Category Archives: Newbie

Semua hal-hal yang wajib diketahui oleh newbie freelancers.

Mengapa SEO Penting Dalam Bisnis?

SEO bagaikan buzzword yang sering dicuap-cuap akhir-akhir ini. Bagi mereka yang tertarik dengan dunia marketing communication, advertising, blogging, bahkan public relation ‘tradisional’ sekalipun, saat ini ‘terpaksa’ membiasakan dirinya dengan jargon ini. Lantas apa sih SEO itu?

shutterstock_193745936

Credit Image via Shutterstock

SEO adalah singkatan dari “search engine optimization“. Seperti namanya, SEO pada dasarnya merupakan cara-cara yang dilakukan agar bisa memanfaatkan mesin pencari–seperti Google atau Bing–seefektif dan seoptimal mungkin. SEOMoz mengatakan bahwa mesin pencari memiliki fungsi indexing, tempat ia mendaftarkan file maupun laman apapun yang diunggah ke internet, menggunakan link-link yang beredar. Kedua, ia juga berfungsi answering, yakni memberikan jawaban atas keyword yang kita ketik di mesin pencarian. Jawaban yang diberikan tidak sembarangan, melainkan berdasarkan 2 aspek: relevance (seberapa ‘nyambung’-nya suatu laman dengan apa yang kita cari) dan importance (seberapa pentingnya laman tersebut). Nah, aspek yang kedua inilah di mana para praktisi SEO sering ‘bermain’.

Pengguna internet pada umumnya menginginkan lamannya menjadi populer, atau setidaknya, mudah ditemukan. Hal yang sering dijadikan patokan biasanya adalah ‘ranking’ di mesin pencari. Apakah laman tersebut berada di halaman pertama atau baru ada di halaman kelima? Bila ia ada di halaman pertama, apakah ia berdiri di urutan teratas? (hal ini merupakan mimpi setiap SEO marketer) Atau ia berada di urutan kedua, atau malah paling bawah?

Di sinilah SEO menjadi penting bagi brand, figur, dan bentuk usaha lainnya yang menggunakan Internet sebagai alat pemasaran utama. Saat suatu laman memiliki aspek relevance dan importance (atau popularity) yang kuat, maka laman tersebut akan dengan sangat mudah ditemukan oleh pengguna Internet yang sedang mencari hal terkait.

Di era semuanya saling terhubung ini, if you’re not on the web, you basically don’t exist. Bilapun Anda sudah berada di web, Anda masih harus berkompetisi dengan laman-laman lainnya yang ingin berebut perhatian audiences (yang bisa jadi merupakan calon klien Anda). Bila Anda berprofesi di bidang media, komunikasi, dan periklanan, hal ini tidak perlu lagi ditanya. Namun hal ini juga tidak kalah pentingnya (malah semakin penting) bagi siapapun atau merk apapun saat ini, karena sekali lagi, saat Anda tidak berada di web, Anda tidak ada (setidaknya di mata audiences Anda).

Lantas, bagaimana cara menjalankan SEO untuk mendongkrak popularitas brand atau bahkan… diri sendiri? Tunggu post selanjutnya , penulis akan menyebutkan sejumlah trik-trik SEO mendasar!

Agar Kreatifitas dan Sensitifitas Menulis Tetap Terjaga

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara (Wikipedia). Sedangkan beberapa ahli mendefinisikan menulis sebagai berikut:

  1. Menurut Pranoto (2004: 9) menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan sesutu kepada orang lain melalui tulisan.
  2. Menurut Eric Gould, Robert Diyanni, dan William Smith (1989: 18) menulis adalah perilaku kreatif, perilaku menulis kreatif karena membutuhkan pemahaman atau merasakan sesuatu: sebuah pengalaman, tulisan, peristiwa.
  3. Menurut Djuharie (2005: 120) menulis merupakan suatu keterampilan yang bisa dibina dan dilatih.

Dahulu kita menulis manual di atas kertas dengan pena atau pensil untuk berkirim surat dengan teman atau saudara yang jauh. Kini dengan membuka laptop atau komputer untuk mengetik isi surat, kemudian disambungkan dengan internet bisa langsung kita kirimkan. Teknologi itu bernama e-mail. Untuk kita yang hidup dan dewasa di abad ke-21 ini, tak bisa dipungkiri betapa pesatnya perkembangan yang terjadi.

shutterstock_173678780

Freelancer Image via Shutterstock

Dampak perkembangan yang terjadi kini membuat orang semakin mudah untuk belajar apapun dari internet. Tak terkecuali dalam bidang menulis. Kini semakin banyak orang dengan hobi menulis yang ingin menjadi freelance writer atau penulis lepas. Selain untuk menekuni hobi, mereka juga ingin mencoba mendapatkan penghasilan dari hobinya. Karena semakin banyak individu yang ingin menjadi freelance writer, maka kita perlu lebih kreatif dan sensitif dalam menyediakan tema artikel.

Berikut beberapa tips dariku agar kreatifitas dan sensitifitas dalam menulis tetap terjaga:

Ikuti Berita Terkini

Dengan mengikuti beberapa berita atau hal apa yang sedang tren, kita akan bisa menuliskan tema yang sama dengan memperbaiki kekurangan dari berita yang kita baca atau kita lihat. Sehingga tulisan akan tampak beda dan lebih menarik.

Lebih Sering Membaca

Bisa dalam bentuk buku segala genre, majalah, koran, tabloid, atau artikel-artikel. Karena petuah guru Bahasa Indonesiaku semasa SMA, bapak Sulaiman berkata “Setiap kita membaca, sedikit kepandaian si penulis akan terserap ke kita”. Dengan penambahan kepandaian kita ini, kita akan mampu membuat artikel baru yang lebih kreatif.

Bertemanlah dengan Semua Freelance Writer

Jadi anggapan yang mengatakan, “Semakin sedikit pesaing, semakin tinggi kesempatan menang,” tidak berlaku menurutku. Dengan jalinan pertemanan kita dengan freelance writer yang lain, setidaknya kita akan bisa saling berbagi banyak hal tentang bidang menulis ini. Jika kita tak berteman dengan mereka, bagimana mereka akan berbagi dengan kita? Jika mereka tak berbagi dengan kita, bagimana kita akan bisa memperbaiki tulisan kita?

Teratur menulis

Tak ada hal baik apapun yang terjadi secara instan. Sama untuk kreatif dan sensitif dalam menulis, kita perlu rutin menulis untuk melatihnya. Kalau aku minimal sehari satu artikel dengan panjang minimal satu halaman.

Jangan Lupa Hal Terakhir yang Terpenting: Refreshing

Jadi, kita jangan lupakan menyediakan waktu untuk bersantai. Bersantai itu sangat manjur untuk mengembalikan kesegaran badan dan pikiran, yang telah lelah melakukan tips-tips di atas.

Semoga tips di atas bermanfaat untuk orang-orang yang suka bekerja keras. Tiada hal baik yang datang kepada kita tanpa melakukan usaha. Orang berbakat memiliki kelebihan dalam kemampuan, tapi sebagian orang yang berbakat akan kalah oleh orang yang kerja keras. Semoga kita termasuk dalam kelompok orang berbakat yang suka kerja keras.

Keep writing, guys!

Cara Ampuh Selesaikan Pekerjaan (Bagi Procrastinator Akut)

Sebelum Anda menggerakkan mouse demi menutup jendela browser sambil berpikir, “Ah, palingan nggak berhasil”, saya beritahukan bahwa ini bukanlah trik produktivitas yang biasa Anda lihat atau bahkan coba (tanpa hasil jelas). Cara ini benar-benar ampuh kalau Anda benar-benar stick to it—setidaknya saya sudah mencobanya.

shutterstock_151695416

Freelancer Image via Shutterstock

Kerja Pada Pagi Hari (benar-benar pagi)

Pernah bekerja pukul empat atau pukul lima pagi? Jika belum, mungkin sekarang saatnya Anda mencoba.  Pada waktu ini, bisa saja orang lain di rumah masih tidur dan langit di luar masih gelap. Suasana pun masih sangat sunyi dan Anda baru saja bangun. Suasana ini justru tepat untuk melakukan pekerjaan Anda karena di waktu inilah otak Anda belum ‘tercemar’ oleh suasana bising di luar atau mungkin ajakan orang rumah untuk sarapan, sehingga Anda benar-benar bisa berkonsentrasi dan super fokus akan apa yang Anda kerjakan.

90-90-1 Rule

Merasa tidak pernah punya waktu untuk mengerjakan proyek pribadi yang selalu Anda ingin capai dan bisa membantu meraih impian terbesar Anda? Coba trik “90-90-1” , yaitu Anda menghabiskan 90 menit pertama pada jam kerja Anda selama 90 hari melakukan kegiatan yang akan memajukan Anda dalam satu proyek besar tersebut. Selama 90 menit tersebut, Anda harus mematikan segala distraksi, termasuk koneksi Internet, e-mail masuk, bahkan orang lain. Trik ini cukup ampuh bagi Anda yang selalu terhalang oleh hal-hal trivial seperti mencek e-mail atau membuka Facebook di sela-sela projek Anda.

1-Hour Time Slot

Saya termasuk orang yang selalu mencatat segala tugas dalam to-do list. Sayangnya hal ini tidak lantas membuat saya menjadi orang paling organized sedunia karena—ironisnya—saya sulit sekali mencentang semua hal dalam to-do list dalam 1 hari. Hal ini saya sadari karena saya selalu melihat tugas-tugas dalam to-do list dalam perspektif 1 hari, bukan 1 jam. Coba berikan semacam time slot bagi setiap tugas yang ada dalam list dan seketika Anda pun menjadi semangat untuk menyelesaikan 1 tugas dalam waktu 1 jam karena sekarang tugas-tugas itu sudah ‘dialokasikan’, berbeda dengan sebelumnya saat Anda selalu berpikir bahwa 1 tugas seakan memiliki waktu seharian (yang akhirnya malah tidak selesai).

Bisnis Cuci Setrika Masa Kini

Malas mencuci dan menyetrika? Serahkan pada jasa londri kiloan! Murah, harum, bersih, dan cepat. <— Tanpa copywriting seperti ini pun sebenarnya para pengguna jasa akan dengan suka cita mendatangi tempat yang dimaksud.

shutterstock_209262991

Credit Image via Shutterstock

Awalnya Hanya Untuk Menengah Ke Atas

Tahun 2014, bukan hal yang aneh melihat banyaknya tawaran jasa cuci setrika, terutama di kawasan kampus dan perkantoran. Katakanlah sampai awal tahun 2000, bisnis laundry masih terbatas untuk pangsa pasar menengah ke atas bahkan elit. Di pertengahan era 1980an, ada Laundrette yang berawal di Jakarta dan saya pikir itu adalah brand internasional. Ternyata saya salah.

Kemudian saya mengenal sebuah brand baru di Jakarta yaitu 5 à Sec. Kebalikan dari Laundrette, saya mengira 5 à Sec justru bisnis lokal. Padahal, 5 à Sec adalah sebuah brand tua (cabang pertamanya berdiri tahun 1968) untuk sebuah urusan mencuci dan menyetrika baju secara profesional. Tentu saja, secara awam pun masyarakat akan paham bahwa bisnis laundry kala itu hanya untuk kelas elit.

Seiring waktu, ada yang bergeser dari sebuah kata gaya hidup. Ketika manusia merasa sangat sibuk dengan pekerjaannya (sebagai dalih dari tangannya yang tak bisa lepas dari aneka gadget itu), menyerahkan urusan cuci jemur setrika ini kepada orang lain. Bagi yang memiliki pembantu rumah tangga tentu tidak terlalu pusing. Lantas bagaimana dengan para bujang atau keluarga komuter yang memiliki persoalan klasik : “Kapan mencuci bajunya? Kapan menyetrikanya?” Jika sempat, ya dilakukan sendiri. Setelah merasa banyak tugas lain yang tak bisa ditunda atau ditinggalkan, “Ya sudahlah, kasih ke londrian di depan kompleks aja, deh!” :)

Sasaran Masa Kini: Penghuni Kostan

Mahasiswa sekarang semakin dimanjakan dengan berjamurnya jasa londri kiloan yang harganya pun aman untuk mereka. Sekilo cucian bila sudah termasuk disetrika rapi dan wangi, cukup membayar Rp 4000,- hingga Rp 5.500,- dengan waktu standar tiga hari sudah selesai. Jika hanya dicuci, biasanya lebih murah seribu rupiah.  Tanggung ya, mending tahu beres rapi, toh? Hehehe…

Saya pernah membaca opini seorang pebisnis londri kiloan kurang lebih, “Selama manusia memakai tekstil, maka bisnis londri akan tetap bertahan.” Menarik. Apakah pasar londri sudah jenuh? Belum. Setidaknya saat ini.  Kekuatan dari sebuah bisnis londri adalah pelayanan. Mereka menjual jasa. “Ayo, siapa yang butuh dicuci dan setrika dalam waktu enam jam? Harga khusus!” Nah!

Eh, tunggu! Saya sudah menulis panjang tidak karuan tentang bisnis ini, belum memberi sudut pandang yang sempit kepada kalian. Tulisan ini hanya berfokus pada industri skala rumah tangga. Maksudku, sasaran bisnisnya untuk keluarga dan anak kost (mahasiswa dan pekerja kantoran). Kita tidak sedang bicara tentang skala hotel, villa, rumah sakit yang sudah diurus internal ya.

Memilih Target Pasar

Satu hal lagi, mencoba untuk membuat spesifik jasa pencucian ini (termasuk dry cleaning). Ada yang benar-benar hanya menerima pakaian. Beberapa jasa londri kiloan di dekat area kampus atau perkantoran, selain menerima pakaian, juga menerima karpet, helm, baju dengan perlakuan khusus (ada payet, bahan beludru dan sutra, dan lainnya), boneka, dan tas.

Pelanggan banyak macam dan maunya. “Baju ini tolong dicuci terpisah, sedikit deterjen, saya ambil enam jam lagi.” Atau, “Cuci aja deh, nggak perlu setrikanya. Bukan baju buat pergi kok.” Atau, “Pewanginya yang ini ya?” Sambil menunjuk pada salah satu pilihan pewangi di meja penerima cucian.

Sepanjang pengamatan saya, tempat jasa londri kiloan di beberapa tempat di Depok dan Bandung, selalu penuh dengan tumpukan pakaian yang sudah bersih dibungkus plastik bening, jejeran buntelan plastik berisi pakaian kotor, gulungan karpet, beberapa boneka, dan aneka bed cover atau selimut. Tidak pernah sepi. Kewalahan sih, iya.

Jadi, kalau kamu berpikir untuk menekuni usaha yang akan cukup memberimu kesibukan, coba membuka bisnis londri kiloan ini.

4 Dosa Penyebab Menjadi “Pencuri” di Perusahaan

Ingatkah kita, bahwa hukum sebab akibat itu selalu ada. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita berikan. Jika kita menjadi “Pencuri” di saat kita menjadi pegawai, maka ketika menjadi pengusaha, kita akan mendapatkan pegawai dengan tabiat yang tak jauh beda. Nah, sebenarnya apa saja dosa yang menyebabkan kita mendapat sebutan “Pencuri”?

shutterstock_151764917
Credit Image via Shutterstock

  • Dosa Waktu. Saat jam kerja, malah mengerjakan pekerjaan pribadi kita. Mengerjakan tugas kampus bagi yang masih kuliah, mengerjakan pekerjaan sampingan bagi yang punya kerjaan sampingan.
  • Dosa Fasilitas. Ini nih, dosa yang tanpa sadar sering orang lakukan. Atau dengan sengaja menganggap remeh dosa ini. Terkadang kita mikirnya, “Ah, aku kan sudah bekerja keras, masa tak boleh pakai mobil kantor untuk bersenang –senang? Ah, nge-print makalah di kantor apa salahnya, itung-itung biar hemat.” Padahal fasilitas dan perlengkapan di atas sewajarnya digunakan hanya untuk keperluan kantor.
  • Dosa Pikiran. Bagi pekerja yang lebih banyak menggunakan pemikiran harus lebih berhati-hati. Kalau sedang bekerja jangan sampai seperti mayat hidup. Jasad kita ada, tapi pikiran kita melayang entah ke mana. Ujung-ujungnya fokus terpecah dan terganggu. Kalau sudah begitu, banyak kesalahan yang bisa berakibat fatal bagi perusahaan.
  • Dosa Sungguhan. Bukan berarti tiga dosa sebelumnya adalah dosa mainan. Dosa yang lebih besar risiko ketahuan atasan itu misalnya Anda mencuri uang atau mencuri barang perusahaan. Kemungkinan terburuknya adalah dipecat sekaligus masuk penjara.

Baiklah, hindari empat dosa tersebut, agar label “Pencuri “ tidak tertempel pada diri kita. Meskipun hanya kita sendiri yang tahu kalau kita melakukan dosa tersebut. Berikanlah yang terbaik, maka kita akan mendapat yang terbaik pula. Salam. IKD

Pentingkah Magang Bagi Mahasiswa?

Bagi mahasiswa yang telah memasuki tahun ketiga atau ke empat (semester 5, 6, 7 dan 8), mereka akan melakukan kegiatan magang atau PPL (bagi mereka yang mengambil jurusan pendidikan). Sebagian dari mereka mungkin memiliki pertanyaan, “Mengapa harus ada magang sih?” Untuk menjawabnya, mari kita simak jawabannya.

shutterstock_180345857

Freelancer Image via Shutterstock

Magang atau pelatihan adalah proses melatih, kegiatan atau pekerjaan (KBBI edisi 2, Balai Pustaka, 1989). Noe, Hollenbeck, Gerhart & Wright (2003:251) mengemukakan, training is a planned effort to facilitate the learning of job-related knowledge, skills, and behavior by employee. Maksudnya adalah pelatihan merupakan suatu usaha yang terencana untuk memfasilitasi pembelajaran tentang pekerjaan yang berkaitan dengan pengetahuan, keahlian dan perilaku oleh para pegawai.

Apa itu magang? Apa ada Undang-Undang atau peraturan khusus yang mengatur mengenai magang?

Masalah magang telah diatur dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya pasal 21 – 30. Dan lebih spesifiknya diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per.22/Men/IX/2009 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

Dalam Peraturan Menteri tersebut, Pemagangan diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

Apa bedanya pelatihan kerja dengan magang?

Magang merupakan bagian dari pelatihan kerja, biasanya magang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir atau siswa SMK kelas 3 (PKL) sebagai salah satu syarat utama untuk menyelesaikan proses pendidikan. Sedangkan pelatihan kerja biasanya diikuti oleh pekerja yang sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan dalam rangka untuk mengembangkan kompetensi kerja dan produktifitas sang karyawan.

(sumber dari SINI)

Karena aku masih mahasiswa, berikut pengertian magang menurutku, yaitu suatu proses pengaplikasian materi yang didapat dalam proses belajar di kampus ke dalam dunia kerja yang nyata.
Aku memang belum melaksanakan magang, karena jadwal magangku baru ada ketika memasuki kuliah semester 8.

Pada awal bulan Mei 2014 lalu aku mendapati tugas praktik kampus yang mewajibkan aku bersama lima teman sekelompok menetap di Desa Guwo Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali untuk praktik kerja lapangan di Puskesmas Kemusu II. Tugas utama kami di sana adalah melakukan investigasi penyakit potensi wabah. Karena kami seminggu berada di sana, selain tugas magang, kami pun ikut membantu pekerjaan petugas di sana.

Dari proses bekerja yang sempat kulihat di sana, kusimpulkan seperti ini:

  • Sopan santun dengan semua staf tenaga kerja di tempat magang.
  • Pro aktif menawarkan apa yang bisa dibantu, karena sepertinya kita tidak akan dimintai bantuan kalau kita tidak meminta bertanya.
  • Mengikuti segala peraturan yang ada di tempat kerja.
  • Jalin komunikasi yang baik dengan semua staf yang ada.
  • Kerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh.
  • Ambil pengalaman sebanyak-banyaknya untuk modal ketika sudah benar-benar masuk dunia kerja.

Pada umumnya setiap kegiatan akan memiliki suatu manfaat. Tak terkecuali magang pun memiliki manfaat antara lain:

  • Mahasiswa dapat merasakan langsung interaksi di dunia kerja.
  • Untuk memperoleh pengalaman kerja.
  • Untuk memperoleh pengetahuan baru dari dunia kerja.
  • Berlatih mengaplikasikan teori yang di dapat selama kuliah ke dalam dunia kerja.

Berdasarkan beberapa contoh manfaat magang di atas, pertanyaan kenapa harus ada magang sih? Jawabnya ya harus karena selain beranfaat bagi pihak sekolah (kampus) dan pihak kantor (atau perusahaan) magang juga bermanfaat untuk mahasiswa yang melakukannya.

Bagiku pribadi magang sangatlah penting. Karena selain beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, kita juga bisa tahu seperti apa sebenarnya dunia kerja itu, sebelum nantinya kita kerja nyata setelah kelulusan.

Don’t Follow Your Passion!

Ya, mungkin saya sudah gila. Bukankah sekarang orang-orang sudah menyadari bahwa bekerja di bidang yang tidak disukai justru akan menjadi ‘senjata makan tuan’? Lantas kenapa saya menyarankan Anda untuk tidak mengikuti passion Anda?

shutterstock_122483524

Freelancer Image via Shutterstock

Mike Rowe, yang mungkin lebih dikenal melalui perannya sebagai pembawa acara Dirty Jobs pada Discovery Channel, mengatakan bahwa “follow your passion” adalah nasihat terburuk yang diberikan kepada orang yang ingin membangun karir dan melakukan pekerjaan yang tidak akan membuat stres. Ia melihat ada banyak sekali orang bahagia di muka bumi ini (oke, setidaknya di Amerika Serikat) yang memiliki pekerjaan yang kemungkinan besar akan dilihat orang awam sebagai pekerjaan yang tidak berdasarkan passion. Contoh: penggembala sapi dan peternak babi.

Kok bisa? Rowe pun mempertanyakan hal yang sama. Pengalamannya melihat sendiri orang-orang dengan ‘pekerjaan kotor’ ini pun menggiringnya pada satu trik jitu. Rupanya, orang-orang yang kita pikir tidak bahagia dengan pekerjaannya ini memisahkan kepuasan karir dari pekerjaan itu sendiri.

Rowe memberikan contoh dari pengalamannya melihat si peternak babi bekerja. Orang ini bukan bahagia karena ia suka dengan babi (atau daging babi, mungkin) sejak kecil. Ia bahagia karena ia bisa hidup berkecukupan dari situ, bisa memiliki banyak kebebasan, serta bisa memberikan kontribusi positif ke lingkungan (makanan yang ia berikan ke babinya adalah makanan sisa yang diambil dari kasino terdekat). Menjadi peternak babi bukanlah passion-nya (mungkin tidak ada yang pernah bermimpi ingin jadi peternak babi—atau mungkin saya hanya belum pernah bertemu dengan orang yang passion-nya terhadap babi sebegitu besarnya hingga ingin jadi peternak babi), namun apa yang didapatkan dari menjadi peternak babi itu yang membuatnya mencintai pekerjaannya.

Tentu saja, hal-hal yang didapatkan si peternak babi bisa jadi bukan hal-hal yang Anda incar. Mungkin saja Anda lebih mementingkan networking luas, atau mungkin Anda ingin bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis. Atau Anda mungkin ingin mendapat diskon terhadap produk-produk suatu merek yang Anda sukai. Walaupun Anda mengaku memiliki passion di bidang musik, fashion, iklan, tanaman, atau binatang, belum tentu Anda bisa merasa fulfilled dengan menggeluti pekerjaan di bidang-bidang tersebut.

Seperti ungkapan Cal Newport yang juga meyakini hal yang sama: “Don’t follow your passion, let it follow you in your quest to become useful to the world.”

Kekuatan Sebuah Perubahan (Bagian I)

Beberapa waktu lalu saya mendengar kalimat yang bagus, “Perubahan adalah kepastian, perubahan adalah keniscayaan”. Sebuah kalimat yang membuat saya tersadar bahwa secara global kita sedang dalam masa transisi ke arah munculnya sesuatu yang baru (kekuatan militer dan atau ekonomi, sistem finansial dan atau pemerintahan, atau sebuah kepercayaan baru).

shutterstock_161549912

Freelancer Image via Shutterstock

Tapi sudahlah, itu akan saya bahas lain kali saja.  Sekarang kita bicara “perubahan” dalam skala yang lebih kecil dan lebih dekat.

Kekuatan Perubahan Dalam Dunia Kerja

Kita sudah melihat dan mengalami banyak perubahan.  Perubahan moda transportasi dari sepeda menjadi kendaraan bermotor, perubahan dari televisi tabung hitam putih menjadi televisi LCD, perubahan pengetikan dari mesin tik menjadi komputer, perubahan ucapan selamat dari bentuk kartu menjadi deretan pesan singkat melalui layar ponsel atau komputer, dan masih banyak lagi.  Serta satu yang pasti, perubahan diri kita dari bayi menjadi manusia dewasa.  Di sinilah kita sekarang dan di sinilah kita akan diuji dengan gempuran perubahan.

Bagi para pekerja senior, “perubahan” itu berarti datangnya anak-anak muda dengan semangat baru dan visi yang tak terbayangkan sebelumnya.  Saya ingat sewaktu masih bekerja di sebuah televisi swasta (yang kebetulan sekarang sedang dalam masa perubahan), jujur saya sering takjub dengan ide-ide orang-orang muda ini, meski sejujurnya mereka masih lemah di teknis eksekusi karena kurangnya pengalaman.  Di sinilah peran para pekerja senior seharusnya, merangkul dan “melebur” bersama mereka, dan bukannya bertindak sebagai orang yang seolah tahu segalanya.

Kenapa begitu?  Dengan merangkul mereka, kita bisa mendapatkan ide-ide baru yang menurut istilah seorang teman “out of the box“.  Lagipula dengan menjadi – katakanlah – mentor bagi pekerja muda, posisi yang dijabat si pekerja senior tadi justru akan lebih aman karena si pekerja muda tadi akan menganggap si senior sebagai sosok panutan yang pantas menduduki jabatan tersebut.  Keadaan akan berbeda apabila si pekerja senior bersikap “killer” dan otoriter, si pekerja muda tadi malah akan berusaha membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari si pekerja senior.  Ini malah akan mengancam jabatan si senior.

Bagaimana bila si senior kebetulan bukan seorang yang memiliki jabatan?  Tak berbeda, karena dengan merangkul pekerja muda, akan ada kemungkinan si senior bisa memperpanjang masa pengabdiannya di perusahaan. Bayangannya adalah karena bisa jadi si pekerja muda tersebut suatu saat kelak akan menduduki jabatan di perusahaan.

Tapi masa’ iya sih kita mau terus menerus menjadi pekerja?  Ini juga suatu momen perubahan.

(tulisan ini pernah dimuat di Kompasiana)

Memahami Aspek Bisnis Freelancing (2)

Lanjutan artikel Memahami Aspek Bisnis Freelancing (1) yuk!

shutterstock_128890082

Freelancer Image via Shutterstock

Memuaskan Klien
Jadi, setelah kamu membangun pendataan klien yang kokoh, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah tetap membuat mereka senang sehingga kamu pun akan diajak bekerja sama kembali.

Bisnis yang sukses mengetahui bagaimana cara memuaskan klien mereka. Kamu harus bisa menemukan kebutuhan dan harapan mereka secara efektif. Tentu saja, kamu dapat mengatakan hal itu mustahil kepada siapa saja. Tetapi dengan mendengarkan klienmu baik-baik, kamu akan mengetahui apa yang benar-benar klienmu inginkan. Berlakulah rendah hati dan jangan terlalu meninggikan harapan klienmu. Jujur dan terbuka sat berkomunikasi. Berikan mereka ide dan tantangan apa saja yang ada, serta jalan buntu seperti apa yang akan kamu cegah jika hal itu terjadi.

Berurusan dengan Perjanjian dan Pembayaran
Untuk membuat perjanjian resmi, kamu harus menyusun kontrak. Dokumen legal ini dibutuhkan untuk menggambarkan tolok ukur hubungan bisnismu, tenggat waktu, pembayaran, revisi, dan sebagainya. Hal ini untuk memastikan kamu telah menyiapkannya dengan baik. Kontrak sangat penting untuk menjabarkan proyek dan skalanya, sebaik kamu melindungi hak kedua belah pihak yaitu dirimu sebagai freelancer dan pihak klien.

Cantumkan semuanya secara rinci dalam perjanjian untuk melindungimu terutama selama waktu pembayaran. Tentunya harus dijelaskan tenggat waktu pembayaran dan sebutkan kapan kamu berharap pembayaran dan pelunasannya: sebelum bekerja, setelah proyek selesai, atau ketika proyek sedang berjalan. Kebanyakan desainer membutuhkan deposit sekitar 50% sebelum memulai pekerjaan.

Seiring bisnismu dengan klien berkembang, kamu dapat membuat proposal atau penawaran untuk proyek yang lebih besar. Hal ini dikenal sebagai RFP (Request for Proposal) atau RFQ (Request for Quotation).

Pernyataan Kondisi Keuangan
Banyak sekali syarat keuangan yang sebaiknya akrab di keseharian pebisnis. Salah satunya adalah laporan neraca keuangan, yang menjabarkan asset bisnis, saham, dan tanggung jawab.

Aset termasuk investasi yang masuk ke dalam dompet dan rekeningmu. Di dalamnya adalah uang tunai, gedung, perlengkapan, tanah, modal, peralatan, hak paten, hak cipta, dan lain sebagainya. Hal yang menjadi tanggung jawab adalah rekening untuk semua pembayaran, kredit dari bank, dan aneka pinjaman. Saham artinya investasi dalam bisnismu termasuk keuntungan kena pajak. Melalui neraca keuangan, kamu dapat menentukan seberapa sehat bisnis dan keuanganmu.

Sama pentingnya dengan mengetahui alur kas bisnismu, maka kamu akan mengetahui likuiditasnya. Dengan menjabarkan kondisi keuanganmu yang terbaru, kamu dapat menantang dirimu sendiri dan meningkatkan penjualan serta mendapat keuntungan lebih banyak. Atur tenggat waktu untuk tujuan bulanan, per catur wulan, atau tahunan. Kamu dapat seagresif mungkin melakukannya dan mengecek setiap hari untuk memberi dirimu motivasi.

Kedisiplinan Freelancer
Freelancer harus disiplin. Metoda yang digunakan harus professional dan proyek harus selesai tepat waktu. Jika kamu merencanakan pertemuan dengan klien, pastikan datang 15 menit lebih awal. Siapkan portofolio dan tampillah dengan menarik dan percaya diri.

Hal yang satu ini harus selalu disiapkan, yaitu asuransikan bisnismu. Kamu harus melindungi dirimu sendiri, menjaga dari hal darurat yang tak terduga. Asuransi pokok yang yang termasuk adalah: asuransi diri, kesehatan, bisnis, kerugian, dan kecelakaan.

Setiap desainer freelance harus memiliki strategi cadangan. Kamu harus memiliki external hard drives yang berkapasitas besar untuk menampung back up files, sebaik kamu menyimpannya di DropBox atau Cloud. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa semua dokumenmu aman.

Menjadi desainer freelance bukan berarti kamu bisa bermalas-malasan. Hanya karena kamu bisa mengontrol waktu atau tak punya bos, bukan berarti kamu dapat bermalas-malasan. Kenyataannya, menjadi bos bagi diri sendiri dan mengatur bisnis sendiri lebih sulit tinimbang bekerja setiap hari. Kamu harus menjadi bos yang keras bagi dirimu sendiri, ikuti panduan kerja, dan serius dengan pekerjaanmu.

Nah, bagaimana denganmu?

Memahami Aspek Bisnis Freelancing (1)

Menjadi freelance designer lebih dari sekadar bermain dan bergembira. Bukan hanya bermain dengan photoshop dan perlengkapan lainnya. Kamu membutuhkan keahlian lain yang lebih untuk pekerjaan freelance, contohnya adalah aspek bisnisnya.

shutterstock_171887114

Freelancer Image via Shutterstock

Ada beberapa kesalahan manajemen bisnis yang biasanya dilakukan oleh seorang freelancer: salah mengurus keuangan, tak ada rencana bisnis, salah mengurus kebutuhan klien, dan lainnya. Hindari perangkap semacam ini, karena merupakan kesalahan yang sangat mahal harganya. Kamu tidak membutuhkan seorang ahli bisnis atau penasihat keuangan. Kamu hanya butuh mengerti beberapa konsep bisnis dasar. Sila cek beberapa hal dasar yang kamu perlu tahu tentang aspek bisnis freelance.

Rencana Bisnis

Sebuah bisnis mensyaratkan banyak rencana. Makanya, sejak awal sangatlah penting memiliki rencana bisnis yang pasti dan matang. Rencana bisnis digunakan untuk menuntunmu dalam semua strategi dan informasi yang dibutuhkan agar bisa sukses, melangkah dengan stabil, dan menghindari berbagai kesalahan yang tak terduga.

Banyak pekerjaan freelance berdasarkan kreativitas, contohnya fotografi, desain grafis, dan menulis. Makanya, ide menulis untuk bisnis formal dapat terlihat menakutkan bagi beberapa orang. Jangan khawatir, kamu tidak memerlukan rencana bisnis yang terlalu rumit untuk bisnis freelance. Rencana bisnis membutuhkan beberapa bagian seperti:

  • Ringkasan Utama – ringkasan keseluruhan dari rencana bisnis, apa yang akan dikerjakan.
  • Analisa Persaingan – Bagaimana kamu dapat menjelaskan kondisi freelance di daerahmu? Akan membutuhkan biaya untuk melakukan riset kompetisi, tetapi harap diingat bahwa teman-teman freelancer lain pun membuat analisa tentang persaingan sehat, kerjasama, pelajaran, dan lainnya.
  • Gambaran dan Pandangan Bisnis – Tentang apakah bisnismu? Apa spesialisasimu? Apa keahlian utamamu? Apakah ada tipe proyek yang ingin kaukerjakan? Tuliskan ringkas dan teliti tentang bisnis freelance yang kamu kerjakan.
  • Prosedur Operasional – Biasanya bisnis freelance adalah pekerjaan yang dilakukan sendiri, sehingga prosedur operasionalnya juga lebih mudah. Cukup jabarkan bagaimana kamu akan menjalani bisnis, sebaik kapan dan di mana kamu merencanakan untuk bekerja.
  • Memeriksa Keuangan – Cek pengeluaran dan pemasukanmu. Hal ini akan membantumu bagaimana caranya mengatur dengan benar. Kamu juga akan mengetahui status keuanganmu dan bagaimana mengarahkannya di masa depan.
  • Action Plan – Apa teknik pemasaran yang kamu rencanakan? Kamu membutuhkan rencana terperinci agar bisa mendapatkan lebih banyak klien dan proyek.

Beberapa orang memulai bisnis tanpa rencana yang matang dan itu sebenarnya tak masalah. Bagaimana pun, ingatlah tak ada kata terlambat untuk membuat rencana bisnis agar bisa lebih teratur.

Memahami Hukum Dasar

Hukum Hak Cipta
Hukum Hak Cipta menjadi sedikit lebih njelimet sejak adanya internet. Sekarang, semuanya serba mudah dicuri secara online.

Hal pertama yang perlu dicatat, kamu harus tahu apa saja yang tak bisa sembarangan kaukutip (dalam kata lain: membajak): ide, konsep, metoda, prosedur, slogan, penemuan, dan segala yang dimiliki oleh pemerintah. Sekali kamu memilki hak cipta, kamu akan memiliki hak ekslusif untuk mengizinkan reporduksi dan distribusi salinannya. Siapa pun yang ingin menggunakan barangmu yang sudah memiliki hak cipta, haruslah mendapat izinmu sebelumnya.

Pelanggaran Perjanjian Hak Cipta
Pelanggaran hak cipta menghabiskan banyak biaya dan mempertaruhkan reputasimu. The Digital Millennium Copyright Act melindungi setiap barang yang memiliki hak cipta. Melalui sistem perlindungan hak cipta, berebut sinyal dan meretasan kode rahasia saja bisa dimasukkan ke dalam pelanggaran kriminal.

Langkah sederhana menghindari masalah seputar hak cipta adalah dengan meminta izin kepada pemiliknya sebelum menggunakannya untuk semua pekerjaanmu. Jika kamu tak mendapatkan izin, cobalah kembangkan ide mereka dalam kalimatmu sendiri. Tetapi jangan gunakan nyaris semua bagiannya, karena itu pelanggaran hak cipta secara terang-terangan.

Penjiplakan
Reputasimu akan dipertaruhkan jika kamu melakukan pelanggaran hak cipta dan plagiat/penjiplakan. Banyak penulis dan desainer yang mencoba pencegahan plagiat tetapi ada yang secara tak sengaja terjadi. Untuk mencegahnya, gunakan situs pengecekan plagiat seperti Copyscape. Kamu hanya perlu menyalin artikelnya ke dalam kotak dan secara otomatis akan muncul apakah ada artikel yang cocok atau sama persis dengan artikel buatanmu.

Pajak
Tak ada yang bisa melepaskan diri dari aneka pajak. Setiap freelancer harus menyiapkan diri dengan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan seperti pendapatan, barang-barang printilan, dan biaya-biaya. Apakah kamu tahu bahwa kamu juga mendapat pajak pengurangan dari beberapa biaya seperti peralatan, biaya perjalanan, biaya transportasi, dan lainnya? Pastikan bahwa kamu menyimpan semua nota bon dan struk setiap pengeluaranmu jadi kamu dapat mencatatnya dengan baik.

Jika kamu ingin nomer Social Security System, kamu diharuskan membayar pajak pekerjaan. Kamu mungkin membutuhkan jasa seorang ahli pajak profesional untuk membantumu menyortir dokumenmu.

Tempat Kerjamu
Kamu harus memilih lokasi utama untuk memaksimalkan produktivitasmu. Beberapa freelancer memilih bekerja di rumah. Bekerja di rumah penuh dengan kenyamanan yang melenakan. Contohnya, kamu tak perlu mengeluarkan biaya sewa atau lainnya. Bagaimana pun, banyak freelancer tak bisa bekerja dengan baik di rumah, mereka melihatnya terlalu mengekang, terlalu menjemukan, atau terlalu nyaman.

Kamu bisa memilih tempat bekerja yang lain seperti kafe atau taman. Beberapa freelancer berkembang di tempat yang penuh kebisingan dan interaksi, tetapi sebagian lainnya tidak.

Ruang kerja bersama sekarang sedang marak, dan mereka menyediakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk bisnis: wi-fi, mesin fax, mesin foto copy, ruang rapat, dan dapat berintaraksi dengan orang lain.

Jika kamu memiliki cukup dana, bisa juga lho menyewa ruang kantor untuk meningkatkan profesionalisme bisnismu. Kamu akan merasakan bahwa bisnis dan klienmu bertambah dengan baik.

Tarif Seniman
Tarif kerjamu adalah faktor terpenting untuk menentukan kapan memulai bisnis desain freelance kamu. Beberapa freelancer memilih untuk membuat tarif per jam, sementara yang lain berdasarkan proyek.

Mungkin bisa dicoba untuk membuat tarif khusus proyek kecil dan revisi per jam dan proyek besar dengan hitungan per proyek.

Manajemen Klien

Menemukan Klien
Tentu saja, menjaga agar tetap mendapat pemasukan, kamu harus membuat data tentang klien yang tepat. Desainer freelance yang baik adalah pebisnis yang hebat dan seorang penjual. Kamu harus pandai menjual diri secara profesional. Tunjukkan karya terbaikmu dan gunakan argumen yang bisa menarik minat klienmu, maka proyek akan mengalir dan menikmati santap siang di restoran setelah menyelesaikannya adalah kenikmatan tersendiri. Benar?

Untuk menemukan klienmu, beriklanlah. Kamu harus membuat situs yang kuat dan portofolio yang menarik sehingga semua pekerjaanmu akan terlihat oleh klien yang prospektif. Behance salah satu contoh situs yang oke, tetapi kamu membutuhkan undangan untuk membuat portofolio di sana. Banyak situs portofolio gratis yang bisa kamu pakai, seperti Flickr atau DeviantArt. Jika kamu ingin kepuasan dan kebebasan dalam mengatur portofoliomu sendiri, gunakan situs profesionalmu sendiri.

Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter cukup kuat pengaruhnya. Pastikan untuk mencantumkan semua informasi kontak, situs, Twitter dan semua tautan yang mengarah ke jejaring sosialmu. Unduh foto dan perbarui situsmu secara rutin, berita dan agenda kegiatan agar tetap eksis di dunia online. Tak harus memaksakan diri menampilkan hal formal, tetapi jaga profesionalitas. Selalu cek tata bahasamu dan tata letaknya sebelum klik “post it”.

Setelah menyelesaikan proyek, cobalah untuk meminta testimoni, rekomendasi, dan referensi. Online marketing bisa menjadi salah satu alat pemasaran yang dapat mempromosikan dirimu dan menyebarkan informasi lebih banyak daripada berinvestasi mahal di media seperti televisi atau radio.

Jaringan adalah alat yang sangat berpengaruh, jadi pastikan kamu terkoneksi baik dengan desainer, freelancer, dan pekerja seni lainnya. Pastikan juga memiliki kartu bisnis dan selalu membawanya ke mana pun kamu pergi. Hubungi setiap studio desain, studio animasi, atau agensi periklanan di sekitar lingkunganmu. Mereka mungkin membutuhkanmu untuk mencari proyek. Kamu juga dapat pergi ke rumah penerbitan lokal, toko percetakan, koran, dan majalah.

Memiliki jaringan pribadi mungkin akan lebih terasa pengaruhnya. Semakin banyak orang yang kaukenal, namamu akan lebih sering disebut. Jadi, gaul deh sesekali. Datang ke berbagai acara dan perkenalkan dirimu. Lindungi penyedia jasa lokal dan mereka akan melakukan hal yang sama kepadamu.

Kita lanjutkan di artikel bagian kedua: Memahami Aspek Bisnis Freelancing (2) ya :)