Category Archives: Newbie

Semua hal-hal yang wajib diketahui oleh newbie freelancers.

Memahami Aspek Bisnis Freelancing (2)

Lanjutan artikel Memahami Aspek Bisnis Freelancing (1) yuk!

shutterstock_128890082

Freelancer Image via Shutterstock

Memuaskan Klien
Jadi, setelah kamu membangun pendataan klien yang kokoh, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah tetap membuat mereka senang sehingga kamu pun akan diajak bekerja sama kembali.

Bisnis yang sukses mengetahui bagaimana cara memuaskan klien mereka. Kamu harus bisa menemukan kebutuhan dan harapan mereka secara efektif. Tentu saja, kamu dapat mengatakan hal itu mustahil kepada siapa saja. Tetapi dengan mendengarkan klienmu baik-baik, kamu akan mengetahui apa yang benar-benar klienmu inginkan. Berlakulah rendah hati dan jangan terlalu meninggikan harapan klienmu. Jujur dan terbuka sat berkomunikasi. Berikan mereka ide dan tantangan apa saja yang ada, serta jalan buntu seperti apa yang akan kamu cegah jika hal itu terjadi.

Berurusan dengan Perjanjian dan Pembayaran
Untuk membuat perjanjian resmi, kamu harus menyusun kontrak. Dokumen legal ini dibutuhkan untuk menggambarkan tolok ukur hubungan bisnismu, tenggat waktu, pembayaran, revisi, dan sebagainya. Hal ini untuk memastikan kamu telah menyiapkannya dengan baik. Kontrak sangat penting untuk menjabarkan proyek dan skalanya, sebaik kamu melindungi hak kedua belah pihak yaitu dirimu sebagai freelancer dan pihak klien.

Cantumkan semuanya secara rinci dalam perjanjian untuk melindungimu terutama selama waktu pembayaran. Tentunya harus dijelaskan tenggat waktu pembayaran dan sebutkan kapan kamu berharap pembayaran dan pelunasannya: sebelum bekerja, setelah proyek selesai, atau ketika proyek sedang berjalan. Kebanyakan desainer membutuhkan deposit sekitar 50% sebelum memulai pekerjaan.

Seiring bisnismu dengan klien berkembang, kamu dapat membuat proposal atau penawaran untuk proyek yang lebih besar. Hal ini dikenal sebagai RFP (Request for Proposal) atau RFQ (Request for Quotation).

Pernyataan Kondisi Keuangan
Banyak sekali syarat keuangan yang sebaiknya akrab di keseharian pebisnis. Salah satunya adalah laporan neraca keuangan, yang menjabarkan asset bisnis, saham, dan tanggung jawab.

Aset termasuk investasi yang masuk ke dalam dompet dan rekeningmu. Di dalamnya adalah uang tunai, gedung, perlengkapan, tanah, modal, peralatan, hak paten, hak cipta, dan lain sebagainya. Hal yang menjadi tanggung jawab adalah rekening untuk semua pembayaran, kredit dari bank, dan aneka pinjaman. Saham artinya investasi dalam bisnismu termasuk keuntungan kena pajak. Melalui neraca keuangan, kamu dapat menentukan seberapa sehat bisnis dan keuanganmu.

Sama pentingnya dengan mengetahui alur kas bisnismu, maka kamu akan mengetahui likuiditasnya. Dengan menjabarkan kondisi keuanganmu yang terbaru, kamu dapat menantang dirimu sendiri dan meningkatkan penjualan serta mendapat keuntungan lebih banyak. Atur tenggat waktu untuk tujuan bulanan, per catur wulan, atau tahunan. Kamu dapat seagresif mungkin melakukannya dan mengecek setiap hari untuk memberi dirimu motivasi.

Kedisiplinan Freelancer
Freelancer harus disiplin. Metoda yang digunakan harus professional dan proyek harus selesai tepat waktu. Jika kamu merencanakan pertemuan dengan klien, pastikan datang 15 menit lebih awal. Siapkan portofolio dan tampillah dengan menarik dan percaya diri.

Hal yang satu ini harus selalu disiapkan, yaitu asuransikan bisnismu. Kamu harus melindungi dirimu sendiri, menjaga dari hal darurat yang tak terduga. Asuransi pokok yang yang termasuk adalah: asuransi diri, kesehatan, bisnis, kerugian, dan kecelakaan.

Setiap desainer freelance harus memiliki strategi cadangan. Kamu harus memiliki external hard drives yang berkapasitas besar untuk menampung back up files, sebaik kamu menyimpannya di DropBox atau Cloud. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa semua dokumenmu aman.

Menjadi desainer freelance bukan berarti kamu bisa bermalas-malasan. Hanya karena kamu bisa mengontrol waktu atau tak punya bos, bukan berarti kamu dapat bermalas-malasan. Kenyataannya, menjadi bos bagi diri sendiri dan mengatur bisnis sendiri lebih sulit tinimbang bekerja setiap hari. Kamu harus menjadi bos yang keras bagi dirimu sendiri, ikuti panduan kerja, dan serius dengan pekerjaanmu.

Nah, bagaimana denganmu?

Memahami Aspek Bisnis Freelancing (1)

Menjadi freelance designer lebih dari sekadar bermain dan bergembira. Bukan hanya bermain dengan photoshop dan perlengkapan lainnya. Kamu membutuhkan keahlian lain yang lebih untuk pekerjaan freelance, contohnya adalah aspek bisnisnya.

shutterstock_171887114

Freelancer Image via Shutterstock

Ada beberapa kesalahan manajemen bisnis yang biasanya dilakukan oleh seorang freelancer: salah mengurus keuangan, tak ada rencana bisnis, salah mengurus kebutuhan klien, dan lainnya. Hindari perangkap semacam ini, karena merupakan kesalahan yang sangat mahal harganya. Kamu tidak membutuhkan seorang ahli bisnis atau penasihat keuangan. Kamu hanya butuh mengerti beberapa konsep bisnis dasar. Sila cek beberapa hal dasar yang kamu perlu tahu tentang aspek bisnis freelance.

Rencana Bisnis

Sebuah bisnis mensyaratkan banyak rencana. Makanya, sejak awal sangatlah penting memiliki rencana bisnis yang pasti dan matang. Rencana bisnis digunakan untuk menuntunmu dalam semua strategi dan informasi yang dibutuhkan agar bisa sukses, melangkah dengan stabil, dan menghindari berbagai kesalahan yang tak terduga.

Banyak pekerjaan freelance berdasarkan kreativitas, contohnya fotografi, desain grafis, dan menulis. Makanya, ide menulis untuk bisnis formal dapat terlihat menakutkan bagi beberapa orang. Jangan khawatir, kamu tidak memerlukan rencana bisnis yang terlalu rumit untuk bisnis freelance. Rencana bisnis membutuhkan beberapa bagian seperti:

  • Ringkasan Utama – ringkasan keseluruhan dari rencana bisnis, apa yang akan dikerjakan.
  • Analisa Persaingan – Bagaimana kamu dapat menjelaskan kondisi freelance di daerahmu? Akan membutuhkan biaya untuk melakukan riset kompetisi, tetapi harap diingat bahwa teman-teman freelancer lain pun membuat analisa tentang persaingan sehat, kerjasama, pelajaran, dan lainnya.
  • Gambaran dan Pandangan Bisnis – Tentang apakah bisnismu? Apa spesialisasimu? Apa keahlian utamamu? Apakah ada tipe proyek yang ingin kaukerjakan? Tuliskan ringkas dan teliti tentang bisnis freelance yang kamu kerjakan.
  • Prosedur Operasional – Biasanya bisnis freelance adalah pekerjaan yang dilakukan sendiri, sehingga prosedur operasionalnya juga lebih mudah. Cukup jabarkan bagaimana kamu akan menjalani bisnis, sebaik kapan dan di mana kamu merencanakan untuk bekerja.
  • Memeriksa Keuangan – Cek pengeluaran dan pemasukanmu. Hal ini akan membantumu bagaimana caranya mengatur dengan benar. Kamu juga akan mengetahui status keuanganmu dan bagaimana mengarahkannya di masa depan.
  • Action Plan – Apa teknik pemasaran yang kamu rencanakan? Kamu membutuhkan rencana terperinci agar bisa mendapatkan lebih banyak klien dan proyek.

Beberapa orang memulai bisnis tanpa rencana yang matang dan itu sebenarnya tak masalah. Bagaimana pun, ingatlah tak ada kata terlambat untuk membuat rencana bisnis agar bisa lebih teratur.

Memahami Hukum Dasar

Hukum Hak Cipta
Hukum Hak Cipta menjadi sedikit lebih njelimet sejak adanya internet. Sekarang, semuanya serba mudah dicuri secara online.

Hal pertama yang perlu dicatat, kamu harus tahu apa saja yang tak bisa sembarangan kaukutip (dalam kata lain: membajak): ide, konsep, metoda, prosedur, slogan, penemuan, dan segala yang dimiliki oleh pemerintah. Sekali kamu memilki hak cipta, kamu akan memiliki hak ekslusif untuk mengizinkan reporduksi dan distribusi salinannya. Siapa pun yang ingin menggunakan barangmu yang sudah memiliki hak cipta, haruslah mendapat izinmu sebelumnya.

Pelanggaran Perjanjian Hak Cipta
Pelanggaran hak cipta menghabiskan banyak biaya dan mempertaruhkan reputasimu. The Digital Millennium Copyright Act melindungi setiap barang yang memiliki hak cipta. Melalui sistem perlindungan hak cipta, berebut sinyal dan meretasan kode rahasia saja bisa dimasukkan ke dalam pelanggaran kriminal.

Langkah sederhana menghindari masalah seputar hak cipta adalah dengan meminta izin kepada pemiliknya sebelum menggunakannya untuk semua pekerjaanmu. Jika kamu tak mendapatkan izin, cobalah kembangkan ide mereka dalam kalimatmu sendiri. Tetapi jangan gunakan nyaris semua bagiannya, karena itu pelanggaran hak cipta secara terang-terangan.

Penjiplakan
Reputasimu akan dipertaruhkan jika kamu melakukan pelanggaran hak cipta dan plagiat/penjiplakan. Banyak penulis dan desainer yang mencoba pencegahan plagiat tetapi ada yang secara tak sengaja terjadi. Untuk mencegahnya, gunakan situs pengecekan plagiat seperti Copyscape. Kamu hanya perlu menyalin artikelnya ke dalam kotak dan secara otomatis akan muncul apakah ada artikel yang cocok atau sama persis dengan artikel buatanmu.

Pajak
Tak ada yang bisa melepaskan diri dari aneka pajak. Setiap freelancer harus menyiapkan diri dengan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan seperti pendapatan, barang-barang printilan, dan biaya-biaya. Apakah kamu tahu bahwa kamu juga mendapat pajak pengurangan dari beberapa biaya seperti peralatan, biaya perjalanan, biaya transportasi, dan lainnya? Pastikan bahwa kamu menyimpan semua nota bon dan struk setiap pengeluaranmu jadi kamu dapat mencatatnya dengan baik.

Jika kamu ingin nomer Social Security System, kamu diharuskan membayar pajak pekerjaan. Kamu mungkin membutuhkan jasa seorang ahli pajak profesional untuk membantumu menyortir dokumenmu.

Tempat Kerjamu
Kamu harus memilih lokasi utama untuk memaksimalkan produktivitasmu. Beberapa freelancer memilih bekerja di rumah. Bekerja di rumah penuh dengan kenyamanan yang melenakan. Contohnya, kamu tak perlu mengeluarkan biaya sewa atau lainnya. Bagaimana pun, banyak freelancer tak bisa bekerja dengan baik di rumah, mereka melihatnya terlalu mengekang, terlalu menjemukan, atau terlalu nyaman.

Kamu bisa memilih tempat bekerja yang lain seperti kafe atau taman. Beberapa freelancer berkembang di tempat yang penuh kebisingan dan interaksi, tetapi sebagian lainnya tidak.

Ruang kerja bersama sekarang sedang marak, dan mereka menyediakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk bisnis: wi-fi, mesin fax, mesin foto copy, ruang rapat, dan dapat berintaraksi dengan orang lain.

Jika kamu memiliki cukup dana, bisa juga lho menyewa ruang kantor untuk meningkatkan profesionalisme bisnismu. Kamu akan merasakan bahwa bisnis dan klienmu bertambah dengan baik.

Tarif Seniman
Tarif kerjamu adalah faktor terpenting untuk menentukan kapan memulai bisnis desain freelance kamu. Beberapa freelancer memilih untuk membuat tarif per jam, sementara yang lain berdasarkan proyek.

Mungkin bisa dicoba untuk membuat tarif khusus proyek kecil dan revisi per jam dan proyek besar dengan hitungan per proyek.

Manajemen Klien

Menemukan Klien
Tentu saja, menjaga agar tetap mendapat pemasukan, kamu harus membuat data tentang klien yang tepat. Desainer freelance yang baik adalah pebisnis yang hebat dan seorang penjual. Kamu harus pandai menjual diri secara profesional. Tunjukkan karya terbaikmu dan gunakan argumen yang bisa menarik minat klienmu, maka proyek akan mengalir dan menikmati santap siang di restoran setelah menyelesaikannya adalah kenikmatan tersendiri. Benar?

Untuk menemukan klienmu, beriklanlah. Kamu harus membuat situs yang kuat dan portofolio yang menarik sehingga semua pekerjaanmu akan terlihat oleh klien yang prospektif. Behance salah satu contoh situs yang oke, tetapi kamu membutuhkan undangan untuk membuat portofolio di sana. Banyak situs portofolio gratis yang bisa kamu pakai, seperti Flickr atau DeviantArt. Jika kamu ingin kepuasan dan kebebasan dalam mengatur portofoliomu sendiri, gunakan situs profesionalmu sendiri.

Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter cukup kuat pengaruhnya. Pastikan untuk mencantumkan semua informasi kontak, situs, Twitter dan semua tautan yang mengarah ke jejaring sosialmu. Unduh foto dan perbarui situsmu secara rutin, berita dan agenda kegiatan agar tetap eksis di dunia online. Tak harus memaksakan diri menampilkan hal formal, tetapi jaga profesionalitas. Selalu cek tata bahasamu dan tata letaknya sebelum klik “post it”.

Setelah menyelesaikan proyek, cobalah untuk meminta testimoni, rekomendasi, dan referensi. Online marketing bisa menjadi salah satu alat pemasaran yang dapat mempromosikan dirimu dan menyebarkan informasi lebih banyak daripada berinvestasi mahal di media seperti televisi atau radio.

Jaringan adalah alat yang sangat berpengaruh, jadi pastikan kamu terkoneksi baik dengan desainer, freelancer, dan pekerja seni lainnya. Pastikan juga memiliki kartu bisnis dan selalu membawanya ke mana pun kamu pergi. Hubungi setiap studio desain, studio animasi, atau agensi periklanan di sekitar lingkunganmu. Mereka mungkin membutuhkanmu untuk mencari proyek. Kamu juga dapat pergi ke rumah penerbitan lokal, toko percetakan, koran, dan majalah.

Memiliki jaringan pribadi mungkin akan lebih terasa pengaruhnya. Semakin banyak orang yang kaukenal, namamu akan lebih sering disebut. Jadi, gaul deh sesekali. Datang ke berbagai acara dan perkenalkan dirimu. Lindungi penyedia jasa lokal dan mereka akan melakukan hal yang sama kepadamu.

Kita lanjutkan di artikel bagian kedua: Memahami Aspek Bisnis Freelancing (2) ya :)

Abaikan Nasihat Tentang Jejaring Sosial Ini

shutterstock_123453199

Feelancer Image via Shutterstock

Freelancer zaman sekarang sangat bergantung kepada jejaring sosial terutama yang berasal dari dunia maya, meski tidak semuanya. Mereka akan mengatakan kepadamu bagaimana bisnis freelance mereka mendapat keuntungan dari jejaringnya, yang sangat membantu mereka mendapatkan kepercayaan, pertemanan baik, dan bisa menyebarkan info tentang pekerjaan mereka.

Freelancer menggunakan media sosial dengan dua tujuan utama: mensosialisasikan diri dan menjual bisnis mereka, blog atau produk. Pada banyak kasus, sudah terlalu banyak nasihat untuk para freelancer yang menggunakan media sosial untuk memperluas jejaring bisnis. Coba saja cek Google dan kamu akan melihat hal yang sama diulang di banyak blog, artikel dan bahkan e-book.

Sama seperti blog terkenal dan nasihat mengenai freelancing yang tampaknya tak selalu berhasil, ada juga nasihat jejaring sosial yang selalu bergaung di banyak artikel tetapi tak selamanya cocok. Tetapi bukan berarti nasihat itu tak berguna, karena dalam beberapa hal, nasihat semacam itu tentu saja bermanfaat.

Masalahnya adalah tak semua orang akan menemukan dirinya berada dalam lingkungan yang sama. Jadi, jika kamu hendak mengikuti nasihat jejaring sosial yang populer, catat dan pikirkan mengapa tak berhasil untukmu, karena mungkin nasihatnya tak sesuai dengan kondisimu.

1.Perbarui Secara Otomatis

Banyak penggunaan media sosial otomatis mendukung segala kegiatanmu dan menjadi bagian dari jejaring sosial terbarumu, jadi sepertinya kamu menjadi bagian dari lingkungan mereka dan aktif setiap saat. Ini sepertinya cocok untuk kamu yang tak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktu di jejaring sosial pilihanmu. Coba saja lakukan tes kecil. Buka Twitter dan cek timeline. Kamu seperti otomatis mendapat update dari berbagai blog, kutipan, dan banyak link berharga yang dibagikan oleh orang-orang di sana.

Masalah kemudian muncul beberapa saat kemudian, bahwa hal itu mulai terasa mekanis. Katakanlah kau tak menemukan sedikit waktu pun untuk mengecek jejaring sosial. Jika orang-orang melihat timeline kamu, mereka akan melihat bahwa kamu membagi link dari blog, kutipan, atau twit untuk memasarkan produkmu. Mereka mungkin tak akan memerhatikanmu berinteraksi dengan pengikutmu dan itu permasalahan terbesar dengan update yang terjadi secara otomatis.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Memang benar bahwa update otomatis cukup berpengaruh dalam jejaring sosialmu. Tetapi terlalu banyak pun dapat berakibat tak baik untukmu. Alih-alih seperti bot, coba buatlah updates automatic untuk memudahkannya. Jika kamu ngeblog secara reguler, gunakan plugins seperti Tweet Old Post dan aturlah setiap jarak waktu 4-8 jam antar posting. Jika kamu sangat sibuk, jadwalkan beberapa sekaligus. Gunakan web apps seperti Hootsuite atau Buffer. Jika kamu hendak membagi tautan tersebut, tambahkan komentarmu sendiri.

Jika kamu tak sempat berselancar di media sosial untuk beberapa waktu, jadwalkan twitnya dan biarkan pengikutmu mengetahuinya. Semua orang pun tentunya mengetahui dan menyadari bahwa kamu tak ada di depan timeline setiap saat.

2. Aktif di Mana Saja

Setiap saat ada jejaring sosial baru, hampir setiap orang mendaftar dan mulai menghabiskan banyak waktu di sana untuk menjadikannya media eksis yang baru. Setelahnya, selalu ada nasihat rekomendasi yang standar, “Hey, cobalah aktif di media sosial (yang satu ini)!” Artinya, jadilah aktif tetapi tanggapi nasihat ini sekilas saja. Eksis di jejaring sosialnya disesuaikan dengan kebutuhanmu saja.

Sebagai freelancer, kamu terikat oleh waktu saat bekerja. Jika kamu tetap menggunakan beberapa jejaring sosial yang berbeda, sepertinya nggak akan efektif. Aktif di media sosial bukan berarti kamu harus eksis di semua media itu, bro.

Membuatnya Bekerja Untukmu

Coba membuat akun yang menggambarkan dirimu dan buatlah URL yang menarik. Kemudian, fokus hanya pada media sosial yang paling menunjang pemasaranmu. Persiapkan materi pemasaran bisnismu dan pilih tiga jejaring sosial yang akan paling sering kamu gunakan.

Untuk saya, biasanya menggunakan Twitter, Facebook, dan G+. Sekarang perlahan saya juga menggunakan Pinterest. Selalu menarik untuk mencoba sebuah jejaring sosial baru. Bagi yang biasa bermain di Instagram, LinkedID, dan Path bisa juga menggunakan ketiga media tersebut. Cobalah bermain dengan jejaring sosial favoritmu beberapa saat setelah jam kerja. Temukan apa yang bisa membuat jejaring sosial itu membantu bisnismu.

shutterstock_114844180

Freelancer Image via Shutterstock

3. Bagikanlah!

Kehadiranmu di jejaring sosial tak akan berpengaruh banyak bila tak membagikan konten kepada pengikutmu.Tetapi harap diperhatikan juga, terkadang freelancer membuat kesalahan dengan membagikan topik di luar materi pemasaran bisnisnya, misalnya tentang hobi pribadi.

Jika profilmu tentang bisnis freelance dan kamu justru lebih sering membagikan hal tentang hobi bermain catur, kamu justru akan membuat pengikutmu bingung dan membuat mereka salah menilaimu. Sebelum telanjur mereka menilaimu sebagai sumber informasi yang salah kemudian mengacuhkanmu, cobalah untuk mengubahnya.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bagikanlah konten yang cocok dengan sasaran pemasaranmu. Jika kamu seorang freelancer dan target pasarmu adalah teman sesama freelancer atau klien yang potensial, maka pembagian konten itu berhubungan dan pas dengan mereka.

Lebih baik lagi, tambahkan pendapat dan pemikiranmu dalam konten yang kamu bagikan. Biarkan mereka mengetahui opinimu. Konten yang kamu bagikan dapat membuatmu menjadi sumber informasi mengenai bisnis freelance dan membuatmu selayaknya seorang ahli.

4. Kirim dan Perbarui Setiap Hari

Ketika memulai menggunakan jejaring sosial untuk memasarkan bisnis, coba cek lagi bagaimana dan seberapa sering menggunakannya. Dari hasil yang biasa digunakan, update di Facebook dan G+ bisa 5-7 kali sehari dan lebih banyak di Twitter, misalnya 15-20 kali sehari. Cobalah pola tersebut dan lihat hasilnya. Tetapi jika belum terbiasa, hasilnya justru akan kewalahan dan mengganggu jadwal kerjamu.

Nasihat seperti itu sepertinya cocok, tapi bisa juga tidak. Bingung? Sama.

Membuatnya Bekerja Untukmu

Salah satu cara mengetahui bagaimana cara mengetahui berapa banyak kamu sebaiknya memperbarui statusmu adalah dengan menggunakan media sosial dalam pertanyaan. Kadang hasilnya adalah 100 tweet sehari atau lain hari hanya lima. Kadang juga, satu status di Facebook lebih dari cukup dengan tanpa disertai tambahan pembaruan status .

Jadi, cara kerjanya tergantung percakapan dan waktu yang tersedia agar semuanya bekerja dengan baik.

Refleksi

Hal baik mengenai media sosial dan jejaring sosial adalah tak ada yang kaku pasti. Apa yang cocok denganmu belum tentu pas untuk orang lain. Hanya kamu yang dapat mengatakan bahwa hal itu cocok untukmu dan hal itu benar. Pernahkah kamu mengikuti nasihat tertentu mengenai jejaring sosial dan ternyata tak sesuai denganmu?

Tip Manajemen Waktu Untuk Si Super Sibuk

Guys, pernah nggak ngerasa 24 jam sehari itu nggak cukup? Kerjaan ini belum kelar, itu belum beres, belum lagi tugas-tugas lain yang mengantri minta dibereskan sementara deadline semakin dekat.  Fiuhh… Kepala rasanya mau pecah dan tak tahu mana yang harus diberesin duluan. Kalau bisa rasanya pingin merengek pada Tuhan supaya diberi tambahan waktu sehari menjadi 25 atau 26 jam, but it’s absolutely impossible khan? So, apa yang harus kita lakukan supaya tidak mengalami hal kayak gitu? Yup, melakukan manajemen waktu yang baik itulah jawabannya!

shutterstock_179698964

Freelance Image by Shutterstock

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya waktumu ter-manage dengan baik:

Buatlah Priority List

Buatlah priority list atau daftar tugas yang dibagi menjadi 4 kategori besar yaitu Penting-Mendesak, Penting-Tidak Mendesak, Tidak Penting-Mendesak, dan Tidak Penting-Tidak Mendesak. Jadi, kelompokkan tugas-tugasmu yang bejibun ke dalam empat kategori tersebut. Kerjakan prioritas pertama yaitu kelompok tugas penting-mendesak, kemudian dilanjutkan kelompok tidak penting-mendesak, lalu penting-tidak mendesak, dan terakhir yang tidak penting-tidak mendesak.

Menepati Schedule

Setelah membuat priority list buatlah deadline kapan tugas harus diselesaikan untuk masing-masing tugas yang kamu masukkan ke dalam priority list. Tepati deadline yang telah kamu buat, agar jadwal pekerjaan tidak bebenturan atau menumpuk di akhir tenggat waktu.

Stop Menunda

Jangan pernah menunda apapun yang bisa kamu kerjakan sekarang. Do it now! Karena menunda dapat menyebabkan tugasmu menumpuk di kemudian hari dan selanjutnya bisa membuatmu  pening tujuh keliling karena dihadapkan dengan deadline yang hampir bersamaan.

Letakkan Barang-barangmu Dengan Rapi

Apa hubungannya meletakkan barang dengan manajemen waktu? Mungkin terbesit pertanyaan demikian. Eits, ternyata meletakkan barang dengan rapi bisa membantumu agar tidak perlu kehilangan waktu sia-sia hanya untuk mencari barang-barang sepele yang dibutuhkan saat itu. Buatlah folder yang rapi sesuai dengan kategori pekerjaanmu. So, cukup membantu menghemat waktu bukan?

Bersiap Bila Bencana Datang

Sebagai freelancer, ngomongin bencana juga perlu dong. Mengapa?

shutterstock_181550474

Freelancer Image via Shutterstock

Bayangkan ketika kamu bangun pagi, menyalakan komputer / laptop dan menyadari bahwa hard drive mati. Atau mungkin kamu baru kembali dari liburan dan melihat kenyataan kantormu baru saja kebanjiran. It could be happen to anyone. Right?

Bayangan skenario ini akan sulit dan pastinya dihindari oleh semua orang. Tetapi, bagi seorang freelancer, bakalan terasa lebih dahsyat efeknya. Itulah mengapa kamu harus menyiapkan yang terburuk. Selalu miliki rencana cadangan bin darurat adalah prioritas dalam bisnis apapun. Ketika bisnismu mulai bergerak melalui internet, itulah saat kamu mulai memasang tonggak mata pencaharianmu secara lebih global.

Berikut adalah tip untuk membantumu menghindari bencana yang kemungkinan besar bisa terjadi:

Simpan Datamu Secara Otomatis dan Manual

Maksudnya adalah penyimpanan data secara online dan offline. Ribet? Pasti. Hal ini mungkin tampak jelas, tetapi itu mengherankan ketika mengetahui berapa banyak orang masih tidak menyimpan pekerjaan mereka secara teratur. Dari banyaknya kebutuhan file-file tersebut dan banyak pilihan tempat menyimpan data hasil pekerjaan yang ada, sama sekali tak ada alasan untuk menunda perlindungan datanya. Windows 7 memiliki ruang penyimpanan yang terintergrasi dengan OS. Gunakan untuk menjadwalkan penyimpanan cadangan ke external hard drive atau USB flash drive setiap hari setelah selesai bekerja.

Kamu juga bisa mempertimbangkan menyimpan cadangan data secara online. Dengan demikian, kamu punya pelindung lapisan kedua jika hardware gagal atau rusak. Bisa coba pakai Mozy, Carbonite, Dropbox, atau yang langsung terintagrasi dengan Gmail kamu, ya pakai saja Google Drive. Hal ini juga memudahkanmu untuk mengecek semua file melalui perangkat mobile kan?

Apa yang Harus Diselamatkan?

Tentu saja kamu akan menyimpan file inti dari web/blog kamu. Tetapi jangan lupa untuk menyimpan beberapa file penting berikut ini:

List of FTP Sites
Yang satu ini akan menyelamatkanmu dari sakit kepala berkepanjangan. Klienmu mungkin saja memiliki caranya sendiri untuk langsung membuat ruang penyimpanan untuk programnya, atau coba kamu intip ke folder dalam komputermu. Cara lain, pastikan untuk tetap menjaga daftarnya akurat. Hal yang sama berlaku untuk semua file yang lain.

Grafik

Yang satu ini tak hanya penting untuk menyimpan file grafik yang langsung digunakan pada situsmu, tetapi juga berguna untuk menyimpan file PSD yang berlapis itu, juga file Fireworks dan lainnya. Terkadang kamu membutuhkannya di masa mendatang.

Photoshop Filters, Brushes, Actions, Custom Shapes

Semua ini adalah sumber yang membantumu berekspresi saat bekerja, kan? Menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencoba mencari satu file yang tercecer itu rasanya gak banget ya? Segera siapkan file cadangannya!

Fonts

Pernah membuka file dalam Photoshop dan menemukan font asli yang sudah kamu gunakan ternyata hilang? Pastikan kamu mempunyai arsip dari semua font yang kamu butuhkan.

Kontrak dan Proposal

Duh, kalau dua file ini hilang rasanya mau melempar laptop ke kawah Tangkuban Parahu ya? Eh, jangan! Sayang! *elus-elus laptop* Ayo, segera simpan copy cadangannya!

E-mail

Ketika banyak orang sudah menggunakan jasa Gmail untuk menyimpan semua pesan secara online, beberapa lainnya masih menggunakan surel klien dengan akun POP yang ‘kuno’ itu. Jika kamu termasuk yang masih menggunakannya, simpan selalu data cadangan surelnya, ya.

Arsip Keuangan dan Aneka Tagihan

Gunakan aplikasi yang paling cocok untukmu. Mungkin bisa mencoba QuickBooks untuk menyimpan datanya, karena otomatis menyimpan salinan ketika kamu menutup programnya. Apapun sistem yang kamu pakai untuk menyimpan data keuanganmu, ini juga termasuk yang penting. Kamu pasti gak akan mau mencari dan meraba-raba berapa banyak utang klien padamu, kan?

Apps & Utilities

Sejak kita sering membeli perangkat lunak secara online, biasanya tidak punya hard copy yang tersimpan pada disket. Simpan arsip penting dari semua perangkat lunak dan nomer serinya. Jika kamu memiliki data penting dalam disket tersebut, simpanlah dalam brankas yang tahan api dan tahan air.

KESIMPULAN

Gampang banget kalau ngomong, “Iya, nanti aja disimpannya.” Mengambil pengalaman berharga dari teman yang baru kehilangan banyak data penting dalam satu waktu, ternyata kejadian juga padaku. Membuang waktu sangat banyak hanya untuk membongkar semua folder, email, tempat sampah (junk/spam folder), dan itu sangat melelahkan. Pastikan semua file penting dan berhargamu sudah disimpan dan disalin dengan baik.
Jadi, ketika ada kerusakan pada hardware kamu atau bencana tak terduga seperti kebakaran / kebanjiran, kamu tidak terlalu stress karena sudah mengamankan semua hasil kerjamu.

Ada yang punya saran atau pengalaman?

Dear Newbie, Please Be Nice

shutterstock_133095065

Freelancer Image via Shutterstock

Ada yang menarik setiap berurusan dengan seseorang yang baru pertama kali terjun menjadi freelancer atau posisinya dibalik, kita yang menjadi si newbie. Kita lihat dari kedua sisinya ya. :)

Menghadapi Si Newbie

Pernah bertemu orang dengan kondisi seperti ini? Membahas tentang teknologi yang kian maju dengan semangat dan nampak meyakinkan, tapi attitude-nya tidak menunjukkan seorang profesional. Disadari ataupun tidak, dia suka merendahkan dengan asal ngomong. Biasanya sih, mereka ini tipe generasi instan yang tahunya semua sudah beres dan siap dinikmati. Lihat saja ke teras rumah Mbah Google, berapa banyak resource yang sangat memudahkan nyaris semua pekerjaan kita? Tanpa perlu banyak berpikir, semua sudah lengkap tersaji. Menjadi semakin tertantang untuk berkreasi atau justru semakin malas? Newbie penyuka tantangan tentu penasaran akan mencoba lebih baik. Sudah terbayang kebalikannya? Copy, paste with less editing, then talking like a master. *uhuk*

Seorang pekerja kreatif bidang apapun, jika hidup dengan keterbatasan biasanya lebih penasaran dan tak betah untuk segera mengulik dan bongkar pasang plus jago banget mencari celah sesempit apapun dan merasa yakin akan ada solusinya. Iya, ibarat terjebak di jalanan yang macet, pasti mata sudah berkilat celingukan mencari satu jalan tikus agar segera terbebas dari masalah. Keterbatasan itu banyak macamnya. Tak ada akses internet? Hidup di zaman ketika Mbah Google belum pindah ke dunia maya (mengalami masa sumber bacaan online terbatas dari Om Yahoo?) atau modal membeli bahannya sangat terbatas meski bisa mengakses internet? Ada keterbatasan lainnya? Orang tangguh semacam ini juga biasanya punya stok sabar yang banyak meski terkadang jenuh menyerang. Memiliki daya juang tinggi dan belum akan berhenti jika hati belum berkata puas. Dan biasanya attitude lebih baik. Tahu dong ya, karena proses itu mendewasakan. *tsaaaahh*

Di zaman sekarang, aneka software dan hardware semakin canggih dan mudah didapatkan. Koneksi internet lebih kencang (laskar pencari wifi gratisan, mana suaranya?), plus tutorial pun kian banyak. Seharusnyaaaaa… Semua fasilitas yang ada di depan mata ini bisa membuat kita semangat untuk menghasilkan karya terbaik, kan? Tetapi lihatlah beberapa newbie sekarang. Mereka berkarya? Ya! But take a look at this point: yang ada makin buruk result-nya. Tersinggung? Jangan. Buktikan kalau kamu bisa lebih baik lagi. ;)

Kita Adalah Si Newbie

Menjadi seorang freelancer, semakin tinggi jam terbang, akan semakin dikenal orang. Pasti. Itu pun secara alami akan membentuk personal branding kita, kan? Tapiiii… Banyak lho freelancer yang ahli di bidang desain grafis, ternyata lulusan Fakultas Ekonomi. Heu. Ada penulis berbakat jebolan Teknik Sipil. Ada juga lulusan Pertanian ternyata berprofesi sebagai interpreter. Ada yang aneh? Nggak ada. Itu passion yang kita cintai dan kita tekuni sebagai profesi serius. Makanya, banyak yang kaget ketika kita dikenal sebagai seorang web programmer ternyata lulusan FKM. Tetapi ada juga kan pekerja kreatif lulusan SMA / sederajat dan hasilnya lebih keren daripada si sarjana? Admit it, please ;) Soalnya banyak yang bilang malu kalau diajar bukan oleh sarjana apalagi melenceng dari jurusannya. Minimal harus bergelar. Ya sudahlah yaaa… Nggak apa-apa. Bukan rezeki.

Not to forget these points:

  • Jangan pernah berhenti belajar. Asah terus keterampilan. Cari referensi baru, berkenalan dengan orang-orang lain lagi di tempat baru.
  • Jadilah diri sendiri. Membual itu sesuatu yang akan membahayakan karirmu sendiri. Buat apa mengatakan kamu lulusan S2 luar negeri padahal hanya D3 kampus lokal? Percaya diri itu wajib. Dipandang sebelah mata? No problem. Mungkin orang lain belum mengenalmu. Inilah waktunya memperkenalkan diri. Sebar kartu nama atau PIN BBM atau nomer Whatsapp.
  • Tidak usah malu jika memang kemampuan masih terbatas. Tapi beranikan diri untuk berkata, “Saya siap belajar. Mohon bimbingannya.” *kemudian membungkuk ala benteng Takeshi*
  • Terakhir, jangan lupa terus memperbarui portfolio, yes! Setiap hasil belajarmu coba ditampilkan juga. Terkadang, ada klien yang justru lebih tertarik dengan sample dan menginginkan karya contoh atau bahkan yang menurutmu gagal, lho ;) Jangan dibuang!

Apa pengalamanmu sebagai newbie? Dicaci maki? Dicuekin?

Bagaimana kamu menghadapi seorang newbie  belagu? Hilang selera makan? :D

Kita akan merasakan dua posisi itu secara bergantian sebelum kerajaan api menyerang. *eh* Selamat menjadi guru dan murid di saat yang sama! Karena ketika berbagi ilmu, justru akan semakin terasa kita pun membutuhkan lebih banyak ilmu yang akhirnya membuat kegiatan mengajar dan diajar menjadi semacam zat addictive untuk diri sendiri. Percaya?

Healthy, Low Cost, And Simple Food For Busy Freelancer

shutterstock_92404405

Freelancer Image via Shutterstock

Seorang freelancer harus fokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang sudah dipilih sesuai tenggat waktu tertentu. Belum lagi jika ia sudah berumah tangga. Kesibukannya bisa menjadi berlipat-lipat. Pekerjaan yang sering dilakukan tanpa kenal waktu itu kerap membuat seorang freelancer telat bahkan lupa makan.

Untuk menjaga tubuh tetap bugar dan otak tetap fresh, kita membutuhkan asupan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup. Kalau sudah memenuhi nilai gizi tertentu, maka asupan makanan tidak perlu dalam jumlah banyak. Sehingga tubuh bisa tetap sehat dan bentuknya pun proporsional meski pekerjaan segunung. Berikut ini disajikan sejumlah daftar makanan praktis, hemat dan baik bagi kesehatan tubuh dan otak.

  1. Selai kacang. Roti tawar yang diolesi selai kacang sangat praktis dikonsumsi pada waktu istirahat dan pada saat ingin ‘ngemil’. Kandungan vitamin E dan Thiamin, sejenis vitamin B, pada selai kacang mampu meningkatkan kerja otak dan sistem saraf tubuh. Satu bungkus roti tawar kupas atau gandum isi 10 slices harganya berkisar antara Rp 10.000 – Rp 14.000. Selai kacang yang beredar di pasaran harganya bervariasi tergantung berat bersih dan merk. Selai kacang sudah bisa dinikmati mulai dari harga Rp 7.600 sampai puluhan ribu rupiah.
  2. Strawberry dan avokad. Konsumsi dua jenis buah ini pada pagi hari dalam jumlah yang cukup sebagai pengganti sarapan, maka tubuh kita akan menjadi segar dan otak juga terasa cemerlang dalam berfikir. Mengapa bisa begitu? Strawberry mengandung vitamin C, antioksidan asam ellagic, dan asam folat yang baik menutrisi sel-sel otak, kulit, dan organ penting seperti jantung. Sedangkan avokad mengandung karotenoid, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, lemak baik, protein, magnesium, kalium yang sangat baik bagi kesehatan jantung, aliran darah dan mata. Dihaluskan dengan blender atau dipotong kecil tetap asyik disantap. Harga jus per cup besar satu macam buah sekitar Rp 6.000 – Rp 8.000. Jika avokad dan strawberry dicampur harganya menjadi sekitar Rp 7.000 – Rp 10.000. Atau bisa juga membeli avokad, saat ini harganya per kilo sekitar Rp 20.000. Ambil satu atau dua buah avokad, pisahkan daging buahnya dari kulit. Masukkan dalam wadah, beri susu kental manis atau potongan halus gula merah (brown sugar atau palm sugar) lalu haluskan dan aduk sampai rata. Tambahkan potongan es batu. Selanjutnya, bubur avokad sehat siap dinikmati.
  3. Kacang-kacangan dan biji-bijian. Sumber protein nabati, folat, vitamin E, vitamin B6, Omega 3 dan Omega 6 ini sangat diperlukan untuk menutrisi otak. Ambil saja sepiring edamame atau kedelai Jepang sebagai camilan. Pada saat makan malam, konsumsi tempe goreng, nasi secukupnya dan sayur tumis kacang panjang atau sup jagung. Usahakan sayur tersebut baru dimasak. Harga edamame per kemasan belum diolah di pasar swalayan harganya berkisar antara Rp 6.000 – Rp 12.000. sampai di rumah bisa langsung direbus sebentar lalu ditaburi garam di atasnya. Atau bisa juga membeli edamame siap makan dalam kemasan dengan harga antara Rp 11.000 – Rp 21.000.
  4. Telur dan cokelat. Telur rebus bisa dimakan bersama selai atau saus kacang. Juga bisa ditambahkan sayuran rebus menjadi gado-gado. Meminum segelas cokelat panas atau ngemil chocolate bar bisa dilakukan setiap hari. Tentu cokelat yang tanpa tambahan susu dan gula. Cokelat dengan tambahan gula tersebut bisa menjadi bumerang bagi yang mengonsumsi setiap hari.

So, selamat menikmati hari-hari sebagai freelancer dan tetap sehat! Jangan lupa, tetap diikuti dengan olahraga teratur. Jogging adalah salah satu yang bisa menjadi pilihan karena mudah, murah, dan ringan :)

shutterstock_103605293

Serunya Freelance Writer

Freelancer Image by Shutterstock

“Beneran nih sudah melahirkan? Ah, bercanda kan, Mbak Miyosi!”

“Beneran! Tunggu aja nanti siang. Pasti heboh di Facebook.”

Halaman rumah Facebook yang dihuni oleh 25 penulis wanita pada 25 Mei 2010 penuh dengan nuansa pink. Bersama 24 penulis lainnya kami ‘melahirkan’ buku antologi ‘EmakFesbuker Mencari Cinta’. Buku tematik yang ditulis keroyokan. Dan selama proses menulisnya, kami hanya bertemu secara online di Facebook.

Sejak kelahiran buku antologi pertama ini, saya dan beberapa rekan penulis mulai memantapkan niat menjadi freelance writer. Satu demi satu pekerjaan menulis freelance saya dapatkan. Di antaranya menjadi penulis SEO (search engine optimization), menulis buku non fiksi dan beberapa proyek menulis pribadi.

Freelance writer adalah pekerjaan impian saya sejak mulai kenal internet. Saya membayangkan bekerja di balik laptop dengan fasilitas internet, santai, tidak terikat di suatu perusahaan, dan menghasilkan income. Pada tahun 2009 akhir, ketika saya menemukan harta karun berharga ‘Facebook’, saya semakin dekat dengan impian.

Asyiknya Jadi Freelance Writer

 

Memutuskan untuk menjadi freelance writer tentu bukan sekadar ingin dan suka. Banyak benefit yang bisa diraih, di antaranya :

  • Fleksibilitas waktu kerja
  • Level pekerjaan yang bisa dipilih sendiri
  • Bisa bekerja secara mobile (di mana pun)
  • Meski dalam beberapa proyek dibatasi deadline, kemungkinan untuk diberhentikan (dipecat) sangatlah kecil.
  • Income yang akan diperoleh bisa dihitung sendiri. Plus, kita akan mendapatkan berbagai pengalaman menarik.

Yuk Mulai Menulis!

 

  • Siapa pun bisa memulai menulis. Pilihlah ide tulisan dari hal-hal kecil yang paling dikuasai. Misalnya, kamu suka memasak, maka tulislah tentang aneka menu dan kreasi masakan. Setelah itu, posting tulisanmu di social media atau simpanlah dalam bentuk draft sampai bertemu dengan penerbit yang mau ‘menculik’ naskahmu.
  • Bergabung dengan komunitas menulis online yang selalu mempunyai proyek menulis bersama. Seperti grup Facebook IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), Untuk Sahabat, dan Women Script & Co.
  • Bergabung dalam grup agensi naskah yang akan menjodohkan kamu dengan penerbit mayor. Misalnya, agensi naskah Indscript Corp dan Re Media! Service.
  • Carilah website khusus yang membutuhkan jasa penulis SEO seperti http://anneahira.com.

So, siap untuk memulai nulis sekarang? Hari gini nggak jadi freelance writer, rugi lho! :D

shutterstock_129675560

Passive Income Seorang Desainer (2)

Sudah membaca artikel Passive Income Seorang Desainer (1)? Kita lanjutkan ya!

Freelancer Image via Shutterstock

Advertising

Jika kamu pernah menjalankan berbagai macam iklan pada website, kamu tahu apa yang terjadi, tentang pembayaran pertama seorang pebisnis sebesar USD5. Jadi, ya, iklan internet gak seru. Kecuali kamu secara massif beriklan di website mana pun atau menempel berbagai iklan di website kamu.

Coba bergabung ke situs periklanan seperti Fusion Ads atau Yoggrt. The Toolbox mendapat sekitar 20,000 pengunjung unik setiap bulan yang memang tak terlalu besar tapi termasuk layak. This converts to USD30 to 60 per month. Umumnya, total dari iklan bisa mencapai USD600 selama enam bulan. Sejauh ini, iklan adalah cara yang bagus untuk sekadar jajan di akhir pekan, tapi gak demikian kalau kamu sudah memutuskan menjadi blogger purna waktu.

Buku-buku

Menulis e-Book atau buku cetak sepertinya terlihat mudah. Kelihatannya mudah ya? Toh hanya tinggal menulis. Beres. Kenyataannya, bagi sebagian orang, menulis buku sangatlah sulit. Tentu saja, mengembangkan kemampuan menulis yang bagus membutuhkan latihan bertahun-tahun, tapi kenyataannya orang lain akan memaafkan gaya menulis yang kaku jika kamu mempunyai sesuatu yang bernilai untuk dikatakan.
Sebelum menulis kata pertama, kamu butuh topik yang bagus dan yang terpenting adalah mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menguasai sebuah topik.
Pertimbangkan menulis sebuah e-Book hanya jika kamu memiliki pengalaman dan janganlah membuat kesalahan dengan berpikir bahwa setelah selesai menulis maka semuanya pun selesai. Justru itulah pertarungan sesungguhnya: berjuang menjual bukumu.

Bagaimana orang-orang akan menemukan bukumu? Apa alasan mereka harus membelinya? Mengapa mereka sebaiknya membeli bukumu ketimbang buku pesaing? Tentunya inilah beberapa pertanyaan yang harus kamu hadapi.

Software As A Service

Membangun bisnis membutuhkan komitmen dan kerja keras, tetapi tidak seperti desain freelance atau katakanlah pemotong rumput, membangun jasa berdasarkan perangkat lunak sama seperti hubungan 1:1 antara usaha dan pendapatan. Beberapa layanan dibayar hanya sekali. Tetapi tentu saja, arus kas dari pendapatan pasif adalah layanan yang memungkinkan kamu mengantisipasi arus pemasukan yang belum stabil dari sumber pendapatan lain.

Tantangan nyata dalam membangun layanan perangkat lunak adalah syarat keahlian teknis yang mungkin tak kamu miliki kalau latar belakangmu adalah desain. Tenang, ini bukan akhir dunia kok. Kamu bisa menemukan partner untuk proyekmu.

Kalau kamu berpikir untuk meluncurkan jasamu sendiri, pertimbangkan jika itu berarti menguras waktumu untuk mendesain.

Freelancer Image via Shutterstock

Lessons Learned

Apa yang bisa dipelajari dari sini? Akan terjadi perubahan apa kalau segera memulai? Satu hal yang pasti adalah pentingnya membangun jaringan. Kamu harus mencari jalan untuk terhubung dengan siapa pun untuk menjadikanmu desainer terkenal, menulis blog , membangun komunitas pengikut di Twitter, dan lainnya.
Tentu saja, banyak desainer yang hanya fokus pada pekerjaannya dan tak peduli sekitarnya. Mungkin mereka hanya berhubungan dengan teman-teman sekelasnya dahulu. Padahal, kamu bisa lebih sukses kalau memelihara pertemanan dan memperluas jaringan. Blog dan Twitter bisa menjadi pintu untuk memperluas kesempatan dan memupuk pertemanan menjadi lebih baik. Milikilah identitas yang mudah dikenali. Cobalah masuk ke komunitas dan yakinkan bahwa orang-orang mengenal siapa kamu.

Kesimpulannya, pelajaran utama dari sekian banyak orang selama ini adalah memiliki pandangan jauh ke masa depan dan berinvestasi jangka panjang, bukan mengejar uang instan. Rencananya sederhana, kemudian bangun jaringan, menumbuhkan identitas yang kuat untuk memastikan jaringan tahu siapa kamu, dan kemudian datang dengan produkmu yang dapat dipasarkan. Tentu saja, setiap langkah membutuhkan beberapa tahun. Tidak mudah, tapi pasti bisa!

Nah, kamu sebagai freelance designer, ada pengalaman apa seputar duniamu?

shutterstock_73612363

Pro Kontra Freelancer : Profesi Atau Hobi?


Freelancer Image via Shutterstock

Pertama yang harus kita tahu apakah freelancer itu dan apakah artinya freelancing? Freelancer biasanya seorang pekerja mandiri yang bekerja sebagai web designer, pengembang, penulis konten, atau bahkan seorang blogger. Lebih tepatnya, seseorang itu mengerjakan tugas kecil/menengah (biasanya malah sangat besar) dari beragam klien dan menerima sejumlah uang ketika pekerjaannya selesai. Hal ini berarti, sebagai seorang freelancer, kamu dapat bekerja di tempat tidurmu kapan pun dan mengatur jadwalmu sendiri.

Kebanyakan teman-teman saya, sama seperti kebanyakan orang lainnya, beranggapan bahwa freelancing adalah pilihan termudah untuk bermalas-malasan. “Hubungi saya ketika kamu punya uang kemudian katakana bahwa kamu punya pekerjaan untuk saya,” adalah ekspresi umum yang pernah saya dengar sepanjang karir sebagai freelancer.

Sebagai freelancer, kamu membutuhkan satu klien atau lebih. Pekerjaanmu haruslah sempurna untuk mengesankan klien selanjutnya, bekerja sesuai jadwalmu meski tugas itu sendiri juga punya perubahan tenggat waktu yang bisa terjadi setiap hari. Kesimpulannya, freelancing adalah pekerjaan serius yang menghasilkan uang, tetapi kamulah bosnya dan kamu bekerja sesuai jadwalmu sendiri.

Mari kita lihat pro dan kontra menjadi freelancer:

PRO:

  • Bekerja dari rumah
  • Mengatur jadwal sendiri
  • Banyak peluang melalui internet
  • Kemungkinan tak ada pemecatan

KONTRA:

  • Kamu akan menjadi bosan dan kelelahan di rumah
  • Jadwalmu bisa saja tak sama dengan tenggat dari klien
  • Klien selalu bisa memilih freelancer lain sesukanya
  • Tak ada pekerjaan sama saja artinya tak ada uang

Mau menjadi freelancer? Ada beberapa langkah yang diperlukan:

Portfolio

Ketika memulai pertama kali, freelancing berarti 99% ambisi + kerja (atau mungkin kerja + ambisi) dan 1% bakat (sontek dari Thomas Edison nih.) Bekerja sebagai freelancer berarti menjadi profesional di bidang tertentu (terserah deh ya, di bidang apapun) dan kemampuan untuk bekerja keras. Saya pribadi sih jujur saja, gak punya banyak pengalaman, tapi di dalam waktu karir yang singkat sekarang ini, saya sudah bekerja sepanjang waktu setiap hari. Satu cara untuk belajar adalah menggunakan tutorial, tapi bukannya mustahil dengan menghabiskan waktu di depan komputer membaca tutorial dan bekerja dengan teliti akan membuatmu mempunyai daya saing.

Semua pekerjaanmu (yang kemudian disebut ‘portofolio’) harusnya bisa menarik minat para pelanggan yang layak dan tepat. Cobalah pertimbangkan beberapa hal ini, apa saja yang dibutuhkan seorang freelancer: a personal site, blog, or any promo dan tentu saja portofolio yang keren. Ini termasuk aspek yang penting karena mewakili pekerjaanmu dan menunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya. Banyak freelancer dapat mengatakan bahwa mereka mampu membuat video YouTube yang lebih baik dan lebih cepat, tetapi portofolio mereka itulah yang menjadi penilaian klien (apakah dia benar pernah mengerjakan proyek mirip seperti itu atau lebih sulit dari yang diinginkan klien, yang artinya si freelancer bisa mendapatkan pekerjaan itu). Pendapat saya sih begini: Portofolio ibarat iklan komersial di televisi. Bisa memuluskan jalanmu atau hanya menjadi iklan biasa yang membosankan.

How To Be The Best

Saya khawatir jawaban ini masih layak digunakan atau tidak, tetapi bisa dicoba. Setiap kamu menyelesaikan pekerjaan terbaikmu, coba tunjukkan pada orang lain dan tanyalah apa yang mereka pikirkan tentang pekerjaanmu. Jika mereka menyukainya, pajanglah di website atau blog. Ohya, mempunyai pro domain alias berbayar tentunya akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk menarik minat calon klien. Untuk mengetahui bagaimana cara menghubungi dan melihat hasil kerjamu adalah memamerkannya di website, banyak cara untuk mempublikasikan pekerjaanmu. Kebanyakan di kolom komentar akan kamu dapati tanggapan dari para professional seperti ini, “Nicely done.” , “Good work” , “You should try again,” atau mungkin ada yang sadis menulis, “Sampah apa ini?”

How To Make Money

Jangan bekerja setengah-setengah. Meskipun kamu pemula, cobalah untuk bersaing dengan yang terbaik untuk mendapatkan standar tinggi karena WWW (world Wide Web) adalah pasar untuk para freelancers yang terpenting, dan menjadi contoh yang berkembang pesat. Berikut beberapa tempat yang bisa kamu coba untuk mencari pekerjaan sebagai freelancer:

Rent-A-Coder

Dalam website ini, semua harganya rendah meski Rent-a-coder termasuk terkenal. RAC adalah kesempatan terbaik untuk mendapatkan pengalaman karena banyak sekali proyek untuk programmer dari banyak domain seperti logo design, web design, content writing, pengembangan, penerjemahan, termasuk juga MATLAB dan excel algoritma. Apa yang harus diketahui adalah mendapat proyek pertama mungkin sangat sulit apalagi tanpa ada feedback, yang menjadi kriteria sangat penting untuk semua pelanggan. Keuntungan lain adalah di sini kamu dapat menawar sebanyak yang kamu mau.

99designs

Website ini khusus untuk para desainer. Harganya mulai dari USD150 (termurah yang pernah ada) hingga USD350 (sebuah desain berkisar USD300-350 atau lebih dan untuk logo kira-kira USD200-300) yang artinya para pemula bisa mendapatkan pemasukan terbaik karena di sini tak memerlukan portofolio. Lumayan lah ya? Kamu hanya perlu menyerahkan foto dalam file desain “.jpeg” dan juru lelang memberimu nilai mulai 1 sampai 5. Jika memenangkan proyeknya, kamu kirim format *.psd/*.ai kepada klien dan rekeningmu akan bertambah gemuk.

Elance

Bila ingin mendapatkan proyek dari website ini, syaratnya adalah lulus ujian sederhana yang berisi beberapa pertanyaan tentang pembayaran freelancer, menerima uang, dan seputar masalah yang biasa terjadi. Kamu juga dapat memasang portofolio tampa melupakan bahwa pengalaman dan feedback sangatlah penting.

Tentu kamu dapat menemukan sumber proyek lain melalui internet sebagai pekerjaanmu. Kesimpulannya, gak ada yang mustahil kalau kamu gak mencoba semuanya. Tugasmu sekarang hanya bekerja dan lakukan yang terbaik.

Ada yang pernah mencoba website untuk freelancer yang lain? Share yuk!