Category Archives: Newbie

Semua hal-hal yang wajib diketahui oleh newbie freelancers.

Tip Manajemen Waktu Untuk Si Super Sibuk

Guys, pernah nggak ngerasa 24 jam sehari itu nggak cukup? Kerjaan ini belum kelar, itu belum beres, belum lagi tugas-tugas lain yang mengantri minta dibereskan sementara deadline semakin dekat.  Fiuhh… Kepala rasanya mau pecah dan tak tahu mana yang harus diberesin duluan. Kalau bisa rasanya pingin merengek pada Tuhan supaya diberi tambahan waktu sehari menjadi 25 atau 26 jam, but it’s absolutely impossible khan? So, apa yang harus kita lakukan supaya tidak mengalami hal kayak gitu? Yup, melakukan manajemen waktu yang baik itulah jawabannya!

shutterstock_179698964

Freelance Image by Shutterstock

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya waktumu ter-manage dengan baik:

Buatlah Priority List

Buatlah priority list atau daftar tugas yang dibagi menjadi 4 kategori besar yaitu Penting-Mendesak, Penting-Tidak Mendesak, Tidak Penting-Mendesak, dan Tidak Penting-Tidak Mendesak. Jadi, kelompokkan tugas-tugasmu yang bejibun ke dalam empat kategori tersebut. Kerjakan prioritas pertama yaitu kelompok tugas penting-mendesak, kemudian dilanjutkan kelompok tidak penting-mendesak, lalu penting-tidak mendesak, dan terakhir yang tidak penting-tidak mendesak.

Menepati Schedule

Setelah membuat priority list buatlah deadline kapan tugas harus diselesaikan untuk masing-masing tugas yang kamu masukkan ke dalam priority list. Tepati deadline yang telah kamu buat, agar jadwal pekerjaan tidak bebenturan atau menumpuk di akhir tenggat waktu.

Stop Menunda

Jangan pernah menunda apapun yang bisa kamu kerjakan sekarang. Do it now! Karena menunda dapat menyebabkan tugasmu menumpuk di kemudian hari dan selanjutnya bisa membuatmu  pening tujuh keliling karena dihadapkan dengan deadline yang hampir bersamaan.

Letakkan Barang-barangmu Dengan Rapi

Apa hubungannya meletakkan barang dengan manajemen waktu? Mungkin terbesit pertanyaan demikian. Eits, ternyata meletakkan barang dengan rapi bisa membantumu agar tidak perlu kehilangan waktu sia-sia hanya untuk mencari barang-barang sepele yang dibutuhkan saat itu. Buatlah folder yang rapi sesuai dengan kategori pekerjaanmu. So, cukup membantu menghemat waktu bukan?

Bersiap Bila Bencana Datang

Sebagai freelancer, ngomongin bencana juga perlu dong. Mengapa?

shutterstock_181550474

Freelancer Image via Shutterstock

Bayangkan ketika kamu bangun pagi, menyalakan komputer / laptop dan menyadari bahwa hard drive mati. Atau mungkin kamu baru kembali dari liburan dan melihat kenyataan kantormu baru saja kebanjiran. It could be happen to anyone. Right?

Bayangan skenario ini akan sulit dan pastinya dihindari oleh semua orang. Tetapi, bagi seorang freelancer, bakalan terasa lebih dahsyat efeknya. Itulah mengapa kamu harus menyiapkan yang terburuk. Selalu miliki rencana cadangan bin darurat adalah prioritas dalam bisnis apapun. Ketika bisnismu mulai bergerak melalui internet, itulah saat kamu mulai memasang tonggak mata pencaharianmu secara lebih global.

Berikut adalah tip untuk membantumu menghindari bencana yang kemungkinan besar bisa terjadi:

Simpan Datamu Secara Otomatis dan Manual

Maksudnya adalah penyimpanan data secara online dan offline. Ribet? Pasti. Hal ini mungkin tampak jelas, tetapi itu mengherankan ketika mengetahui berapa banyak orang masih tidak menyimpan pekerjaan mereka secara teratur. Dari banyaknya kebutuhan file-file tersebut dan banyak pilihan tempat menyimpan data hasil pekerjaan yang ada, sama sekali tak ada alasan untuk menunda perlindungan datanya. Windows 7 memiliki ruang penyimpanan yang terintergrasi dengan OS. Gunakan untuk menjadwalkan penyimpanan cadangan ke external hard drive atau USB flash drive setiap hari setelah selesai bekerja.

Kamu juga bisa mempertimbangkan menyimpan cadangan data secara online. Dengan demikian, kamu punya pelindung lapisan kedua jika hardware gagal atau rusak. Bisa coba pakai Mozy, Carbonite, Dropbox, atau yang langsung terintagrasi dengan Gmail kamu, ya pakai saja Google Drive. Hal ini juga memudahkanmu untuk mengecek semua file melalui perangkat mobile kan?

Apa yang Harus Diselamatkan?

Tentu saja kamu akan menyimpan file inti dari web/blog kamu. Tetapi jangan lupa untuk menyimpan beberapa file penting berikut ini:

List of FTP Sites
Yang satu ini akan menyelamatkanmu dari sakit kepala berkepanjangan. Klienmu mungkin saja memiliki caranya sendiri untuk langsung membuat ruang penyimpanan untuk programnya, atau coba kamu intip ke folder dalam komputermu. Cara lain, pastikan untuk tetap menjaga daftarnya akurat. Hal yang sama berlaku untuk semua file yang lain.

Grafik

Yang satu ini tak hanya penting untuk menyimpan file grafik yang langsung digunakan pada situsmu, tetapi juga berguna untuk menyimpan file PSD yang berlapis itu, juga file Fireworks dan lainnya. Terkadang kamu membutuhkannya di masa mendatang.

Photoshop Filters, Brushes, Actions, Custom Shapes

Semua ini adalah sumber yang membantumu berekspresi saat bekerja, kan? Menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencoba mencari satu file yang tercecer itu rasanya gak banget ya? Segera siapkan file cadangannya!

Fonts

Pernah membuka file dalam Photoshop dan menemukan font asli yang sudah kamu gunakan ternyata hilang? Pastikan kamu mempunyai arsip dari semua font yang kamu butuhkan.

Kontrak dan Proposal

Duh, kalau dua file ini hilang rasanya mau melempar laptop ke kawah Tangkuban Parahu ya? Eh, jangan! Sayang! *elus-elus laptop* Ayo, segera simpan copy cadangannya!

E-mail

Ketika banyak orang sudah menggunakan jasa Gmail untuk menyimpan semua pesan secara online, beberapa lainnya masih menggunakan surel klien dengan akun POP yang ‘kuno’ itu. Jika kamu termasuk yang masih menggunakannya, simpan selalu data cadangan surelnya, ya.

Arsip Keuangan dan Aneka Tagihan

Gunakan aplikasi yang paling cocok untukmu. Mungkin bisa mencoba QuickBooks untuk menyimpan datanya, karena otomatis menyimpan salinan ketika kamu menutup programnya. Apapun sistem yang kamu pakai untuk menyimpan data keuanganmu, ini juga termasuk yang penting. Kamu pasti gak akan mau mencari dan meraba-raba berapa banyak utang klien padamu, kan?

Apps & Utilities

Sejak kita sering membeli perangkat lunak secara online, biasanya tidak punya hard copy yang tersimpan pada disket. Simpan arsip penting dari semua perangkat lunak dan nomer serinya. Jika kamu memiliki data penting dalam disket tersebut, simpanlah dalam brankas yang tahan api dan tahan air.

KESIMPULAN

Gampang banget kalau ngomong, “Iya, nanti aja disimpannya.” Mengambil pengalaman berharga dari teman yang baru kehilangan banyak data penting dalam satu waktu, ternyata kejadian juga padaku. Membuang waktu sangat banyak hanya untuk membongkar semua folder, email, tempat sampah (junk/spam folder), dan itu sangat melelahkan. Pastikan semua file penting dan berhargamu sudah disimpan dan disalin dengan baik.
Jadi, ketika ada kerusakan pada hardware kamu atau bencana tak terduga seperti kebakaran / kebanjiran, kamu tidak terlalu stress karena sudah mengamankan semua hasil kerjamu.

Ada yang punya saran atau pengalaman?

Dear Newbie, Please Be Nice

shutterstock_133095065

Freelancer Image via Shutterstock

Ada yang menarik setiap berurusan dengan seseorang yang baru pertama kali terjun menjadi freelancer atau posisinya dibalik, kita yang menjadi si newbie. Kita lihat dari kedua sisinya ya. :)

Menghadapi Si Newbie

Pernah bertemu orang dengan kondisi seperti ini? Membahas tentang teknologi yang kian maju dengan semangat dan nampak meyakinkan, tapi attitude-nya tidak menunjukkan seorang profesional. Disadari ataupun tidak, dia suka merendahkan dengan asal ngomong. Biasanya sih, mereka ini tipe generasi instan yang tahunya semua sudah beres dan siap dinikmati. Lihat saja ke teras rumah Mbah Google, berapa banyak resource yang sangat memudahkan nyaris semua pekerjaan kita? Tanpa perlu banyak berpikir, semua sudah lengkap tersaji. Menjadi semakin tertantang untuk berkreasi atau justru semakin malas? Newbie penyuka tantangan tentu penasaran akan mencoba lebih baik. Sudah terbayang kebalikannya? Copy, paste with less editing, then talking like a master. *uhuk*

Seorang pekerja kreatif bidang apapun, jika hidup dengan keterbatasan biasanya lebih penasaran dan tak betah untuk segera mengulik dan bongkar pasang plus jago banget mencari celah sesempit apapun dan merasa yakin akan ada solusinya. Iya, ibarat terjebak di jalanan yang macet, pasti mata sudah berkilat celingukan mencari satu jalan tikus agar segera terbebas dari masalah. Keterbatasan itu banyak macamnya. Tak ada akses internet? Hidup di zaman ketika Mbah Google belum pindah ke dunia maya (mengalami masa sumber bacaan online terbatas dari Om Yahoo?) atau modal membeli bahannya sangat terbatas meski bisa mengakses internet? Ada keterbatasan lainnya? Orang tangguh semacam ini juga biasanya punya stok sabar yang banyak meski terkadang jenuh menyerang. Memiliki daya juang tinggi dan belum akan berhenti jika hati belum berkata puas. Dan biasanya attitude lebih baik. Tahu dong ya, karena proses itu mendewasakan. *tsaaaahh*

Di zaman sekarang, aneka software dan hardware semakin canggih dan mudah didapatkan. Koneksi internet lebih kencang (laskar pencari wifi gratisan, mana suaranya?), plus tutorial pun kian banyak. Seharusnyaaaaa… Semua fasilitas yang ada di depan mata ini bisa membuat kita semangat untuk menghasilkan karya terbaik, kan? Tetapi lihatlah beberapa newbie sekarang. Mereka berkarya? Ya! But take a look at this point: yang ada makin buruk result-nya. Tersinggung? Jangan. Buktikan kalau kamu bisa lebih baik lagi. ;)

Kita Adalah Si Newbie

Menjadi seorang freelancer, semakin tinggi jam terbang, akan semakin dikenal orang. Pasti. Itu pun secara alami akan membentuk personal branding kita, kan? Tapiiii… Banyak lho freelancer yang ahli di bidang desain grafis, ternyata lulusan Fakultas Ekonomi. Heu. Ada penulis berbakat jebolan Teknik Sipil. Ada juga lulusan Pertanian ternyata berprofesi sebagai interpreter. Ada yang aneh? Nggak ada. Itu passion yang kita cintai dan kita tekuni sebagai profesi serius. Makanya, banyak yang kaget ketika kita dikenal sebagai seorang web programmer ternyata lulusan FKM. Tetapi ada juga kan pekerja kreatif lulusan SMA / sederajat dan hasilnya lebih keren daripada si sarjana? Admit it, please ;) Soalnya banyak yang bilang malu kalau diajar bukan oleh sarjana apalagi melenceng dari jurusannya. Minimal harus bergelar. Ya sudahlah yaaa… Nggak apa-apa. Bukan rezeki.

Not to forget these points:

  • Jangan pernah berhenti belajar. Asah terus keterampilan. Cari referensi baru, berkenalan dengan orang-orang lain lagi di tempat baru.
  • Jadilah diri sendiri. Membual itu sesuatu yang akan membahayakan karirmu sendiri. Buat apa mengatakan kamu lulusan S2 luar negeri padahal hanya D3 kampus lokal? Percaya diri itu wajib. Dipandang sebelah mata? No problem. Mungkin orang lain belum mengenalmu. Inilah waktunya memperkenalkan diri. Sebar kartu nama atau PIN BBM atau nomer Whatsapp.
  • Tidak usah malu jika memang kemampuan masih terbatas. Tapi beranikan diri untuk berkata, “Saya siap belajar. Mohon bimbingannya.” *kemudian membungkuk ala benteng Takeshi*
  • Terakhir, jangan lupa terus memperbarui portfolio, yes! Setiap hasil belajarmu coba ditampilkan juga. Terkadang, ada klien yang justru lebih tertarik dengan sample dan menginginkan karya contoh atau bahkan yang menurutmu gagal, lho ;) Jangan dibuang!

Apa pengalamanmu sebagai newbie? Dicaci maki? Dicuekin?

Bagaimana kamu menghadapi seorang newbie  belagu? Hilang selera makan? :D

Kita akan merasakan dua posisi itu secara bergantian sebelum kerajaan api menyerang. *eh* Selamat menjadi guru dan murid di saat yang sama! Karena ketika berbagi ilmu, justru akan semakin terasa kita pun membutuhkan lebih banyak ilmu yang akhirnya membuat kegiatan mengajar dan diajar menjadi semacam zat addictive untuk diri sendiri. Percaya?

Healthy, Low Cost, And Simple Food For Busy Freelancer

shutterstock_92404405

Freelancer Image via Shutterstock

Seorang freelancer harus fokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang sudah dipilih sesuai tenggat waktu tertentu. Belum lagi jika ia sudah berumah tangga. Kesibukannya bisa menjadi berlipat-lipat. Pekerjaan yang sering dilakukan tanpa kenal waktu itu kerap membuat seorang freelancer telat bahkan lupa makan.

Untuk menjaga tubuh tetap bugar dan otak tetap fresh, kita membutuhkan asupan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup. Kalau sudah memenuhi nilai gizi tertentu, maka asupan makanan tidak perlu dalam jumlah banyak. Sehingga tubuh bisa tetap sehat dan bentuknya pun proporsional meski pekerjaan segunung. Berikut ini disajikan sejumlah daftar makanan praktis, hemat dan baik bagi kesehatan tubuh dan otak.

  1. Selai kacang. Roti tawar yang diolesi selai kacang sangat praktis dikonsumsi pada waktu istirahat dan pada saat ingin ‘ngemil’. Kandungan vitamin E dan Thiamin, sejenis vitamin B, pada selai kacang mampu meningkatkan kerja otak dan sistem saraf tubuh. Satu bungkus roti tawar kupas atau gandum isi 10 slices harganya berkisar antara Rp 10.000 – Rp 14.000. Selai kacang yang beredar di pasaran harganya bervariasi tergantung berat bersih dan merk. Selai kacang sudah bisa dinikmati mulai dari harga Rp 7.600 sampai puluhan ribu rupiah.
  2. Strawberry dan avokad. Konsumsi dua jenis buah ini pada pagi hari dalam jumlah yang cukup sebagai pengganti sarapan, maka tubuh kita akan menjadi segar dan otak juga terasa cemerlang dalam berfikir. Mengapa bisa begitu? Strawberry mengandung vitamin C, antioksidan asam ellagic, dan asam folat yang baik menutrisi sel-sel otak, kulit, dan organ penting seperti jantung. Sedangkan avokad mengandung karotenoid, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, lemak baik, protein, magnesium, kalium yang sangat baik bagi kesehatan jantung, aliran darah dan mata. Dihaluskan dengan blender atau dipotong kecil tetap asyik disantap. Harga jus per cup besar satu macam buah sekitar Rp 6.000 – Rp 8.000. Jika avokad dan strawberry dicampur harganya menjadi sekitar Rp 7.000 – Rp 10.000. Atau bisa juga membeli avokad, saat ini harganya per kilo sekitar Rp 20.000. Ambil satu atau dua buah avokad, pisahkan daging buahnya dari kulit. Masukkan dalam wadah, beri susu kental manis atau potongan halus gula merah (brown sugar atau palm sugar) lalu haluskan dan aduk sampai rata. Tambahkan potongan es batu. Selanjutnya, bubur avokad sehat siap dinikmati.
  3. Kacang-kacangan dan biji-bijian. Sumber protein nabati, folat, vitamin E, vitamin B6, Omega 3 dan Omega 6 ini sangat diperlukan untuk menutrisi otak. Ambil saja sepiring edamame atau kedelai Jepang sebagai camilan. Pada saat makan malam, konsumsi tempe goreng, nasi secukupnya dan sayur tumis kacang panjang atau sup jagung. Usahakan sayur tersebut baru dimasak. Harga edamame per kemasan belum diolah di pasar swalayan harganya berkisar antara Rp 6.000 – Rp 12.000. sampai di rumah bisa langsung direbus sebentar lalu ditaburi garam di atasnya. Atau bisa juga membeli edamame siap makan dalam kemasan dengan harga antara Rp 11.000 – Rp 21.000.
  4. Telur dan cokelat. Telur rebus bisa dimakan bersama selai atau saus kacang. Juga bisa ditambahkan sayuran rebus menjadi gado-gado. Meminum segelas cokelat panas atau ngemil chocolate bar bisa dilakukan setiap hari. Tentu cokelat yang tanpa tambahan susu dan gula. Cokelat dengan tambahan gula tersebut bisa menjadi bumerang bagi yang mengonsumsi setiap hari.

So, selamat menikmati hari-hari sebagai freelancer dan tetap sehat! Jangan lupa, tetap diikuti dengan olahraga teratur. Jogging adalah salah satu yang bisa menjadi pilihan karena mudah, murah, dan ringan :)

shutterstock_103605293

Serunya Freelance Writer

Freelancer Image by Shutterstock

“Beneran nih sudah melahirkan? Ah, bercanda kan, Mbak Miyosi!”

“Beneran! Tunggu aja nanti siang. Pasti heboh di Facebook.”

Halaman rumah Facebook yang dihuni oleh 25 penulis wanita pada 25 Mei 2010 penuh dengan nuansa pink. Bersama 24 penulis lainnya kami ‘melahirkan’ buku antologi ‘EmakFesbuker Mencari Cinta’. Buku tematik yang ditulis keroyokan. Dan selama proses menulisnya, kami hanya bertemu secara online di Facebook.

Sejak kelahiran buku antologi pertama ini, saya dan beberapa rekan penulis mulai memantapkan niat menjadi freelance writer. Satu demi satu pekerjaan menulis freelance saya dapatkan. Di antaranya menjadi penulis SEO (search engine optimization), menulis buku non fiksi dan beberapa proyek menulis pribadi.

Freelance writer adalah pekerjaan impian saya sejak mulai kenal internet. Saya membayangkan bekerja di balik laptop dengan fasilitas internet, santai, tidak terikat di suatu perusahaan, dan menghasilkan income. Pada tahun 2009 akhir, ketika saya menemukan harta karun berharga ‘Facebook’, saya semakin dekat dengan impian.

Asyiknya Jadi Freelance Writer

 

Memutuskan untuk menjadi freelance writer tentu bukan sekadar ingin dan suka. Banyak benefit yang bisa diraih, di antaranya :

  • Fleksibilitas waktu kerja
  • Level pekerjaan yang bisa dipilih sendiri
  • Bisa bekerja secara mobile (di mana pun)
  • Meski dalam beberapa proyek dibatasi deadline, kemungkinan untuk diberhentikan (dipecat) sangatlah kecil.
  • Income yang akan diperoleh bisa dihitung sendiri. Plus, kita akan mendapatkan berbagai pengalaman menarik.

Yuk Mulai Menulis!

 

  • Siapa pun bisa memulai menulis. Pilihlah ide tulisan dari hal-hal kecil yang paling dikuasai. Misalnya, kamu suka memasak, maka tulislah tentang aneka menu dan kreasi masakan. Setelah itu, posting tulisanmu di social media atau simpanlah dalam bentuk draft sampai bertemu dengan penerbit yang mau ‘menculik’ naskahmu.
  • Bergabung dengan komunitas menulis online yang selalu mempunyai proyek menulis bersama. Seperti grup Facebook IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), Untuk Sahabat, dan Women Script & Co.
  • Bergabung dalam grup agensi naskah yang akan menjodohkan kamu dengan penerbit mayor. Misalnya, agensi naskah Indscript Corp dan Re Media! Service.
  • Carilah website khusus yang membutuhkan jasa penulis SEO seperti http://anneahira.com.

So, siap untuk memulai nulis sekarang? Hari gini nggak jadi freelance writer, rugi lho! :D

shutterstock_129675560

Passive Income Seorang Desainer (2)

Sudah membaca artikel Passive Income Seorang Desainer (1)? Kita lanjutkan ya!

Freelancer Image via Shutterstock

Advertising

Jika kamu pernah menjalankan berbagai macam iklan pada website, kamu tahu apa yang terjadi, tentang pembayaran pertama seorang pebisnis sebesar USD5. Jadi, ya, iklan internet gak seru. Kecuali kamu secara massif beriklan di website mana pun atau menempel berbagai iklan di website kamu.

Coba bergabung ke situs periklanan seperti Fusion Ads atau Yoggrt. The Toolbox mendapat sekitar 20,000 pengunjung unik setiap bulan yang memang tak terlalu besar tapi termasuk layak. This converts to USD30 to 60 per month. Umumnya, total dari iklan bisa mencapai USD600 selama enam bulan. Sejauh ini, iklan adalah cara yang bagus untuk sekadar jajan di akhir pekan, tapi gak demikian kalau kamu sudah memutuskan menjadi blogger purna waktu.

Buku-buku

Menulis e-Book atau buku cetak sepertinya terlihat mudah. Kelihatannya mudah ya? Toh hanya tinggal menulis. Beres. Kenyataannya, bagi sebagian orang, menulis buku sangatlah sulit. Tentu saja, mengembangkan kemampuan menulis yang bagus membutuhkan latihan bertahun-tahun, tapi kenyataannya orang lain akan memaafkan gaya menulis yang kaku jika kamu mempunyai sesuatu yang bernilai untuk dikatakan.
Sebelum menulis kata pertama, kamu butuh topik yang bagus dan yang terpenting adalah mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menguasai sebuah topik.
Pertimbangkan menulis sebuah e-Book hanya jika kamu memiliki pengalaman dan janganlah membuat kesalahan dengan berpikir bahwa setelah selesai menulis maka semuanya pun selesai. Justru itulah pertarungan sesungguhnya: berjuang menjual bukumu.

Bagaimana orang-orang akan menemukan bukumu? Apa alasan mereka harus membelinya? Mengapa mereka sebaiknya membeli bukumu ketimbang buku pesaing? Tentunya inilah beberapa pertanyaan yang harus kamu hadapi.

Software As A Service

Membangun bisnis membutuhkan komitmen dan kerja keras, tetapi tidak seperti desain freelance atau katakanlah pemotong rumput, membangun jasa berdasarkan perangkat lunak sama seperti hubungan 1:1 antara usaha dan pendapatan. Beberapa layanan dibayar hanya sekali. Tetapi tentu saja, arus kas dari pendapatan pasif adalah layanan yang memungkinkan kamu mengantisipasi arus pemasukan yang belum stabil dari sumber pendapatan lain.

Tantangan nyata dalam membangun layanan perangkat lunak adalah syarat keahlian teknis yang mungkin tak kamu miliki kalau latar belakangmu adalah desain. Tenang, ini bukan akhir dunia kok. Kamu bisa menemukan partner untuk proyekmu.

Kalau kamu berpikir untuk meluncurkan jasamu sendiri, pertimbangkan jika itu berarti menguras waktumu untuk mendesain.

Freelancer Image via Shutterstock

Lessons Learned

Apa yang bisa dipelajari dari sini? Akan terjadi perubahan apa kalau segera memulai? Satu hal yang pasti adalah pentingnya membangun jaringan. Kamu harus mencari jalan untuk terhubung dengan siapa pun untuk menjadikanmu desainer terkenal, menulis blog , membangun komunitas pengikut di Twitter, dan lainnya.
Tentu saja, banyak desainer yang hanya fokus pada pekerjaannya dan tak peduli sekitarnya. Mungkin mereka hanya berhubungan dengan teman-teman sekelasnya dahulu. Padahal, kamu bisa lebih sukses kalau memelihara pertemanan dan memperluas jaringan. Blog dan Twitter bisa menjadi pintu untuk memperluas kesempatan dan memupuk pertemanan menjadi lebih baik. Milikilah identitas yang mudah dikenali. Cobalah masuk ke komunitas dan yakinkan bahwa orang-orang mengenal siapa kamu.

Kesimpulannya, pelajaran utama dari sekian banyak orang selama ini adalah memiliki pandangan jauh ke masa depan dan berinvestasi jangka panjang, bukan mengejar uang instan. Rencananya sederhana, kemudian bangun jaringan, menumbuhkan identitas yang kuat untuk memastikan jaringan tahu siapa kamu, dan kemudian datang dengan produkmu yang dapat dipasarkan. Tentu saja, setiap langkah membutuhkan beberapa tahun. Tidak mudah, tapi pasti bisa!

Nah, kamu sebagai freelance designer, ada pengalaman apa seputar duniamu?

shutterstock_73612363

Pro Kontra Freelancer : Profesi Atau Hobi?


Freelancer Image via Shutterstock

Pertama yang harus kita tahu apakah freelancer itu dan apakah artinya freelancing? Freelancer biasanya seorang pekerja mandiri yang bekerja sebagai web designer, pengembang, penulis konten, atau bahkan seorang blogger. Lebih tepatnya, seseorang itu mengerjakan tugas kecil/menengah (biasanya malah sangat besar) dari beragam klien dan menerima sejumlah uang ketika pekerjaannya selesai. Hal ini berarti, sebagai seorang freelancer, kamu dapat bekerja di tempat tidurmu kapan pun dan mengatur jadwalmu sendiri.

Kebanyakan teman-teman saya, sama seperti kebanyakan orang lainnya, beranggapan bahwa freelancing adalah pilihan termudah untuk bermalas-malasan. “Hubungi saya ketika kamu punya uang kemudian katakana bahwa kamu punya pekerjaan untuk saya,” adalah ekspresi umum yang pernah saya dengar sepanjang karir sebagai freelancer.

Sebagai freelancer, kamu membutuhkan satu klien atau lebih. Pekerjaanmu haruslah sempurna untuk mengesankan klien selanjutnya, bekerja sesuai jadwalmu meski tugas itu sendiri juga punya perubahan tenggat waktu yang bisa terjadi setiap hari. Kesimpulannya, freelancing adalah pekerjaan serius yang menghasilkan uang, tetapi kamulah bosnya dan kamu bekerja sesuai jadwalmu sendiri.

Mari kita lihat pro dan kontra menjadi freelancer:

PRO:

  • Bekerja dari rumah
  • Mengatur jadwal sendiri
  • Banyak peluang melalui internet
  • Kemungkinan tak ada pemecatan

KONTRA:

  • Kamu akan menjadi bosan dan kelelahan di rumah
  • Jadwalmu bisa saja tak sama dengan tenggat dari klien
  • Klien selalu bisa memilih freelancer lain sesukanya
  • Tak ada pekerjaan sama saja artinya tak ada uang

Mau menjadi freelancer? Ada beberapa langkah yang diperlukan:

Portfolio

Ketika memulai pertama kali, freelancing berarti 99% ambisi + kerja (atau mungkin kerja + ambisi) dan 1% bakat (sontek dari Thomas Edison nih.) Bekerja sebagai freelancer berarti menjadi profesional di bidang tertentu (terserah deh ya, di bidang apapun) dan kemampuan untuk bekerja keras. Saya pribadi sih jujur saja, gak punya banyak pengalaman, tapi di dalam waktu karir yang singkat sekarang ini, saya sudah bekerja sepanjang waktu setiap hari. Satu cara untuk belajar adalah menggunakan tutorial, tapi bukannya mustahil dengan menghabiskan waktu di depan komputer membaca tutorial dan bekerja dengan teliti akan membuatmu mempunyai daya saing.

Semua pekerjaanmu (yang kemudian disebut ‘portofolio’) harusnya bisa menarik minat para pelanggan yang layak dan tepat. Cobalah pertimbangkan beberapa hal ini, apa saja yang dibutuhkan seorang freelancer: a personal site, blog, or any promo dan tentu saja portofolio yang keren. Ini termasuk aspek yang penting karena mewakili pekerjaanmu dan menunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya. Banyak freelancer dapat mengatakan bahwa mereka mampu membuat video YouTube yang lebih baik dan lebih cepat, tetapi portofolio mereka itulah yang menjadi penilaian klien (apakah dia benar pernah mengerjakan proyek mirip seperti itu atau lebih sulit dari yang diinginkan klien, yang artinya si freelancer bisa mendapatkan pekerjaan itu). Pendapat saya sih begini: Portofolio ibarat iklan komersial di televisi. Bisa memuluskan jalanmu atau hanya menjadi iklan biasa yang membosankan.

How To Be The Best

Saya khawatir jawaban ini masih layak digunakan atau tidak, tetapi bisa dicoba. Setiap kamu menyelesaikan pekerjaan terbaikmu, coba tunjukkan pada orang lain dan tanyalah apa yang mereka pikirkan tentang pekerjaanmu. Jika mereka menyukainya, pajanglah di website atau blog. Ohya, mempunyai pro domain alias berbayar tentunya akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk menarik minat calon klien. Untuk mengetahui bagaimana cara menghubungi dan melihat hasil kerjamu adalah memamerkannya di website, banyak cara untuk mempublikasikan pekerjaanmu. Kebanyakan di kolom komentar akan kamu dapati tanggapan dari para professional seperti ini, “Nicely done.” , “Good work” , “You should try again,” atau mungkin ada yang sadis menulis, “Sampah apa ini?”

How To Make Money

Jangan bekerja setengah-setengah. Meskipun kamu pemula, cobalah untuk bersaing dengan yang terbaik untuk mendapatkan standar tinggi karena WWW (world Wide Web) adalah pasar untuk para freelancers yang terpenting, dan menjadi contoh yang berkembang pesat. Berikut beberapa tempat yang bisa kamu coba untuk mencari pekerjaan sebagai freelancer:

Rent-A-Coder

Dalam website ini, semua harganya rendah meski Rent-a-coder termasuk terkenal. RAC adalah kesempatan terbaik untuk mendapatkan pengalaman karena banyak sekali proyek untuk programmer dari banyak domain seperti logo design, web design, content writing, pengembangan, penerjemahan, termasuk juga MATLAB dan excel algoritma. Apa yang harus diketahui adalah mendapat proyek pertama mungkin sangat sulit apalagi tanpa ada feedback, yang menjadi kriteria sangat penting untuk semua pelanggan. Keuntungan lain adalah di sini kamu dapat menawar sebanyak yang kamu mau.

99designs

Website ini khusus untuk para desainer. Harganya mulai dari USD150 (termurah yang pernah ada) hingga USD350 (sebuah desain berkisar USD300-350 atau lebih dan untuk logo kira-kira USD200-300) yang artinya para pemula bisa mendapatkan pemasukan terbaik karena di sini tak memerlukan portofolio. Lumayan lah ya? Kamu hanya perlu menyerahkan foto dalam file desain “.jpeg” dan juru lelang memberimu nilai mulai 1 sampai 5. Jika memenangkan proyeknya, kamu kirim format *.psd/*.ai kepada klien dan rekeningmu akan bertambah gemuk.

Elance

Bila ingin mendapatkan proyek dari website ini, syaratnya adalah lulus ujian sederhana yang berisi beberapa pertanyaan tentang pembayaran freelancer, menerima uang, dan seputar masalah yang biasa terjadi. Kamu juga dapat memasang portofolio tampa melupakan bahwa pengalaman dan feedback sangatlah penting.

Tentu kamu dapat menemukan sumber proyek lain melalui internet sebagai pekerjaanmu. Kesimpulannya, gak ada yang mustahil kalau kamu gak mencoba semuanya. Tugasmu sekarang hanya bekerja dan lakukan yang terbaik.

Ada yang pernah mencoba website untuk freelancer yang lain? Share yuk!

shutterstock_142829800

Hal yang Dialami Seorang Freelancer


Freelancer Image via Shutterstock

Merasa sedikit jenuh dengan pekerjaanmu? Sering kali artikel tentang freelancing menyebutkan hal yang sama, seperti jangan berhenti bekerja sebelum rencana freelance direncanakan dengan matang, persiapkan pasar sendiri, harus tahu bagaimana mengurus pajak, bla bla bla … Nah, di bawah ini ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi pertimbangan berikutnya tentang gaya kerja seorang freelancer:

Berurusan Dengan Klien

TAK SEMUA KLIEN MENYENANGKAN DIAJAK BEKERJA SAMA
Kenyataannya, banyak orang akan menghubungimu untuk bekerja dan akan berbalik menghantuimu sekali saja begitu kamu merasa terbebani. Tentu saja akan ada klien yang membuatmu berharap tidak ada persetujuan kerja dengannya. Beberapa lainnya menguras waktumu dan tak peduli seberapa jauh kamu berusaha agar mereka puas dengan hasil kerjamu. Hamu harus belajar dengan cepat bagaimana mengenai orang semacam ini dan belajar menanganinya. Bagaimanapun, tak ada seorang pun yang dapat mengatakan bagaimana kamu harus menangani tipe klien seperti ini karena pilihan dan kenyamanan sepenuhnya ada padamu.

KLIEN LUAR BIASA YANG BERHARGA
On the flip side, an amazing client is something you won’t ever want to loose. Tetaplah berhubungan dengan klien seperti ini meski pekerjaanmu telah selesai. Jika kamu tak mendapatkan proyek lain dalam waktu dekat, bukan berarti mereka tak memilikinya. Mungkin mereka memiliki rekanan lain yang lebih pas untuk mengerjakan proyek lain itu. Kirimlah kartu ucapan, hadiri acara khusus mereka, atau sesekali hanya sekadar menyapa melalui e-mail. Intinya, jika kamu memiliki keberuntungan menemukan klien yang menyenangkan, jangan pernah melepasnya.

KLIEN INGIN MEMINTA NASIHATMU – JANGAN TAKUT UNTUK MEMBERINYA

Banyak orang menyewa desainer karena tak mengerti apa yang mereka mau. Inilah tugasmu untuk bekerja sebagai pemandu mereka untuk mendesain. Bersiaplah meminta mereka rincian poin secara singkat dan efisien. Selalu biarkan klien mengetahui bahwa kamu selalu ada untuk menjawab pertanyaan mereka. Dan, jika mereka memiliki ide yang kaurasa tak cocok, bersiaplah memberitahu mereka, tentu saja dengan cara yang baik dan membuat mereka tak merasa bahwa kamu sedang menghabiskan uang mereka. Pikirkan bahwa proyek ini sangat berarti bagi mereka karena ikatan emosi dengan ide-idenya dan tentu saja bagimu juga. Pada akhirnya, kamulah yang bertanggung jawab dan itu alasan mereka membayarmu, jadi percaya dirilah dengan nalurimu dan bersiap untuk mewujudkan proyeknya.

IT’S OKAY TO FIRE A CLIENT

Kalau kamu mau memecat klien, kenapa tidak? Kamu juga punya hak apabila merasa bahwa jobdesc sudah di luar perjanjian awal dan banyak permintaan tak masuk akal yang akhirnya menyulitkan kamu untuk menyelesaikannya. Belum ditambah dengan ketidakpuasan mereka dengan hasil akhirnya padahal itu maunya mereka? Putus hubungan saja. Jangan buang waktumu dan uang mereka.

Berurusan dengan Perlengkapan dan Perangkat Lunak

TELITILAH PADA PROGRAMNYA SEBELUM MEMASANGNYA

Bayangkan ini: kamu sudah mengunduh program dengan masa percobaan 30 hari yang kamu butuhkan untuk melengkapi proyekmu sekali saja. Ketika hendak melepasnya, perangkat lunakmu bermasalah. Ternyata program yang sudah dipasang tak bisa dilepas and unless you paid for their specific uninstall plug-in. Menyebalkan? Iya. Coba bertamu ke rumahnya Om Google untuk “program troubleshooting” sebelum kamu memasang apapun untuk menghemat waktu, tenaga, dan uang. Cermati bagian “software licenses” dan jangan melewatkan untuk membacanya karena banyak info penting seputar program dan cara pakainya.

TETAP MENGHUBUNGKAN LAPTOP DENGAN CHARGER SELAMA PEMAKAIAN AKAN MERUSAK BATERAI

Baiklah, jangan tertawa. Coba saja menghubungkan laptop dengan charger seharian (Tentunya para freelancer menyalakan laptop nyaris seharian kan? Ngaku deh!) dan perlahan akan membuat tenaga baterai laptopmu berkurang drastis dan akhirnya mati. Akhirnya kamu terpaksa mengganti baterai dan itu tak murah, kan? Kalau kamu ingin menggunakan laptop dalam waktu lama, lepas dulu baterainya dan biarkan istirahat. Kamu tak akan menghadapi masalah harus segera mengganti baterai.

BACALAH HALAMAN BANTUAN GOOGLE

Serius lho. Meski kamu sudah menggunakan Google sejak usia tiga tahun, membaca halaman bantuan akan membuka matamu tentang apa yang bisa dilakukan Google untukmu. There are shortcuts listed there that will actually speed up your research time, membantumu menemukan apa yang kamu dan klien butuhkan dalam pencarian pertama dan memberikan banyak ide. Jika ternyata Google Help tak membantumu dan tak tahu bagaimana efisiennya Google, mending balik lagi bekerja kantoran.

JANGAN TERPAKU HANYA PADA PRODUK ADOBE

Adobe memang bisa melakukan segalanya, tetapi ada banyak program keren lainnya yang bisa kamu gunakan. Coba On-One, Blender, dan Camtasia. Jadi, semakin banyak variasi keahlianmu tentu saja kamu akan semakin diperhitungkan. Jika kamu tahu di luar sana ada program lain di samping Adobe, pasti akan menambah kesempatanmu menggaet klien baru.

Freelancer Image via Shutterstock

Berurusan dengan Dirimu Sendiri

MASUKLAH KE DALAM SEBUAH KOMUNITAS

Ada peribahasa yang mengatakan, “Membutuhkan sebuah kampung untuk membesarkan seorang anak.” Kamu sebagai freelancer membutuhkan sebuah komunitas untuk berkembang. Temukan sebuah grup yang melibatkan pekerjaanmu dan carilah tahu apa kebutuhan orang-orang dalam grup itu. Bertemanlah dan buat jaringan, serta tingkatkan daftar kontakmu. Orang-orang inilah yang akan mendukungmu ketika kamu membutuhkan informasi, saat sakit, dan saat terjebak dan tak tahu harus berbuat apa. Berkomunikasi aktiflah dalam komunitas.

SISIHKAN “ME TIME” SETIAP HARI

Kehidupan freelancing memang membuat ketagihan dan dapat menjauhkanmu dari riuhnya orang-orang yang mencari perhatianmu sepanjang waktu. Kalau kamu tak memberi hak tubuh untuk rehat sejenak dari pekerjaanmu, yakin deh kamu bisa terkena tekanan dan akhirnya meledaklah emosimu, kemudian berakhir dengan kelelahan psikis berminggu-minggu. Meski yang kamu lakukan adalah bekerja “untuk Anda (para klien)”, menyisihkan waktu menjauh sejenak tak hanya diizinkan, tapi juga kamu butuhkan.

JANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL MILIK KLIEN

Sekali orang mengenalmu, biasanya langsung memberi kesan bahwa mereka sangat baik mengenalmu. Tetapi bila kamu bekerja dengan menggunakan akun media sosial klien, bukan berarti mereka mengenalmu secara pribadi. Mereka hanya ingin lebih dekat dengan brand yang selama ini mereka kenal, bukan denganmu. Jika kamu ingin berinteraksi dengan orang yang sama, cobalah menggunakan akun pribadi. Idealnya kamu memiliki dua akun: satu untuk bisnis dan satu lagi untuk teman dan keluarga. Jangan pernah mencampur keduanya.

BERTINDAKLAH DENGAN PERCAYA DIRI MESKIPUN KAMU TAK MERASAKANNYA

Pernah mendengar orangtuamu berkata, “Terkadang kamu harus berpura-pura sampai kamu berhasil.”? Awalnya mungkin kamu akan bingung dan tak menangkap maksudnya hingga kamu menjadi freelancer. Ketika pertama kali memulai, rasanya ingin mengubah semuanya hingga tampak sempurna. Kemudian menebak-nebak dan terkadang seperti tak tahu harus bagaimana. Sekali berpikir tentang keputusannya maka orang-orang akan mengenalinya. Benar atau salah, tetap rasanya tak nyaman dan serba salah. Ya, berpura-pura sajalah untuk merasa nyaman sampai akhirnya kamu memikirkan sesuatu. Cobalah untuk bermanuver sejenak dan lakukan yang bisa membuatmu bangga.

Apa yang terkadang membuatmu ups and downs saat bekerja? Bagaimana mengatasinya?

shutterstock_103605293

Jangan Menjadi Freelancer! (2)

Lanjut!

Setelah 8 pengaruh lingkungan yang akan memengaruhi keputusan bekerja lepasmu, sekarang bahas 12 alasan lain yang gak akan cocok buatmu.

Freelancer Image Via Shutterstock

B. Pengaruh Diri Sendiri

Kamu Mudah Bingung dan Tak Bisa Teratur

It’s not multi-tasking, Dear. Kamu harus mencoba mengatur bagaimana menjawab e-mail pribadi atau pesan jejaring sosialmu dalam kondisi sedang bekerja. Kamu sedang one-man show ketika sedang bekerja, jadi harus bisa mengatur semua aspek bisnismu dengan baik.

Kamu Tak Bisa Memprioritaskan

Kadang kamu harus bekerja dalam proyek beragam dengan level berlapis di setiap proyeknya. Tak hanya harus keep on track di setiap tenggat proyeknya, kamu juga harus bisa mengatur skala prioritas. Kalau kamu sudah bermasalah dengan prioritas, tugas, dan tenggat dalam pekerjaan tetap atau kehidupanmu, jangan jadi freelancer ya!

You Can’t Brand Yourself

Jauh sebelum bernegosiasi dengan klien tentang kelebihanmu, kamu harus tahu pangsa pasar dan label sendiri sebelum klien menghampirimu. Itu cara bagaimana kamu mencari proyek selanjutnya. Ingatlah bahwa kamu harus memperbarui portofolio dengan pekerjaan terakhirmu.

Kamu Tak Tahu Nilai Dirimu

Untuk melakukan poin 11 dengan baik, tentu kamu harus mengetahui nilai dirimu sendiri. Ini akan memudahkanmu bernegosiasi, bisa membayar semua tagihan (termasuk cicilan rumah, misalnya), dan tak akan khawatir tak dapat klien yang pontensial kan? Buatlah semacam rate card yang akan menyulitkan klien licik untuk memanfaatkanmu.

Kamu Tidak Mencintai Pekerjaanmu

Sama saja dengan pekerjaan lain, kalau merasa berat hati dengan apa yang kamu lakukan, tentu akan lebih sulit mengerjakannya. Ketika kamu menjadi freelancer, semangat dan rasa cinta pada pekerjaan sangatlah penting. Ketika cintanya hilang, kamu akan mudah kehilangan arah dan malas bergegas menyelesaikan pekerjaanmu.

Kamu Tak Pandai Mengatur Uang

Freelancing seperti berbisnis, pendapatan tak datang secara konsisten. Kadang rekeningmu gendut, tapi di waktu berikutnya, kamu megap-megap. Bagaimanapun, kamu harus yakin bisa menyisihkan dari apa yang kamu hasilkan.

Sikapmu Selama Bekerja Sangat Rendah

Kalau kamu berpikir menjadi freelancer itu lebih mudah dari kerja kantoran, kamu akan mendapatkan kenyataan yang buruk. Untuk mempertahankan nilai dan daya saing di freelance market, kamu harus terus menyempurnakan keahlian dan tidak tidak lekas puas. Usaha minimal akan berbalik merepotkanmu nantinya.

Kamu Lebih Suka Disuapi

Maksudnya? Ya, gini lho. Satu hal paling enak bekerja kantoran adalah bahwa kamu hanya harus tetap berpegang pada protokol yang sudah diatur. Jadi, biar bagaimanapun, kalau mau memilih menjadi freelancer, ya kamulah bosnya. Kamu harus lebih proaktif, suka tak suka.

Kamu Ingin Klien yang Mengikuti Gayamu

As a freelance designer or blogger, kamu mungkin mengadopsi atau berkreasi dengan gaya tertentu untuk dirimu sendiri dan berharap dapat menjaring klien potensial. Nyatanya, beberapa klien banyak maunya dan mencampuri desain yang kamu buat. Kamu mesti bisa mengikuti irama untuk setuju atau menolak (dengan alasan) setiap waktunya.

Kamu Menunggu Inspirasi Datang

Duile, klien tak bisa menunggu tuh! Dengan tenggat yang ketat, gak bisa hanya selonjoran di tempat tidur, bengong di pinggir jendela dan berharap inspirasi datang berkunjung. Disiplin dan keinginan untuk terus menyempurnakan keahlian dapat membantumu tetap kreatif. Ingat ya, tak ada istilah biasa-biasa saja dalam freelancing.

Kamu Kurang Kesabaran

Entah sebagai freelance designer atau blogger, kamu sudah diberikan tanggung jawab untuk melakukan perubahan dan mengulang konsep masterpiece. Kamu akan mengulang pekerjaan di bawah arahan langsung klien atau melakukan banyak perubahan lagi dan lagi sebelum akhirnya menyerahkan bentuk finalnya. Pastinya sih, kamu bakalan frustrasi. Tapi justru inilah waktu yang tepat untuk membantumu melatih kesabaran.

Kamu Mudah Menyerah

Terakhir banget, seperti halnya yang lain, usahamu akan benar-benar terbayar kalau bertahan.  Kamu gak bisa berhenti begitu saja setelah mengalami kemunduran, ketika segalanya tak berjalan sesuai keinginanmu. Kalau kamu mudah menyerah, tak usah repot-repot mikir mau memulai. Kalau kamu mau memulai, jangan sekali pun mikir untuk berhenti.

Jadi apa putusan akhirmu? Apakah kamu siap untuk membuat perubahan menjadi half time or full time freelancer? Apa kekhawatiran terbesarmu kalau harus melepas zona 9-to-5?

shutterstock_152083103

Jangan Menjadi Freelancer! (1)

Jangan bingung ya :)

Freelancer Image Via Shutterstock

Sudah sering kita dengar gosip manis tentang menjadi freelancer: mempunyai kemerdekaan maksimal dalam membuat keputusan kreatif, gak perlu cari alasan untuk menjawab pertanyaan bos, jam kerja yang fleksibel, dan bekerja dengan nyaman di rumah. Intinya sih: kebebasan.

Menjadi freelancer tentu saja berarti mengalahkan keterbatasan yang ada pada pekerjaan kantor biasa, tetapi seperti yang mereka katakan juga, kebebasan datang bersama dengan harga.  Sebagian dari kita kadang berlebihan dan norak dalam mengartikan ‘kebebasan’ yang berhubungan dengan kerja lepas tanpa mempertimbangkan kemungkinan kita menyerah saat menuju ‘kebebasan’ itu.

Nah, alih-alih ngebahas apa enaknya jadi freelancer, sekarang mending membahas 20 alasan bagus mengapa sebaiknya kamu jangan menjadi freelancer. Akan ada 2 kategori, yaitu hubungan dengan lingkungan kerja dan karakter pribadi yang tidak sesuai.

A. Lingkungan Pekerjaan

Dari pekerjaan kantoran purna waktu menjadi freelancer tentunya menyebabkan adanya perubahan cara kerja. Rahasia untuk mengetahuinya adalah melihat apakah kamu bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan atau tidak?

Menjadi freelancer gak bakalan cocok buatmu jika:

Kamu Menyukai Banyak Fasilitas

Ibarat gelandangan deh ya, karena kamu gak bakalan dapetin tunjangan kesehatan, cuti sakit yang dibayar, tabungan saat kamu pensiun, dan aneka fasilitas umum karyawan kalau memilih menjadi freelancer.

Kamu Mengharapkan Keluwesan Mutlak

Kebebasan tidak sama dengan keluwesan. Faktanya adalah klienlah yang memutuskan kapan kamu harus mulai bekerja. Merekalah yang menentukan tenggat waktu, yang melakukan banyak perubahan di detik terakhir, dan beberapa dari mereka bahkan mengharapkan kamu menanggapi kapanpun mereka mau. Coba deh kamu mengurangi waktu saat mengerjakan proyek mereka, yakin tak akan ada order kerjaan lagi dari mereka.

Kamu Mau Memisahkan Pekerjaanmu Dari Kehidupan Pribadi

Tak adanya waktu kerja pasti dan tak ada perbedaan lokasi kerja membuat freelancing menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupmu. Kamu tak akan berhenti menerima telepon dari klien setelah pukul lima sore setiap hari. Bekerja di mana laptopmu berada dan pekerjaan harus bisa dimulai kapan saja setiap hari (dan tentu saja malam hari!).

Kamu Tak Suka Ditelepon 24/7

Klien yang bawel selalu mengharapkan kamu bisa dihubungi kapan saja mereka ada pertanyaan sehubungan dengan proyek. Kalau kamu gak bisa dihubungi kapan saja setiap harinya, lebih baik pikir kembali keputusan menjadi freelancer sebagai karir selanjutnya.

Freelancer Image via Shutterstock

Kamu Berharap Bisa Benar-benar Berlibur

Dihadapkan dengan jam kerja yang gak pasti, keinginan gak masuk akal dari klien bawel, dan terkadang tenggat kerja yang super mepet, menjadikan liburan adalah hal yang sangat mewah. Kamu harus bisa menerima kenyataan seandainya kamu masih harus membalas banyak e-mail dan mengerjakan beberapa printilan saat berlibur di Bali.

Kamu Tak Suka Terikat Dengan Pekerjaan

Nah lo! Bingung? Maksudnya, kamu tuh justru harus membawa laptop ke mana pun dan tetap harus bekerja. Terlepas dari apapun lingkunganmu, ya tetap harus ada di depan meja (dalam hal ini tentu saja pekerjaanmu) jika kamu memilih menjadi freelancer.

Eh curcol dikit ya, saya pernah harus turun angkot dan membuka laptop di warung kopi pinggir jalan demi posting twit yang tak bisa dijadwalkan. Kamu mau senewen kayak gitu? Hihihi…

Kebanyakan Kehidupan Sosialmu Berasal Dari Pekerjaan

Kalau kehidupan biasa sih, tak aneh ya punya pekerjaan yang menjadi sumber utama pergaulan, karena menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di kantor. Tapi sebagai freelancer, bersiap menghadapi kemarau gaul karena kamu bekerja sendirian hampir sepanjang waktu.

Kamu Berharap Orang Lain Mengerti Seperti Apa Pekerjaanmu

Salah satu kelemahan poin positif dalam memandang kebebasan adalah ketidakpastiannya. Pendapatan yang tak pasti, jam kerja yang tak biasa, dan kayaknya akan terlihat pengangguran di hadapan keluarga dan teman. Ini akan memperlihatkan bagaimana berjuangnya para freelancer to pay the bills. See? Tak usah kaget kalau keluargamu ngomel dan memintamu mengerjakan tugas domestik ketika mereka pergi bekerja. Mereka berpikir kita tak ada kerjaan. Gak banget ya? Begitulah!

Lanjut ke pembahasan berikutnya yaaa… Kaitan pribadimu dengan kerja lepas. Di artikel sebelah!