<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ruang Freelance</title>
	<atom:link href="http://www.ruangfreelance.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ruangfreelance.com</link>
	<description>Bebas Bekerja Tanpa Batas</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 03:26:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cara Membuat Klien Setia Pada Anda</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/31/cara-membuat-klien-setia-pada-anda/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/31/cara-membuat-klien-setia-pada-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 03:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nita Sellya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[klien]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=3043</guid>
		<description><![CDATA[
Hubungan yang terjadi antara freelancer dan klien merupakan hubungan simbiosis mutualisme. Suatu hubungan di mana kedua belah pihak berhak dan wajib mendapatkan keuntungan yang seimbang. Klien mendapatkan hasil kerja yang memuaskan, freelancer mendapatkan pembayaran sesuai dengan kesepakatan dan tepat waktu.
Sebagai freelancer, pekerjaan yang terus menerus dari seorang klien adalah suatu pengharapan. Dengan demikian pemasukanpun tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/rosal21/4501889891/sizes/z/"><img class="alignnone size-full wp-image-3093" title="Handshake and teamwork" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/klien-e1283311548765.jpg" alt="" width="390" height="544" /></a></p>
<p>Hubungan yang terjadi antara freelancer dan klien merupakan hubungan simbiosis mutualisme. Suatu hubungan di mana kedua belah pihak berhak dan wajib mendapatkan keuntungan yang seimbang. Klien mendapatkan hasil kerja yang memuaskan, freelancer mendapatkan pembayaran sesuai dengan kesepakatan dan tepat waktu.</p>
<p>Sebagai freelancer, pekerjaan yang terus menerus dari seorang klien adalah suatu pengharapan. Dengan demikian pemasukanpun tidak terputus. Namun adakalanya ketika Anda sudah selesai mengerjakan suatu proyek, pembayaran sudah dilakukan, kemudian klien tersebut tidak terdengar lagi kabarnya. Kemungkinannya ada dua, mereka memang belum mempunyai proyek baru untuk Anda. Atau mereka tidak mau memakai jasa Anda lagi dengan berbagai alasan.</p>
<p>Bila Anda serius menjadi seorang freelancer dan menggantungkan pemasukan dari pekerjaan ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam membuat klien selalu kembali kepada Anda.</p>
<h3>Bangunlah hubungan baik dengan klien dan pahami kebutuhan mereka</h3>
<p>Perlakukan klien seperti Anda ingin diperlakukan. Anda suka membicarakan diri sendiri, kan? Biarkan mereka bercerita tentang diri mereka. Kenali mereka secara pribadi. Bila perlu, ingat detil-detil kecil yang bagi mereka terlihat penting. Misalnya hari ulang tahun mereka, kepercayaan agama mereka, hari ulang tahun pernikahan mereka. Kirimkan ucapan selamat melalui sms atau kartu ucapan. Jangan lupa berikan sentuhan atau pesan personal.</p>
<p>Tanyakan hal-hal yang berkenaan dengan proyek yang mereka ajukan, sedetil dan serinci mungkin. Pertama, untuk menghindari kesalahan kecil namun seringkali fatal karena Anda tidak memperhatikan detail yang diinginkan. Kedua, untuk meyakinkan klien bahwa Anda sangat tertarik dengan proyek mereka dan mencurahkan perhatian penuh.</p>
<h3>Mudah dihubungi</h3>
<p>Jawab email, sms, telepon mereka sesegera mungkin. Kecuali bila mereka menghubungi di saat Anda sedang tidur, berikan tanggapan di pagi hari. Bila Anda sedang tidak bisa menjawab panggilan mereka, segera beri respon setelah Anda bisa meluangkan waktu.</p>
<h3>Tenggat waktu</h3>
<p>Buat jadwal yang teratur. Perkiraan kemampuan kerja Anda. Bila klien meminta pekerjaan selesai dalam waktu singkat sementara Anda juga punya proyek lain yang harus diselesaikan, berikan alternatif tenggat waktu pada mereka. Bila mereka memaksa, dan Anda yakin tidak bisa melakukannya, berikan alternatif rekan freelancer yang kira-kira bisa membantu. Lebih baik menolak suatu pekerjaan, daripada menerima pekerjaan itu lalu memaksakan diri dan hasilnya mengecewakan klien.</p>
<p>Bila tenggat waktu sudah disepakati, hindari godaan untuk menunda. Semakin cepat Anda menyelesaikan pekerjaan, Anda punya lebih banyak waktu luang untuk melakukan editing dan revisi, dan bisa menyerahkan pekerjaan kepada klien dengan sempurna.</p>
<h3>Semua ada</h3>
<p>Pastikan klien mengetahui bahwa Anda tidak hanya bisa melakukan satu pekerjaan. Anda seorang web designer yang jago fotografi dan lihai dalam menerjemahkan ke bahasa asing. Bila klien mengetahui bahwa Anda bisa melakuakn semua itu.</p>
<p>Bila ternyata tidak? Rekrut teman freelancer yang Anda tahu bisa diandalkan hasil kerjanya. Dan yang fee-nya sesuai dengan budget yang diberikan oleh klien.</p>
<p>Dengan demikian, proyek apapun yang ada pada klien Anda, mereka akan menghubungi Anda.</p>
<blockquote><p>Anda mempunyai pengalaman lain dalam membuat klien tetap kembali kepada Anda? Sila dibagi, semoga sama bermanfaatnya bagi rekan freelancer yang lain <img src='http://www.ruangfreelance.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/31/cara-membuat-klien-setia-pada-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seri Self Promotion: Self Promotion di Internet</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-internet/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 22:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[personal branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=2993</guid>
		<description><![CDATA[
Ok, kita masuk pada tulisan kedua tentang seri self promotion, pada tulisan sebelumnya kita telah membahas beberapa cara atau persiapan yang dilakukan untuk melakukan self promotion di event. Kali ini mari kita mencoba untuk membicarakan beberapa hal yang berkaitan tentang self promotion secara online.
Tulisan  ini memang tidak akan membahas bagaimana caranya melakukan promosi secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/techinformatics/4159393249/sizes/m/"><img class="alignnone size-full wp-image-3088" title="internet-promotion" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/internet-promotion-e1283121371476.jpg" alt="internet-promotion" width="390" height="259" /></a><br />
<em>Ok</em>, kita masuk pada tulisan kedua tentang seri <em>self promotion</em>, pada tulisan sebelumnya kita telah membahas beberapa cara atau persiapan yang dilakukan untuk <a title="self promotion di event" href="http://www.ruangfreelance.com/2010/07/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-event/" target="_blank"><strong>melakukan </strong></a><em><a title="self promotion di event" href="http://www.ruangfreelance.com/2010/07/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-event/" target="_blank"><strong>self promotion</strong></a></em><a title="self promotion di event" href="http://www.ruangfreelance.com/2010/07/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-event/" target="_blank"><strong> di </strong></a><em><a title="self promotion di event" href="http://www.ruangfreelance.com/2010/07/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-event/" target="_blank"><strong>event</strong></a></em>. Kali ini mari kita mencoba untuk membicarakan beberapa hal yang berkaitan tentang <em>self promotion</em> secara <em>online</em>.</p>
<p>Tulisan  ini memang tidak akan membahas bagaimana caranya melakukan promosi secara  mandiri di Twitter atau Facebook atau media internet lainnya, tetapi  akan lebih menitikberatkan pada apa yang mesti disiapkan sebelum pada <em>freelancer</em> terjun kebelantara <em>self promotion</em> di internet.<span id="more-2993"></span></p>
<h3>Pertama: Persiapkan Tujuan Untuk Promosi</h3>
<p>Promosi  mandiri bisa jadi sangat punya beberapa keterbatasan, baik dari modal  maupun waktu, maka dari itu tentukan dulu dari awal apa yang ingin Anda  capai, apakah Anda menggunakan Twitter untuk mempromoskan profil Anda, <em>web</em> Anda, atau situs karya Anda sendiri.</p>
<p>Apakah Anda menggunakan Facebook <em>page</em> hanya  untuk coba-coba atau memang digunakan untuk mempromosikan diri Anda  dengan keahlian yang Anda punya dalam rangka mendapatkan klien,  mengembangkan karir sebagai <em>freelance</em> atau untuk mendapatkan order secara langsung.</p>
<h3>Kedua: Pilih Alat yang Sesuai Penggunaan</h3>
<p>Entah  itu Facebook, entah itu Twitter atau aplikasi lain yang berhubungan  dengan media sosial, satu hal yang pasti adalah memilih alat yang cocok  untuk digunakan. Bisa jadi seorang <em>freelancer</em> tidak cocok menggunakan Facebook, tetapi lebih cocok menggunakan Twitter, atau <em>freelancer</em> yang lain lebih cocok hanya dengan menggunakan <em>blog</em> yang lain harus membuat situs sendiri dengan nama domain sendiri.</p>
<p>Pilih alat yang disesuaikan dengan karakter pribadi serta yang sesuai dengan pekerjaan yang dipilih oleh <em>freelancer</em> itu sendiri, misalnya seorang <em>web designer</em> akan lebih baik jika mempunyai situs sendiri yang berisi portofolio  mereka, dan seorang fotografer mungkin cukup dengan membuat akun Tumblr  dan sisanya menggunakan Flickr atau masuk ke situs pertemanan berbasis  fotografi seperti Inifotoku.com dan <em>freelancer</em> bidang lain dengan pilihan alat promosi <em>online</em> mereka.</p>
<h3>Ketiga: Fokus</h3>
<p>Apapun yang dikerjakan dan bidang apapun pekerjaan <em>freelance</em> yang Anda kerjakan, fokus adalah ‘harga mati’ yang harus selalu dibayar, demikian juga dengan melakukan <em>self promotion</em>. Jika Anda hanya akan memilih dua akun sosial sebagai sarana promosi, maka fokuslah pada dua saluran tersebut.</p>
<p>Fokus  juga membuat Anda bisa melakukan eksplorasi atas saluran yang Anda  pilih, dan mencoba semua fitur yang ada, entah itu situs pribadi, <em>blog</em>, jejaring sosial atau media apapun yang dipilh.</p>
<h3>Keempat: Atur Sustainabilitas atau Update<em> Secara Kontinyu</em></h3>
<p><em> </em></p>
<p>Selain Fokus, ‘harga mati’ yang harus dibayar oleh para <em>freelancer</em> dalam <em>self promotion </em>secara <em>online</em> adalah sustainabilitas atau melakukan <em>update</em> secara kontinyu. Hasil promosi tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika Anda tidak meng-<em>update blog</em>, situs atau media lain yang Anda pilih.</p>
<p>Untuk <em>blog </em> paling minimal satu minggu sekali, akan lebih baik kalau Anda bisa  melakukan <em>update</em> 2-3 kali dalam seminggu, untuk jejaring sosial tentu  harus lebih aktif. Aktif disini juga bisa diarahkan sesuai dengan tujuan  yang ingin dipilih, jika Anda memang mencari teman, mungkin Anda bisa  berkomunikasi dengan lebih sering, tapi jika Anda menggunakannya hanya  untuk mencari info terbaru atau mengarahkan aliran promosi pada situs  pribadi Anda, <em>update </em>yang dilakukan mungkin bisa tidak terlalu sering.</p>
<p>Meskipun  banyak contoh dalam tulisan ini menggunakan jejaring sosial, namun  media promosi mandiri tentu saja tidak terbatas jejaring sosial, banyak  saluran yang bisa dieksplorasi dan dipilih, tapi pada intinya, pemikiran  dasarnya tetap sama.</p>
<p>Selamat  berpromosi, semoga tulisan ini memberi inspirasi, tentu artikel ini  bukanlah artikel lengkap yang sempurna, karena itu, saran, kritik serta  pendapat bisa disampaikan pada kolom komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/29/seri-self-promotion-self-promotion-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Kepercayaan Klien</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/25/membangun-kepercayaan-klien/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/25/membangun-kepercayaan-klien/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 09:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nafi'</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[klien]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=3053</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali individu yang baru terjun ke dunia freelancer akan kesulitan mendapatkan klien ataupun proyek. Ada banyak faktor yang menyebabkan itu. Seperti belum adanya portfolio yang bisa ditampilkan, pendidikan yang bukan di bidang freelance yang dijalaninya, pengalaman ber-freelance/bekerja yang belum terlalu banyak, serta mungkin networking yang belum luas. Tetapi ia sangat optimis bahwa passionnya di bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 433px"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2538/4036087411_a5e2fdaae2_z.jpg" alt="Membangun Kepercayaan Klien - photo by Troy Holden" width="423" height="282" /><p class="wp-caption-text">Membangun Kepercayaan Klien - photo by Troy Holden</p></div>
<p>Seringkali individu yang baru terjun ke dunia freelancer akan kesulitan mendapatkan klien ataupun proyek. Ada banyak faktor yang menyebabkan itu. Seperti belum adanya portfolio yang bisa ditampilkan, pendidikan yang bukan di bidang freelance yang dijalaninya, pengalaman ber-freelance/bekerja yang belum terlalu banyak, serta mungkin networking yang belum luas. Tetapi ia sangat optimis bahwa passionnya di bidang itu, dan ia berusaha mencari job disana.<br />
<span id="more-3053"></span><br />
Bayangkan jika anda adalah seorang klien yang ingin menghire dia. Pastinya anda masih belum percaya atas jasanya bukan? Walaupun ia sudah yakin 100% bahwa passionnya di bidang itu. Klien (konsumen) tidak ingin mengambil resiko atas apa yang dibelinya. Klien selalu menginginkan barang/jasa yang dibelinya itu selalu bisa memenuhi kebutuhannya (jika ia seorang konsumen yang loyal)s.</p>
<p>Untuk mendapatkan kepercayaan seorang klien pertama kalinya, saat itu saya menghabiskan waktu kurang lebih sekitar satu tahun dari dimulainya keseriusan Hexacreative pada tahun 2009. Yap, itu adalah hasil dari beberapa kerja keras yang saya lakukan di dunia online maupun offline (dunia nyata). Memang sangat berat sekali saat memulainya pertama kali.</p>
<p>Pada artikel ini saya akan mencoba membagikan beberapa tips tentang Membangun Kepercayaan Klien menurut pengalaman pribadi, ilmu yang saya dapatkan dari berbagai sumber, dan dari teman-teman freelancer lainnya juga. Tips dibawah ini saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Jika salah satu tidak diterapkan secara serius, mungkin hasilnya juga tidak akan serius <img src='http://www.ruangfreelance.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Enjoy, just do it!</p>
<h3>Membangun Networking </h3>
<p><strong>1. Nge-Blog!</strong><br />
Menulis artikel di blog bisa menambah kepercayaan klien terhadap jasa kita. Mengapa demikian?. Karena blog bisa membawa visitor dan komentator di artikel yang kita ciptakan. Bisa jadi pengunjung itu adalah calon klien anda bukan?. Misalkan jasa freelance anda di bidang fotografi, dan anda menulis artikel apa itu aperture, apa itu angel, bagaimana memilih kamera yang baik, dan lain-lain. Nah, maka bisa jadi calon konsumen melihat bahwa itu adalah ilmu yang anda miliki, dan akhirnya klien bisa percaya atas jasa kita. Jika artikel yang anda buat itu cukup bagus, maka tidak perlu ditebak lagi bahwa blog anda akan sering dikunjungi dan makin banyak kemungkinan untuk mendapatkan klien. Jangan lupa di blog anda sertakan informasi kontak/hire. Oh ya, ini juga berlaku untuk citizen journalism atau bahasa lainnya “anda menulis untuk blog lain”. Contohnya seperti konsep Ruangfreelance atas artikel-artikelnya (mayoritas artikel dari citizen journalism). Bisa juga dibaca di artikel Ruangfreelance yang berjudul <a href="../2009/10/18/feelancer-ngeblog-lah/" target="_blank">Freelancer, Ngeblog lah!</a>.</p>
<p><strong>2. Perbanyak Teman Baru yang Minat/Passion/Hobinya Sama Seperti Anda</strong><br />
Yang dimaksudkan perbanyak teman baru di point ini adalah kita harus bisa tetap menjaga persahabatan/tetap bersilaturahmi dengan teman lama juga walaupun sudah mendapatkan teman baru. Jangan seperti peribahasa kulit lupa akan kacangnya *eh.</p>
<p>Tidak ada salahnya untuk mencari sahabat baru untuk kemajuan diri/job kita, asalkan tetap berpegang teguh terhadap prinsip diatas. Jika prinsip diatas diabaikan dan teman lama anda kecewa, bisa jadi teman lama anda menceritakan hal buruk tentang persahabatan anda kepada teman baru anda. Ini bisa gawat terhadap reputasi anda kedepannya.</p>
<p>Memperbanyak hubungan baru, terutama yang satu passion dengan anda, karena dapat menimbulkan rasa semangat atas pekerjaan/freelance anda. Karena hal itu dapat saling men-share pengalaman dan ide secara mudah, dan lain-lain. Manfaatnya banyak sekali, bukan hanya berpengaruh pada job kita saja. Ya toh?</p>
<p><strong>3. Usahakan Sering Bergabung di Komunitas dan Event</strong><br />
Dengan anda sering aktif atau bergabung di komunitas serta event-event yang berhubungan dengan passion/job anda, anda akan sering juga mendapatkan berbagai pengalaman, teman baru, ilmu baru, dan juga bisa jadi calon klien. Be active!.</p>
<p><strong>4. Selalu Cari Ilmu dan Pengalaman Baru yang Berhubungan Dengan Job</strong><br />
Mencari pengalaman baru bisa diciptakan melalui diri sendiri. Latih diri anda sendiri. Ciptakan latihan sesuai dengan passion anda, latih yang anda belum bisa. Jangan takut salah. Dengan mendapatkan pengalaman baru, maka ilmu baru pun akan datang dengan sendirinya. Sering-sering juga membaca buku, majalah, dan artikel di Internet yang sesuai dengan passion anda.</p>
<h3>Menawarkan Jasa</h3>
<p><strong>1. Memberikan Harga Jasa yang Konsisten</strong><br />
Pada point ini anda harus mempunyai target atau manajemen harga yang tepat. Siapa calon konsumen yang anda targetkan, apa skill anda, apa alat yang anda gunakan, dan lainnya. Untuk penjelasan ini, lebih lengkapnya dapat anda baca di <a title="Permanent Link to Cara Menentukan Nilai Proyek Untuk Freelancer" href="../2009/01/26/cara-menentukan-nilai-proyek-untuk-freelancer/" target="_blank">Cara Menentukan Nilai Proyek Untuk Freelancer</a>.</p>
<p><strong>2. Tawarkan/Promosikan Jasa Anda kepada Lingkungan Sekitar</strong><br />
Lihat disekitar tempat tinggal anda. Toko atau usaha apa yang anda sering lewati atau kunjungi?. Jika anda seorang freelance desainer website, lihat, apakah mereka sudah mempunyai website? Jika belum, tawarkanlah. Dan juga berikan keterangan bahwa anda bertempat tinggal tidak jauh dari sana. Fungsinya? Jika klien sudah deal dengan jasa anda, maka klien akan percaya. Klien bisa mengunjungi tempat tinggal/kantor anda setiap saat. Klien akan percaya bahwa ini bukan penipuan. Think local first.</p>
<p><strong>3. Usahakan Membuat Portfolio dan Curriculum Vitae</strong><br />
Tampilkan hasil karya-karya anda di website yang menyediakan showcase secara gratis atas kary-karya kita. Contohnya jika anda desainer atau fotografer, anda dapat memamerkan karya di <a href="http://kayakarya.com/" target="_blank">kayakarya.com</a>, <a href="http://behance.net/" target="_blank">behance.net</a>, <a href="http://deviantart.com/" target="_blank">deviantart.com</a>, <a href="http://designtaxi.com/" target="_blank">designtaxi.com</a>, atau web sejenis lainnya. Lebih bagus lagi jika anda mempunyai web portfolio pribadi. Curriculum Vitae dapat berformat .PDF atau bisa anda join ke LinkedIn.com untuk menampilkan CV/resume anda. Dan juga berikan informasi secara detail apa yang dapat anda layani kepada klien di portfolio anda.</p>
<p>“Bagaimana dengan saya yang belum mempunyai satupun karya untuk ditampilkan?”. Saat pertama kali terjun di dunia freelance desain web dan grafis, sayapun belum mempunyai karya yang dapat ditampilkan. Saya mencoba untuk membuat portfolio pribadi. Seperti hasil karya-karya yang saya ciptakan untuk diri saya sendiri. Ternyata ini sangat menyenangkan!.<br />
<strong>4. Aktif di Media Sosial dan Website Freelance Market<br />
a. Media Sosial</strong><br />
Sekarang kita hidup di era teknologi media sosial. Mengapa kita tida menggunakannya secara optimal untuk job kita?. Media sosial itu seperti sebuah komplek perumahan atau apartemen, yang di dalamnya ada orang-orang yang sedang mencari jasa. Maka kita tinggal mencari yang membutuhkan jasa kita.</p>
<p>Perbanyaklah sapaan, serta share hal-hal yang berguna di sosial media. Tawarkan jasa kita, atau kita yang mencari klien dengan cara men<em>search</em>nya melewati kolom search. Jika anda Twitter user, biasanya calon klien akan mudah dicari, karena Twitter menyediakan info streaming yang update. Tetapi tidak mudah untuk mendapatkan klien disana, karena dengan teknik ini, siapa cepat dia dapat!. Ini berlaku untuk semua media sosial juga, seperti Kaskus maupun Facebook.</p>
<p><strong>b. Website Freelance Market</strong><br />
Jujur, saya sekalipun belum pernah terjun kedalam website freelance market seperti Elance.com, <a href="http://freelancer.com/" target="_blank">freelancer.com</a>, ataupun yang lainnya. Tetapi pernah beberapa kali berkompetisi di <a href="http://99designs.com/" target="_blank">99designs.com</a> (eh sama gak sih?). Point ini saya ambil dari pengalaman teman-teman freelance yang lainnya yang nge-bid di website freelance market seperti itu. Dan akhirnya mereka sukses mendapatkan klien. Mungkin untuk point ini, anda bisa membacanya di <a href="../2009/06/28/taktik-gerilya-menangkan-proyek/" target="_blank">Taktik Gerilya Memenangkan Proyek</a>, <a href="../2008/10/26/situs-freelance-online-bagi-calon-freelancer/" target="_blank">Situs Freelancer Online Bagi Calon Freelancer</a>, dan artikel lainnya.</p>
<p><strong>5. Optimis dan Jangan Menyerah!</strong><br />
“Jangan hitung berapa kali anda gagal, tetapi hitunglah berapa kali anda bangun dari kegagalan tersebut”.  Jika anda belum bisa dalam suatu hal di bidang anda, maka jangan mudah menyerah. Kesempatan itu masih ada, selagi kita semangat dan niat selalu. Tuhan pasti akan melihat hambanya yang bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Tuhan tidak memberikan kesuksesan terhadap orang-orang besar, kecuali mereka bekerja sangat keras dan tidak mudah menyerah. Dan juga pastinya banyak kegagalan yang mereka alami, sebelum kesukesan itu ada di tangan mereka.</p>
<h3>Mengerjakan Proyek </h3>
<p><strong>1. Deadline Tepat Waktu</strong><br />
Sesuaikan waktu aktifitas pribadi anda dengan penyelesaian proyek. Klien akan merasa rugi jika proyeknya diselesaikan terlambat. Mengenai deadline dapat anda baca selengkapnya di <a href="../2009/02/03/4-langkah-mudah-menghindari-telat-deadline/" target="_blank">4 Langkah Mudah Menghindari Telat Deadline</a></p>
<p><strong>2. Brainstorming</strong><br />
Saling bertukar pikiran dengan klien sebelum proyek dimulai akan menciptakan kesepakatan proyek yang jelas.</p>
<p><strong>3. Gunakan Waktu Sebaik Mungkin!</strong><br />
Time is money. Time is sword. Menjadi freelance memang bisa bekerja kapan saja, atau istirahat sesuka hati. Tetapi pikirkanlah deadline. Prioritaskan apa yang akan anda kerjakan.</p>
<p><strong>4. Selalu Laporkan Apa yang Telah Anda Selesaikan</strong><br />
Melaporkan hal-hal yang telah anda selesaikan dalam sebuah proyek akan menambah kepercayaan klien atas kualitas kerja anda. Semua yang dikerjakan menjadi lebih jelas.</p>
<p><strong>5. Fokus</strong><br />
Keep focus on work. Hindari hal-hal yang berpengaruh buruk atau waste time saat anda sedang bekerja. Menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jadwal, lebih baik. Karena masih ada waktu untuk memperbaiki kesalahan dari proyek yang kita buat.</p>
<p>Sepertinya masih banyak lagi tips-tips sukses freelance newbie lainnya. Dan anda bisa mendapatkannya di artikel lainnya.</p>
<p>Demikian sedikit ilmu dan pengalaman yang dapat saya share disini. Cheers! Just do it! Salam #FreelanceUnite!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/25/membangun-kepercayaan-klien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Pengakuan Nama Anda</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/21/membangun-pengakuan-nama-anda/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/21/membangun-pengakuan-nama-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 19:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bima Arafah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=3058</guid>
		<description><![CDATA[Branding, branding dan branding. Entah mungkin tercampur dalam satu kalimat atau berdiri sendiri dalam satu kata tunggal, “Branding” ini sering diucapkan dan dibicarakan oleh banyak orang. Apapun itu jenisnya, produk, layanan atau bahkan diri secara personal sering penampilannya ingin mempunyai pencitraan yang memiliki segmentasi pasar (yang nantinya akan digunakan sebagai komunitas) dan juga sedikit gengsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Branding, branding dan branding. Entah mungkin tercampur dalam satu kalimat atau berdiri sendiri dalam satu kata tunggal, “Branding” ini sering diucapkan dan dibicarakan oleh banyak orang. Apapun itu jenisnya, produk, layanan atau bahkan diri secara personal sering penampilannya ingin mempunyai pencitraan yang memiliki segmentasi pasar (yang nantinya akan digunakan sebagai komunitas) dan juga sedikit gengsi (kelas) tentunya. Banyak yang sukses dengan “branding” itu sendiri, akan tetapi juga tidak sedikit yang berguguran di tengah ketatnya kompetisi.</p>
<p><strong>Artikel sebelumnya yang terkait dengan “branding” di Ruang Freelance</strong><br />
1. <a href="../2009/09/22/branding-solusi-para-freelancer-baru/">Branding,      solusi para freelancer baru</a><br />
2. <a href="../2009/11/06/personal-branding-sebagai-senjata-rahasia-para-freelancer/">Personal Branding Sebagai Senjata Rahasia Para Freelancer</a><br />
3. <a href="../2009/05/17/menjual-diri-di-internet/">Menjual      Diri di Internet</a><br />
4. <a href="../2009/07/19/hal-hal-yang-biasa-kita-lupakan-dalam-membangun-personal-branding-online/">Hal-hal yang Biasa Kita Lupakan dalam Membangun Personal Branding Online</a></p>
<p>Lalu agar saya tidak gagal, langkah apa saja yang bisa menjadi pilihan saya? Beruntungnya di jaman yang mengaku serba moderen ini, dimana kemudahan untuk bersosial/kampanye secara aktif tidak selalu harus bertatap muka, kita mempunyai banyak pilihan untuk segera berkomitmen membangun pengakuan dari apa yang kita perjuangkan. Disini saya akan mengambil contoh branding bagi diri sendiri. Apa saja langkah yang bisa kita lakukan? Berikut ini langkah yang bisa kita lakukan.</p>
<h3>Bikin Blog</h3>
<p>Blog telah terbukti menjadi cara yang sangat baik bagi semua kalangan untuk mendapatkan pencitraan yang maksimal. Blog juga membuat anda memiliki komunitas untuk saling bertukar ide, cerita, masalah, solusi dan pengalaman. Semua orang bebas untuk keluar dan masuk dari blog anda, dan tentunya juga bebas untuk mengutarakan komentarnya atas apa yang telah anda rujuk tentang subjek pada masing-masing entri tulisan/posting. Yang pasti, anda harus memiliki keyakinan bahwa apa yang anda miliki itu memiliki nilai lebih dan patut untuk disebarkan ke khalayak ramai.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3059" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/blog.jpg" alt="" width="500" height="300" /><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/anniemole/85515856/">Annie Mole</a></p>
<p>Sekedar contoh, jika anda desainer grafis, anda bisa bikin blog seperti <a href="http://www.jurusgrafis.com/">Jurus Grafis</a> yang berbagi ilmu dan tutorial seputar desainer grafis. Jika anda orang yang suka warawiri/berkecimpung dalam dunia web, anda bisa bikin blog seperti <a href="http://toekang.web.id/">Toekangweb</a> yang memang mengulas masalah seputar web dan korelasinya. Dari 2 contoh diatas, saya melihat bahwa mereka mengulas dan membahas sebuah subjek yang memiliki korelasi bukan saja hanya sebagai artikel, namun karena passion tentang subjek yang berkaitan. Lambat laun, ini bisa anda jadikan sebuah aset.</p>
<p><strong>Artikel yang mungkin relevan:</strong><br />
<a title="Permanent Link to Seberapa Efektif Membangun Personal Brand Lewat Blog? (1)" href="http://ariefmaulana.com/seberapa-efektif-membangun-personal-brand-lewat-blog-1/">Seberapa Efektif Membangun Personal      Brand Lewat Blog?</a></p>
<h3>Aktif di Situs-Situs Jejaring Sosial</h3>
<p>Siapa jaman sekarang yang tidak memiliki akun pada banyaknya situs jejaring social saat ini? Hampir bisa dipastikan semua memilikinya. Banyak developer, desainer, penulis, artis dan bahkan para freelancer yang sangat-sangat aktif di situs-situs jejaring social seperti Facebook dan Twitter. Anda dapat membangun secara signifikan atau bertahap pola komunikasi dengan orang-orang di sekeliling anda yang mungkin akan membantu untuk meningkatkan pengenalan nama Anda lebih luas lagi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3060" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/social.jpg" alt="" width="500" height="235" /><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/daviderickson/2765981920/">David Erickson</a></p>
<p>Keuntungan dari social media sendiri bagi pribadi anda adalah membangun kepercayaan dan juga pengenalan nama anda dari orang lain dan juga dengan mudah bagi orang lain untuk menemukan anda, termasuk untuk berkomunikasi langsung dengan anda. Beberapa pekerjaan saya sekarang ini, kebanyakan saya dapat melalui media-media social yang ada di internet. Bukan tidak mungkin, anda juga bisa melakukannya.</p>
<p><strong>Artikel yang mungkin relevan:</strong><br />
1. <a href="http://virtual.co.id/blog/cyberpr/bersukaria-dan-berdukaria-di-social-media/">Bersukaria      dan Berdukaria di Social Media</a><br />
2. <a href="../2009/05/07/personal-branding-diri-dengan-social-media/">Personal      Branding diri dengan social media</a></p>
<h3>Incar Profil yang Lebih Tinggi</h3>
<p>Ini saya yakin adalah salah satu cara efektif untuk mendapatkan pengakuan nama Anda di luar sana, terlibat dalam proyek tingkat tinggi/dikenal/memiliki gengsi. Maksud saya disini adalah misalkan, anda 10 kali menjadi artis figuran di sebuah film/video klip dibandingkan dengan anda 1 atau 2 kali menjadi pemeran utama dalam sebuah film/video klip, mana yang lebih menguntungkan bagi portfolio/catatan karir anda? Yep, you got my point here. Orang pasti mendatangi anda.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3061" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/profile.jpg" alt="" width="500" height="205" /><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/45352263@N07/4168756852/">Rendezblu</a></p>
<p>Oleh karena itu, sebisa mungkin buka peluang bagi diri anda untuk dikenal dan tentunya anda akan sangat bangga atas kemajuan diri anda secara personal yang telah anda buat. “Eh, desain situs X itu aku yang buat lho” – Jika anda adalah seorang web desainer, anda pasti akan sangat bangga jika anda pernah terlibat langsung/mendesain bagi situs X. Dan tentunya masih banyak lagi analogi bagi poin ketiga yang saya maksud disini.</p>
<h3>Write a book</h3>
<p>Ini sebenarnya bukan pilihan bagi setiap orang, tetapi yang saya lihat dari orang-orang yang telah menulis buku-buku sukses/banyak terjual memiliki pengenalan/pengakuan nama yang kuat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/21/membangun-pengakuan-nama-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cintai pekerjaanmu maka pekerjaanmu akan mencintaimu.</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/19/cintai-pekerjaanmu-maka-pekerjaanmu-akan-mencintaimu/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/19/cintai-pekerjaanmu-maka-pekerjaanmu-akan-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 03:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktifitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=2989</guid>
		<description><![CDATA[
Banyak diantara teman-teman yang kerjaannya menunggu jam 5 tiap Senin &#8211; Jumat alias menunggu jam pulang kerja. Beberapa teman-teman yang saya ajak ngobrol kasihan melihat mereka yang seperti itu. Sepertinya kehidupan mereka dilakukan dengan terpaksa. Setiap hari kerja melakukan hal yang tidak mereka senangi. Berbahagialah yang sekarang tidak pernah menunggu jam pulang kerja. Tapi menunggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/roslol/3488255827/sizes/m/"><img src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/love-your-job-2.jpg" alt="" title="love-your-job-2" width="375" height="500" class="alignnone size-full wp-image-3050" /></a></p>
<p>Banyak diantara teman-teman yang kerjaannya menunggu jam 5 tiap Senin &#8211; Jumat alias menunggu jam pulang kerja. Beberapa teman-teman yang saya ajak ngobrol kasihan melihat mereka yang seperti itu. Sepertinya kehidupan mereka dilakukan dengan terpaksa. Setiap hari kerja melakukan hal yang tidak mereka senangi. Berbahagialah yang sekarang tidak pernah menunggu jam pulang kerja. Tapi menunggu kapan pekerjaannya bisa selesai dengan baik.<br />
<span id="more-2989"></span><br />
Orang yang melakukan sesuatu dengan terpaksa tentu tidak akan mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal. Dan dengan pekerjaan yang tidak maksimal tentu yang dihasilkan juga tidak maksimal. Beberapa orang mungkin berpikir kenapa tidak ada peningkatan karir, kenapa saya masih aja melakukan hal yang sama selama bertahun-tahun. Menurut saya, 2-3 tahun kalau tidak ada peningkatan dalam karir, maka anda mungkin tidak cocok berada disitu. Entah tempat kerjanya atau memang pekerjaan tersebut yang tidak cocok dengan anda.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/49308303@N00/197860598/sizes/s/"><img src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/love-your-job.jpg" alt="" title="love-your-job" width="238" height="234" class="alignnone size-full wp-image-3051" /></a></p>
<p>Cobalah melakukan yang kalian senangi. Mumpung masih muda, dan belum terlambat. Jangan dibilang saya tidak punya pilihan. Tidak benar, semua orang pasti punya pilihan. Semua orang pasti punya kesempatan. Tapi tidak semua orang memang bisa melihat bahwa pilihan diberikan, dan kesempatan tersedia didepan mata. Diperlukan kejelian dan bantuan dari orang sekitar agar kita dapat memilih dan mengambil kesempatan yang ada.</p>
<p>Menjadi freelance akan membuat kita punya banyak pilihan. Bisa dibilang semua yang dilakukan oleh freelancer semuanya adalah pilihan dia. Dan dengan melakukan pilihan kita maka kita akan bisa melakukannya dengan senang hati. Makin senang kita melakukan sesuatu, makin maksimal kita mengerjakannya dan makin maksimal pula hasilnya. Cobalah memulai dengan hobi. Karena kalau anda jeli sebenarnya hobi jg menghasilkan selama anda mau menekuninya.</p>
<p>Ayo, segera cari &#8220;pasangan hidupmu&#8221; yang bisa kalian cintai, dan dilakukan dengan penuh kesenangan. Bila kalian melakukannya sepenuh hati maka dia akan membalas cintamu dan akan memberikan hasil yang baik dan sesuai harapan kalian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/19/cintai-pekerjaanmu-maka-pekerjaanmu-akan-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refreshing Singkat Bagi Freelancer</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/18/refreshing-singkat-bagi-freelancer/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/18/refreshing-singkat-bagi-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 09:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nita Sellya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[libur]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=3035</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam konteks pekerja kantoran, kita masih mengenal kata libur di kala akhir pekan, cuti tahunan, outing bersama rekan kantor, atau sekedar ngopi bareng di kafe sepulang kerja. Dengan kata lain, refreshing, penyegaran diri, istirahat dari berbagai kesibukan.
Sebagai freelancer, kita mau tidak mau harus menentukan sendiri kapan kita bisa melakukannya. Mungkin selintas terdengar mudah saja buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/photocillin/2961322474/sizes/m/"><img src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/berlibur-e1282122351969.jpg" alt="berlibur" title="berlibur" width="390" height="263" class="alignnone size-full wp-image-3048" /></a></p>
<p>Dalam konteks pekerja kantoran, kita masih mengenal kata libur di kala akhir pekan, cuti tahunan, outing bersama rekan kantor, atau sekedar ngopi bareng di kafe sepulang kerja. Dengan kata lain, <em>refreshing</em>, penyegaran diri, istirahat dari berbagai kesibukan.</p>
<p>Sebagai freelancer, kita mau tidak mau harus menentukan sendiri kapan kita bisa melakukannya. Mungkin selintas terdengar mudah saja buat freelancer untuk berlibur, berhenti bekerja dan bersantai sejenak. Namun pada kenyataannya justru banyak freelancer yang mengeluhkan kurangnya waktu untuk refreshing karena proyek sedang banyak. “Nanti kalau libur ngambil proyek, malah gak ada pemasukan dong,” begitu kira-kira yang ada di pikiran.<br />
<span id="more-3035"></span></p>
<p><strong>Benar kan?</strong></p>
<p>Di bawah ini ada beberapa usulan “liburan” yang singkat, tidak memakan waktu, dan yang penting juga, tidak memakan banyak biaya. Silakan dicoba.</p>
<h3>Piknik di Taman.</h3>
<p>Beberapa komplek perumahan biasanya memiliki taman kecil yang bisa dinikmati bersama. Siapkan minuman segar di termos, bawa makanan kecil sesuai selera, bawa buku bacaan ringan, selembar koran bekas ke sana.</p>
<p>Pilihlah saat di mana cuaca terasa cerah namun tidak panas menyengat. Cari tempat yang kira-kira nyaman untuk duduk. Gelar Koran, keluarkan bekal dan buku bacaan. Sila dinikmati.</p>
<p>Atau tidak perlu bawa buku bacaan dan bekal. Lakukan saja apa yang kita suka. Duduk-duduk sambil menikmati keriaan anak-anak di sana, misalnya. Menikmati angin sepoi-sepoi.</p>
<p>Tidak ada taman di dekat tempat tinggal? Bisa juga pergi ke taman kota. Kebun Raya Bogor, misalnya. Atau Taman Menteng, Jakarta.</p>
<h3>Menonton Film.</h3>
<p>Tidak perlu marathon di bioskop. Cukup menyewa film-film yang belum atau sudah pernah kita tonton di tempat penyewaan film, beli sebungkus kentang goreng, minuman kaleng. Goreng kentang sampai garing, taburi bumbu, leyeh leyeh nonton film sambil mengunyah kentang goreng dan minum minuman ringan.</p>
<p>Pilih film yang bisa membuat kita tertawa, membuat kita merasa rileks dan segar. Tidak suka film komedi? Ya pilihlah jenis film kesukaan kita. Hari ini adalah hari kita, manjakan diri kita.</p>
<h3>Jadi Turis di Kota Sendiri</h3>
<p>Kadang sebagian orang cenderung kurang berminat untuk mengunjungi tempat wisata di kota sendiri dengan berbagai alasan. Bagaimana kalau kita mulai hari ini? Kunjungi museum, taman bermain, taman kota, danau, atau apapun yang biasanya menjadi daya tarik wisata di kota kita.</p>
<p>Mungkin bisa ditambahkan dengan point satu di atas, piknik, supaya tidak pengeluaran tidak habis untuk jajan di sana. Biasanya makanan dan minuman di dalam tempat wisata lebih mahal kebanding di luar.</p>
<p>Yang paling penting dalam refreshing adalah, lupakan pekerjaan.</p>
<p>Fokuslah pada diri kita sendiri dan bagaimana menyenangkan diri kita. Ajak kekasih, sahabat, atau siapapun yang bisa membuat kita merasa rileks dan bahagia.  Cobalah hal-hal baru.</p>
<p>Jangan turuti godaan untuk membawa laptop dan mencari tempat yang ada wifi. Matikan handphone Anda, atau setidaknya pindah ke mode silent untuk sejenak.</p>
<p>This is your day. You should enjoy it.</p>
<blockquote><p>Anda memiliki cara refreshing lain? Yuk berbagi, siapa tahu berguna juga buat para freelancers lainnya <img src='http://www.ruangfreelance.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/18/refreshing-singkat-bagi-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 tipe pekerjaan freelancer</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/13/4-tipe-pekerjaan-freelancer/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/13/4-tipe-pekerjaan-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 12:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bima Arafah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[klien]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=3007</guid>
		<description><![CDATA[Dunia freelance adalah dunia yang penuh tantangan, ambisi, keseriusan, konsistensi dan tanpa ampun. Terlebih lagi dunia freelance sekarang ini sudah bisa menjadi mata pencaharian/kerjaan tetap bagi sebagian orang. Tentu tidak semua hal yang terkait dengan bidang freelance pada umumnya atau perorangan bisa menonjol atau ditonjolkan dalam dunia freelance, terlebih lagi seperti sekarang ini dimana persaingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia freelance adalah dunia yang penuh tantangan, ambisi, keseriusan, konsistensi dan tanpa ampun. Terlebih lagi dunia freelance sekarang ini sudah bisa menjadi mata pencaharian/kerjaan tetap bagi sebagian orang. Tentu tidak semua hal yang terkait dengan bidang freelance pada umumnya atau perorangan bisa menonjol atau ditonjolkan dalam dunia freelance, terlebih lagi seperti sekarang ini dimana persaingan sangatlah ketat, mulai dari nama besar, koleksi pekerjaan (portfolio) atau kualitas yang dihasilkan freelancer tersebut kepada orang yang mempekerjakan mereka, dalam hal ini adalah klien. Jika anda bertanya kepada seorang freelancer tentang, klien seperti apa yang ingin sekali anda terima? Tentu saja freelancer mempunyai banyak pilihan dan keinginan untuk memberikan service kepada klien-klien yang mereka sebutkan selain karena gengsi/prestise atau bisa juga karena kelas dari pekerjaan tersebut yang memiliki skala lebih besar dari project mereka pada umumnya. Akankah ini terlihat menarik pada bagian portfolio anda? Tentu saja jawabannya iya!</p>
<p><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3012" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img1.jpg" alt="" width="390" height="312" /></a><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/scribblerdan/3273487429/">Scribbler Dan</a></p>
<p>Namun dengan segala pernak-pernik kehidupan, sama juga halnya dengan para freelancer mereka juga memiliki keluarga, mereka juga memiliki hobi dan mereka juga memiliki kewajiban diluar pekerjaan mereka sebagai freelancer. Tanpa mengesampingkan pekerjaan sebagai mata pencaharian, terkadang saat si klien yang diimpikan hadir didepan mata dan meminta mereka untuk menangani project, justru kita para freelancer mengatakan “maaf, saya sedang tidak bisa karena load pekerjaan saya sedang penuh” atau “baiklah saya terima, akan tetapi bisakah kita memulainya dalam waktu 3 minggu kedepan?” atau bahkan “ya, oke saya terima” dengan nada yang sangat optimis dan masih banyak lagi. Lalu apa yang membuat ke 3 jawaban tersebut berbeda? Jawabannya adalah tipe pekerjaan. Lalu tipe pekerjaan seperti apa yang memicu reaksi berbeda dari kita kepada klien? Mari kita bahas melalui posting kali ini.</p>
<h2>Tipe pekerjaan yang harus saya lakukan (Do)</h2>
<p><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3011" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img2.jpg" alt="" width="390" height="293" /></a><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/18505004@N00/267687916/">ivpolyakov</a></p>
<p>What you waiting for? Let’s do it! Adalah sebuah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan bagian pertama ini. Bayangkan saja, semua kerjaan sudah selesai dari deadline yang ditentukan, klien anda senang dan anda pun sudah pulang dari liburan. Lalu datang klien baru untuk menggunakan/ meng-hire jasa anda sebagai freelancer, apakah anda tolak? Saya yakin anda akan sangat antusias sekali, with arms wide open for this client. Apakah kita mempunyai kemungkinan untuk menolak tawaran tersebut pada kondisi seperti ini? Dalam kondisi seperti ini, tidak ada alasan bagi anda untuk menolaknya. Kesempatan jarang mengetuk pintu dua kali, namun jika pintu anda diketuk untuk yang kedua kalinya, anda beruntung. Dalam kondisi seperti ini juga, yang perlu anda lakukan hanyalah memikirkan porsi yang akan anda berikan ke klien tersebut, tentunya sebuah ide dan bentuk eksekusi yang tepat nan jelas.</p>
<h2>Tipe pekerjaan yang harus saya delegasikan (Delegate)</h2>
<p><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3010" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img3.jpg" alt="" width="390" height="293" /></a><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/wfpnw/430695211/">Witness for peace NW</a></p>
<p>Anda sedang disibukkan oleh pekerjaan anda, lalu datang klien langganan ingin menggunakan jasa anda. Di satu sisi anda tidak ingin menolak karena itu adalah klien favorit dan pengguna jasa anda secara tetap. Akan tetapi di sisi yang lain, anda juga sedang mengerjakan pekerjaan dari klien yang lain. Lalu? Nyatakan kesanggupan kepada klien langganan anda, ambil pekerjaan tersebut kemudian delegasikan kepada seseorang yang memang sudah kita tahu kualitas dan jam terbangnya untuk mengurusi pekerjaan tersebut. Sebelumnya, terlebih dahulu jelaskan kepada klien tentang posisi anda saat ini dan kesibukan anda. Jangan lupa untuk menjelaskan bahwa kerjaan ini nantinya akan didelegasikan kepada seorang teman/tim dari anda. Jika oke dan klien mau mengerti, baru setelah itu berikan brief kerjaan tersebut kepada orang yang telah kita delegasikan. Penting bagi freelancer untuk tahu dan paham tentang dateline, jangan pernah memaksa untuk memasukkan pekerjaan lain ke dalam daftar jika kalkulasi waktu kita tidak mencukupi. Perlu diperhatikan juga sedikit tentang orang yang anda delegasikan pekerjaan tersebut. Jangan asal pilih, takut nanti ditengah jalan tidak berjalan sesuai yang telah diharapkan dan direncanakan.</p>
<h2>Tipe pekerjaan yang harus saya tunda (Delay)</h2>
<p><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3009" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img4.jpg" alt="" width="390" height="259" /></a><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/martincrockett/135000402/">martinc</a></p>
<p>Liburan ke suatu tempat bisa menjadi hal yang menggairahkan bagi semua tipe pekerja di dunia ini, tak terkecuali para freelancer. Setelah semua pekerjaan selesai, dan anda pergi berlibur keluar kota bersama tim, keluarga atau teman selama 1 minggu penuh. Lalu di hari ketiga, ada seorang klien yang menghubungi anda untuk meng-hire anda dan klien juga mau anda yang turun tangan untuk pekerjaan dari mereka (tidak mau pekerjaan ini didelegasikan kepada orang lain), apa harus dilakukan? Tunda pekerjaan tersebut untuk dimulai, katakan bahwa anda sedang berlibur dan akan menghubungi kembali dalam waktu beberapa hari, namun pastikan bahwa obrolan berlangsung serius tapi santai, jangan posisikan klien merasa bersalah karena mengganggu waktu liburan anda. Dengan begitu, sepulangnya dari liburan rutinitas dan dateline tetap terjaga. Ingat, apa yang anda prioritaskan sekarang ini?</p>
<h2>Tipe pekerjaan yang harus saya tolak (Dump)</h2>
<p><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3008" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/img5.jpg" alt="" width="390" height="260" /></a><br />
Dari <a href="http://www.flickr.com/photos/lauralani/4050044943/">lauralani</a></p>
<p>Semua penolakan pasti memiliki alasan, apapun alasannya tentu jawabannya adalah tidak. Tipe pekerjaan ini sangat sulit untuk diukur dari segi apa, besaran nilai projek, jumlah daftar klien atau lainnya. Yang jelas tipe pekerjaan seperti ini bisa menghabiskan waktu, oleh karena itu kenapa harus ditolak. Percaya atau tidak, bahwa pekerjaan ini pada umumnya sering bersifat diluar dari kontrak/perjanjian dan pekerjaan yang bersifat membantu. Apa, bukankah membantu itu tidak ada salahnya? Benar, selama tidak menganggu rutinitas pekerjaan anda yang lain. Tidak, jika itu menimbulkan resiko bagi pekerjaan anda karena nantinya ini akan berimbas kepada jam kerja anda. Namun jika anda merasa memiliki waktu yang cukup luang, apa salahnya untuk membantu. Jika memang tidak bisa membantu, tidak ada salahnya mengkomunikasikannya terlebih dahulu.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Akhir cerita, penting bagi seorang freelancer untuk memiliki tujuan yang jelas. Apakah itu berupa hasil atau sebuah proses yang matang? Terserah anda, pemilahan disini hanya menekankan kepada action yang akan kita ambil, Do, Delegate, Delay or Dump. Mau sharing tipe yang lainnya, atau mungkin mau menambahkan kondisi dimana sebuah action diperlukan? Ini saatnya. Si ya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/13/4-tipe-pekerjaan-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menaikkan Harga Jasa Anda</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/11/cara-menaikkan-harga-jasa-anda/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/11/cara-menaikkan-harga-jasa-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 06:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nita Sellya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[freelancepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=3005</guid>
		<description><![CDATA[
Pernah merasakan kekecewaan karena dari waktu ke waktu, rasanya harga jasa freelancing kita masih segitu-segitu saja? Dari tahun ke tahun masih saja menggunakan dasar harga yang sama, sementara rekan-rekan kita yang lain makin meningkat tarifnya. Di bawah ini sekedar berbagi hasil introspeksi saya kepada rekan-rekan sesama freelancer, siapa tahu bermanfaat:
Tidak meningkatkan kemampuan.
Caranya? Kursus. Ambil sertifikasi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/tomitheos/3290161675/sizes/m/in/photostream/"><img src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/dollar-e1281595484362.jpg" alt="" title="dollar" width="390" height="260" class="alignnone size-full wp-image-3033" /></a></p>
<p>Pernah merasakan kekecewaan karena dari waktu ke waktu, rasanya harga jasa freelancing kita masih segitu-segitu saja? Dari tahun ke tahun masih saja menggunakan dasar harga yang sama, sementara rekan-rekan kita yang lain makin meningkat tarifnya. Di bawah ini sekedar berbagi hasil introspeksi saya kepada rekan-rekan sesama freelancer, siapa tahu bermanfaat:</p>
<h3>Tidak meningkatkan kemampuan.</h3>
<p>Caranya? Kursus. Ambil sertifikasi. Coba berbagai tools baru. Bergaul dengan rekan seprofesi yang lebih senior, “minta” berbagi pengalaman. Jangan merasa aman dan nyaman hanya dengan kemampuan yang sekarang.<br />
Nyaman iya, menghasilkan tidak.<span id="more-3005"></span></p>
<p>Profesi kita, keahlian kita adalah adalah sesuatu yang cair, terus terbentuk, berkembang, menyesuaikan diri. Dengan pengetahuan yang itu-itu saja, bidang yang kita kuasai pun jadi itu-itu saja. Standar. Ketika klien mengharapkan lebih, kita tidak mampu melakukannya. Kalaupun (merasa) mampu, jadi dipaksakan. Tentu saja klien tidak mau membayar lebih untuk sesuatu yang biasa saja.</p>
<h3>Tidak mengembangkan pangsa pasar.</h3>
<p>Merasa, sekali lagi aman dan nyaman, di pangsa pasar yang sama. Mungkin dengan alasan, ah saya sudah biasa sama mereka. Masalahnya, klien cenderung mencari sesuatu yang lebih dari yang bias kita tawarkan, sesuai dengan keperluan mereka. Bila kita terus bergantung pada mereka, selain harga kita jadi tidak mudah untuk dinaikkan, juga belum tentu klien yang sama akan terus memberikan pekerjaan pada kita. Nah kalau mereka berpindah ke lain hati, pemasukan kita bagaimana?</p>
<h3>Paling umum terjadi, tidak percaya diri untuk menaikkan harga</h3>
<p>Sebagian mungkin merasa segan menaikkan harga dengan pemikiran, “Ah mereka klien lama, biar saja,” “Harga di luar lebih rendah dari harga saya, kalau saya tidak laku bagaimana?” “saya merasa belum cukup bagus untuk menaikkan harga,” dan lain lain.</p>
<p>Kepercayaan diri adalah faktor utama agar kita bisa menentukan, berapa harga kita sebenarnya. Bukan melulu merupakan masalah tentang seberapa bagusnya kita, atau apa saja yang bisa kita kerjakan. Kita sedang membicarakan seberapa bagus kepercayaan kita pada diri sendiri. Dengan meningkatkan kepercayaan diri, kita jadi lebih berani mendekati klien yang lebih besar, kita jadi lebih berani “menghargai” diri dan kemampuan kita sendiri.<br />
Caranya memupuk kepercayaan diri? Salah satunya sudah ada di poin pertama dan kedua di atas. Kembangkan diri kita.</p>
<p>Hindari untuk berpegang teguh pada pendapat bahwa klien lebih memilih yang harganya lebih murah. Harga memang salah satu pertimbangan klien dalam memakai jasa kita, namun mereka juga percaya bahwa harga menentukan mutu. Bisa-bisa mereka malah tidak jadi memakai jasa kita dengan pertimbangan harganya terlalu murah, jadi mutu kerjanya pasti biasa-biasa saja.</p>
<p>Intinya, untuk meningkatkan harga pasaran kita sebagai freelancer, yuk kita hargai diri sendiri dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/11/cara-menaikkan-harga-jasa-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Alasan Menjadi Freelancer</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/09/3-alasan-menjadi-freelancer/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/09/3-alasan-menjadi-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 05:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yofie Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[freelancepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=2980</guid>
		<description><![CDATA[
Begitu banyak orang terjun menjadi freelance belakangan ini. Entah itu freelance full-time ataupun part-time. Dan jelas kita ketahui bahwa semuanya punya alasan yang bermacam-macam mengapa mereka memutuskan untuk menjadi seorang freelancer. Seringkali di balik alasan yang kelihatan menggiurkan itu, sebetulnya menyimpan bahaya besar apabila kita tidak bisa bertanggung jawab atas diri sendiri. Apa saja alasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/3-alasan-menjadi-freelancer.jpg"></a><a href="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/3-alasan-menjadi-freelancer.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2981" src="http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2010/08/3-alasan-menjadi-freelancer.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Begitu banyak orang terjun menjadi freelance belakangan ini. Entah itu freelance full-time ataupun part-time. Dan jelas kita ketahui bahwa semuanya punya alasan yang bermacam-macam mengapa mereka memutuskan untuk menjadi seorang freelancer. Seringkali di balik alasan yang kelihatan menggiurkan itu, sebetulnya menyimpan bahaya besar apabila kita tidak bisa bertanggung jawab atas diri sendiri. Apa saja alasan seseorang terjun ke dunia freelance?<span id="more-2980"></span></p>
<h3>Penghasilan Lebih</h3>
<p><strong>Positif</strong> : Betul sekali, ketika anda menjadi freelancer maka anda bisa mendapatkan penghasilan lebih. Untuk yang part-time setidaknya mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sementara yang full-time, mereka bisa memasang target atas diri sendiri untuk bisa mencapai angka yang seharusnya jauh lebih tinggi daripada gaji bulanan mereka ketika menjadi karyawan. Seorang salesman/marketing seringkali diwajibkan oleh majikannya untuk mengejar target penjualan yang luar biasa tinggi, puluhan juta, bahkan ratusan juta. Kalau harus mengejar target seperti itu, kenapa harus habis-habisan berusaha untuk perusahaan orang lain? Lebih baik kejar target untuk diri sendiri bukan? Yang penting kita harus komitmen pada diri sendiri.</p>
<p><strong>Negatif</strong> : Seringkali seorang freelance merasa puas dan merasa sudah berada di titik aman, atau bahkan mulai tidak terlalu punya hasrat mengejar target. Maka bisa jadi secara tiba-tiba bukannya penghasilan lebih yang di dapat, malah mungkin bisa menjadi freelance no-job (pengangguran).</p>
<h3>Bebas Dari Ikatan Jam Kerja</h3>
<p><strong>Positif</strong> : Seorang freelance bisa bebas dari ikatan jam kerja, meskipun tidak selalu. Namun bukan berarti tidak bekerja. Freelance tetap harus menyediakan waktu dan lelah untuk bekerja, hanya saja bisa lebih fleksibel menentukan waktunya sendiri. Misalkan seorang freelancer yang mayoritas clientnya adalah bule internasional, seringkali mereka bekerja di waktu malam. Salah satu alasannya agar mudah berkomunikasi dengan client-client nya yang justru hidup dan beraktifitas di waktu kita malam.</p>
<p><strong>Negatif</strong> : Apabila tidak bisa bertanggung jawab atas diri sendiri, terutama dalam hal waktu. Kebebasan ini bisa menjadi bumerang yang justru membahayakan karir freelance anda. Misalnya anda jadi lebih sering tidur pagi dan bangun siang, ini tidak baik untuk kesehatan. Atau anda menyepelekan deadline dan mengerjakan project menunggu saat dekat deadline, ini bisa membuat hasil kerja anda tidak maksimal.<br />
<strong></strong></p>
<h3>Menjadi Bos</h3>
<p><strong>Positif</strong> : Setidaknya dengan menjadi freelance, minimal anda tidak akan lagi mendengarkan ocehan bos. Dan anda mulai sedikitnya menjadi bos atas diri anda sendiri. Anda bebas menentukan cara anda bekerja, waktu anda bekerja dan sebagainya. Bahkan tidak menutup kemungkinan kelak anda menjadi bos yang sebenarnya, dalam arti memimpin banyak karyawan dalam perusahaan anda sendiri.</p>
<p><strong>Negatif</strong> : Sangat berbahaya apabila kita justru malah tidak punya kemampuan untuk mengatur diri kita sendiri. Karena bisa jadi anda malah menjadi orang yang tidak bisa diatur, dan tidak karuan. Karena itu penting untuk bisa mengatur segala sesuatu terkait usaha anda sendiri nantinya.</p>
<p>Pada akhirnya bisa dikatakan bahwa menjadi freelance apabila dengan motivasi bahwa anda akan lebih sukses dan lebih bebas, anda salah besar. Karena dengan memutuskan menjadi freelance anda akan sukses apabila anda bisa bertanggung jawab atas kebebasan anda sendiri. Tidak ada kebebasan yang mutlak. Dengan menjadi freelance sesungguhnya anda memulai pelajaran tentang bagaimana mengatur sebuah perusahaan, dimulai dari yang paling kecil, diri anda sendiri.</p>
<p>Apabila ada yang kurang mohon jangan ragu untuk menambahkan dan di sharingkan di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/09/3-alasan-menjadi-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Never Forgot : Its Human to Human Interaction</title>
		<link>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/08/never-forgot-its-human-to-human-interaction/</link>
		<comments>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/08/never-forgot-its-human-to-human-interaction/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 22:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newbie]]></category>
		<category><![CDATA[klien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ruangfreelance.com/?p=2658</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan klien dary Norway, kebetulan saat weekend dia mampir dari Thailand dalam perjalanan bisnis. Saat mampir ke Jakarta itulah, kami sempat ngobrol panjang meskipun terganggu karena kebetulan salah satu website yang dia manage mengalami gangguan server-load.
Saya telah bekerja dengan klien ini kurang lebih sudah satu setengah tahun, amat sangat berbeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan klien dary Norway, kebetulan saat weekend dia mampir dari Thailand dalam perjalanan bisnis. Saat mampir ke Jakarta itulah, kami sempat ngobrol panjang meskipun terganggu karena kebetulan salah satu website yang dia manage mengalami gangguan server-load.</p>
<p>Saya telah bekerja dengan klien ini kurang lebih sudah satu setengah tahun, amat sangat berbeda ketika interaksi kita dibatasi dengan text dan gambar, dan ketika kita engaging offline man-to-man &#8230; lebih berasa, lebih lengkap profil-buildingnya, bisa lihat botaknya, menebak2 parfumnya, mengira2 umurnya, mengernyit ketika kita lihat dia pake windows vista dan kena troble, dsb.</p>
<h3>Never forget, its human to human interaction</h3>
<p>Jangan sampai dilupakan bahwa walaupun anda adalah Online Freelancer, yang biasanya hanya berinteraksi lewat text, brief specs, dan gambar, adalah manusia yang berada dibalik itu semua. Orang sama seperti kita yang juga punya emosi, saat mood naik dan turun, dan <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/01/21/3-hal-yang-ga-banget-untuk-dilakukan-ke-klien/" title="3 Hal yang ga banget untuk dilakukan ke klien ">merasa tidak senang kalau bekerja dengan partner ( freelancer ) yang tidak bisa diandalkan</a> .</p>
<h3>Bukan sekedar memenuhi task-list dan menunggu pembayaran invoice</h3>
<p>Jika anda bekerja sendiri dari rumah secara online, seperti saya, seringkali kita akan merasa jenuh dan merasa sendiri. Salah satu siasat saya adalah engage klien anda lebih banyak, diluar kerjaan baik via messenger maupun email.  Dengan begitu saya bisa lebih merasakan passion dan background dibalik proyek yang sedang saya kerjakan, dan lebih bersemangat.<br />
Saya biasanya mencoba mengenal lebih jauh dengan siapa saya bekerja, domisilinya, ketertarikannya, dan lain-lain. Hal-hal lain yang menarik perhatiannya selain proyek yang sedang kami kerjakan bersama ( sebagai klient &amp; kontraktor/freelancer ), tentu <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/01/07/3-cara-meningkatkan-kualitas-dimata-klien/">tanpa melupakan kewajiban saya dengan baik</a>.</p>
<h3>Personal compatibility</h3>
<p>Dalam mencari dan applying project baik itu di <a href="http://amyahya.com/links/odesk/">Odesk </a> maupun di tempat lain, saya biasanya melakukan riset potential client kecil-kecilan. Sekedar tahu dengan siapa saya akan berkerja sama, <a href="http://www.ruangfreelance.com/2008/11/20/3-tipe-klien-yang-sebaiknya-dihindari/">juga menghindari potensial klien yang nakal</a>. Saya merasa sangat penting agar saya merasa nyaman dengan calon klien sebelum saya apply kerjaannya. Terus terang, pernah karena suatu urgensi ( .. baca: desakan ekonomi . red <img src='http://www.ruangfreelance.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) saya ambil sebuah proyek dengan klien yang saya kurang merasa nyaman. Dan jadinya adalah 2 tahun penuh dengan stress, diskusi-diskusi yang lebih mirip berantem, dan kerjaan yang kurang optimal (  waktu itu kami mengerjakan suatu web social networking yang mirip Yelp ).</p>
<p>Ingat hubungan kita dengan klien adalah hubungan partnership, tidak ada superioritas. Klien bukan sapi perah tempat kita mendaur uang doang. Mereka adalah orang-orang yang akan berkolaborasi dengan kita menghasilkan sesuatu yang hebat. Dan itu dimulai dari personal relationship yang baik.<br />
Klien juga merupakan peluang ke oportunity-oportunity selanjutnya. Jika kerjasama kita baik, sangat mungkin untuk mendapatkan rekomendasi ke kenalannya, atau ke proyek-proyek mereka selanjutnya. </p>
<p>So, seberapa jauh anda kenal klien anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangfreelance.com/2010/08/08/never-forgot-its-human-to-human-interaction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->