Diskusi: Apakah Anda Bekerja Dengan Freelancer lain?

bekerja dengan freelancer by 14-2-1

bekerja dengan freelancer by 14-2-1

Sudah lama tidak membuat topik diskusi 🙂 .
Untuk menghangatkan suasana dibulan Juni, kali ini Saya akan mencoba mendiskusikan apakah Anda bekerja dengan freelancer lain? kenapa? karena bekerja dengan freelancer lain secara kolaborasi merupakan hot topik dibeberapa artikel freelance. Bekerja dengan freelancer lain adalah salah satu solusi terbaik untuk menjalankan bisnis freelance Anda, tapi bisa menjadi salah satu hal yang paling menakutkan untuk memulainya.

Jadi didiskusi kali ini Ruangfreelance akan membahas 3 pertanyaan:

Seberapa sering Anda bekerja dengan freelance lainnya? contoh, seberapa sering Anda meng-hire untuk keperluan koding, administrasi, atau pekerjaan yang lain?

Bagaimana Anda dapat memulai bekerja dengan Freelancer lainnya? Apakah Anda terlalu sibuk untuk mengerjakannya sendiri, dan meng-hire untuk kebutuhan yang lain atau meng-hire dengan suatu alasan tertentu?

Tips apa yang akan kamu berikan apabila bekerja dengan freelancer lain? Jika Anda telah bekerja dengan mereka para freelancer, harap berbagi pengalaman dan saran untuk para freelancer newbie.

Lalu, jika Anda baru saja meng-hire seseorang dan bekerja dengan freelancer, Ayo berikanlah pertanyaan seputar soal meng-hire freelancer pada komentar, maka Anda akan mendapatkan jawaban langsung dari teman-teman Ruang Freelance 😀

Sampai bertemu di komentar ok!!

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    1. Sering, cuma sebatas keperluan koding/desain.
    2. Bisa karena : deadline yang mepet, kesibukan pribadi, atw double job atw lebih (ditawarin .. ambil .. ditawarin .. ambil .. * kebiasaan yang menurut gw gak bagus * 😀 ) daripada tidak fokus lebih baik bekerja sama dengan freelancer lain.
    3. Tentunya jangan men-superman-kan freelancer, karena sesama freelancer harusnya paham. Terkadang freelancer yang memegang proyek sering kena penyakit “seolah-olah gw ini klien lu” 😀 , kejujuran terhadap nilai proyek, pembagian tugas yang mumpuni dan adil. Rencana atau jadwal pekerjaan yang matang .. * ya iyalah .. 😀 *

    CMIIW.

  2. says

    so far masih bekerja sendiri, tapi ada rencana utk berkolaborasi supaya bisa ada yang menutupi kekurangan tentunya….

    Kalau mau bekerja dengan freelancer lain mungkin sebaiknya liat dulu ya, sesuai ga dengan kualifikasi yang dibutuhkan, dan bisa di ajak bekerja sama dengan baik ga, dalam arti ga akan malah menimbulkan ketidaknyamanan justru setelah bekerja sama…

  3. says

    Seberapa sering Anda bekerja dengan freelance lainnya?

    saya sedang memulainnya sekarang

    Bagaimana Anda dapat memulai bekerja dengan Freelancer lainnya? Apakah Anda terlalu sibuk untuk mengerjakannya sendiri, dan meng-hire untuk kebutuhan yang lain atau meng-hire dengan suatu alasan tertentu?

    alasan terutamanya si karena kerjaan mulai tidak bisa lagi dibendung banyaknya,untuk mengurangi resiko kehilangan kesadaran diri dan taste mendesain sudah saatnya untuk mencari teman2 yang bisa dan mau membantu saya menyelesaikan pekerjaan yang saya kerjakan sekarang.

    Tips apa yang akan kamu berikan apabila bekerja dengan freelancer lain?

    kebetulan apa yang saya sudah kerjakan selama ini dan sekarang diperbantukan kepada teman2 freelancer yang lain,memiliki sebuah gaya yang bisa dibilang klop dengan mata demand jadi tingal saya beri arahan dan tema serta contoh2 desain ayng sudah di approved selama ini untuk teman2 yang lain supaya lebih nyaman dan enak mengerjakannya.

  4. Rizky Syazuli says

    Seberapa sering? Hampir selalu. Apalagi kalo kerjaannya melibatkan programming back-end.

    Gimana memulainya? Tinggal YM aja sih 😛 Klo dibilang sibuk juga ngga sih. Gw emg fokus di layout dan front-end aja. Urusan laen biar ditangani ahlinya 🙂

    Tips?
    * Cari partner yg bisa dipercaya dan bisa diajak kerjasama.
    * Kecuali lo punya sistem manajemen en kolaborasi yg bagus, gw anjurkan cari partner yg gampang dihubungi/ditemui.
    * Jangan pelit. Adil donk untuk urusan bagi hasil 🙂
    * Selalu jaga komunikasi dan hubungan baik.

    Apalagi ya? Sisanya nyusul deh 😛

  5. linoxs says

    Seberapa sering?
    Hampir selalu. Kebalikannya sodara Rizky gw oper kerjaan yg melibatkan design sama front-end development.

    Gimana memulainya?
    YM, telpon, email dan sesekali ajak ketemuan dulu. Alesannya karna gw gak jago design T_T

    Tips?
    Kalo memungkinkan (project kecil ato project dengan deadline yg gak terlalu mepet) sesekali coba pake freelancer yg baru mulai, itung-itung bagi-bagi ilmu dan kesempatan sama mereka. Gw ngerasain susahnya dapet job waktu baru mulai dulu T_T.

  6. says

    Ikutan ngeramein ya mas 🙂

    Seberapa sering Anda bekerja dengan freelance lainnya?
    Sesuai kebutuhan aja.

    Bagaimana Anda dapat memulai bekerja dengan Freelancer lainnya?
    Kalo kerjaannya sudah diluar batas otak dan batas waktu, baru deh ngajak kerja bareng dengan freelancer lain. Ato ga karna emang pingin aja ngajak temen biar rame, biar bisa dipake bareng-bareng gitu *loh apa sih?

    Ini sebenernya balik ke kondisi projeknya juga. Ada yang kerjaannya banyak tapi duitnya kecil, kalo gitu caranya pusing juga kan mau bagi-bagi kerjaan ke freelancer lain, ya kecuali kalo emang dianya mau. Soalnya kadang-kadang bukan masalah duit (kadang lho ya), tapi juga bagaimana kita berbagi pengalaman dan kehidupan bersama orang lain.

    Tips apa yang akan kamu berikan apabila bekerja dengan freelancer lain?
    Tips? Tips untuk siapa ni? Kalo tips ntuk teman freelancer lain ga pernah, nanti disangka menggurui. Yang jelas sama-sama belajar aja, sama-sama sharing, sama-sama dag dig dug, sama-sama ketawa. Segala masalah pada umumnya bisa diselesaikan dengan pikiran terbuka dan empati.

    Kalo tips untuk cari partner freelance seperti apa aku gatau. Tapi selama ini aku lebih suka dengan orang yang enak diajak ngobrol, harga sesuai hasil dan gampang dihubungi.

    Skill / tools / popularitas / tampang nomor sekianlah hehehe

  7. y0rkez says

    1. Kerjasama dengan freelancer lain sering, diantaranya tuk keperluan administrasi, design n coding.

    2. Kerjaan ada kalanya butuh waktu yg super cepat so klo sendirian takut g sampe pas date line.

    3. Learning by doing aj, liat schedule, liat batas waktu, bagi task yang jelas, sesuaiin ma kemampuan n jangan lupa pembagian sallary yg adil, soalnya gw pernah diboongin masalah harga hulf.

  8. pemula says

    setuju dengan tips mas linoxs

    itung-itung bagi-bagi ilmu dan kesempatan sama mereka.

    btw, ada yang mau bagi-bagi kerjaan ke saya nggak?

    baru daftar gaf tapi mau ngebid masih ragu 🙂

    *maaf klo jadi curhat colongan*

  9. says

    Seberapa sering Anda bekerja dengan freelance lainnya?
    Kadang Kadang digadang gadang 😉

    Bagaimana Anda dapat memulai bekerja dengan Freelancer lainnya?
    Kepercayaan dan juga cara termudah memandang sisi lain suatu benda 😉

    Tips apa yang akan kamu berikan apabila bekerja dengan freelancer lain?
    belum ada tips.. yang jelas asal bisa TUNE IN.. semua ada JALAN KELUARNYA 😉

  10. says

    Seberapa sering Anda bekerja dengan freelance lainnya?
    Tergantung dengan kebutuhan pekerjaan dan deadlinenya…tapi saat ini seh sering.

    Bagaimana Anda dapat memulai bekerja dengan Freelancer lainnya?
    Menjelaskan projectnya, dan sedikit aturan2 / kerjasama dalam mengerjakan project, TAKE IT or LEAVE IT?

    Tips apa yang akan kamu berikan apabila bekerja dengan freelancer lain?
    Saling Percaya, komunikasi yang jelas tertulis maupun lisan, pencapaian project yang enak WIN WIN SOLUTION

  11. says

    Pernah beberapa kali, termasuk dengan suami sendiri yang juga freelancer. Waktu itu selain overload, ada bidang tertentu yang butuh kolaborasi dengan yang lebih mengerti. Terkait menulis, mengedit naskah lokal, dan menerjemahkan.

    Mengenai tips, lebih tepatnya tips untuk saya sendiri karena masih harus belajar menaruh kepercayaan dalam bermitra dan mendelegasikan tugas. Berkolaborasi tidak mudah buat saya, karena lebih sering “single fighter”.

  12. says

    Seberapa sering?
    Sering. Dengan pekerjaan arsitektural yang cukup banyak, saya sering menyewa estimator untuk menghitung RAB (rencana anggaran biaya) misalnya untuk pekerjaan rumah tinggal. Kadang2 juga menyewa 3D artist untuk membuat tampilan gambar arsitektural yang maksimal (apalagi kalau dapat klien pemerintah ataupun developer gede)

    Bagaimana cara memulainya?
    Bangun relasi aja. Kebetulan estimator yang sering saya hire adalah kenalan saya dulu pas pernah kerja di studio arsitektur sebelum saya memutuskan untuk berdiri sendiri. Sedangkan 3d artist yang saya hire adalah adik kelas saya waktu kuliah dulu.

    Tipsnya?
    ya itu, bangun relasi dengan sesama freelancer. kalau masih baru, dan belum kenal freelancer lain, mungkin bisa jalan2 ke kampus almamater untuk hunting adek kelas yang punya skill oke buat di hire (skill yang bagus biasanya mahasiswa tingkat akhir). kelebihannya, harga murah karna masih mahasiswa tapi kualitas terjamin. Bisa sekalian buat modus juga bagi yang jomblo he he he

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *