Diskusi: Bekerja sendiri atau tim?

Satya Witoelar: Bekerja sendiri

Satya Witoelar: Bekerja sendiri. Photo oleh Kania

Tertanda Januari 2009, saya memutuskan untuk going solo setelah hampir 4 tahun berada di bawah bendera perusahaan (PT. Rajasa Grafika). Itu berarti dari terbiasa bekerja dengan tim, menjadi bekerja sendiri. Tentunya bekerja dengan tim dan bekerja sendiri mempunyai pro dan kontra sendiri.

Disaat bekerja dengan tim, saya tidak perlu mengurus semuanya sendiri. Urusan keuangan, programming, desain, dan meeting dengan klien semuanya diurus oleh orang yang berbeda. Kita jadi bisa spesialisasi ke satu hal yang spesifik. Tapi terkadang saya sendiri merasakan bosan juga bila hanya melakukan desain, atau hanya coding saja dalam jangka waktu yang lama.

Dilain sisi, bekerja sendiri membuat saya merasakan kebebasan bekerja yang sebebas-bebasnya. Tapi ya jadinya kita harus mengerjakan semuanya sendiri. Percayalah bahwa mengurus invoice, mengejar klien dan mengerjakan desain dan programming secara keseluruhan bukanlah suatu hal yang mudah. Tapi menurut saya sangatlah seru untuk dilakukan.

Sekarang kalau Anda sendiri? Apakah Anda memilih untuk bekerja secara tim atau sendiri dan kenapa?

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Wow …, topik yang menarik Boss… :D,

    Klo saya pribadi sih lebih senang kerja dalam tim tapi gak banyak2 …, ya cukup 4 ato 5 orang, kek pemain band:D.

    Jadi single fighter emang seru sih boss,gak monoton:D dan penuh tantangan. Tapi klo misalnya tiba-tiba lagi banyak orderan apa gak keteteran?, Apa ada tips-tips nya boss?

  2. says

    saya selalu sarankan orang lain untuk kerja dalam tim, karena selain bagi tugas, bisa lebih cepat untuk saling belajar dan saling motivasi.

    tapi sendirinya kerja sendiri karena tidak mau lepaskan fleksibilitas hehe.. tim-nya dibentuk per proyek aja.

  3. says

    Wow ada foto koperboi 😀

    Kalau untuk freelancing saat ini gw kerja sendiri, kecuali kalau projectnya membutuhkan sentuhan programming maka gw akan mencari orang yang tepat untuk mendampingi.

    Kalau untuk remote working gw kerja dalam tim yang terdiri dari 3 orang.

    Jadi gw bisa merasakan enak dan ga enaknya dari kedua opsi tersebut 🙂

  4. says

    wah cakep potonya :-*
    banyakan kerja sendiri sekarang. dapet ikannya kecil kecil soalnya. malu kalau dibagi bagi 😛

  5. says

    Kalau anda tidak bisa bekerja sama dengan tim kecil (10 org), berarti ada yang salah dengan timnya, atau anda sendiri. 🙂

    Satu orang hanya bisa kerja sekian banyak, oleh karena itu dibutuhkan org lain yang bisa membantu. Itulah tandanya pertumbuhan, dari freelance to enterprise.

    Bener ga sih?

  6. says

    tim itu suka rada tricky. kalo satu pikiran semua baru deh asik banget. butuh rasa kepercayaan dan dapat diandalkan yg besar.

  7. says

    Saya bekerja sendiri?
    Kenapa? karena memang belum punya team, hehehe… Selain itu project2 yang saya kerjakan relatif dalam budget kecil. Gimana nanti baginya? hehehe…
    Meski gitu saya percaya dengan kemampuan sendiri (Meski gak jarang minta bantuan sama yang lebih punya pengalaman) 🙂

  8. says

    Kaos nya keren jg… beli dmn mas? sepatu dari puring yak? haha … intermezzo 😀

    So far saya masih enjoy bekerja sendiri, pengen sih ngerasain bekerja dalam tim, tapi belum dapet kesempatan dan kalaupun dapet tawaran, bukan yang sebidang, misalnya saya fokus di web, ajakan kerja sama dari orang yang fokus di software… waw kurang nyambung…

  9. says

    @ivan: memang betul bahwa pekerjaan individu pasti punya batas, namun scope pekerjaan freelancer biasanya bisa dikerjakan cukup oleh satu orang. Tinggal permasalahannya adalah apakah kita lebih baik mengerjakan semuanya sendiri, atau kita bagi-bagi dengan harapan bisa mengerjakan proyek yang lebih banyak 😀

    @prakarsa arya: Wah kalo keteteran ya bagi-bagi toh mas ke yang lain 😀

  10. says

    Saya lebih suka dibagi-bagi, karena ingin menjadi expert dalam satu bidang tertentu (baca: males). Lebih suka client handling, concept, preliminary design & Q&A. Eksekusi dibagi kepada team. Walau proyek kecil, siapa sih yang gak mau 1,5 s/d 2jt untuk 7 hari kerja? Hare gene getoh, spread the wealth.

    Itu koperboi keren banget yak, kinclong sepatunya, wakakaka…

  11. says

    Pas,Kayana….. Bulan depan niatnya aku launch dengan membawa bendera baru dan tim, setelah lama sendiri (halah kaya lagu).
    Alasannya :
    1. mau fresh aja sih dengan brand yang baru dan berharap loyal client makin penasaran dan akhirnya mama pun senang 🙂
    2. Akhirnya menemukan partner yang bisa satu hati 🙂
    3. Modalnya baru kekumpul buat launching brand baru 🙂

    Sebenernya dari oktober thun kemarin sudah bekerja dengn team tp di studio lain, jadi juga dah tau enak dan ga enaknya sendiri atau dengan tim.
    So, menurut gue sih Team still better

  12. says

    sebelum terima project biasanya dikira-kita dulu, bisa dikerjain sendiri apa engga. kalo ga bisa sendiri, bikin tim dulu baru mulai masukin harga. soalnya menyangkut dana juga, kan kalo kerja tim, melibatkan orang lain.

  13. joandi says

    kalo gw tergantung proyek ,kalo proyek gede yah kerja team , tapi kalo projek kecil kecilan ,kerjain sendiri ajah , masa udah kecil mau dibagi2 lagi , haha

  14. says

    wedew, fotonya bang satya judulnya “bekerja” tapi itu sedang buka PLURK 😀 *jadi bingung*

    saya pilih bekerja tim, bukan begitu kawan-kawan (momo, ben, rio, pono, ibnu, dimaz, agus & anggi)

    B-)

  15. Andhika Riyadi says

    Ada kalanya teamwork, tapi kadang team sibuk dan proyek bisa dikerjakan sendiri…

    klo saya masih kejar produktifitas perusahaan dan skill building, tapi prefernya teamwork…

    hoho:)

  16. says

    team werk donw ah…
    menjadi freelancer/bekerja sendiri sama dengan membuat perusahaan. dari urusan2 management, budgeting, markenthing, designing, sampe urusan bikin “wedang” utk teman kerja.. kl itu smua diurus sendiri mungkin masih mampu dengan catatan klien2 nya masih dikit.. nah kl klien2 kita uda byk dan gede2?? gmn coba… heehe .. apa kuat? spt di komik RF.. “smua ada batasannya” ya kn.. so kl kita ga bisa urusan coding, mestinya kita perlu donk temen yg pinter coding.. dan selanjutnya deh.. jadi kembali lah ke kodrat manusia sbg makhluk sosial.. halah apasi.. huehuehue..

  17. says

    @zamdesign iya mas, klo kerja tim bisa nyeimbangin load yang berlebih
    lagian saya CSS nya nggak bagus, untung ada mas zam sama rio

    *jadi iklan nama tim nih*

  18. says

    Amat tergantung pada besaran proyeknya. Kalau besar dan deadline-nya ketat, ya mau nggak mau bentuk tim.

  19. says

    Entah sendiri atau tim itu tidak begitu penting, yang paling penting adalah kerennya sepatu Satya pada foto tsb. Mantab bow!

  20. Krist says

    Jujur….. lebih enak sendiri.
    jika dengan tim, kita harus tau betul karakter & sifat anggota tim tesebut….

    yah… tapi tanpa tim juga kita bisa kerepotan mengurus semuanya!

  21. says

    tergantung besar kecilnya proyek kale..kl proyek besar mah ga mungkin dikerjain sendiri, kl lg dapet yg kecil-kecil ya enakan sendiri kale..

  22. says

    kalo gw masih ngerjain sendiri bro.. secara project aja masih minim banget.. n juga cari partner yg kompak susah bgt jaman skrg..heheh 😀

  23. says

    karena masih ngantor, umumny klw budget + jenis gaweny gede gw hire ke teman2. walau sebenarnya lebih merepotkan karena harus me-manage tim … * yang ternyata lebih repot dari koding * ;D

  24. says

    Ada kalanya harus team work. Tapi berharap jika beberapa tahun kedepan bisa bekerja sendiri tanpa adanya campur tangan orang lain. Tapi setelah semuanya matang dan terserap ilmunya. ^^V Tapi saat ini masih harus ngantor.

  25. ute says

    sendiri …..

    karena kita tau kekuatan diri sendiri,,,

    pokonya Lebih percaya dikerjakan sendiri ….

    tantangannya juga Lebih banyakkk….
    seruuuu !!!!!

  26. toso says

    sebenarnya seh pengen di kerjain sendiri… tapi

    berhubungan gue nggak bisa coding.. maka gue memilih cari partner buat ngerjain project tersebut…

  27. says

    Bagi saya pribadi sih tergantung suasana. Kalau udah kebanjiran proyek lebih baik teamwork biar lebih cepet, kecuali kalau mampu mengerjakan 10 proyek yang harus beres dalam sebulan :D.

  28. says

    wah tergantung kayanya ^^
    klo job sudah mapan / dalam waktu yang pendek berdatangan, tentu tim lebih baik ^^ dan tetap menantang ^^
    (buat tim sendiri)

    tapi, terkadang sendiri, memberikan tantangan yang waw…. ^^ tapai pasti ada beberapa hal yang ditinggalkan hehe… IMHO

  29. says

    saya dulu pas jadi programmer di perusahaan, dari coding, testing, sampai implementasi user dan bahkan pasang kabel network juga di handle sendiri. maklum persh kecil, belum mampu menggaji banyak tenaga ahli.
    tapi sejak 2 bulan yg lalu saya ber-solo karier. dan syukur alhamdulillah… pada satu kesemapatan, saya kerja hanya 5 hari, tapi mendapatkan hasil jauh lebih baik dari pada 2 gaji saya 2 bulan sewaktu di persh.

  30. says

    Kalau saya, tantangan bekerja tim adalah penyeragaman gaya coding. Beuh. Kudu brifing bareng dan sepakat dulu. Hoho.

  31. says

    Lebih senang dengan bekerja tim walau sesekali bertukar pekerjaan, karena dengan tim bisa konsen dengan pekerjaan tertentu dan bisa saling membackup & bertukar pikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *