FOWAB Kuak Kiprah Kreatif IT

FOWAB I: Lesehan gayeng bahas kreatifitas pekerja IT.

Apa jadinya bila sekitar 60 manusia kreatif IT berkumpul dalam satu ruang? Geeky. Livetweeting. Unjuk kreatifitas. Itulah yang terlihat pada ajang Forum Web Anak Bandung (FOWAB) ke-1 Kamis, 18 Februari lalu, di Common Room, Bandung.

Terinspirasi Future of Web Apps (FOWA), FOWAB diharapkan mampu menguak kiprah para kreatif IT.

Selama ini, tak dapat dipungkiri, kata “kreatif” di Bandung identik dengan musik dan artwork (mural, lukisan, poster, tato, cosplay, dll). Scene-scene itu begitu hidup, bergaung hingga ke kota lain di Indonesia, bahkan di mancanegara. Sementara IT, yang sebetulnya termasuk ranah kreatif, nyaris invisible (walau bukan superhero). Alhasil, ketika para startup dan investor butuh keahlian mereka, yang ada malah bingung.

“Buka lowongan cari CSS coder, eh sampai sekarang nggak nemu,” keluh Anggi Krisna, founder iCreativelabs dan grup Arus Media (termasuk dalam grup itu Ruang Freelance).

Dari keluhan-keluhan semacam itulah, manusia-manusia kreatif di balik iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, dan ThinkRooms mencetuskan ide untuk menggelar FOWAB. Gayung bersambut. Mulai dari web designer, web developer, graphic designer, blogger, content writer, IT entrepreneur, SEO enthusiast, online marketer, hingga social media enthusiast terlihat hadir.

Pukul 17.30 pertemuan dimulai. Gustaff Harriman Iskandar dari Common Room menyampaikan sambutan. Dia tekankan betapa kita tak bisa lepas dari dunia digital. Juga bahwa Bandung berpotensi luar biasa besar di bidang IT.

Sama sekali tak salah. Tiga presentasi yang bergulir setelahnya memang memukau.

Reza Prabowo dari Rave Warrior memperkenalkan Ngubek. Terinspirasi Yelp, online city guide Bandung itu (saat artikel ini di-publish) telah beranggotakan lebih dari 2 ribu orang!

FOWAB I: Fares Farhan beberkan Scraplr.

Fares Farhan dan Tata Tricipta dari Chocaholic kemudian memamerkan Scraplr. Aplikasi to-do list berbasis web yang uniknya berfitur social network; fitur ini tergolong langka di antara aplikasi sejenis.

Presentasi terakhir berjudul “Saatnya Freelance Online” disampaikan Anggi Krisna.

Seperti biasa, Anggi menjelaskan (baca: mengiming-imingi hadirin) dunia freelance yang penuh warna. Mulai dari alasan memilih freelancing, apa saja yang harus disiapkan kali pertama, beda freelance online dan offline, peluang job yang ada, serta suka duka kehidupan seorang freelancer.

FOWAB I: Anggi Krisna, Bapak Freelance Indonesia.

Presentasi itu begitu provokatif. Saya takkan heran bila FOWAB pertama itu memakan banyak korban. Alias para bos, yang berpotensi kehilangan banyak karyawan. Siapa tahu mereka resign dan beralih ke freelancing, hahaha…

Saya rasa freelancer sebetulnya tidak pernah jauh dari dunia IT. Bukan cuma seputar proyek, yang biasanya berkaitan dengan web. Komunikasi dengan klien, project management, time management, dan segala elemen freelance lainnya pun cenderung serba “internet”.

Freelancer juga tidak terlepas dari startup. Meski teorinya freelancing berarti bekerja dengan klien tertentu dalam kurun waktu terbatas, ada kalanya kita butuh passive income. Dengan menjual aplikasi web, misalnya. Bukankah itu termasuk startup?

Karena itu saya berharap FOWAB berkembang jadi medium mumpuni bagi para freelancer. Setidaknya untuk networking, bertukar informasi mengenai perkembangan web, dan–yang paling penting nih–terinspirasi ide-ide brilian dari freelancer dan startup IT lainnya.

FOWAB berikutnya direncanakan digelar sekitar 2 bulan mendatang. Yuk, ikutan.

“Hloh, bukannya itu cuma untuk warga Bandung? Namanya saja Forum Web Anak Bandung.”

Ah, apalah arti sebuah nama. Toh di meja registrasi takkan ada satpam yang menagih KTP peserta. Datang sajalah. Yuk.

*foto-foto oleh: Yohan

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Great article Dian, senangnya semua foto jepretan saya dipake. 🙂 Maaf buat reza, presenter pertama sibuk bantuin buat ngurusin slide jd lupa foto.

  2. says

    great event.. first start yang baik :D..
    Pertemuan selanjutnya klo bisa kita inventarisir kemampuan masing2, siapa tau kita bisa bikin sesuatu hasil kolaborasi, cool isn’t it? 😀

  3. Dian Ara says

    @yohan: Ah, maaf. Kemarin Minggu, kantor libur, tidak ada yang bisa ditanya foto di FB itu hasil jepretan siapa. Sudah saya tambahkan credit-nya ya. Makasih lho udah capek2 motret. Semoga di FOWAB berikutnya lebih banyak poto lagi yak… *maksa, LOL.

    • says

      Diaaaaan :-* prikitiiiiw, denger2 ntar fowab edisi mendatang mah elu yang jadi Seksi Sibuk yah? (semacam ndenger protes Rieka dan Lilieks 😉 )

  4. says

    huhuhu, pgn ikut tp telat baca post, nub nih msh byk blajar,
    klo emang sbuah nama, ga keberatan dong diganti nama bandung-nya 😀
    just a suggestion

  5. tre says

    lam knal bro2 smwa. . .w awam neg d bidang IT tp w sangat mngharapkan perkembangan IT yg pesat d Indonesia. . .blh g bro kutan acara neg??
    tempat ny n tgl brp bro??

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *