Freelance Copycat

image by IdekuHandmade.blogspot.com

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata copycat? Sebal? Kesal? Benci? Eh, apa bedanya, ya.

Apa bedanya copycat dengan plagiat? Entahlah, secara spesifik saya juga nggak tahu pasti. Seingat saya, tuduhan “Copycat, lo!” biasanya dilontarkan ke peniru. Misalnya, kalau hari ini si A potong rambut a la Justin Bieber, lalu besoknya si B yang notabene satu lingkup pergaulan dengan si A langsung potong rambut model yang sama, si A akan sontak protes, “Eh, copycat deh, lo.”

Padahal, kalau saya jadi Justin Bieber, saya juga akan melemparkan tuduhan yang sama ke si A.

Sedangkan, plagiat biasa diartikan sebagai orang yang melakukan plagiarisme dengan mencantumkan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber yang memadai (definisi a la suka-suka). Yang jelas, plagiarisme bisa berakibat tindakan legal (familiar dengan pencopotan gelar akademik beberapa orang profesor dari universitas ternama?), sedangkan saya belum pernah dengar ada kasus copycat yang sampai dibawa ke meja hijau.

Nothing Is Original

Sebenarnya, apa sih kriteria agar kita bisa menuduh seseorang sebagai copycat? Apa yang dia copy? Mungkin si penuduh akan menjawab, “Dia meng-copy ide gue!” “Lah, memangnya ide itu lo dapet dari mana?” “…*hening*…”

Di film dokumenter Pirates of Silicon Valley, Steve Jobs dikatakan agak-agak terobsesi dengan pepatah terkenal yang konon diucapkan oleh Pablo Picasso, “Good artists copy, great artists steal.” Bahkan, logo awal Apple kabarnya menyerupai bendera bajak laut.

Masih ‘katanya’, Oscar Wilde di abad ke-19 juga pernah mengucapkan pepatah serupa, “Good writers borrow, great writers steal.” T. S. Eliot pun menuliskan hal serupa di bukunya pada tahun 1920, “Immature poets imitate, mature poets steal” (buat cari artinya silahkan googling hehehe).

Kenapa seniman sekelas Picasso bisa menyuruh orang lain untuk mencuri?

Jawabannya, bukan berarti Picasso (juga Steve Jobs, Oscar Wilde, dan T. S. Elliot) menyuruh kita menjiplak pemikiran dan hasil karya orang lain. Tapi, kita harus mafhum kalau setiap kreator adalah manusia yang dipengaruhi oleh karya-karya orang di sekitarnya, pengetahuan-pengetahuan yang diciptakan sebelum ia lahir, juga oleh zaman di mana dia hidup.

Pada dasarnya, nggak ada seorang pun yang 100% original. Live with it.

Good vs Great

Namun, meskipun kita sama-sama copycat, kita melakukan proses meniru dengan berbeda-beda, lho. Balik lagi ke perkataan bijak Abah Picasso, ketika kita menyerap ide orang lain lalu menggunakannya sebagai inspirasi karya kita, maka kita berada pada tahap good artists.

Ketika kita menyerap ide orang lain, menyaring nilai-nilai yang kita butuhkan, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih baik dengan menggunakan pemikiran kita sendiri, bolehlah kita menyamakan diri dengan apa yang Abah Picasso sebut dengan great artist.

Jadi, ketika kita menemui orang lain dengan ide serupa, jangan buru-buru menuduh dia copycat, ya. 😀

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    setuju..
    “copy and twist”, tiru, sesuaikan, dan jadikan lebih baik dari aslinya. Inovasi tidak melulu menghasilkan sesuatu yang baru, sebuah inovasi bisa saja adalah hasil tiruan yang diberi baju baru, sehingga tampak lebih menarik, lebih bagus dan lebih bermanfaat daripada yang ditiru..

    • says

      emm, baik good artist sama great artist di atas pun menghasilkan karyanya sendiri, mas.
      cuma bedanya, sejauh mana dia bisa mengembangkan konsep yang dia serap dari lingkungannya menjadi “khas gue banget”, begitu. 🙂

  2. says

    jujur saya sendiri juga sering melakukan copycat ini…
    gua lihat, tiru, modifikasi sehingga akan menghasilkan karya gua sendiri dengan 90 derajat berbeda,, gag 180 sihh,, hehe…

  3. says

    Menurut saya pribadi, menjadi seorang copycat yang sukses sepertinya membutuhkan daya kreatifitas yang tinggi agar hasil karyanya nanti bisa lebih baik dari karya yang sebelumnya menjadi sumber inspirasi kita.
    Terims Mbak Shinta jadi menambah ilmu saya nie..

  4. says

    Ulasan yang menarik sobat… Memang bener jika seseorang menuduh copycat namun dirinya sendiri tidak bisa memberi contoh yang lebih baik maka untuk apa mengecap copycat… Toh mungkin kita selalu mendapat ide dari orang lain, so perbaiki diri masing2 dulu saja baru mengurusi orang lain 😀

  5. says

    Idea is Cheap, Time is Expensive & Execution is Everything.

    itu prinsip gue saat ini 🙂 ide bisa datang darimana saja, dari ngobrol sama teman, lihat produk orang lain, anything. Yang bikin kita berbeda dan tidak di anggap ‘copycat’ adalah dalam hal eksekusi.

  6. says

    sebenernya kalo dianggap copycat karna ada karya yang udah eksis, dan kita bikin karya dengan feel yang mungkin sama, sebenernya maksud kita cuma menjadikan karya yang eksis itu sebagai referensi, tapi menurut gue sih gak terlalu bermasalah selama kita gak ngelanggar hak cipta atau paten dari sebuah karya.

  7. alif says

    pernah denger istilah ATM ngak mbak? ini yang paling melekat di kepala saya yang disampaikan dosen wirausaha… ATM : amati , tiru, modifikasi..jadi kita melakukan peningkatan kualitas terhadap sesuatu (ide) yang sudah ada dan menjadikannya sebuah ide baru yang jauh lebih baik.. misal kita melihat 5 buah desain yang menarik, di bagian apa dari desain itu yang paling menarik, kita ambil, begitu juga di empat desain yang lain, dari bagian2 termenarik dari 5 desain tersebut, kita tuankan ke dalam sebuah desain baru asli karya kita…itu merupakan cara yang kreatif dan selalu saya gunakan sampai sekarang, an it’s not copycat for me 🙂

  8. Dwi Riana says

    @Alif btw saya juga sering denger istilah itu, menurut saya, itu great . Soalnya kita bisa modifikasi semuanya 🙂

  9. says

    Thanks sharingnya mbak. Kebetulan aku sedang cari artikel tentang copycat. Bagi aku sendiri, kalau hasil karyaku membuat orang lain terinspirasi, it’s fine. toh aku juga terinspirasi juga oleh banyak karya dan lingkungan. Yang penting hasil akhir jelas berbeda dengan inspirasinya. Kalau orang itu meniru 100% dan untuk di pasarkan massal, itu baru keterlaluan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *