akan lebih tahu (expert) cara menghadapinya :), just be careful out there!

    itu saja komentar saya.

  10. dian ara says

    @ restu: *jlebbb*
    fesbuk saya sih bukan untuk sharing private stuff. niat bikinnya demi pet soc dan mafia wars, wakakaka…
    tapi karena sekarang diniatkan untuk personal branding, ada baiknya dibenahi memang, biar lebih keliatan profesional.
    *self-note* dan jangan lagi menerima F/R dari makhluk nggak jelas!

  11. says

    Nasi sudah menjadi bubur tapi bubur juga masih enak untuk dimakan, dengan kata lain jangan selalu menengok kebelakang dan terus berjalan kedepan dengan hikmah yang bisa kita ambil dari jalan yang telah dilalui..

    Tetap semangat..
    hihihi..

  12. dian ara says

    @ poy: waaa… kok bisa nemu RF juga seh, mbak? kangeeen ^^

    @ brillie: sayang ah kalo bikin account baru. mending depak aja makhluk-makkhluk nggak jelas dari account lama. IMO lhooo.

    @ khantry: makasih.

    @ jongjava: ember!

    @ keaglez: iya dong. GANBATTE! makasih yah.

  13. says

    YuP…FAcebOOk SUcKs … Gara2x Nge aDd BanYAK TemEn, AkUN w Di nON aKtifKAn, PADAHAL SiTus SoCIAL NEtWOrkiNG YAnG funGsiNYA Untuk MenCAri TEMEn, TAPI KenaPA Di NOn AKtifiN KLO SeriNG aDd TEMEn (PadaHAL FB W TiDAK aDA Foto POrNO)…PaYAh….NOT ProFEssioNAL, KLO emanG ProfessioNAL, kNaPA NGA DiBAtesiN Add HariaNnya Aja…MisaL : DalaM 1 HAri MaksiMAL 100x aDd, kLO MeLEbIhI BAtaS itu, MAka TiDaK bsa Add, UNtuk BsA NGe aDD LaGi HArus NUnggU EsOk HAri…InI BAru ProfessiONaL

    … BUKAN DENGAN MENONAKTIFKAN ACCOUNT SEENAKNYA…FACEBOOK SUCKS …

    NoTe: BuaT PenGGeMAR FB / FB MAnIA …. sOrrY

    • dian ara says

      hmmmmm…

      gw curiganya, fesbuk nge-ban elo justru karena dapet laporan dari temen lo yang pusing baca font lo.

      gw juga pusing soalnya nih @_@
      nggak susah ya emangnya ngetik pake huruf gede-kecil-gede-kecil gitu? @_@

  14. erick says

    weiiii…cewe kalo lagi ngambek sadis2 ya……
    saya di kantor justu lebih banyak di zolimi cewe2 wakakakakaa.
    cukup saya katakan dalam hati ” Semoga Tuhan memberkati anda” AMIN…..

  15. sherley says

    Gw dah lebih dari 10 thn freelance. Hafal bgt sama problems sejenis. Triknya macem2. Jaman skrg enak dah ada FB bisa sortir client sebelum meet up. Jaman dulu salah satu trik adalah punya banyak link perempuan “profesional” dalih ke client, sy ngga jago dalam urusan tempat tidur tapi saya tau siapa yg jago… Hahahaha. Ngga mempan juga? Sy punya link”pengawal” yg lebih banyak lg dr link client sy hihihhihi. Perempuan jaman skrg emang harus tangguh, ngga cengeng dan pantang nyerah. Semangat trus ya jgn kapok.

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *